Perjuangan Shella, seorang gadis yang tegar kuat dan sabar dalam menggapai impiannya, dimana sejak menduduki bangku SMP harus menerima kenyataan dan harus dihadapi masalah yang bertubi-tubi, sampai akhirnya ia harus kehilangan satu persatu orang yang dia sayangi, namun hal tersebut tak mematahkan semangatnya karena ia yakin suatu saat suara air mata akan berubah jadi nyanyian kehidupan yang indah lagi merdu.
novel ini akan update setiap hari
jadi jangan sampai ketinggalan setiap episodenya ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frishella welly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perpisahan
Selama makan terlihat raut wajah kebahagiaan antara Bu Monic dan Ayu, bahkan kali ini Ayu tak sungkan-sungkan lagi memanggil Bu Monic dengan sebutan 'Mama'. Sungguh pemandangan yang sangat langka, biasanya Ayu terkesan agak menjaga ucapan dengan Bu Monic, tapi hari ini ia terlihat sangat bahagia sekali.
"Nak Shella, ibu punya ide.." kata Bu Monic tersenyum padaku.
"Ide apa bu?" Tanyaku
"Bagaimana kalau semua hasil kerajinanmu ibu beli, kebetulan ibu-ibu persit di komplek tempat tinggal ibu besok akan mengadakan bazar, jadi semua karya kamu akan ibu promosikan disana"
"Wah... ide bagus itu bu... tapi kali ini bunga plastiknya masih sedikit bu"
"tidak apa-apa nak, setelah ini ibu akan bantu kamu menyelesaikan semua pekerjaan ini"
"terima kasi bu Monic"
Setelah membereskan piring-piring dan gelas dimeja makan, Aku, Ayu dan Bu Monic pun ikut membantu menyelesaikan pekerjaanku yang sempat tertunda karena kejadian kemarin. Rasa Bahagia dan Sedih melihat kedua wanita itu saling bercengkrama. 'Ya Tuhan.. ikhlaskanlah hatiku dalam menerima semua ini'
Tak terasa haripun mulai sore, pekerjaan merangkai bunga plastik pun telah selesai. badanku mulai terasa begitu lelah.
"Sebaiknya kakak istirahat dulu kak" kata Ayu yang saat itu tengah merapikan bunga plastik lalu menyusunnya ke dalam kardus yang lumayan besar.
"iya yu, kakak istirahat dulu ya.." tambahku hendak menuju kamar.
"hmmm... kak..."
"iya Yu.. ada apa?"
"hmmm.. be.. be.. begini kak, mu.. mu.. mulai hari ini Ayu diminta tinggal dirumah Mama Monic kak.. a.. a.. apakah kakak mengizinkannya?" Tanya Ayu yang membuatku terkejut
'Ya Tuhan... inilah saatnya aku benar-benar kehilangan orang yang kusayangi'
"kak... kak Shella"
" oh.. eh.. iya... yu.. kakak izinkan.. tapi..."
"tapi apa kak?"
"tapi jangan nakal-nakal, jadilah anak yang berbakti sama orang tuamu" ujarku sambil memberikan sebuah pelukan hangat pada saudara yang selama ini menemani dan mengisi hari-hariku, karena ia lah sampai saat ini aku bertahan. Akan tetapi takdir telah berkata lain 'kuatkan aku Ya Allah...' gumamku dalam hati, tak terasa air mataku pun menetes.
"kakak, jangan sedih... Ayu tidak akan meninggalkan kakak.. kalau perlu kakak ikut sama kita aja sekalian, iya kan ma?"
"iya sayang, kamu tinggal dirumah ibu saja nak" tambah Bu Monic
"hmm... tidak usah bu, terima kasih.. kalau Shella juga ikut nanti siapa yang akan menjaga dan membereskan rumah ini" jawabku pelan.
Beberapa saat kemudian datanglah supir Bu Monic
"Nyonya.. mobilnya sudah siap, apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya di supir tersebut
"tolong bawakan ini paman" ujar Bu Monic pada Pak supir, lalu menunjuk sebuah koper yang berisi pakaian Ayu.
"Baik Nyonya"
Rupanya hari ini adalah hari terakhir kebersamaanku dengan adikku Ayu, Rasanya hati ini hancur berkeping-keping melihat ia pergi. Sekarang tiada lagi penyemangat dalam hidupku, semuanya terasa hampa. tiada satu orang pun yang ku miliki didunia ini. Ah.... semua terasa begitu cepat.
"Ya Tuhan kuatkan aku" gumamku sembari merebahkan tubuhku diatas kasur, tak terasa mata ini begitu berat hingga akhirnya aku terlelap.
***"Luka tidak memiliki suara,
sebab
Air mata jatuh tanpa bicara"
.
.
.
.***
Author : "Hai readers jangan bosan-bosan ya pentengin novel ini"
Readers : "ooooouugggaaaaahhhh"
Author : (auto mewek) 😭😭😭😭😭😭😭
Shella sama Azka saja, karena Azka tau kelakuannya si Hendrick
Dasar Veral sundel bolong gatal.
Jadi Shella pusing juga ya, jadi incaran cowok2 tajir dan tampan, saya dukung Azka kalau Hendrick sampai khianati Shella
Atau jgn2 Sinta dan Andrew kerja sama buat hancurkan Hendrick dan Shella ya
Tapi Hendrick orang yang sok jual mahal, mau tapi pura2.
Sementara Ardian orang nya asyik dan terbuka, tidak munafik kayak KK nya Hendrick