Aqila dan Arga adalah sepasang suami istri yang terpaksa menikah. Ini adalah keinginan dari Sherly sahabat dan juga calon istri dari Arga.
"Kumohon ini adalah permintaan terakhirku." Kata kata itu yang membuat mereka bersatu. Meskipun awalnya mereka terpaksa untuk menikah. namun lama kelamaan meraka merasa nyaman satu sama lain.
Apakah mereka akan selalu bahagia? Bagaimana jika Sherly kembali? Siapa yang akan di pilih Arga pada akhirnya?
Yuk simak cerita selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhila dila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 20
Hari hari telah berlalu hari ini adalah hari senin, hari dimana Aqila diperbolehkan pergi bekerja oleh Arga.
"Sayang bangun.. ayo salat subuh dulu." Ucap Aqila.
Saat Arga terbangun ia melihat Aqila masih asik dengan selimutnya. tanpa banya bertanya Arga masuk ke kamar mandi untuk sekedar membersihkan diri dan mengambil air wudhu.
"Kamu gak salat? ato kamu udah duluan?" tanya Arga yang melihat Aqila masih dalam posisi tidur.
"Aku lagi kedatengan tamu mas." jawab Aqila malu malu.
"Tamu siapa? kok aku gak tau kalo ada tamu." tanya Arga.
"Bukan tamu orang mas. maksud aku, aku lagi dateng bulan mas. biasa tamu bulanan aku." Jelas Aqila.
Sedangkan Arga hanya menganggukkan kepalanya. ia lalu menunaikan ibadah salat. Saat melihat ke arah Aqila ia melihat istrinya terlelap lagi dalam tidurnya. tanpa menunggu lagi Arga ikut masuk ke dalam selimut istrinya dan memeluk Aqila dengan erat.
"Udah selesai mas salatnya?"tanya Aqila yang ikut mengeratkan pelukan terhadap suaminya.
"Udah kok. udah selesai. ayo tidur lagi. biar kamu gak usah ke kantor. jadi kamu gak ketemu sama buaya itu di kantor." Ucap Arga.
"Aku pergi kerja kok mas. sebentar lagi aku mandi. masih dingin soalnya." Jawab Aqila sambil terkekeh.
"Ayo kita mandi bareng. kalo mandi barengan jadi gak akan dingin." Balas Aqila.
"Jangan mesum mas.. ini masih subuh.. udah mesum aja itu otaknya. Bukannya kamu udah mandi mas. kamu udah wangi sabun soalnya. sedangkan aku masih bau." Ucap Aqila. " Aku mau mandi sekarang deh. lepas mas." lanjutnya.
"cium dulu. kayak biasa." balas Arga.
"Jangan mulai mas. cepet ih aku pengen pipis. lagian aku belom gosok gigi loh." ucap Aqila. "Masih bau akunya. belum ke air sama sekali mas. cepet lepasin mas. Nanti aku ngompol nih."lanjutnya.
"Sini aku aja yang cium kamu." Ucap arga. Aqila hanya menutup wajahnya. "kok malah di tutup mukanya." lanjutnya.
"Malu mas. aku belum cuci muka sama sekali loh. akunya masih jelek." ujar Aqila. " Nanti aja aku cium kamu kalo udah mandi. masih bau sekarang akunya."lanjutnya.
"Bener ya... janji loh." ucap Arga kegirangan
"Iya tapi lepasin dulu." balas Aqila.
Setelah Arga melepaskan pelukannya tanpa pikir lagi Aqila langsung berlari ke lemarinya mengambil pakaian kantornya. lalu berlari ke arah kamar mandi. Arga hanya terkekeh melihat tingkah istrinya. sedangkan Arga yang sudah mandi ia mengambil pakaian kantornya lalu memakainya.
"Loh udah siap aja. ini kan masih jam 6 mas." Ucap Aqila. Arga hanya menanggapinya dengan tersenyum.
Aqila lalu mendudukan dirinya ke kursi di meja rias. Ia memakai riasan tipis yang natural. saat sedang mengeringkan rambutnya, hairdryer yang ia pakai di rebut oleh Arga. Arga segera mengeringkan rambut basah Aqila.
"Sini mas biar aku aja." Ucap Aqila.
"Ga apa apa aku aja. aku pengen aja ngeringin rambut istri aku. emang ga boleh?" tanya Arga.
"Boleh.. boleh." jawab Aqila sambil tersenyum.
Setelah selesai mereka keluar kamar. saat hendak keluar kamar Arga menahan Aqila dan mendudukan Aqila di pangkuannya yang sedang duduk di sofa kamarnya.
"Apaan sih mas. mas mau apa kaya gini?" tanya Aqila.
"Janji kamu mana sayang? jangan bilang kamu lupa." ucap Arga.
"Aku kira kamu yang lupa. makanya aku buru buru keluar. berharap kamu lupa." Jawab Aqila. sambil terkekeh.
Arga hanya mendelikan matanya. tiba tiba Aqila mencium mata Arga.
"Aku cium mata kamu supaya kamu gak jelalatan liat cwe lain." lalu mencium hidungnya."Ini supaya hidung ini tidak mencium aroma wanita lain." lalu ia mencium kedua pipinya. "Supaya pipi ini tidak merona oleh wanita lain." Lalu ia mencium kening Arga."Ini karena aku sayang kamu." Lalu ia mencium bibir Arga. "Ini bonus dari aku. udah yah. aku mau sarapan dulu." lanjutnya.
Arga menciumi semua wajah Aqila tanpa mengatakan apa apa. Lalu ia memeluk Aqila yang masih berada di pangkuannya.
"I Love u Aqila. aku sayang kamu." bisik Arga di telinga Aqila.
"Aku juga sayang kamu mas."balas Aqila.
Setelah itu mereka keluar kamar menuju meja makan. disana udah ada Mamih sama Papih.
"Lama banget sih kalian. ini udah jam setengah 7." ucap mamih.
"Biasanya juga Arga sarapan jam 7 mih. kenapa sih buru buru banget?" tanya Arga.
"Papih sama mamih kamu mau ke luar negeri dulu. yayasan papih yang ada di sana mengalami masalah. makanya papih harus pergi." Jawab Papih.
"Kamu ga apa apa kan sayang kita tinggal?" tanya Mamih.
"Ga apa apa mih. Arga sekarang udah ada temennya kalo papih sama mamih pergi." ucapnya sambil merangkul Aqila. " ada bi Susi sama Pak Yanto juga di rumah."Jawab Arga.
Setelah selesai sarapan mereka pergi ke tujuan masing masing. mamih dan papih pergi ke bandara. sedangkan Arga sedang mengantar Aqila ke kantor. Arga duduk di kursi kemudi dan Aqila di sebelahnya. Saat Aqila turun dari mobil secara bersamaan datang Rendi di belakang mobil Arga. Tak lupa saat turun Aqila mencium punggung tangan suaminya.
"Kamu udah sehat? beneran kuat buat kerja?"Tanya Rendi.
"Udah kak. aku udah baik baik aja kok. Mas Arga aja yang lebay aku gak boleh kerjanya lama." Jawab Aqila.
"Jagain istri gue ya Rend."Teriak Arga dari dalam mobil
"Gue mau ambil istri lo. sana pergi."Ucap Rendi sambil merangkul pundak Aqila.
"Itu tangan tolong dikondisikan." teriak Arga lagi.
"Udah sana pergi lobi gue jadi macet gara gara lo"Ucap Rendi sambil pergi meninggalkan Arga yang sedikit kesal.
Tangan kanan Rendi masih setia bertengger di pundak Aqila. sedangkan yang kiri melambaikan tangan ke arah Arga sambil berlalu. Banyak mata yang memperhatikan kedekatan Aqila dan Rendi. bahkan kejadian itu terlihat oleh mantan Rendi yang merupakan manager keuangan di perusahaan Rendi yang bernama Bella.
Saat Mereka memasuki kantor banyak mata tertuju pada mereka. tapi yang jadi pusat perhatian tidak menyadarinya. mereka asik bercanda ria. Sesampainya di kantor Rendi seperti biasa Aqila akan menyampaikan jadwal Rendi hari ini. Saat Aqila hendak membuat kopi untuk dirinya dan Rendi ia mendengar beberapa orang saling berbisik saat ia melewati mereka.
"Ga nyangka ya. mukanya aja polos tapi dia menggoda Bos."
"Aku jijik sama tampang sok polos dia."
"Apa mungkin gara gara dia Bu Bella dan Pak Rendi putus."
"Emang sih dia cantik tapi gak nyangka kelakuannya seperti itu."
Aqila mendengar bisik bisik itu tapi ia tak menghiraukan omongan mereka. saat jam makan siang tiba Aqila,Rendi dan Ben akan makan siang di sebuah restoran. disana sudah ada Arga dan Dimas yang menunggu.
Saat Aqila akan keluar lobi ada seorang perempuan yang berkata sinis ke Aqila orang itu tak lain adalah Bella mantan pacar Rendi.
"Gue gak nyangka ya. ternyata selama ini Lo yang udah ngerusak hubungan gue sama Rendi. Dasar wanita murahan Lo." Ucap Bella.
saat hendak menampar Aqila ada tangan yang menahan tangan Bella. ternyata itu adalah tangan Rendi.
"Jaga bicara kamu Bella." Ucap Rendi dingin.
Rendi lalu menarik tangan Aqila lalu memasuki mobilnya dan pergi menjauhi kantor.
"Maaf Aqila. pasti dia ngira kamu yang jadi penyebab aku minta putus sama dia. padahal dia yang udah selingkuh di belakang aku." Ucap Rendi.
"Kakak yakin dia selingkuh. gimana kalo itu cuman teman dia aja?" Tanya Aqila.
"Gak mungkin. kalo temen gak mungkin sampe bercumbu." Ucap Rendi.
Setelah itu tak ada obrolan di dalam mobil sampai mereka tiba di tempat tujuan.
"Sini sayang. jangan deket deket sama buaya itu. aku kan udah bilang kamu kerja sama aku aja. jangan sama buaya itu. beraninya dia peluk peluk istri aku." Ucap Arga.
"Dia bukan wanita bagi aku. tenang aja. dia udah kaya adik aku sendiri. setiap kali melihat dia aku seperti melihat Rissa." Ucap Rendi.
"Sejak kapan dia jadi adik Lo?" tanya Arga lagi.
"Sejak gadis mungil ini manggil aku dengan sebutan kakak." Lanjut Rendi. "Aku manggil kamu mungil ya. kayak aku manggil Rissa dulu." Lanjutnya.
"Terserah kakak saja." Ucap Aqila.
Mereka makan siang diselingi canda tawa. setelah selesai mereka kembali menuju kantor masing masing.
Saat tiba di kantor ada beberapa karyawan yang mendengar Aqila di panggil mungil oleh Rendi dan Aqila memanggilnya Kakak. mereka semakin berasumsi jika Aqila dan Rendi memang memiliki hubungan khusus. hingga berita ini menyebar ke seluruh kantor. dan hampir semua karyawan membicarakan mereka. ada yang pro dan ada yang kontra dengan hubungan mereka yang hanya sebuah asumsi itu.
cuman kurang greget ceritany,tp tetap semangat ya thor,dan semoga banyak yg baca ceritamu 😊😊😊
pahit ditengah
ending yg maies