NovelToon NovelToon
Exorcimus : Lux In Tenebris

Exorcimus : Lux In Tenebris

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bintang Hamal

Lucky Wayland, awalnya hanya exorcist biasa yang bekerja sebagai pemburu dan pengusir hantu. Ia yang merupakan seorang exorcist handal tiba-tiba harus dipertemukan dengan dua iblis penggoda yang membuat kekacauan di tempatnya tinggal. Lucky dengan ditemani kedua rekannya, yaitu Jane dan Peter, berusaha untuk mengirim kembali iblis tersebut ke tempat yang seharusnya.

Namun, hal itu membuat Lucky secara tidak sengaja mengingat potongan ingatan kehidupannya yang sebelumnya. Potongan ingatan sebelum ia terlahir kembali sebagai seorang exorcist.

Disinilah rasa penasaran mulai hadir, ketika tanya dalam dirinya muncul mengenai siapa orangtua dan bagaimana ia bisa hidup sebagai seorang exorcist. Lucky akhirnya berusaha untuk mencari tahu semua masa lalunya dengan dibantu oleh Jane dan Peter.

Lalu…
Akankah usaha mereka membuahkan hasil? Apakah Lucky bisa kembali mengingat semuanya? Dan bisakah Lucky mengirim dua iblis tersebut kembali ke tempat yang seharusnya?

Temukan jawabannya di "Exorcimus: Lux In Tenebris."

Story by: Bintang Hamal
Illustration by: Pinterest

🚫Warning🚫
Hanya cerita fiktif belaka! Semua kejadian, tokoh, dan tempat hanya karangan semata.

Follow author on Instagram @hamalbinbin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Hamal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20 | Pulang

...****************...

"Elvina aku tahu kau masih dalam keadaan sadar, cepat gunakan kekuatan mu untuk melemparkan mu keluar dari dalam air," Rei berbicara lewat telepati nya, walau dirinya tengah dalam kondisi setengah sadar tetapi dirinya masih bisa berkomunikasi lewat telepati nya itu.

"Aku tidak bisa Rei. Aku tidak bisa meninggalkan mu sendiri di dalam sini, aku tidak ingin kehilangan mu lagi."

"Pergilah Elvina, jangan pikirkan aku! Ingat kau harus menyelamatkan Will. Jangan sampai dia di bawa kabur oelh Joe!"

"Ya itu benar. Tapi bagaimana denganmu?"

"Tidak ada waktu lagi, jangan pikirkan aku. Aku akan baik-baik saja, bagaimana pun caranya aku akan bisa keluar dari dalam air ini! Cepatlah pergi!!!"

"Baiklah aku akan pergi. Tapi berjanjilah, kau akan kembali dalam keadaan hidup! Harus!!!"

"Iya," ucap Rei dalam hati. Elvina memejamkan matanya, napasnya sudah bener-bener habis. Tetapi ia tidak memiliki waktu lagi, sisa tenaganya itu harus ia habiskan untuk bisa keluar dari sana dan menyelamatkan adiknya William. Elvina mulai menyalurkan semua energi miliknya ke kedua tangannya, ia mulai bersiap untuk menciptakan Medan gaya yang kuat yang dapat membuat dirinya terpental ke permukaan laut.

"Sama seperti saat di hutan, dengan menciptakan ledakan seperti itu maka aku akan terpental ke luar dan aku bisa menyelamatkan William," batin Elvina. Ia mulai bersiap kemudian dalam satu kali dorongan ia terhempas jauh ke udara bagaikan air mancur yang keluar.

Elvina yang tiba-tiba muncul melayang jauh ke udara kemudian jatuh tepat di atas jembatan itu membuat Joe terkejut. Ia meluncur, bagaikan roket yang baru saja lepas landas.

Joe menatap Elvina, dirinya bingung dengan apa yang terjadi dan kenapa Elvina bisa kembali sedangkan pria itu tidak.

"Uhuk-uhuk," Elvina terbatuk ketika dirinya berhasil bernapas lagi dan berhasil mengeluarkan semua air yang tertelan me dalam tubuhnya. Kini ia kembali dalam kesatuan sadar, matanya menatap Joe. Pria itu berdiri disana hendak menghampiri dirinya.

"Ternyata kau masih bisa bertahan, hebat," Joe menyeringai. Elvina masih menatapnya tajam, kali ini tubuhnya mulai terasa sedikit membaik. Elvina mencoba untuk bangkit, tepat di belakang dirinya William tengah terkapar tak sadarkan diri. Ia harus bisa menyelamatkan adiknya itu.

"Aku… aku tidak akan pernah membiarkan mu membawa adikku!" Ucap Elvina dalam keadaan terduduk tak kuat untuk berdiri.

"Ternyata kau masih belum kapok, baiklah kalau begitu coba kau lawan serangan ku yang satu ini!" Joe menyerang Elvina, lagi-lagi dengan kekuatan petir miliknya, Elvina menangkisnya dengan perisai energinya. Ia membuat sebuah bola besar untuk melindungi dirinya dengan William yang tak sadarkan diri di belakang nya itu.

...****************...

Rei membuka matanya, perlahan semua yang ia lihat kabur. Ia tidak bisa melihat semuanya dengan jelas. Tangannya merasakan kebas dan nyeri yang cukup hebat. Pusing di kepalanya mulai agak sedikit mereda. Ia mencoba untuk bangkit tetapi tubuhnya tidak bisa bergerak. Kedua kakinya di ikat begitu pula dengan kedua tangan nya. Bagian perutnya di ikat dengan kuat membuat nya kesulitan untuk bergerak.

Rei memberontak dan mencoba melepaskan diri dari ikatan yang mengikat tubuhnya itu, tetapi setiap usaha nya itu sia-sia saja karena ikatan itu sangat keras. Ia baru saja menyadari bahwa ia hanya memakai celana panjang nya saja, pakaian yang sebelumnya ia pakai itu tidak terpasang di tubuhnya menampakkan tubuh indahnya itu.

Rei mencoba melihat dan mengingat semua yang terjadi sebelum ia tidak sadarkan diri. Kini ia menyebarkan pandangannya mencoba menebak dimana dirinya berada. Tempat itu sama sekali asing baginya. Ia tidak pernah datang ke sana sebelum nya.

"Akhirnya kau sadar!" Ujar seorang laki-laki secara tiba-tiba, Rei menoleh ke arah datangnya suara. Di sana ia melihat seorang laki-laki tengah berdiri tidak jauh dengannya, di samping laki-laki itu terdapat laki-laki lain yang lebih muda darinya.

Pria yang baru saja berucap itu memakai kacamata, usianya tampak sudah cukup tua, dan ia mengenakan pakaian layaknya seorang ilmuan. Wajah laki-laki itu seakan tidak asing baginya. Rasanya Rei pernah melihat laki-laki itu tetapi entah dimana.

"Aku dimana?!! Lepaskan aku!" Teriak Rei pada pria tua dan asisten nya itu.

"Tenang saja! Kami hanya melakukan sedikit perubahan pada sistem genetik tubuhmu!" Ujarnya.

"Apa maksudmu?!" Bentak Rei. Laki-laki itu tidak menjawab pertanyaan nya, ia malah berlalu begitu saja keluar dari ruangan itu meninggal Rei seorang diri dengan posisi terikat.

"Hey! Lepaskan aku!!!" Teriak Rei pada kedua laki-laki yang baru saja keluar itu. Rei terdiam ketika pintu ruangan itu telah di tutup. Kini ia mulai sedikit tenang, ia lantas menyapukan pandangannya sekali lagi. Di sana ia melihat banyak alat-alat aneh yang terhubung satu sama lain, ada beberapa alat kedokteran yang tersimpan tepat di samping tempatnya berada. Dan ia baru menyadari bahwa sedari tadi dirinya terbaring di atas meja operasi.

Seorang laki-laki kemudian datang dan membuka pintu, laki-laki itu berjalan dengan cepat ia menghampiri Rei dengan sebuah suntikan di tangannya.

"Tenangkan dirimu!" Ujarnya. Seraya menyuntik Rei dengan suntikan di tangannya.

"Arrrgghh—" Rei hampir tersedak air ketika dirinya tersadar, jantungnya berdebar tak karuan, dan tubuhnya semakin terasa lemas. Mimpi itu seakan terasa begitu nyata baginya. Rei tersadar dirinya masih berada dalam laut, hampir menuju dasar tapi tubuhnya tak dapat ia gerakkan, ia masih kesulitan untuk berenang menuju permukaan. Oksigennya mulai habis, hal itu membuat Rei kembali mengalami kehilangan sebagian kesadaran nya.

"Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku tidak memiliki cara lain agar bisa keluar dari dalam sini?" Rei membatin, matanya kemudian terpejam untuk sesaat lalu terbuka lagi.

"Tuan! Kau tidak boleh sampai kenapa-kenapa, aku sudah berjanji pada seseorang untuk menjaga dirimu," ucap seorang pria tampan berambut albino pada Rei. Ia begitu terkejut ketika melihat pria yang entah datang darimana itu, pria itu tampak tak asing dalam ingatannya. Rei seakan mengenalnya tetapi entah dimana, pria itu memegang wajah Rei memandangnya lekat. Kedua mata mereka bertemu rasanya tatapan itu benar-benar familiar baginya. Pria itu lalu meraih tangan Rei.

"Aku akan selalu ada untuk memenuhi janjiku! Maka dari itu, aku tidak akan membiarkan tuan dalam bahaya," tuturnya seraya tersenyum, senyuman nya lagi-lagi tak asing dalam ingatan Rei. Rei membalas senyumannya kemudian memejamkan matanya lagi.

Ia terbangun, hal pertama yang ia lihat lagi-lagi adalah kegelapan dan tenangnya air yang membeku dalam poros waktu, Rei sempat mencari sosok pria yang ia jumpai tadi. Tapi lagi-lagi ternyata itu hanya mimpi, tak ada waktu untuk memikirkan nya yang jelas ucapan dari pria itu ada benarnya. Dia harus segera keluar dari dalam sana untuk bisa membantu Elvina dan William. Rei mengepalkan tangannya, kepalanya mendongak menatap jauhnya permukaan laut. Rei menggerakkan tubuhnya seguat tenaganya dan bersamaan dengan itu air juga ikut bergerak menuju permukaan.

...****************...

BYUURRRR

Air laut itu berhamburan keluar membasahi jembatan, Joe yang berada tepat di ujung jembatan terseret arus air itu. Sementara Elvina dan William yang berada dalam perisai energi itu berhasil selamat dari arus air yang begitu kencang.

Elvina kebingungan dengan apa yang terjadi, dan bersamaan dengan itu dirinya dikejutkan dengan sosok lelaki yang tiba-tiba saja muncul bersama dengan air. Ia kemudian terkapar, terbatuk di atas jembatan yang mulai kering itu.

Elvina yang menyadari bahwa itu Rei bergegas menghampiri nya, air di atas jembatan yang sudah surut itu membuat Elvina dengan tenang meninggalkan sebentar adiknya untuk mengecek keadaan sepupu nya itu.

"Rei!" Pekik Elvina seraya berjalan dengan tergopoh-gopoh ke arahnya. Rei mendongak dan menoleh ke arah Elvina.

"Kau tidak apa-apa?" Tanya Elvina khawatir, Rei hanya menggelengkan kepalanya. "Bagaimana kau melakukan nya?"

"Tidak ada waktu untuk menjelaskan nya, lebih baik kita cepat pergi dari sini. Ayo!" Rei beranjak bangun berjalan menghampiri William kemudian bersama-sama dengan Elvina mereka memapah William pergi dari tempat itu.

...****************...

Tiba di rumah, Elvina dibantu dengan Rei membawa William menuju kamarnya, laki-laki itu di baringkan di atas kasur dan di biarkan untuk beristirahat. Sementara itu Rei dan Elvina mengganti pakaian mereka yang basah kemudian setelah itu beristirahat.

Selepas mandi, Rei mengganti baju dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang tidurnya. Matanya menerawang jauh ke arah langit-langit kamarnya, otaknya berputar memikirkan tentang mimpi yang ia alami saat ia tenggelam. Mimpi yang terasa begitu nyata, dan lagi sosok pria yang ia temui itu tampak tidak asing baginya. Rei merasa pernah melihat nya tetapi entah dimana ia tidak bisa mengingat nya.

Rei kini mulai merasa tenang, matanya perlahan terpejam dan dalam sekejap dirinya masuk dalam indahnya alam mimpi.

...****************...

Disisi lain Elvina merasa tidak tenang, dengan adanya kejadian tadi membuat dirinya semakin mantap untuk mengantarkan Rei pulang kembali ke rumahnya.

"Semakin lama Rei di sini aku takut yang ada malah membuat Rei semakin dalam bahaya," Elvina bergumam. Ia kini tengah duduk di ranjang nya dan bersandar pada kepala ranjang, hatinya sudah benar-benar resah. Ia tidak tenang. Matanya lantas beralih pada sebuah bingkai foto yang tergeletak di atas nakas dekat tempat tidurnya. Dalam foto itu ia dapat melihat dirinya, adiknya dan sepupu nya tengah berpose dalam gambar yang sama. Elvina meraih bingkai foto itu kemudian menatapnya lekat.

"Jika aku mengantarkan mu pulang sekarang apakah Will akan bisa mengerti?" Pikir Elvina seraya menatap foto itu. Ia kemudian beranjak dari tempat tidur nya, menaruh kembali bingkai foto itu di atas nakas dekat tempat tidur nya setelah itu berlalu meninggalkan kamarnya, hendak pergi menuju kamar William untuk mengecek keadaan nya.

Di dalam kamar William, Elvina duduk di tepi ranjang. Matanya menatap adiknya yang masih memejamkan mata tak sadarkan diri itu.

"Will, cepatlah bangun. Aku ingin berbicara denganmu," bergumam pelan Elvina seraya meraih tangan adiknya dan menggenggam nya. Tak beberapa lama kemudian William membuka kedua matanya, dan mulai sadarkan diri. Elvina yang menyadari hal itu menatap William dengan raut wajah senang.

"Will, akhirnya kau sadar," tutur Elvina.

"Aku sudah dirumah?" Gumamnya.

"Ya, kita sudah dirumah. Dan lagi-lagi berkat Rei kita bisa melawan Joe!"

"Syukurlah, apakah Joe kalah lagi?"

"Ya, dia kalah."

"Aku senang akhirnya kita bisa pulang dengan selamat."

"Aku juga," tutur Elvina. Ia kemudian terdiam untuk sesaat, William yang menyadari hal itu kemudian memberanikan diri untuk bertanya.

"Kau kenapa? Apakah ada yang menggangu pikiran mu?" Tanya William. Elvina menatap adiknya itu.

"Ya, aku hanya memikirkan tentang Rei. Kau tahu? Dengan adanya kejadian tadi aku jadi berpikir, bagaimana jika kita segera mengantarkan Rei pulang? Disini terlalu berbahaya untuknya. Aku tidak ingin mengambil resiko sampai Rei terluka, di celakai atau menjadi sasaran berikutnya dari Joe," Elvina menjelaskan apa yang menjadi keresahan nya itu. William terdiam untuk sesaat, membenarkan ucapan kakaknya.

"Will, bagaimana jika kita antarkan dia pulang?" Elvina membuat William tersadar dari lamunannya, ia masih menatap kakaknya itu. Sebelum berbicara ia menarik napas panjang terlebih dahulu kemudian menghembuskan nya.

"Mungkin kau benar," gumamnya membuat Elvina tak percaya akan ucapan nya itu. "kita tidak bisa membahayakan nya. Jika Rei terus berada di rumah kita dan bersama-sama dengan kita, aku juga takut di jadi terkena imbasnya."

"Jadi? Kau setuju?" Tanya Elvina seraya menatapnya dengan raut wajah senang.

"Ya aku setuju, mungkin ini sudah saatnya untuk kita membiarkan Rei kembali ke rumahnya, dan semoga dengan berada disana dia bisa lebih aman di bandingkan tetep berada dengan kita."

"Ya kau benar. Terimakasih sudah mengerti akan kekhawatiran ku," Elvina tersenyum dan William membalasnya.

"Sama-sama," tuturnya.

...****************...

Rei membuka matanya, perlahan semua yang ia lihat kabur. Ia tidak bisa melihat semuanya dengan jelas. Tangannya merasakan kebas dan nyeri yang cukup hebat. Pusing di kepalanya mulai agak sedikit mereda. Ia mencoba untuk bangkit tetapi tubuhnya tidak bisa bergerak. Kedua kakinya di ikat begitu pula dengan kedua tangan nya. Bagian perutnya di ikat dengan kuat membuat nya kesulitan untuk bergerak.

Rei memberontak dan mencoba melepaskan diri dari ikatan yang mengikat tubuhnya itu, tetapi setiap usaha nya itu sia-sia saja karena ikatan itu sangat keras. Ia baru saja menyadari bahwa ia hanya memakai celana panjang nya saja, pakaian yang sebelumnya ia pakai itu tidak terpasang di tubuhnya menampakkan tubuh indahnya itu.

Rei mencoba melihat dan mengingat semua yang terjadi sebelum ia tidak sadarkan diri. Kini ia menyebarkan pandangannya mencoba menebak dimana dirinya berada. Tempat itu sama sekali asing baginya. Ia tidak pernah datang ke sana sebelum nya.

"Akhirnya kau sadar!" Ujar seorang laki-laki secara tiba-tiba, Rei menoleh ke arah datangnya suara. Di sana ia melihat seorang laki-laki tengah berdiri tidak jauh dengannya, di samping laki-laki itu terdapat laki-laki lain yang lebih muda darinya.

Pria yang baru saja berucap itu memakai kacamata, usianya tampak sudah cukup tua, dan ia mengenakan pakaian layaknya seorang ilmuan. Wajah laki-laki itu seakan tidak asing baginya. Rasanya Rei pernah melihat laki-laki itu tetapi entah dimana.

"Aku dimana?!! Lepaskan aku!" Teriak Rei pada pria tua dan asisten nya itu.

"Tenang saja! Kami hanya melakukan sedikit perubahan pada sistem genetik tubuhmu!" Ujarnya.

"Apa maksudmu?!" Bentak Rei. Laki-laki itu tidak menjawab pertanyaan nya, ia malah berlalu begitu saja keluar dari ruangan itu meninggal Rei seorang diri dengan posisi terikat.

"Hey! Lepaskan aku!!!" Teriak Rei pada kedua laki-laki yang baru saja keluar itu. Rei terdiam ketika pintu ruangan itu telah di tutup. Kini ia mulai sedikit tenang, ia lantas menyapukan pandangannya sekali lagi. Di sana ia melihat banyak alat-alat aneh yang terhubung satu sama lain, ada beberapa alat kedokteran yang tersimpan tepat di samping tempatnya berada. Dan ia baru menyadari bahwa sedari tadi dirinya terbaring di atas meja operasi.

Seorang laki-laki kemudian datang dan membuka pintu, laki-laki itu berjalan dengan cepat ia menghampiri Rei dengan sebuah suntikan di tangannya.

"Tenangkan dirimu!" Ujarnya. Seraya menyuntik Rei dengan suntikan di tangannya.

"Arrrgghh!!!" Rei spontan membuka kedua matanya, jantungnya berdebar tak karuan, keringat dingin mengucur deras di keningnya, dan napas nya tak beraturan. Mimpi itu kembali lagi, sudah kedua kalinya dalam satu hari ia memimpikan mimpi yang sama.

"A-apa itu tadi?" Rei bergumam. Kini dirinya terduduk di atas ranjang tidurnya dengan raut wajah panik, tangannya sampai gemetar dan kepalanya terasa agak sedikit sakit.

"K-kenapa aku bisa memimpikan mimpi itu lagi?" Rei membatin, kini dirinya di landa rasa bingung tentang mimpi yang ia alami.

"Rei?" Suara itu berhasil membuat perhatiannya teralihkan. Rei menoleh ke arah pintu masuk kamarnya tepat di balik sana Elvina berdiri sambil mengetuk pintu.

"Bolehkah aku masuk?" Tanya Elvina.

"Y-ya, masuklah aku tidak menguncinya," sahut Rei. Elvina membuka pintu itu dan berjalan masuk ke dalam bersama dengan William yang baru saja sadarkan diri, mereka kemudian duduk di tepi ranjang.

"Kau sudah sadar?" Tanya Rei pada William.

"Iya," jawab William singkat.

"Oh ya, ada apa?"

"Begini ada sesuatu yang harus ku bicarakan dengan mu," tutur Elvina sedikit ragu-ragu.

"Apa? Bicarakan lah."

"Begini…" Elvina kemudian menjelaskan semuanya pada Rei, awalnya ia ragu jika Rei akan mengerti akan keadaannya tetapi setelah menjelaskan semuanya akhirnya Rei dapat mengerti dan bisa memahami situasi dan ketakutan yang dialami oleh Elvina dan William akan dirinya.

...****************...

1
Nurul Aeni123
.
I am Back
silahkan mampir bang Reinkarnasi Dewa Waktu
Dinda Natalisa
Hai author aku mampir nih kasih like jangan lupa mampir di novel ku "menyimpan perasaan" mari saling mendukung.
Chandra Kurniawan
gua kesini gara gara sampul nya
Luky Staylook
kesedihan itu bisa datang dari mnh ajh
Stareqq
Nitip jejak dulu
sai akutod
p
Mohamad Agung
hah..yang bisa aku katakan maaf dan terimakasih... selalu semangat min..
Hary Zeen
👍👍
Ana Savitri Ali
fgtshubxvbywkunvdyejfbejtjdsghfhejs BBC v bgcnz kg dry kg egg hc, 65/djehdfhfu
Prince of Hell
bsbsnd
Susanti Susanti
y
Bobby Von Belpois
belum baca sih, tapi kayaknya bagus.

oh, ya. mampir di novelku, judulnya "Stay Stand". Walau tak sempurna sih, tapi aku bilang itu novel terbaikku.
IG: gabriella_mgd
Halo thorr 🤗

Ijin promosi, yuk ke NATHANIEL X KLARA

Jgn lupa klik like, komen, vote dan follow yaa

Makasihh 🙏🏻😊
Sejahtera
Kak Ijin promosi sebentar,yaaa. Kakak-kakak silahkan mampir bentar ke novelku yang berjudul Stuck in Vedio Games World
Swag131
Bagus thor ...!!!


Bagi yang berkenan, Yuk singgah ke MHK "Mutant Holder Katana."
Rhey Dzykla
p
Loli bunting
ku mampir untuk memberi like yang tertinggal
Loli bunting
kok pendek bgt min?
Loli bunting
singkat amat min?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!