NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan
Popularitas:394
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Baru Terungkap

Malam ini Davin dan Riana menghabiskan malam dengan kembali melakukan hubungan selayaknya suami dan istri. Bahkan sampai hari mau menjelang pagi.

"Mas aku lelah sangat, ngak kuat."

Davin tersenyum melihat istrinya. Dia langsung memeluk tubuh itu. Ria tertidur dengan posisi, rudal suaminya masih ada didalam tempat istimewa Ria. Davin yang engan melepaskan pun membiarkannya. Hanya dua jam Davin tertidur, ketika dia bangun menjumpai posisi tidur yang semalam. Dia tersenyum, dia membiarkan istrinya sadar sendiri. Siapa suruh dia tidur duluan ketika sedang enak - enaknya permainan.

Sementara rudalnya Davin sudah kokoh lagi dan mengeras di dalam mulut rahim istrinya.

"Mas, kenapa begini lagi??"

"Kenapa??? Semalam kamu tertidur tanpa menuntaskan permainan kenikmatan kita."

"Hah... Jadi....???"

"Ya.. Jadi rudalku masih ada di tempat kesukaannya."

"Mas stop.... Mesum. Semalam kurang ya."

"Kurang." Sementara rudalnya semakin mengeras. Apalagi setelah Davin menikmati pabrik susu punya anaknya. Terdengar suara desahan Ria. Semakin membuat Davin menjadi gila.

"Sayang mas mau."

"Tuntaskan mas."

Davin mulai mengerakkan organ tubuhnya kaki, menghasilkan suara tubuh yang beradu, kecepatan awal pelan, lama kelamaan semakin cepat. Suara itu semakin menambah suasana kenikmatan. Berbagai gaya Davin praktek. Sampai mereka mencapai puncak kenikmatan.

Pukul delapan pagi, Ria dan Davin baru keluar kamar. Untung ini weekend. Davin yang keluar kamar pertama hendak membuat susu bagi istrinya, digodai oleh kakak perempuannya Stella.

"Habis garap kebun bos." Davin pura - pura melihat ke arah kakaknya tetapi hatinya tertawa. Mama memarahi kakak dengan kode matanya yang membesar.

"Ngak ke kampus dek??"

"Tidak ma, hari ini mau waktu bersama istri dan anak."

"Anak apa istri???"

"Ya karena anakku sudah sama opa dan omanya. Berarti istri ya kak."

"Kamu rencana tambah adek buat El."

"Jangan dulu nak, kasihan El nanti dia terhenti minum ASI jika maminya hamil."

"Kan ada susu formula yang bagus ma."

"Enak aja ngomongnya, mama mau cucu mama mendapat ASI ekslusif dari maminya setidaknya setahun."

"Siap mama. Meskipun anak mantu mama saya gempur siang dan malam. Aman kok, dia sudah memikirkan itu."

"Mana aku tahu?? Kan aku belum menikah."

"Sekarang sudah tahu, jadi nanti kasih tahu kakak ipar. Biar aman, anak sehat dan bahagia." Ria baru keluar dari kamar, dan digodai oleh Stella sahabatnya.

"Baru kelar olah raga bu??"

"Iya, dikerjai adek kamu sis."

"Sayang ......"

"Suamiku tercinta." Mereka semua tertawa.

Hari ini Davin memilih mengajak keluarganya jalan - jalan ke mall. Kita akan makan siang disana. El sudah empat bulan lebih sudah bisa di bawa keluar rumah. Mereka berenam keluar bersama.

Sementara mama di Jepang sudah merengek pulang ke Indonesia. Dengan berat hati Rian mengantar orang tuanya pulang. Kedatangan mereka tidak diberi tahu kepada Riana anak perempuan mereka.

Waktu jam makan siang, Rian tidak tahu bahwa kakaknya dengan keluarganya juga makan disini. Muka jutek mamanya kembali kambuh. Ternyata di Jepang, Rian dan papanya tidak bisa membuat mamanya mengubah pendiriannya tentang Riana.

Ketika melihat Riana masuk restoran bersama keluarga suaminya. Langsung mama menarik tangan Riana.

"Sudah cukup kamu keluar dari keluarga kami. Sekarang kamu harus pulang bersama kami."

"Mama sakit." Ria merintih karena mamanya menarik rambutnya. Davin berusaha memegang kepala istrinya dan melepas tangan mertuanya. Karena keterlaluan papanya Rian langsung menampar keras istrinya. Seketika jambakan itu lepas. Namun suara tamparan itu membuat Rian dan Riana kaget. Karena papa tidak perna kasar.

"Kamu menampar saya pa, didepan orang - orang."

"Maafkan saya ma, kamu terlalu berlebihan kasihan kakak."

"Dengar Rianan Timothy, mulai hari ini aku mengutuk kamu. Kamu bukan anakku sampai aku meninggalkan dunia ini. Ingat aku menyangkal kamu keluar dari rahimku."

Ria menangis, Davin memeluk istrinya sangat erat. Rian dan papanya memita maaf kepada keluarga Andreas dan menyusul keluar. Orang tua Davin dan Stella melihat betapa marahnya Tiwi mamanya Riana anak mantu mereka. Akhirnya mereka tidak jadi makan. Mereka juga pulang.

Sampai dirumah, Stella sudah memesan makan malam dan mereka akan makan bersama di ruamh.

"Papa dan mama harus jujur kepada kalian."

"Duduk di sini semua." Papa mertua Ria menyuruh mereka semua duduk. El sudah tertidur dalam gendongan omanya.

" Sebenarnya kemarahan mamanya Ria bukan hanya soal umur kalian. Namun ada masalah pribadi antara saya dan Tiwi mama Ria."

"Masalah apa pa, apa mama tahu??"

"Iya mama tahu."

"Kami itu bersahabat, mama, papa dan Tiwi mamanya Ria. Dulu papa dan Mama Tiwi itu pacaran. Namun papa dan mama pacaran juga di belakangnya."

"Papa??"

"Iya, maafkan papa Ria. Mama kamu terlalu keras dan menganggap remeh saya. Kebenciannya karena papa menikahi sahabatnya. Dia kemudian di jodohkan dengan papamu yang anak orang kaya."

"Mama pikir itu masalah yang membuat mamamu masih membenci kalian."

"Pantas tante Tiwi nekat mau membawa pulang Ria dan meninggalkan El kepada kami."

"Karena dia membenci kami yang dulu adalah sahabatnya."

"Maafkan papa Ria, karena kebencian mamamu membuat kamu menderita."

"Tetapi, kami bangga sama papamu nak, dia hebat bisa hidup dengan sifat angkuh mamamu."

"Papa orangnya sabar. Tetapi saya berpikir papa dan mamaku bukan berjodoh."

"Iya dong jodohnya sama mamaku." Davin langsung memeluk mamanya yang sedang mengendong anak laki - lakinya. Mereka pun makan bersama. Setidaknya Ria dan Davin sudah tahu, hal apa yang menyebabkan mertua Davin marah sekali kepadanya.

💌💌💌Hai pembaca setiaku,

jangan lupa sarannya pada novel ini. Sangat banget di butuhkan.👌👌👌

Terima kasih sudah membaca. Tanpa kalian aku tidak bisa berkarya. ❤️❤️❤️

🙏🙏🙏🙏🫶🫶🫶🫶🫶

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!