NovelToon NovelToon
PEDANG ABADI:NAM LING

PEDANG ABADI:NAM LING

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:593
Nilai: 5
Nama Author: Keiro_ganteng

Di dunia di mana energi gaib dan iblis berkeliaran, Nam Ling adalah pemburu iblis yang telah hidup lebih dari seratus tahun berkat kekuatan pedang abadi yang menyatu dengan dirinya. Dulu seorang prajurit kerajaan yang terhormat, dia kehilangan segalanya ketika iblis membanjiri daratan dan membunuh orang tersayangnya.

Setelah menghabiskan abad untuk memburu makhluk kegelapan, Nam Ling tiba di Desa Hua—tempat yang dikabarkan menjadi sarang energi jahat baru yang lebih kuat dari iblis biasa. Di sana, dia bertemu dengan Yue Xin, seorang gadis muda yang memiliki kemampuan melihat jalur energi gaib dan menyimpan rahasia besar tentang asal-usul kekuatan pedang Nam Ling.

Saat makhluk kegelapan yang lebih kuat mulai muncul dan mengancam keselamatan seluruh daratan, Nam Ling harus memilih antara melanjutkan dendam pribadi atau bekerja sama dengan Yue Xin dan penduduk desa untuk menghentikan bahaya yang akan menghancurkan dunia. Di balik pertempuran yang tak berkesudahan, tersembunyi rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keiro_ganteng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 – CAHAYA YANG MENYATUKAN DAN KEKUATAN DARI KEBAIKAN

Raja Iblis mengerang dengan suara yang menggema seperti badai ketika melihat pasukan yang datang dari segala penjuru berkumpul untuk melawannya. Tubuhnya yang besar dengan sayap hitam seperti kulit kelelawar mengembang lebar, sementara matanya yang menyala merah pekat memancarkan energi gelap yang bisa membuat hati yang lemah gemetar takut. Udara di sekitarnya menjadi sangat panas hingga batu mulai meleleh sedikit dan tanah mengeluarkan asap putih tipis.

“Kalian benar-benar berpikir bisa mengalahkan kuasa yang telah ada sejak awal zaman?” teriaknya dengan suara yang mengguncang langit dan bumi. Ia mengangkat tangan kanannya yang besar, dan dari telapak tangannya muncul bola energi gelap yang semakin membesar dengan cepat – seolah akan menghancurkan segala sesuatu yang ada di bawahnya.

Namun sebelum bola energi itu bisa dilemparkan, suara nyaring dan jelas terdengar dari balik barisan pasukan – suara yang dikenal oleh banyak orang sebagai suara dari seorang legenda yang telah lama hilang. “Berhenti sekarang, jika tidak kau akan merasakan kekuatan yang sejati!”

Semua orang menyilang untuk melihat siapa yang berbicara. Dari balik barisan pasukan Sekte Valerius, muncul sosok wanita tua dengan rambut panjang berwarna keperakan yang mengalir seperti air terjun. Dia mengenakan gaun berwarna emas muda yang bersinar di bawah sinar bulan, dan di tangannya memegang tongkat kayu yang diukir dengan gambar bintang-bintang bergerak.

“Nyai Laksmi!” teriak Tetua Orion dengan suara penuh kagum dan hormat. “Kamu telah bangun dari tidur panjangmu!”

Wanita tua itu yang disebut Nyai Laksmi tersenyum lembut, lalu berjalan maju dengan langkah yang anggun meskipun usianya sudah sangat tua. Dia berdiri di antara Master Liya dan Nam Ling, memberikan pandangan yang penuh kebijaksanaan pada Raja Iblis yang kini terlihat sedikit terkejut.

“Kau yang telah mengganggu keseimbangan alam semesta,” ucap Nyai Laksmi dengan suara yang lembut namun penuh kekuatan. “Aku telah melihat segala yang telah kamu lakukan – merusak sumber energi, menculik orang-orang yang berbakat, dan menyebarkan kegelapan di mana-mana. Waktumu telah tiba.”

Raja Iblis hanya tertawa sinis. “Kau yang telah lama hilang dari dunia ini berpikir bisa menghentikanku? Aku sudah terlalu kuat untuk kamu lawan!”

Tanpa menunggu balasan, ia melemparkan bola energi gelap yang besar ke arah mereka. Namun sebelum bisa menyentuh siapa pun, Nyai Laksmi mengangkat tongkatnya perlahan. Cahaya emas muda menyala terang dari ujung tongkat, membentuk perisai besar yang tidak hanya menahan serangan itu, tapi juga memantulkannya kembali dengan kekuatan yang lebih besar.

Bola energi memantul dengan cepat dan menghantam dada Raja Iblis, membuatnya terpental jauh ke belakang. Namun ia segera bangkit kembali, wajahnya penuh kemarahan yang luar biasa. “Kau akan membayar untuk ini!” teriaknya, lalu mulai mengucapkan mantra gelap yang membuat tanah bergoyang hebat dan gunung-gunung di kejauhan mulai meletus dengan lava hitam.

Nam Ling melihat bahwa situasi semakin tidak terkendali. Ia melihat ke arah Master Liya, yang kini berdiri dengan kuat meskipun wajahnya menunjukkan bahwa tubuhnya mulai terasa lelah. Tanpa berpikir panjang, ia mengambil tangannya dengan lembut dan berkata, “Master Liya, aku punya sebuah ide. Tapi aku membutuhkan bantuan dari semua orang di sini.”

Master Liya menatapnya dengan mata yang penuh kepercayaan. “Apa yang kamu rencanakan, Nam Ling?”

“Kita semua tahu bahwa Raja Iblis mendapatkan kekuatannya dari energi gelap yang ia serap dari penderitaan dan kebencian,” jawab Nam Ling dengan suara tegas. “Jika kita bisa menyatukan semua energi kebaikan dan cinta kita menjadi satu, kita bisa menciptakan kekuatan yang lebih besar darinya – kekuatan yang tidak bisa dihancurkan oleh kegelapan apa pun.”

Nyai Laksmi mengangguk dengan senyum puas. “Kamu telah memahami inti dari kekuatan sejati, anak muda. Mari kita lakukan itu bersama-sama.”

Tanpa berlama-lama, Nam Ling mulai bergerak ke tengah medan perang, di mana semua pasukan bisa melihatnya dengan jelas. Ia mengangkat Pedang Abadi ke atas, dan cahaya merah dan kebiruan dari pedangnya mulai menyebar ke segala arah. “Semua orang, kumpulkan energi kebaikan yang ada di dalam hati kalian!” teriaknya dengan suara yang kuat dan jelas. “Pikirkan tentang orang yang kamu cintai, tentang rumah yang kamu jagakan, tentang kedamaian yang kamu inginkan!”

Mulailah energi cahaya mulai muncul dari setiap orang – mulai dari anggota sekte, penduduk desa, hingga para pengikut yang dulunya berada di pihak kegelapan namun kini melihat cahaya kebaikan. Cahaya dari setiap orang berbeda warnanya – ada merah, biru, hijau, kuning, dan ungu – namun semua menyatu menjadi satu aliran kekuatan yang hangat dan menyegarkan.

Master Liya berdiri di sisi Nam Ling, mengumpulkan energi dengan kedua tangannya. Cahaya biru muda dari tubuhnya menyatu dengan cahaya dari Pedang Abadi, membuat kekuatan yang terbentuk semakin besar. Nyai Laksmi juga bergabung, dengan tongkatnya yang memancarkan cahaya emas muda yang menjadi pusat dari kekuatan itu.

Raja Iblis melihat hal itu dengan wajah penuh ketakutan yang pertama kalinya terlihat. “Tidak mungkin! Kekuatan seperti itu tidak bisa ada!” teriaknya dengan suara yang mulai bergetar.

Namun sudah terlambat. Cahaya yang menyatu menjadi satu membentuk sosok makhluk besar yang indah – sosok burung phoenix dengan bulu berwarna pelangi yang bersinar terang. Phoenix itu mengeluarkan suara merdu yang bisa membuat hati menjadi tenang, lalu terbang ke arah Raja Iblis dengan kecepatan tinggi.

Ketika sosok phoenix menyentuh tubuh Raja Iblis, bukan ledakan kekuatan yang terjadi, melainkan cahaya hangat yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Raja Iblis mulai berteriak tidak karena rasa sakit, melainkan karena semua energi gelap yang ada di dalam dirinya mulai keluar dan diubah menjadi energi kebaikan. Tubuhnya yang besar mulai menyusut perlahan, dan akhirnya muncul sosok pria biasa dengan wajah penuh penyesalan.

“Aku… aku tidak bisa mengendalikan diriku,” ucap pria itu dengan suara pelan dan gemetar. “Kekuatan gelap itu menguasai diriku setelah aku kehilangan semua yang aku cintai. Aku berpikir dengan menjadi kuat aku bisa membalas semua yang telah terjadi padaku.”

Nyai Laksmi mendekat dengan lembut dan menyentuh pundaknya. “Kesalahan adalah bagian dari hidup, tapi kesempatan untuk berubah selalu ada,” ucapnya dengan suara penuh kasih sayang. “Kita akan membantu kamu untuk menemukan jalan kembali ke kebaikan.”

Semua orang yang menyaksikan merasa lega dan bahagia. Pertempuran yang telah lama mereka takuti akhirnya berakhir bukan dengan kehancuran, melainkan dengan harapan untuk perubahan dan pemulihan. Pasukan yang dulunya menjadi pengikut Raja Iblis kini mulai datang keluar dari tempat persembunyiannya, mereka juga ingin mendapatkan kesempatan untuk berubah dan hidup dengan damai.

Keesokan pagi, matahari muncul dengan cerah menyinari seluruh wilayah yang baru saja melewati ujian besar. Semua orang berkumpul di halaman tengah markas Sekte Liya untuk merayakan kemenangan dan membicarakan masa depan yang akan datang. Nyai Laksmi menjelaskan bahwa Raja Iblis yang kini kembali menjadi dirinya sendiri bernama Arjuna, dan ia akan menjalani proses pemulihan bersama dengan mereka untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

“Kita telah belajar pelajaran yang sangat berharga,” ucap Master Liya sambil berdiri di samping Nam Ling. “Kekuatan sejati bukanlah kekuatan untuk menghancurkan lawan, melainkan kekuatan untuk menyatukan hati dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik.”

Namun saat suasana sedang penuh keceriaan, Elara datang mendekat dengan wajah yang sedikit serius. Ia membawa sebuah peta kuno yang baru saja ditemukan di perpustakaan rahasia Sekte Valerius. “Ada sesuatu yang perlu kita ketahui,” ucapnya dengan suara pelan. “Peta ini menunjukkan bahwa ada lebih banyak sumber energi kuno yang tersebar di seluruh dunia, dan ada kekuatan gelap lain yang mungkin akan muncul jika kita tidak siap.”

Nam Ling mengambil peta itu dan melihatnya dengan cermat. Ia melihat bahwa ada banyak wilayah yang belum pernah mereka kunjungi, dan banyak tantangan besar yang masih akan datang. Namun kali ini, ia tidak merasa takut. Ia melihat sekeliling pada semua orang yang telah menjadi keluarga baginya – Master Liya yang kini melihatnya dengan pandangan penuh cinta dan perhatian, Tetua Orion yang menjadi gurunya baru, Elara yang menjadi sahabat baiknya, dan semua anggota sekte serta penduduk desa yang telah bersatu dengan mereka.

“Aku siap menghadapi apa pun yang akan datang,” ucap Nam Ling dengan suara penuh keyakinan. “Karena kali ini, aku tidak sendirian.”

Master Liya menyandarkan kepalanya dengan lembut pada bahunya, memberikan rasa hangat yang membuat hati Nam Ling menjadi penuh damai. “Kita semua akan selalu bersama mu, Nam Ling,” ucapnya dengan suara lembut. “Bersama kita akan menjaga kedamaian dan kebaikan di dunia ini.”

Malam itu, mereka merayakan dengan meriah – dengan musik, tarian, dan makanan lezat yang dibuat dari hasil panen dan ramuan segar. Nam Ling berdiri di atas bukit kecil di belakang markas, melihat ke arah langit yang penuh bintang-bintang bersinar terang. Ia memegang cincin perak yang diberikan Master Liya dan Inti Bumi yang selalu ada di dalam kantongnya. Ia tahu bahwa perjalanan panjangnya belum selesai, namun dengan semua yang ia miliki sekarang – ilmu, kekuatan, dan orang-orang tersayang di sekelilingnya – ia siap menghadapi setiap tantangan yang akan datang.

Bintang-bintang di langit seolah bersinar lebih terang,

1
Kaisar Abadi
bagus bagus
Kaisar Abadi
mampir bree😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!