Evander Aldebaran, seorang anak konglomerat kaya raya yang memiliki berbagai macam perusahaan dengan beraneka jenis bisnis.
Evander dipercaya mengemban tugas istimewa sebagai Wakil Presiden Direktur dari Aludra Entertaiment yang merupakan perusahaan agency artis.
Namun sayangnya dimasa kepemimpinan Evander justru Aludra mengalami kemunduran dan membuat Ayah Evander meragukan kapabilitas putra tunggalnya itu.
Bahkan banyak anggota direksi yang mengajukan mosi pemecatan bagi Evander yang tidak kompeten itu.
Hingga pada akhirnya Evander dipertemukan dengan seseorang yang mampu membangkitkan keterpurukannya dimasa - masa suram itu.
Sampai pada akhirnya Evander bangkit dan dapat menguasai segalanya, namun harus dengan bayaran yang setimpal.
Bagaimana kisahnya? Dan siapakah orang yang melepaskan Evander dari keterpurukan?
Akan kah Evander mampu melawan segala godaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Peony, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KABAR PERNIKAHAN
Agnetha masih menjalani kehidupannya biasa – biasa saja terlepas dari fasilitas mewah yang diberikan oleh Evander, segala sesuatu yang berhubungan dengan studinya juga masih berjalan dengan sangat lancar. Bahkan hari ini dia juga melakukan presentasi untuk tugas wawancara yang tempo lalu diberikan oleh dosennya.
“ Oke terima kasih untuk kelompok delapan, silahkan duduk. “ Dosen menyuruh kelompok delapan yang beranggotakan Nael dan kawan – kawannya itu kembali ke kursi mereka.
Perasaan lega mulai menguasai Agnetha karena sedikit demi sedikit tugas nya mulai rampung satu persatu. Kini ia tinggal memfokuskan dirinya pada penulisan skripsi dan rencana pernikahannya dengan Evander.
Kini giliran kelompok lain yang melakukan presentasi, Ema sudah terlihat bosan mendengarkan presentasi dan pembacaan teori – teori yang cukup menjemukan. Dengan iseng Ema hari itu membuka kanal berita populer yang biasanya menyajikan berita – berita yang sedang hangat diekspos.
Betapa terkejutnya dia saat melihat wajah sahabatnya yang terlihat begitu cantik dengan riasan wajah natural dan pakaian yang begitu elegan menjadi trending topik hari itu. Bahkan yang membuat banyak pembaca iri adalah, gadis biasa itu akan menikah dengan seorang anak pemilik perusahaan.
“ Agnetha! Lihat lah ini! “ Ema berbisik dengan sangat pelan pada Agnetha lalu menyodorkan ponsel nya pada perempuan yang duduk disampingnya itu.
(Source Foto : Internet)
Ema memperbesar foto Agnetha yang sedang menjadi treding topic itu, dilihatnya paras ayu Agnetha yang berdiri dengan percaya diri disamping seorang pria tampan dengan wajah yang agak dingin yang dapat membuat hati setiap perempuan bergetar ketika memandangnya.
“ Ha? Kenapa dia tidak mengatakan padaku dahulu! “ Agnetha menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena saking kaget membaca pemberitaan yang mengudara hari itu.
“ Kamu benar – benar akan menikah secepat ini Netha? “ Bisik Ema pada sahabatnya itu.
Pertanyaan Ema baru saja membuat Agnetha semakin frustasi, bagaimana tidak, ia belum mengetahui apapun soal persiapan pernikahannya tetapi tiba – tiba wajahnya menghiasi majalah online yang biasa diakses oleh ribuan bahkan jutaan orang didunia.
“ Lihatlah Netha, bahkan wajahmu menjadi sampul majalah pernikahan luar negeri! “ Lagi – lagi Ema menyodorkan kembali HP nya pada Agnetha yang tampak pias. Ia takut teman – teman di kampusnya akan membaca berita itu.
(Source Foto : Internet)
“ Dia benar – benar membuatku gila! “ Agnetha memukul – mukul dada nya pelan karena sudah hampir habis sabarnya menghadapi Evander yang suka berbuat seenaknya sendiri tanpa memikirkan dampak yang muncul pada Agnetha.
Setelah selesai mengikuti kelas, Agnetha segera menelpon Jason dan meminta dijemput dikampus. Agnetha sudah mulai tidak nyaman karena beberapa orang sudah mulai menanyai nya secara langsung maupun berbisik – bisik dan memandangnya dengan sedikit sinis saat ia lewat.
“ Jason, bisakah kau jemput aku sekarang? Aku ingin menemui Evander. “ Bisik Agnetha dari sambungan telepon.
“ Baik Nona, saya segera kesana. “ Ucap Jason mengiyakan permintaan Agnetha, lalu keduanya mengakhiri pembicaraan.
“ Netha, apakah kau baik – baik saja? “ Ema menyentuh pundak Agnetha yang terlihat lesu duduk seraya menyandarkan punggungnya pada sebuah pohon rindang yang berdiri di tepi lapangan sepak bola.
“ Aku tidak tahu apa yang kurasakan Ema, aku tidak mengerti kenapa Evan selalu melakukan sesuatu tanpa berunding dengan ku. “ Agnetha kini menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.
“ Apakah kau takut pada padangan orang Netha? Minumlah dulu, buatla dirimu tenang Netha. “ Nael menyodorkan satu botol minuman yang masih utuh kepada sahabatnya itu.
“ Lihatlah, orang – orang menatapku dengan tatapan yang tidak menyenangkan. “ Agentha kemudian
meneguk teh dingin yang baru saja diulurkan oleh Nael.
“ Netha dengar kan aku, orang – orang yang menatapmu dengan tatapan tidak menyenangkan hanyalah orang yang sedang iri dengan apa yang kamu dapat. Bagaimana mereka tidak iri melihatmu menikah dengan konglomerat. Tapi apa mereka tahu apa yang harus kau korbankan? Mereka tidak sadar pengorbananmu Netha, jadi jangan pusingkan mereka! “ Ema memegang bahu Agnetha dengan kuat berusaha memberikan keyakinan pada gadis itu.
“ Benarkah aku harus mengabaikan mereka Ema? “ Agnetha memandang wajah Ema yang tulus tersenyum padanya.
***
Tidak berapa lama setelah menelpon Jason sebuah Maserati berwarna biru tampak masuk kedalam kampus dan menimbulkan sedikit kehebohan. Agnetha yang kala itu masih duduk ditepi lapangan juga melihat mobil yang tidak asing baginya itu.
“ Jason, apa kau juga sama gila nya dengan Evander? “ Bisik Agnetha seraya menghembuskan nafas berat dari mulutnya, perempuan itu kemudian mengambil ponselnya dari dalam tas.
“ Aku ditepi lapangan sepak bola, tidak jauh dari mobilmu. Kemarilah! “ Perintah Agnetha pada Jason melalui sambungan telepon. Ia sudah lelah sampai – sampai malas untuk meluapkan amarah.
Mobil itu terlihat menghampiri Agnetha, segera gadis itu menyusup kedalam mobil setelah berpamitan
dengan Nael dan Ema. Badannya tergolek lemas diatas kursi penumpang bagian depan tepat disamping Jason.
“ Nona, kenapa Nona duduk disini? “ Jason tampak bingung dan sedikit cemas, takut jika Evander melihatnya. Tadinya ia akan turun membuka pintu, tetapi Agnetha lebih cepat dibandingkan dirinya.
“ Sudahlah jalankan saja mobilnya Jason, aku ingin menemui Evander. “ Agnetha masih saja duduk dengan posisi yang tidak benar, bahkan ia terlihat memerosotkan tubuhnya kebawah.
“ Apakah Nona baik – baik saja? “ Tanya Jason sambil melirik gadis belia disampingnya itu.
“ Bagaimana aku bisa baik – baik saja jika dijadikan sebagai bahan pergunjingan setelah aku masuk kedalam berita dan menjadi trending topic? “ Agnetha tetap saja duduk dengan posisinya semula, membuat Jason tersenyum tipis melihat tingkah Agnetha disampingnya.
Setiba nya di Aludra Entertaiment, Jason segera membawa Agnetha masuk kedalam ruangan Evander. Tampak laki – laki itu sedang fokus dengan layar komputernya, sepertinya dia sedang mereview video akhir para trainee yang akan segera melakukan debut.
Dilihatnya video empat gadis cantik sedang bernyanyi – nyanyi sambil berjoget dengan kompak memperlihatkan lekuk tubuh mereka yang begitu langsing dan seksi. Bahkan pakaian gadis – gadis itu tampak begitu terbuka.
“ Ada apa? Apa kau merindukan calon suami mu? Tidak biasanya kau datang kesini sepulang kuliah? “ Ucap Evander tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputernya.
Kali ini Agnetha sudah kehabisan kesabaran menghadapi Evander, perempuan itu melemparkan dengan keras ponsel nya tepat diatas meja kerja Evander. Disana sudah terlihat berita yang tadi dia ketahui dari Ema.
“ Kenapa kau tidak memberitahu aku dahulu? “ Kesal Agnetha pada Evander, kali ini pria itu menghentikan video yang masih berputar pada layar komputernya. Evander meraih ponsel itu dan membaca sekilas berita yang muncul.
“ Memangnya kenapa? Apa kamu memiliki hak untuk mengatur pernikahan kita? Tidak Agentha, aku sudah berulang kali mengatakan padamu cukup lah menjadi istri yang baik! “ Evander meluruskan kakinya dan membawa kedua tangannya bertengger pada dada bidangnya itu.
“ Tapi aku menjadi perbincangan banyak orang diluar sana Evander! “ Tanpa sadar Agnetha kelepasan bicara dengan nada tinggi. Sekerjap Evander menatap Agnetha tajam seolah bersiap untuk memangsanya hidup – hidup.
keren 👍
suka banget sama ceritanya thor ❤️