Seorang wanita bernama Tiara Indah Soraya yang merupakan wanita yang sukses dengan kariernya sebagai desainer dan pemilik butik terkenal.
Tapi dibalik kesuksesannya tidak sebanding dengan kisah cintanya. Diusianya yang sudah dipenghujung kepala 2 membuatnya selalu diteror oleh ibunya untuk segera menikah.
Setiap hari ibunya selalu bertanya tentang laki laki bahkan dia juga sering menjodohkannya dengan banyak laki laki tapi semuanya selalu berakhir dengan ketidakcocokan.
Hal itu membuat ibunya sangat frustasi karena di usianya yang sudah tua dia ingin sekali menimang cucu dari putri tunggalnya.
Hingga akhirnya dia bertemu dengan Rivan dan besoknya langsung diajak menikah tanpa mengetahui asal usul dari pria tersebut.
Bagaimana kehidupan Tiara setelah menikah dengan Rivan? apakah rumah tangga mereka akan bahagia atau malah sebaliknya.
yuk ikuti dan baca novel keduaku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menginterogasi
Bu Dewi langsung terdiam saat ibu Amel menanyakan identitas Tiara. Dia juga merasa khawatir karena menurutnya Tiara adalah wanita yang baik tidak mungkin dia memiliki masalah dengan keluarga Sanjaya.
' Apa mungkin bu Amel sedang mencari informasi tentang desainer yang sudah membuatkan baju seragam untuk acara tunangan Lina kemaren?' batin bu Dewi yang masih ragu menjawab pertanyaan bu Amel karena selain dia mengkhawatirkan Tiara dia juga tidak begitu tau tentang Tiara sendiri.
Melihat bu Dewi yang terdiam ibu Amel tau bahwa saat ini dia sedang memikirkan Tiara. " Bu Dewi tenang saja, saya hanya ingin mengetahui identitas Tiara saja, tidak terjadi apa apa diantara kami" ucap Bu Amel berusaha menepiskan pikiran buruk bu Dewi.
Mendengar ibu Amel berkata seperti itu membuat ibu Dewi langsung tersenyum malu karena pikirannya bisa dibaca oleh ibu Amel. Dia juga merasa malu karena sudah berfikiran yang tidak terhadap ibu Amel.
" Saya hanya ingin tau saja tentang dia" kata Bu Amel lagi.
" Sebelumnya saya minta maaf karena sudah berfikir negatif tentang anda" sahut bu Dewi menahan rasa malunya.
Bu Amel sendiri terkekeh mendengar perkataan Bu Dewi yang menurutnya sangat lucu. Entah kenapa setiap keluarganya ingin menanyakan seorang wanita selalu saja disangkut pautkan dengan masalah yang dialami mereka.
" Oh iya saya juga mau meminta maaf, karena saya dan keluarga tidak bisa datang ke acara pertunangan putrinya ibu" sebelum memulai lagi pembicaraannya bu Amel meminta maaf, merasa bersalah karena kemaren tidak bisa datang ke acara pertunangan Lina, tapi sekarang dia malah meminta ketemu dengan ibu Dewi.
" Tidak apa apa bu lagian kan putra ibu juga sudah datang mewakili keluarga anda..." jawab ibu Dewi dengan tersenyum.
" Sebelumnya saya juga mau meminta maaf sama Bu Amel, karena saya juga tidak begitu mengenal tentang Tiara" kata bu Dewi memulai memberitahu identitas Tiara yang dia ketahui.
" Berarti Tiara bukan dari keluarga besar ibu Dewi?" tanya ibu Amel yang sebelumnya mengira bahwa Tiara adalah kerabat dari keluarga ibu Dewi.
" Bukan bu... mbak Tiara bukan kerabat keluarga kami sama sekali" jawabnya dengan cepat.
" Lal__" belum selesai Bu Amel melanjutkan kata katanya sudah terpotong oleh ketukan suara pintu yang berasal dari luar ruangan mereka bertemu.
" Masuk..." ucap bu Amel dengan suara sedikit keras agar orang yang ada diluar bisa mendengarkan suaranya yang menyuruhnya masuk.
Ternyata yang datang adalah dua pelayan restoran yang datang membawakan makanan dan minuman yang sudah mereka pesan." Maaf Bu mengganggu sebentar, kami mengantarkan pesanan ibu" ucap salah satu pelayan yang membawa nampan di tangannya.
" Ya sudah letakkan disini" bu Amel menyuruh kedua pelayan tersebut menaruh semua pesanan dimeja. Para pelayan juga menata semua pesanannya sesuai dengan pesanan mereka masing masing.
Begitu selesai kedua pelayan langsung berpamitan meninggalkan tempat tersebut setelah mereka mempersilahkan kedua tamunya untuk menikmati pesanan mereka.
" Mari silahkan dinikmati dulu makanannya" ibu Amel langsung mempersilahkan bu Dewi untuk segera menikmati makanannya.
Mereka berdua menikmati makan siang bersama dalam diam, sebelum mereka melanjutkan obrolan yang harus terputus karena pesanan mereka yang sudah selesai diantar.
Setengah jam kemudian mereka selesai makan siang mereka tanpa ada obrolan sedikitpun dari keduanya. Karena keluarga mereka berdua sudah terbiasa dengan tradisi keluarganya yang tidak boleh berbicara saat makan.
" Karena kita sudah selesai makan, bagaimana jika kita lanjutkan pembicaraan kita" ajak ibu Amel begitu selesai dengan makan siangnya dan langsung bu Dewi mengangguk mengiyakan.
" Kalau Tiara bukan keluarga ibu Dewi, bagaimana dia bisa datang di acara pertunangan putri ibu?" tanya ibu Amel sangat penasaran dengan sosok Tiara.
" Sebenarnya mbak Tiara adalah seorang desainer yang membuatkan baju sarimbit keluarga kami untuk acara kemaren, dan suami saya mengundang dia untuk datang di acara pertunangan putri kami" jelas ini Dewi dan bu Amel mengangguk seolah mengerti dengan ucapan ibu Dewi.
" Apa ada informasi lain yang ibu ketahui tentang Tiara?" terus bertanya sebisa yang diketahui oleh ibu Dewi.
" Dia pemilik butiknya sendiri yang bernama butik Ara dan sudah memiliki 1 tempat penjualan di mall" jawab ibu Dewi seperti yang dia ketahui tentang Tiara.
" Apa anda tahu dia sudah menikah atau belum?" tanya ibu Amel langsung pada intinya yang ingin mengetahui statusnya.
Bu Dewi langsung membuka matanya lebar begitu mendengar pertanyaan ibu Amel yang menanyakan status Tiara. Dia sendiri juga tidak mengetahui tentang statusnya tapi selama ini dia tidak pernah tau kalau Tiara pergi berdua dengan seorang pria.
" Maaf bu Amel kalau masalah status mbak Tiara, saya juga tidak begitu tahu bu... tapi setau saya mbak Tiara tidak pernah pergi dengan seorang pria jika dia datang di acara resmi" jelas ibu Dewi seperti yang dia ketahui selama ini.
Ibu Dewi sangat bingung menjawab semua pertanyaan ibu Amel yang banyak menanyakan tentang Tiara. Padahal dia sendiri juga tidak begitu banyak mengetahui tentang Tiara.
" Maaf kalau saya sudah merepotkan anda dengan menanyakan tentang pribadi Tiara, padahal kalian tidak ada status keluarga sama sekali hehehe" terkekeh dengan sikapnya yang begitu antusias. " Awalnya saya kira Tiara itu kerabat keluarga anda, jadi saya menanyakannya pada anda" jelas ibu Amel.
" Hehehe... iya tidak apa apa bu Amel, mungkin ibu bisa datang langsung ke butiknya mbak Tiara kalau ingin lebih mengenal dia" memberikan kartu nama yang dulu pernah diberikan oleh Tiara pada ibu Dewi. Dan sekarang dia memberikan kartu nama tersebut untuk ibu Amel agar beliau bisa datang langsung menemui Tiara di butiknya.
" Ah...iya bener juga ibu Dewi, terima kasih banget loh bu atas informasinya yang sudah anda berikan pada saya" walaupun tidak banyak info yang dia dapatkan tapi dia sudah senang bisa mendapatkan alamat butik Tiara.
Mereka melanjutkan pembicaraan sampai waktu sudah berlalu sampai setengah jam setelah mereka membicarakan tentang Tiara. Dan karena ibu Amel harus kembali lagi ke perusahaannya dia ingin berpamitan dengan ibu Dewi
" Maaf bu Dewi, saya harus kembali ke perusahaan lagi jadi saya mau pamit duluan ya..." pamit ibu Amel yang sudah beranjak berdiri dari duduknya.
" Iya bu Amel... kebetulan saya juga mau datang ke arisan bersama ibu ibu yang lain jadi saya juga mau balik" sahut ibu Dewi yang juga akan pergi dari restoran tersebut dan ikut berdiri.
" Baiklah kalau begitu saya ucapkan banyak terima kasih bu Dewi atas waktunya" lalu menjabat tangan ibu Dewi yang sudah ikut berdiri dan ibu Dewi juga membalas jabatan tangan ibu Amel.
Lalu ibu Amel langsung pergi dari restoran milik putrinya tersebut dan langsung menuju mobilnya yang sudah ada sopir yang menunggunya sedari tadi. Mobil melaju pergi meninggalkan parkiran menuju ke perusahaan keluarganya yang sudah ditinggalkan karena ingin mencari informasi seorang wanita yang diceritakan oleh Rivan. Dia berharap kali ini Rivan bisa berjodoh dengan Tiara.