NovelToon NovelToon
KESEDERHANAAN CINTA

KESEDERHANAAN CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:126.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Ini bukan sebuah Novel tentang Bos dingin menjadi bucin ataupun perjodohan antara si kaya dan si miskin,ini adalah sebuah Novel yang menceritakan kisah cinta antara sepasang manusia berbeda Negara, kisah cinta yang ringan dan dibumbui dengan komedi yang menghibur.

Indiana Khan seorang wanita cantik berhijab yang bekerja disebuah toko bunga tidak sengaja bertemu dengan Aiman Arsya Ady yang merupakan Pemilik Restoran ternama di Malaysia.

Indi dan Aiman tidak menyadari kalau pertemuan mereka yang tidak sengaja adalah merupakan awal dari kisah cinta mereka berdua.

Selain ingin mengembangkan usahanya, kedatangan Aiman ke Indonesia adalah untuk mencari adiknya yang hilang.

Akankah Aiman bisa menemukan adiknya dan menemukan cintanya di Indonesia?

Yuk, ikuti kelanjutan kisah mereka🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlambat Menyadari

🌺

🌺

🌺

🌺

🌺

Tanpa menunggu lagi dengan emosinya Aiman langsung masuk kedalam ruangan rawat itu dan dengan cepat menarik baju Fais hingga Fais terkejut dan terpojok ke dinding ruangan itu.

"Apa maksud kamu menyembunyikan semua ini? kamu bilang kamu tidak tahu apa-apa, tapi apa nyatanya sekarang," bentak Aiman.

Kali ini emosi Aiman memuncak, Aiman yang terkenal baik dan penyabar sekarang berubah menjadi orang yang sangat menakutkan, kesabaran dan emosi Aiman memuncak saat melihat orang yang selama puluhan tahun dia cari dan rindukan sekarang sedang terbaring lemah dengan alat bantu pernafasan.

"Ma--maafkan aku Mas, ini sudah kemauan Azzam aku tidak bisa menolaknya," jawab Fais terbata-bata.

Aiman melayangkan tinjunya tapi tinjunya tidaklah mengenai wajah Fais melainkan mengenai dinding yang tepat berada disamping wajah Fais.

Fais sudah bersiap-siap menerima bogem mentah dari Aiman tapi perkiraannya meleset dan diluar dugaan Aiman malah melayangkan tinjunya kedinding rumah sakit.

Seketika darah merembes dari buku-buku jarinya saking kerasnya hantaman Aiman, Indi menjerit melihat kejadian itu, Joe dengan sigap berlari memanggil Dokter.

"Tolong Dok, saudara saya," seru Joe.

Aiman duduk dikursi dan diobati oleh Dokter, tidak ada rasa sakit yang Aiman rasakan kecuali hatinya yang begitu sakit melihat Adiknya terbaring tak berdaya diatas ranjang Pasien.

Sementara Indi tampak berdiri disamping ranjang Azzam, Indi memperhatikan lekat-lekat wajah Azzam yang tampak pucat dibalik wajah tampannya.

Air mata Indi tidak henti-hentinya mengalir deras dipipinya yang mulus itu, hatinya begitu sakit melihat pemandangan dihadapannya itu.

"Abi jahat, kenapa Abi tidak memberitahu Indi kalau Abi sedang sakit, kenapa Abi bodoh sekali harus menanggung sakit ini seorang diri, Abi sama sekali tidak menganggap keberadaan Indi katanya Abi menganggap Indi seperti Adik Abi sendiri tapi Abi menutup-nutupi masalag besar seperti ini," gumam Indi dengan menggenggam tangan Azzam.

Sementara itu di kursi tempat Aiman sedang diobati, semuanya tampak diam tidak ada yang berniat untuk memulai pembicaraan satu sama lain.

"Dokter, apa penyakit yang diderita Adik saya?" tanya Aiman dengan tatapan tidak berhenti kepada Azzam.

"Mas Azzam menderita penyakit PNEUMONIA," seru Dokter.

"Penyakit apa itu Dokter?" tanya Aiman bahkan sekarang Indi pun sudah memperhatikan penjelasan dari Dokter.

"PNEUMONIA merupakan infeksi yang menyerang salah satu atau kedua paru-paru, sehingga membuat kantong udara di paru-paru tersebut meradang dan membengkak. Selain itu, kantong-kantong udara kecil yang berada di ujung saluran pernafasan pengidap juga bisa dipenuhi dengan air dan cairan lendir. Itulah mengapa Pneumonia sering disebut juga dengan istilah paru-paru basah. Pengidap Pneumonia biasanya akan mengalami gejala berupa sesak nafas, batuk berdahak, demam, ataupun menggigil," jelas Dokter.

Indi menutup mulutnya dan air matanyapun kembali mengalir dengan derasnya.

"Apa penyakit itu berbahaya dan bisa disembuhkan?" tanya Aiman lemah.

"Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius bahkan tidak jarang dapat menyebabkan kematian," jelas Dokter.

Semuanya tampak terbelalak mendengar penjelasan Dokter, kecuali Fais karena memang dari awal Fais sudah mengetahuinya. Seketika air mata Aiman luruh sudah, Aiman tidak menyangka kalau pertemuannya dengan Adiknya itu harus diawali dengan kenyataan yang sangat menyakitkan.

Indi begitu lemas mendengar penjelasan dari Dokter sehingga membuat dia langsung terduduk dikursi dengan deraian air matanya.

"Apa Adik saya bisa sembuh Dok?" tanya Aiman.

"Maaf, penyakit yang diidap oleh Mas Azzam sudah sangat parah malah sudah komplikasi dan menyebabkan gangguan pada jantungnya juga, hanya keajaiban yang mampu menyembuhkan Mas Azzam, jadi saya sarankan banyak-banyaklah berdo'a mudah-mudahan Alloh mengangkat penyakit Mas Azzam karena tidak ada yang tidak mungkin dimata Alloh," jelas Dokter.

Seketika hancur sudah hati Aiman dan Indi, sungguh Azzam sangat pintar menyembunyikan penyakitnya dia bersikap konyol, petakilan, dan murah senyum.

Tidak disangka, dibalik gombalan-gombalannya selama ini Azzam menyimpan rasa sakit yang begitu menyakitkan.

"Dok, tolong pindahkan Adik saya ke ruangan VIP ," seru Aiman.

"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu."

Dokterpun pergi meninggalkan ruangan rawat Azzam dan tidak lama kemudian perawat laki-lakipun datang dan memindahkan Azzam keruangan VIP sesuai permintaan Aiman.

Disebuah ruangan VIP tempat Azzam dirawat, Aiman, Indi, Joe, dan Fais tampak duduk di sofa yang berada diruangan itu mereka tampak terdiam dengan pemikiran mereka masing-masing.

"Bisakah kamu ceritakan dari awal kamu bertemu dengan Azzam?" tanya Aiman.

Fais tampak menghela nafas panjang, semuanya sudah melihat kearah Fais untuk menunggu cerita dari Fais mengenai Azzam.

"Aku adalah seorang anak yatim piatu yang tidak tahu harus pergi kemana, pekerjaan tidak punya bahkan tempat tinggalpun tidak punya, hingga akhirnya aku bertemu dengan Azzam yang waktu itu sedang berjualan gorengan dipinggir jalan, Azzam melihat aku yang lesupun menghampiri aku dan memberikan beberapa gorengan kepadaku dan dari situ Azzam menolongku, menyewakan kontrakan buatku, dan memberi pekerjaan untukku sebagai penjual nasi goreng," ucap Fais dan menjeda ucapannya.

"Azzam dan Bu Ira adalah orang yang sangat baik dan sangat berjasa dikehidupanku, hingga akhirnya Bu Ira meninggal karena sakit yang dideritanya, Azzam sangat terpukul waktu itu karena hanya Bu Ira yang dia punya bahkan hasil dari jualan selama ini Azzam simpan dan tabung, kalian tahu bahkan Azzam sudah mampu membuat sebuah mesjid di kontrakan kita yang dulu, Azzam adalah anak yang sangat baik dan berhati mulia siapapun yang membutuhkan bantuan pasti Azzam akan selalu membantunya maka dari itu banyak orang yang menyayangi Azzam," sambung Fais.

Indi tidak bisa berkata apa-apa lagi hanya mampu menundukkan kepalanya sembari berlinang air mata. Begitu juga dengan Aiman dan Joe yang hanya bisa diam tampa berniat untuk memotong pembicaraan Fais.

"Hingga suatu saat, Azzam merasakan gejala seperti sesak nafas, batuk, demam sampai menggigil. Aku dan Azzam tidak curiga dengan gejala itu hanya berpikir kalau Azzam mengalami sakit flu biasa. Hari demi hari Azzam sibuk dengan dagangannya, dia tidak pernah merasa malu berjualan apapun karena dia selalu berpikir kenapa mesti malu yang penting kita dapat uang dengan jalan yang halal."

Aiman sangat miris mendengar perjuangan hidup Adiknya itu, sedangkan dia sendiri selama ini hidup dalam gelimang harta dan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

"Bertahun-tahun Azzam merasakan sakit tapi sedikitpun Azzam tidak pernah mengeluh dengan penyakitnya malah Azzam semakin bersemangat untuk mencari uang lebih giat lagi hingga Azzam tanpa sadar tidak memikirkan penyakit yang dideritanya, satu tahun kebelakang penyakit Azzam semakin memburuk dia sering keluar masuk ke rumah sakit tapi tetap saja dia tidak pernah memperlihatkan rasa sakitnya kesemua orang, bahkan dia selalu ceria seperti tidak terjadi apa-apa."

"Apakah keperluan yang Bang Azzam selalu bilang akhir-akhir ini adalah Bang Azzam dirawat di rumah sakit?" tanya Indi dengan pelannya.

"Iya Indi, dia selalu merasakan sakit makannya dia selalu bilang kalau dia akan pergi karena ada keperluan, padahal kenyataannya Azzam harus melakukan perawatan di rumah sakit," sahut Fais.

"Ya Alloh Bang Azzam," gumam Indi.

Indi menutup wajahnya dengan kedua tangannya, pundaknya bergetar merasakan sakit yang luar biasa karena terlambat menyadari penyakit yang diderita olrh Azzam. Aiman yang melihat Indi sangat terluka itu membawa tubuh Indi kedalam dekapannya.

Walaupun belum muhrim, tapi Aiman tidak tega melihat calon istrinya itu terluka seperti itu, Indi menangis dengan sesegukan.

Hingga akhirnya Aiman melihat ada pergerakan dari Azzam, dengan cepat Aiman melepaskan pelukannya dan menghampiri Azzam. Sesaat Aiman beradu pandang dengan Azzam dan tak terasa air mata Aiman menetes dengan derasnya.

"Ka--kamu kenapa ada di--disini?" tanya Azzam lemah.

"Abi," ucap Indi.

"Indi, kenapa kalian ada disini? siapa yang sudah memberitahukan keberadaanku disini?" tanya Azzam pelan.

"Azzam Adikku," seru Aiman.

Azzam tampak mengerutkan keningnya merasa bingung dengan ucapan Aiman. Tanpa menunggu lagi Aiman langsung memeluk tubuh lemah sang Adik yang sudah puluhan tahun dicarinya.

Azzam masih bingung dengan semua ini, dia hanya bisa melirik kearah Indi yang saat ini sudah menangis tersedu-sedu begitupun dengan Aiman yang sudah tidak bisa lagi menahan air matanya.

Perlahan Aiman melepaskan pelukannya, Azzam masih menatap kebingungan dengan tingkah Aiman yang aneh.

"Azzam, kamu adalah Adikku yang selama ini aku cari," seru Aiman.

Azzam sangat terkejut dan melototkan matanya..

"Ma--maksudnya apa?" tanya Azzam pelan.

"Dulu, Bu Ira adalah Babysitter di rumah kita tapi tidak tahu kenapa dia malah membawa kabur kamu waktu kamu masih berusia 3 tahun, dan selama 20 tahun ini aku dan Orang tua kita mencari keberadaan kamu kemana-mana dan baru sekarang aku bisa menemukanmu," jelas Aiman.

Seketika cairan bening itu meleleh dari sudut mata Azzam, dia tidak menyangka kalau pada kenyataannya Ibu yang sangat dia sayangi ternyata bukanlah Ibu kandungnya.

Tiba-tiba pintu ruangan rawat Azzam terbuka dengan kasarnya, semua yang ada didalam menoleh kearah pintu, disana berdiri Mama Rahma dan Papa Azril yang sudah berlinang air mata.

"Ya Alloh anak Mama, maafkan Mama Nak maafkan Mama," Mama Rahma langsung berlari dan memeluk Azzam sembari menangis tersedu-sedu.

"Ahmad anakku," gumam Papa Azril.

Papa Azril pun ikut memeluk Azzam yang terbaring lemah, Azzam tak kalah terharunya tubuhnya bergetar hebat dipeluk oleh dua orang yang sudah lama dia rindukan.

Indi hanya bisa menangis dipelukan Ibu Ninik yang ikut datang bersama Mama Rahma dan Papa Azril.

"Maafkan Mama Sayang, Mama sangat merindukanmu, maafkan Mama yang baru bisa menemukanmu sekarang," ucap Mama Rahma dengan deraian air mata.

"Papa akan bawa kamu berobat ke Luar Negeri supaya kamu bisa sembuh Nak," seru Papa Azril.

Azzam tersenyum dan menggelengkan kepalanya lemah.

"Tidak usah, penyakit Azzam sudah parah jangan buang-buang uang kalian untuk hal yang akan berakhir dengan sia-sia, pakailah uang itu untuk bersedekah kepada yang membutuhkan, mungkin ini jalan Alloh sebelum Azzam pergi, Azzam dipertemukan dengan keluarga kandung Azzam," sahut Azzam dengan nada pelan.

Tangisan Mama Rahma dan Indi makin menjadi-jadi mendengar penuturan Azzam.

"Tidak Nak, kamu jangan bicara seperti itu Mama ingin kamu sembuh supaya kita bisa berkumpul lagi dan berilah kesempatan Mama buat menebus kasih sayang Mama untuk kamu yang selama ini tidak kamu dapatkan."

"Azzam sudah ikhlas karena ini memang sudah suratan takdir yang maha kuasa, Azzam tidak akan pernah menyalahkan kalian semua karena selama ini Azzam juga sudah mendapatkan kasih sayang yang sangat besar dari Ibu Ira," sahut Azzam.

Mendengar penuturan Azzam semuanya tampak menangis tak terkecuali Joe dan Fais yang sudah menitikan air matanya bahkan dari tadi Fais sudah menundukan kepalanya, dia tidak sanggup melihat keadaan sahabatnya satu-satunya itu yang sangat memprihatinkan.

Setelah sekian lama melepas rindu, semuanya tidak ada yang mau beranjak dari ruangan itu padahal waktu sudah menunjukan pukul 20.00 malam, mereka semua ingin menjaga Azzam. Setelah shalat maghrib dan isya berjamaah bersama semuanya berkumpul di sofa yang ada diruangan itu.

Sedangkan Indi duduk disamping Azzam, Indi sudah meminta izin kepada Aiman untuk menemani Azzam.

"Sudah jangan menangis, kamu kelihat jelek tahu mana mata kamu bengkak kaya gitu," seru Azzam.

"Disaat seperti ini Abi masih bisa bercanda, Abi jahat kenapa Abi tidak memberi tahu Indi kalau Abi sedang sakit katanya Abi sudah menganggap Indi seperti Adik Abi sendiri tapi disaat sakit seperti ini Abi malah tanggung rasa sakitnya seorang diri," cerocos Indi.

"Maaf, Abi tidak mau membuat kamu sedih dan kepikiran soal penyakit Abi makannya Abi simpan saja semua ini sendirian."

"Abi jangan tinggalin Indi ya," seru Indi.

"Indi usia orang mana ada yang tahu, jujur Abi sangat menyayangi Indi dan sekarang Indi sudah mendapatkan orang yang pas dan bisa menjaga Indi dengan baik, walaupun nanti Abi harus pergi meninggalkan Indi, Abi akan merasa tenang karena kamu sudah ada yang menjaga," sahut Azzam.

Air mata Indi kembali menetes, perlahan Azzam mengangkat tangannya dan menghapus air mata Indi.

"Jangan menangis lagi, kamu harus janji sama Abi jangan pernah menangis lagi kecuali tangisan kebahagiaan, Abi ingin melihat Indi bahagia walaupun Abi sudah tidak ada lagi disamping Indi, Indi harus tetap semangat ya jangan tangisi kepergian Abi," ucap Azzam dan tanpa Azzam sadari dirinya sendiripun meneteskan air matanya.

Indi menutup mulutnya, dia sudah tidak sanggup lagi berkata-kata. Semua orang yang melihat pemandangan itu merasa sangat sakit, hingga Aiman perlahan menghampiri mereka dan berdiri disamping Indi.

"Bang, tolong jaga Indi, sayangi dia, dan bahagiakan dia, aku percaya sama Abang kalau Abang mampu mengabulkan permintaan terakhirku ini," seru Azzam.

"Jangan ngomong yang macam-macam, kita berdua yang akan membahagiakan Indi," sahut Aiman.

Azzam lagi-lagi menggelengkan kepalanya...

"Tidak Bang, aku tidak akan bisa melakukan semua itu, tolong jaga juga Orang tua kita aku sangat bahagia akhirnya aku bisa bertemu dengan kalian dan merasakan pelukan dari Orang tua kita untuk yang terakhir kalinya," seru Azzam.

Aiman langsung memeluk tubuh lemah Azzam kembali, hatinya begitu sakit menerima kenyataan kalau Adiknya sedang sakit parah seperti ini. Tidak ada yang tidak meneteskan air mata semuanya larut dalam kesedihan yang mendalam.

🌺

🌺

🌺

🌺

🌺

Ya Alloh mata Author bengkak nih menulis bab kali ini...😭😭😭😭

Jangan lupa

like

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU💋💋💋

1
Heryta Herman
endingnya bikin nyesek...tapi begitu lah kehidupan...pada akhirnya akan peegi jua..
Heryta Herman
ya Allah..sedihnya,aku baca sambil nagis thor...
thor..aku penasaran ni,si azzam manggil indi 'buna',apa arti nya?...
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Gak tahu, dia dulu spontan aja candaannya gitu panggil Buna sama Indonesia😭😭
total 1 replies
Heryta Herman
azzam sakit apa?jantung kah?
Heryta Herman
selamat jln azzam...
Heryta Herman
hahaha...azzam...bisa aja bercandanya.../Facepalm/
Patrick Khan
.abang azaammmmm
Patrick Khan: .udah q klik kak
total 7 replies
Patrick Khan
.q nangis lo banggg😫😫😫
Patrick Khan
.nah kan azam adik e
Patrick Khan
.bang azam kok ngilang
Patrick Khan
.kyk e azam adik e nya aiman yg di cr
Patrick Khan
.bang azzam baik bgt
Patrick Khan
.bang azzam ada ada saja😆
Kak Jum
jgn2 c azam adiknya
Rastika Wati
😭😭😭😭😭😭😭sedih bgtt nie crita,,,,
Alevia
bang azzam itu plng adk nya yg hilang
inayah machmud
😭😭😭😭😭😭
Via Vivi
ya allah sakit banget bang azzammmmm😭😭😭
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: ini kisah nyata ya🙏
total 1 replies
Erni
bagus ceritanya engk berbelit-belit semangat ya Thor 💪💪💪
tapi sayang ya yg menjadi tokoh Azzam dibuat meninggal saya jadi engk rela karena dia belum lama jumpa keluarga kandungnya
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: ini kisah nyata ya, dan Alm.Azzam memang meninggalkan semuanya secara mendadak🙏🙏
total 1 replies
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽
ini kisah nyata ya, yang fiksinya cuma beberapa persen saja🙏🙏
Nazla K. R
indi kok ngomong gtu, pdhal alex udh prnah nembak km, kmunya ja yg nolak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!