Menjadi leader mafia bukanlah keinginan Syeira Azka Falensia.Dia hanya merasa kesepian hingga akhirnya memutuskan untuk membuat organisasi mafia.Organisasi mafia yang berkembang hingga menjadi Mafia nomor satu.Mafia yang paling ditakuti.
Hidupnya penuh dengan tekanan.Dituduh sebagai pembunuh,kehilangan orang yang dia sayangi,dan dijauhi oleh keluarganya.Semua itu terjadi dalam satu waktu dan mengakibatkan hidupnya terasa hitam putih,tak berwarna.
Hingga datanglah Devan yang dengan senang hati memberikan warna baru dalam kehidupan Syeira.Namun itu hanya sementara,hingga Syeira mengetahui sebuah rahasia yang Devan sembunyikan.
Rahasia?
⚠ Jangan baca kalau gak suka!
⚠ Jangan berkomentar buruk!.Authornya baperan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TyaRara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.20
"Kekantin yuk" ajak Tasya lalu berdiri dari duduknya.
"Gua nitip ajalah,males banget kalau ramai" balas Bella.Dia memang tipe orang yang malas mengantri.
"Tumben amat lo?,ada masalah?" tanya Fasya."Hem" jawab Bella singkat.Mood-nya hari ini memang agak buruk.
"Cerita ajalah,siapa tau kita bisa bantu kasih saran" ucap Tasya."Huft...iya deh gua cerita.Jadi...gua tu sebel banget sama ortu gua,mereka itu terlalu over protektif ke gua.Gua selalu aja dimanja,sakit dikit langsung di bawa ke rumah sakit,telat makan dimarahi,tidur ke-maleman di marahi juga"
Cerocos Bella tanpa henti.
"Lo itu harusnya bersyukur punya ortu yang sayang sama lo,mereka semua itu khawatir sama lo.Coba aja lo jadi kita bertiga lo pasti gak akan kuat" balas Tasya.Dia tersenyum pedih saat mengingat kembali kenangan manis bersama kembarannya dan orang tuanya.Dulu keluarganya tampak sangat bahagia sebelum akhirnya kejadian buruk menimpa kedua orang tua Tasya dan Fasya.
"Tapi gua ga pengen dimanja,gua pengen mandiri" kesal Bella.Sepertinya kali ini dia salah tempat untuk mencurahkan isi hatinya.Dia seperti memamerkan kedua orang tuanya yang selalu memanjakannya kepada tiga sahabatnya yang memiliki 'masalah' dalam keluarganya.
"Bel,lo tau gak kalau gua juga pengen dimanja orang tua,gua juga pengen dimarahi kalau gua emang asli salah,gua juga pengen rasain apa yang lo rasain.Lo harus bersyukur lo masih punya orang tua yang sayang banget sama lo.Apa lo mau jadi mereka yang kurang kasih sayang dari orang tua?.Asal lo tau banyak yang pengen berada di posisi lo,di posisi yang lengkap dengan orang tua,tapi lo malah gak pengen diposisi yang istimewa ini" nasihat Fasya.
Bella terdiam,apa yang dikatakan oleh Tasya dan Fasya memang benar.Dia harus bersyukur mempunyai keluarga yang lengkap dan penuh kasih sayang.
"Iya lo benar" ucap Bella lalu berhambur ke pelukan Syeira yang tepat berada di sampingnya.Syeira hanya mengelus pelan punggung Bella."Sayangi orang tua lo" bisik Syeira sebelum melepaskan pelukan nya.
"Sudah-sudah jangan sedih-sedihan lagi,mendingan kita ke kantin sekarang,perut gua laper" ucap Tasya.
"Yaudah lah ayok" ucap Bella dengan semangat.
Keempatnya pun berjalan keluar kelas dengan wajah yang sangat bersemangat dan juga terlihat ceria_kecuali Syeira.
Syeira hanya berjalan pelan sambil melihat ketiga sahabatnya yang sedang bersenda gurau di depannya.
"Gua mau ke rooftop" ucap Syeira lalu berjalan mendahului ketiga temannya.
"Ada masalah ya?" tanya Bella bingung,dia mencoba mengingat kesalahan kata maupun kesalahan lainnya yang dia perbuat kepada Syeira hari ini.Dia sangat tau kalau Syeira pergi ke rooftop berarti dia sedang banyak masalah.
"Udah biarin aja,biar dia tenangin diri dulu,nanti juga dia nakal cerita sama kita" ucap Fasya.Dia memang tau betul tentang Syeira.
"Yuk cari tempat" ajak Fasya.Ketigannya memang sedang berdiri di depan kantin.
***
Syeira kini tengah duduk di sofa yang ada di rooftop.Dia saat ini perlu menjernihkan pikirannya.
Dia mendongakkan kepala,menatap langit biru yang dihiasi awan putih yang bergelantungan dengan indah di langit.Dia kembali teringat cerita Bella yang selalu di manja,dia sangat ingin merasakan apa yang dirasakan Bella.Tiba-tiba tangannya terulur untuk menyentuh pipi kanannya yang semalam di pegang oleh mommy nya dengan lembut,bahkan sangat lembut.
"Ngapain lo?,pipi lo sakit?" tanya Devan lalu ikut duduk di samping Syeira."Gpp" jawab Syeira lalu segera menurunkan tangannya dari pipi.
"Ada masalah?" Tanya Devan.
"Gak".
"Oh.Terus sekarang keadaan lo gimana?".
"Baik".
"Lo beneran sehat kan?".
"Hm"
"Tapi,bibir lo pucet banget"
"Ya emang gini" elak Syeira.Walaupun bibirnya sudah terlihat sangat pucat.
"Lo pusing kan?" tanya Devan.
"Gak".
"Nih makan dulu,gua tau lo belum makan" ucap Devan sambil menyodorkan semangkuk bakso favorit Syeira.
"Makan sendiri atau gua suapi?" tanya Devan saat baksonya tak kunjung diambil oleh Syeira.Dengan cepat Syeira merebut mangkok bakso dari tangan Devan.
Devan tersenyum sambil menatap Syeira yang sedang fokus memakan baksonya sambil sesekali menatap langit.
"Udah kenyang kan?" tanya Devan saat melihat Syeira meletakkan mangkok bakso yang sudah kosong ke meja panjang yang ada didepan mereka.
"Hm" Jawab Syeira kemudian menyandarkan badannya ke sandaran sofa.
"Nih diminum obatnya,pasti lo lemes lagi kan?" Devan pun menyerahkan beberapa obat yang memang selalu dia bawa untuk berjaga-jaga jika tubuh Syeira melemah.
Setelah selesai meminum berbagai macam obat yang menurutnya aneh,Syeira pun segera meminum air yang Devan bawa untuk menghilangkan rasa pahit yang masih sangat terasa di mulutnya.
"Makasih" ucap Syeira setelah selesai meminum air.
***
"Dari mana aja Syei?" tanya Bella setelah Syeira duduk di bangkunya.
"Rooftop".
"Apa gua udah buat salah sama lo?" Syeira menengok ke arah Bella sambil mengerutkan alisnya bingung."Gak ada.Kenapa?"
"Oh syukurlah kalau lo gak marah sama gua.Gua kira lo marah setelah gua cerita tentang orang tua gua" Syeira mengangguk paham.Dia memang sebenarnya iri dengan Bella yang memiliki orang tua yang perhatian.Tapi,sebisa mungkin dia tidak memperlihatkan rasa irinya kepada Bella.
"Hm" ucap Syeira lalu memutar tubuhnya menghadap depan karena guru yang mengajar telah masuk ke dalam kelas dengan setumpuk lembaran yang entah apa isinya.
"Anak-anak lusa kita akan mengadakan perkemahan,jadi saya akan memberi kalian selembar kertas yang berisi informasi tentang perkemahan" ucap Bu Ella_Wali kelas 12 IPA 1 kemudian segera membagikan lembaran itu ke seluruh murid yang berada di kelas.
"Bu,kalau saya gak ikut gapapa kan?" tanya Syntia_teman Sisi.
"Terserah,saya gak peduli" ucap Bu Ella lalu kembali duduk ke kursi yang seharusnya dia tempati.Bu Ella memang guru yang terkenal dengan sifat dinginnya,tidak suka bicara,tidak suka dibantah dan selalu cuek dengan urusan yang bukan urusannya.
"Lagian siapa yang peduli kalau lo gak ikut.Ya kan bu?" ucap Bella."Iya" ucap Bu Ella menyetujui ucapan Bella.
"Eh Lo ngapain sih ikut-ikutan ngomong" sentak Syntia."Terserah gua lah,yang ngomong gua kok yang repot Lo sih!" sentak Bella tak mau kalah.Keduanya sama-sama melempar tatapan tajam
"Sudah-sudah,kita mulai pelajaran" Ucap Bu Ella menghentikan pertengkaran antara Bella dan Syntia.
...•••...
...••...
...•...
...Bersambung•...
ditunggu up nya