NovelToon NovelToon
SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: 秋天(Qiūtiān)

Han jian merupakan seorang pemuda dari klan Han yang tidak dapat ber kultivasi sejak kecil sehingga menjadi bahan hinaan di klan Han, ia tidak dapat ber kultivasi dikarenakan ia tidak memiliki dantian seperti yang lain nya melain kan sebuah pusaran hitam yang di akibatkan karena dantian nya telah hancur, namun nasibnya berubah setelah menemukan sebuah fragmen tulang di makam ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 秋天(Qiūtiān), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: RESONANSI DUA GENERASI

Lorong sempit menuju pintu keluar dimensi saku Penjara Dasar Langit berguncang hebat. Suara derap langkah kaki ribuan prajurit penegak hukum Sekte Tulang Langit terdengar seperti guntur yang mendekat. Cahaya obor dan pendar Qi dari senjata para tetua mulai menerangi kegelapan yang selama sepuluh tahun menyelimuti tempat itu.

Han Jian berdiri di depan ayahnya, Han Shuo, yang tubuhnya masih sangat lemah namun matanya menyala dengan api yang tak pernah padam. Han Jian bisa merasakan getaran dari tulang punggung ayahnya—sebuah frekuensi yang sangat mirip dengan miliknya, namun terasa lebih tua dan lebih berwibawa.

"Ayah, pegang bahuku," perintah Han Jian.

Han Shuo meletakkan tangannya yang kurus di bahu lebar putranya. "Jian-er, dengarkan frekuensi tulangku. Jangan melawan energinya, biarkan mereka menyatu. Ini adalah Seni Penyatuan Tulang Purba: Jaringan Saraf Langit."

Seketika, Han Jian merasakan aliran energi yang sangat murni mengalir dari tangan ayahnya. Meskipun Han Shuo kehilangan sebagian besar kekuatannya, pengalaman dan pemahamannya tentang hukum tulang jauh melampaui Han Jian. Energi emas Han Jian mulai beresonansi dengan sisa-sisa energi perak purba Han Shuo.

Di luar penglihatan mereka, kerangka ayah dan anak itu mulai berpendar dalam harmoni yang sempurna. Pendar emas Han Jian menjadi semakin padat, sementara energi Han Shuo bertindak sebagai filter yang memurnikan setiap gerakan Han Jian.

"Mereka di sana! Tangkap pengkhianat itu!" teriak seorang kapten penegak hukum yang muncul di ujung lorong.

Di belakangnya, muncul Tetua Ghou yang terbang rendah di atas tanah, wajahnya dipenuhi urat-urat kemarahan. "Han Shuo! Kau seharusnya mati membusuk di sana! Dan kau, tikus kecil... kau berani mengacaukan festivalku!"

Han Jian tidak membalas dengan kata-kata. Ia hanya menghentakkan kaki kanannya.

BOOM!

Gelombang kejut emas menyapu lorong tersebut. Para prajurit di barisan depan langsung hancur menjadi debu tulang sebelum mereka sempat mengayunkan pedang. Han Jian melesat maju dengan kecepatan yang bahkan mata tahap Transformasi Jiwa pun sulit mengikutinya.

"Penyatuan Tulang: Tombak Penghancur Dimensi!"

Han Jian melemparkan Tombak Pemutus Takdir-nya. Namun kali ini, tombak itu tidak hanya meluncur secara fisik. Karena didorong oleh energi gabungan dari dua pemegang Tulang Purba, tombak itu merobek ruang di depannya.

KRAAAAAKKKK!

Tombak itu melesat menembus barisan pertahanan pasukan sekte, menciptakan lubang besar di tengah-tengah mereka. Tetua Ghou terpaksa melompat mundur untuk menghindari serangan yang bisa membelah jiwanya tersebut.

"Sialan! Formasi Sembilan Bintang! Segel mereka!" perintah Ghou.

Sembilan tetua lainnya mendarat di sekitar Han Jian dan Han Shuo, membentuk lingkaran formasi. Mereka menyatukan kekuatan Qi mereka, menciptakan kubah energi hitam yang sangat berat yang mencoba menekan Han Jian hingga berlutut.

"Tekanan ini..." Han Jian meringis, tulang-tulangnya mulai berderak di bawah beban formasi sembilan ahli tingkat tinggi.

"Tenang, Jian-er," bisik Han Shuo di belakangnya. "Ingat, tulangmu tidak menampung energi, tulangmu adalah dunia itu sendiri. Jika dunia ditekan, ia akan meledak. Lepaskan semua pendar emasmu sekarang!"

Han Jian mengaum. Cahaya emas dari tubuhnya meledak keluar dengan kekuatan yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya. Seluruh lorong penjara runtuh. Langit-langit dimensi saku itu retak, memperlihatkan langit asli di luar sana yang sedang merayakan festival.

PRANG!

Formasi Sembilan Bintang pecah berkeping-keping. Para tetua yang membentuknya terlempar ke segala arah dengan muntahan darah hitam. Han Jian tidak berhenti; ia menangkap kembali tombaknya di udara dan mendarat tepat di depan Tetua Ghou.

"Sepuluh tahun yang lalu kau menusuk ayahku dari belakang," suara Han Jian terdengar seperti lonceng kematian. "Hari ini, aku akan menusukmu dari depan, agar kau bisa melihat siapa yang mengirimmu ke neraka."

"Kau hanya sampah tanpa dantian!" Ghou berteriak gila, ia mengeluarkan sebuah sabit besar yang terbuat dari esensi jiwa. "Mati kau!"

Sabit itu diayunkan, namun Han Jian hanya menggunakan tangan kirinya untuk menangkap bilah sabit tersebut.

KLANG!

Suara logam beradu dengan tulang emas Han Jian menghasilkan gelombang sonik yang meruntuhkan sisa-sisa gerbang penjara. Han Jian tidak bergeming. Ia meremas sabit esensi tersebut hingga hancur menjadi fragmen cahaya.

"Tanganmu kotor, Ghou," ucap Han Jian.

Dengan satu gerakan cepat, Han Jian menusukkan tombaknya tepat ke perut Ghou. Namun, ia tidak membunuh pria itu seketika. Ia menyalurkan getaran frekuensi tinggi ke dalam tubuh Ghou, yang secara sistematis menghancurkan setiap inci kerangka di tubuh pria tua itu tanpa merusak kulitnya.

Ghou menjerit tanpa suara. Tubuhnya menjadi lunak seperti jeli karena tulangnya telah hancur menjadi bubuk.

"Ayah, mari kita keluar," ajak Han Jian.

Ia menggendong Han Shuo dan melompat keluar dari reruntuhan bawah tanah. Mereka mendarat tepat di tengah-tengah Altar Festival Persembahan Tulang, di hadapan ribuan murid dan Master Sekte yang sedang tertegun.

Seluruh kerumunan hening. Mereka melihat seorang pemuda yang tubuhnya bersinar emas, membawa seorang pria kurus kering yang wajahnya sangat familiar bagi para tetua senior.

"Han Shuo?" Master Sekte Tulang Langit, seorang pria dengan aura yang sangat tenang dan menakutkan, berdiri dari singgasananya. "Kau masih hidup?"

Han Shuo, dari punggung putranya, mengangkat kepalanya yang lemah. "Sepuluh tahun kau mengisap sumsumku untuk menghidupi sekte busuk ini, Master Sekte. Hari ini, anakku datang untuk menagih bunganya."

Han Jian melangkah maju, menancapkan tombaknya ke tengah altar batu. Getaran emas merambat ke seluruh penjuru daratan terapung, membuat istana-istana sekte bergoyang.

"Namaku Han Jian!" teriaknya, suaranya menggelegar ke seluruh penjuru sekte. "Aku berdiri di sini sebagai bukti bahwa kalian tidak bisa membelenggu kebenaran selamanya! Siapa pun yang ikut campur dalam urusanku dengan dewan tetua hari ini, akan menjadi bagian dari reruntuhan tempat ini!"

Para murid luar mulai berbisik-bisik. Mereka melihat Han Jian sebagai sosok yang legendaris—seorang murid luar yang mampu meruntuhkan penjara terdalam dan membawa kembali "Pengkhianat Langit" yang ternyata adalah korban konspirasi.

Lin Xia, yang berdiri di barisan murid inti, menatap Han Jian dengan mata yang berkilat. Ia menyadari bahwa ramalannya benar; pemuda ini bukan hanya akan mengubah sekte, tapi akan menjungkirbalikkan seluruh tatanan Dunia Atas.

"Pasukan Penegak Hukum! Kenapa kalian diam saja? Tangkap mereka!" teriak salah satu tetua yang masih setia pada Ghou.

Namun, tidak ada satu pun murid penegak hukum yang bergerak. Mereka semua gemetar melihat aura Kaisar Tulang yang begitu dominan.

"Master Sekte," Han Jian menatap pemimpin tertinggi itu. "Apakah kau akan turun sendiri untuk melindung para tikus di dewan tetuamu, atau kau akan membiarkan aku membersihkan sampah di rumahmu?"

Master Sekte terdiam sejenak, memandangi kehancuran di sekelilingnya, lalu menatap Han Shuo. "Dunia Atas membutuhkan kekuatan, Han Jian. Apa yang dilakukan dewan tetua memang kejam, tapi itu demi kelangsungan sekte. Namun... melihat kau bisa mencapai tahap ini tanpa dantian, sepertinya teori lama kita memang salah."

Master Sekte duduk kembali di kursinya, melipat tangannya. "Lakukan apa yang harus kau lakukan. Aku tidak akan ikut campur, selama kau tidak menghancurkan fondasi utama daratan ini."

Han Jian tersenyum dingin. "Fondasi yang dibangun di atas darah ayahku akan aku ganti dengan fondasi yang baru."

Han Jian berbalik ke arah dewan tetua yang kini ketakutan. Perburuan yang sesungguhnya di dalam rumah para dewa baru saja dimulai.

1
Malik Junjung
critanya trlalu ringkas...
Malik Junjung
yach... mnurut sy sich drpd ikut ujian kdewasaan mnding klwr dri klan... drod pmer kekuatn....
angin kelana
bab selanjutnya semoga lebih seru lg..
秋天(Qiūtiān): di tunggu ya teman teman
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!