NovelToon NovelToon
Renjana Di Langit Dubai

Renjana Di Langit Dubai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: farala

Bukankah menikah adalah sebuah ladang ibadah ? Lalu kenapa ibadah yang seharusnya mendapatkan pahala justru bak di neraka ? Semua berawal dari kesalah pahaman yang tidak berdasar hingga berubah menjadi sebuah tragedi yang hampir menenggelamkan rumah tangga yang bahkan pondasinya saja masih sangat rapuh.
Mampukah mereka bertahan ataukah malah karam di hantam ombak besar?
Kisah kembar Azzam dan Azima , di mana seharusnya cinta itu sudah berlabuh di dermaga tapi harus terlunta dan terapung di tengah lautan luas menunggu datangnya pertolongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20 : Interaksi setipis tisu

Satu minggu kemudian.

Emirate Hills , sebuah perumahan elit yang di banderol harga fantastis itu nampak sepi, Biasanya, lapangan golf, padel dan beberapa arena olahraga akan terlihat ramai di akhir pekan seperti sekarang, tapi hari ini terpantau lengang. Hanya ada beberapa orang yang terlihat sedang jogging dan melakukan aktifitas ringan lainnya.

Kondisi itu tidak jauh berbeda di sebuah mansion yang berada paling ujung. Mansion besar dan mewah itu bak kuburan. Entah kemana pemiliknya.

Ada, pemiliknya ada di dalam. Namun, ia memilih mendekam di kamar. Sejak tinggal di mansion Ayyazh, tempat favorit Azima adalah kamar tidur dan balkon. Jujur, itu bukan kebiasaan Azima. Ia sudah muak melihat ranjang king size itu. Mau bagaimana lagi, ingin keluar, mau ke mana ? Ingin bekerja di rumah sakit, rumah sakit mana? Apakah Ayyazh akan setuju?

Masalah nya, sejak mendiami kamar itu, Ayyazh menghilang.

Menurut Mahra, Ayyazh berangkat ke LA seminggu lalu . Itu berarti , Ayyazh pergi setelah membawa Azima tinggal di mansion.

Azima terasing, merasa di buang oleh suaminya sendiri.

Ia berdiri di balkon, membiarkan cahaya mentari sore yang terasa hangat menerpa wajah cantik nya. Beberapa hari lalu, ia harus berbohong saat umi Tata menelpon. Umi menanyai kabarnya dan Ayyazh, menanyakan bagaimana kehidupan rumah tangga nya. Tidak mungkin ia membeberkan secara blak blakan pernikahannya yang seperti bukan pernikahan.

Bahagia atau tidak , Abi dan umi tidak perlu tahu. Sementara waktu, itulah yang ia pikirkan. Pernikahan nya juga belum genap sebulan. Belum saatnya bertindak. Percayalah, Azima sudah mengeluarkan jurus tersabar yang pernah ia miliki.

Azima menarik napas panjang dan menghembusnya dengan kasar. " Lama lama, aku bisa gila kalau begini terus." Azima menggumam.

Puas menatap pepohonan dari atas balkon, Azima memutuskan masuk ke dalam kamar. Niatnya ingin membersihkan tubuh, sholat dan lanjut makan malam. Rutinitas selama seminggu ini sudah mendarah daging , bahkan setiap aktivitas yang ia lakukan tidak pernah lewat meski itu sedetik saja. Semua di kerjakan di menit dan jam yang sama setiap hari nya.

Hingga....

Azima terpaksa mengurungkan niat karena tiba tiba saja pria yang menghilang seminggu lalu itu berdiri menghalangi jalan nya.

" Mau ke mana? "

Azima terkesiap. ( Dia muncul dari mana? Apa dia hantu? Langkah kakinya saja aku tidak dengar).

" Ha..." Azima membeku sesaat, bingung dengan jawaban yang harus ia berikan. Netra mereka bertemu. Dan, jantung Azima tiba tiba bergemuruh dengan kedua tangan mengepal kan tinju.

Ayyazh melangkah menghampiri Azima. Semakin dekat , Azima semakin panik. Dia memberikan reaksi yang tidak semestinya muncul ke permukaan .

Ayyazh mengikis jarak, berdiri tegak tepat beberapa jengkal dari tubuh Azima membuat wanita cantik itu lari terbirit-birit masuk ke kamar mandi tanpa menjawab pertanyaan Ayyazh.

Ayyazh mengernyit. " Dia kenapa?"

Sementara di dalam kamar mandi.

Napas Azima ngos ngosan seperti baru saja di kejar anjing gila.

" Sial, aku hampir saja menggigit dan mencabik cabiknya ! " Geram Azima.

Di samping rasa aneh yang menusuk hingga ke jantung, ada juga rasa amarah yang berkecamuk mendorong sebuah rasa emosional manusiawi di mana ia merasa di campakkan, di acuhkan dan tidak di pedulikan .

Azima melampiaskan kemarahannya lewat air di dalam bathtub, ia memukul-mukul genangan air itu hingga percikan percikan berskala besar tumpah ruah membasahi lantai.

" Aku akan menyusun rencana. Atau , aku racuni saja dia, kurasa itu ide yang brilian."

Cukup lama ia berada di dalam sana, mengumpat dan melampiaskan kekesalan nya.

Empat puluh lima menit kemudian, Azima keluar dengan tampilan yang lebih segar. Ia mengintip dari balik dinding mengantisipasi jika masih ada Ayyazh di dalam kamar . Pasalnya, ia hanya mengenakan jubah mandi super minim yang mengekspos paha putih nya.

Setelah memastikan jika pria jadi jadian itu sudah tidak ada, Azima pun berani melenggang keluar dan setengah berlari ke arah pintu dan mengunci nya .

" Awas saja kalau dia berani masuk. "

Azima melangkah ke kamar ganti. Namun, sebuah kotak di atas tempat tidur mengalihkan perhatian dan langkah nya.

" Ini apa? "

Azima meraih kotak berbentuk segi panjang berukuran lumayan besar dan membuka nya.

Netranya membulat sempurna. Sebuah gaun malam berwarna hitam dengan hiasan berlian di kedua lengan dan di bagian pinggang . Gaun itu terlihat sangat indah.

" Cantik sekali. " Gumam Azima tersenyum lebar.

Di bawah baju itu, ada sebuah kertas . " Selesai sholat, dandan yang cantik dan kenakan gaun ini. Aku menunggu di bawah. "

Azima mendesah perlahan. Lalu melaksanakan kewajiban nya sebagai umat muslim dan menuruti perkataan Ayyazh yang di tuliskan di dalam kertas selembar itu.

Jika boleh jujur, Azima malas sekali mengikuti apapun permintaan Ayyazh, hanya saja untuk saat ini, ia lagi tidak ingin berdebat .

Azima muncul, menuruni anak tangga satu demi satu. Suara hentakan hak sepatu di lantai keramik mengundang rasa penasaran Ayyazh. Ia yang duduk menunggu kedatangan Azima sembari bermain ponsel mengangkat kepala.

Deg...Ayyazh terpana.

Bidadari bermata amber itu menjadi pusat perhatian, bukan hanya Ayyazh, namun hampir seluruh penghuni mansion yang sedang berada di sekitar membeku kala menatap Azima.

Aura mahal sebuah kecantikan dari kombinasi antara outer Beauty dan Inner Beauty terpancar nyata di depan mata.

Ayyazh harus menelan ludah berulang kali untuk menutupi rasa gugup dan kagum nya.

" Hmmm, ayo . Kita sudah terlambat." Ayyazh melangkah lebih dulu meninggalkan Azima .

Azima memutar bola mata jengah. Entah kenapa, jangan kan wajah, melihat punggung Ayyazh saja sudah membangkitkan jiwa jiwa psikopatnya.

Mobil sudah siap di halaman. Seorang pria yang sering Azima liat namun tidak tau siapa namanya , membuka pintu untuk nya.

" Silahkan, nona muda. " Ucapnya tertunduk.

" Terima kasih. " Jawab Azima.

Seperti biasa, Ayyazh akan duduk tanpa suara. Pun pria yang duduk di balik kemudi . Azima hanya menurut tanpa tau ke mana Ayyazh akan pergi. Mau bertanya, takut ia tidak mendapat jawaban yang di inginkan.

Lima belas menit kemudian, mereka tiba di sebuah gedung yang cukup besar.

Pintu kembali terbuka, Khal, berdiri di samping dan menaruh tangan nya di atas kusen pintu agar kepala Azima aman dari benturan saat keluar dari mobil.

Azima cukup tersentuh dengan sikap gentle asisten pribadi Ayyazh. Tidak cukup sampai di situ, Ayyazh tiba tiba muncul setelah memperbaiki jas dan mengulurkan tangan kanannya untuk di pegang Azima .

Azima tidak membuang kesempatan tak lazim ini. Ia meraih tangan Ayyazh dan keluar dari kendaraan mewah tersebut.

Azima memperbaiki gaunnya, setelah itu ia melihat sekeliling.

Banyak karangan bunga tertata rapi di sepanjang jalan dan gedung mewah itu.

Azima tidak asing dengan bentuk bangunan di depannya. Begitu meneliti dengan seksama, barulah Azima sadar . " Bukankah ini restoran mas A?"

" Mmm.."

" Kenapa tidak bilang kalau mau kesini? "

" Kamu tidak bertanya, ayo masuk."

...****************...

1
Magichand01 86
crta annasya sm A donkk
Fittar
A da Ayyazh sama saja. sok peduli tapi beraninya dibelakang aja. gak berani kalau udah di depan orangnya. apalagi si Ayyazh ini cemburuan aja. ngomong sama zizi aja kayak orang musuhan. sekedarnya
Nata Abas
😄😄😄
Shee_👚
kadang aku sebel kalau baca kembar A😔
habisnya setiap bab ko ya dikir amat, mana nunggu up sehari berasa lama banget, eh giliran udah up baru baca dh abis🙈🙈
Shee_👚
jangan panggil khal kalau dia g tau apa². bisa langsung di penggal sama yazh kalau g bisa nyari tau kamu dalam satu menit🤭
Shee_👚
jangankan di pegang kamu justin, orang pelukan sama kaka kandung aja kalau bisa mah kagak boleh😂
Shee_👚
makanya jangan suka jul mahal, g tau apa zizi itu banyak idolanya. lah situ dah bisa ngiket zizi malah di cuekin.
Shee_👚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
wah parah Malah di samain sma batu, g sekalian zi sama dindingnya 🤣
Shee_👚
jangan kasih zi, suruh A usaha sendiri. emang A g bisa apa telp umi tata. bukannya asya tinggal di rumah umi tata? atau g??
Novita Sari
lanjut thor..
Novita Sari
Alhamdulillah yg ditunggu akhirnya selesai juga... lanjut thor..
Uyi Adiraja
👍👍👍👍👍
Novita Sari
penasaran pertemuan zayn n ayyazh.lanjut thor..
Novita Sari
semangat zizi..
Novita Sari
lanjut thor...
viellia
dasar si A 🤦‍♀️
Nata Abas
tonjok aja aku rela banget azima buat mewakili annasya
Novita Sari
lanjut thor n semangat...
Novita Sari
zizi titisan umi grandma n marwa hhhhh
Novita Sari
aduh tambah seru lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!