Namaku Ye jun, umurku 55 tahun.Aku terlahir menjadi ketua sekte Naga Bintang Surgawi yang diwarisi sebuah kitab kuno yang merupakan warisan turun temurun dari generasi ketua terdahulu.
Selama ribuan tahun dari semua generasi terdahulu, tak ada satupun ketua yang bisa mengetahui rahasia yang ada didalam kitab kuno tersebut.
Hinga suatu hari ancaman dari para siluman kuat didalam hutan inti surgawi mengharuskannya mempelajari buku kuno yang ternyata merupakan jalan menuju alam Nirwana Surgawi.
Suatu hari Ye jun terluka parah dan hampir mati, dia diselamatkan oleh leluhur naga bintang surgawi yang memberikannya sebuah pil dewa kehidupan. Ye jun berubah menjadi anak muda berumur 17 tahun tapi sayang dia harus kehilangan ingatan masa lalunya. Akhirnya leluhur naga bintang surgawi memberikannya nama baru "Xiohuan," padanya agar terhindar dari orang orang yang ingin menyakitinya.
Tingkatan:
Ranah awal: - perunggu
- perak
- emas
Ranah menengah: - kristal
- berlian
- bintang
Ranah puncak atau tinggi - bumi
- awan
- langit
Ranah Ilahi atau pertapa
Ranah legenda
Ranah surgawi
Ranah dewa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lazuardi aqbar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menolong keluarga saudagar
Huanran mencoba memejamkan matanya tapi tak bisa terpejam, rasa ngantuk serasa hilang dari pelupuk matanya, yang ada hanyalah kesedihan dihatinya.
Sosok pemuda yang selalu menjaga dan menemaninya 2 bulan belakangan ini, akan pergi dari hari harinya.
"Aku tak bisa mengingkari janjiku," batin Huanran sambil mengingat janjinya yang akan kembali ke rumah setelah bisa menembus Ranah tingkat langit puncak.
Huanran bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari dalam goa. tak lama kemudian dia datang membawa 2 ekor ayam hutan yang telah bersih dan buah buahan hutan yang masih segar di tangannya.
Pagi hari Xiohuan terbangun dari tidurnya, dia melihat Huanran sudah terlihat sangat rapi dan cantik.
Di hadapannya juga sudah terhidang makanan berupa buah buahan segar dan 2 ekor ayam hutan panggang.
"Kakak Xio ini terakhir kalinya aku menemanimu makan, tak tau kapan kita bisa makan bersama lagi, yang pastinya aku akan sangat merindukanmu kakak Xio," ucap Huanran lirih.
Terlihat butiran air mata membasahi kedua belah pipi Huanran, banyak cerita yang mewarnai hari hari Huanran bersama Xiohuan yang berupa canda, tawa dan hal hal kecil lainnya, dan semua itu akan menjadi kenangan manis yang indah.
Huanran tak memungkiri hatinya, candaan, senyuman, perhatian dan semua yang Xiohuan berikan padanya sungguh sangat sangat membuatnya bahagia.
*****
"Huan er jaga dirimu baik baik, Xiohuan mengeluarkan kalung permata kristal ungu dari dalam lipatan bajunya dan memakaikannya ke leher Huanran.
"Apabila kau kangen denganku, pandanglah kalung itu, ingatlah aku di hatimu," ucap Xiohuan. Huanran memeluk tubuh Xiohuan dengan erat.
"Kakak Xio, jaga dirimu baik baik, aku pamit," Huanran melesat pergi meninggalkan Xiohuan yang masih berdiri mematung
Ada rasa sesak yang mengisi rongga dada Xiohuan saat melihat Huanran pergi.
Setelah sepeninggalan Huanran, Xiohuan terus melatih diri, melatih penglihatannya yang mampu melihat dalam gelapnya malam, pendengarannya yang mampu mendengar jelas suara sekecil apapun dari radius 100 meter.
Mata yang yang sangat tajam itu dia beri nama ilmu mata bintang, sementara pendengaran yang sangat peka itu dia beri nama pendengaran naga ajaib.
Ilmu belati dalam kitab belati langit kembar juga telah dikuasainya dengan sempurna.
"untuk sementara waktu aku akan menggunakan ilmu belati ini, untuk mengukur kekuatanku dalam menggunakan belati saat bertarung.
Dua minggu lagi akan diadakan seleksi di sekte es abadi, aku akan segera kembali kesana untuk mewakili balai pengobatan es abadi dalam penyeleksian sekte, aku juga telah berjanji kepada bibi Lian, aku tidak mau mengecewakannya.
Xiohuan melesat menembus lebatnya hutan inti surgawi menuju ke arah kota es abadi. sayup sayup Xiohuan mendengar sebuah pertempuran "Pendengaran naga ajaib," ucapnya.
"Rampas semua harta benda saudagar itu, bunuh semua para pengawalnya, bawa putrinya padaku, aku akan bersenang senang dengannya Ha....ha...ha...," teriak seseorang dari arah pertempuran.
Suara pedang dan pekik kematian sangat jelas terdengar oleh Xiohuan.
"Ternyata seorang saudagar yang sedang dirampok," bisik Xiohuan.
Xiohuan melesat dengan cepat ke arah suara pertempuran.
"Hentikan perbuatan kalian, atau aku akan memusnahkan kalian semua, "ucap Xiohuan.
"Ternyata ada pahlawan kesiangan ingin memberikan nyawanya disini, hai anak muda
apa aku tak salah dengar," ucap kepala perampok yang mempunyai perawakan yang tinggi besar, dengan wajah yang sangat menyeramkan, karna terdapat sayatan sayatan pedang yang membekas pada wajahnya.
Xiohuan melihat saudagar itu telah disandera bersama istri dan putranya, sementara sang putri berada dalam genggaman kepala perampok itu, dengan pakaian hampir tak bisa menutupi tubuhnya.
"Biadab..!!! Lepaskan gadis itu sekarang..!!" Teriak Xiohuan.
"Ha...ha...ha...dia akan menghangatkan ranjang ku malam ini sambil menjilati pipi gadis itu.
"Sang gadis hanya bisa menangis menahan rasa takut yang teramat sangat.
Xiohuan mengeluarkan belati langit kembar dari dalam cincin penyimpanannya, tiba tiba belati itu mengeluarkan cahaya berwarna biru.
"Apa yang kalian tunggu, habisi pemuda itu," perintah kepala perampok.
Sekitar 30 orang anak buahnya mengurung Xiohuan, mereka menyerang Xiohuan dengan menggunakan pedang dan golok. Xiohuan yang sudah siap dengan belati di tangannya menyambut serangan mereka.
Tampak sepasang cahaya biru menusuk dan menebas para perampok, pekik kematian di sana sini yang membuat bulu kuduk merinding. Para perampok yang kini tersisa belasan orang mundur ke belakang.
Kepala perampok dengan cepat menyerang Xiohuan, "Trang ..treng..," bunyi suara golok berbenturan dengan suara belati.
"Sialan gerakan pemuda ini sangat cepat sekali, padahal dia baru diranah tingkatan puncak bumi tak sebanding denganku yang berada diranah tingkatan puncak langit, aku terlalu meremehkannya," ucap kepala perampok dalam hati.
Xiohuan mengunakan ilmu "belati kembar bayangan," tampak 10 belati berterbangan di sekitar tubuh Xiohuan belati belati itu mengikuti setiap gerakan yang dilakukannya.
"Badai gurun pasir," teriak kepala perampok. Batu, debu dan apapun yang ada di depannya tersapu bersih oleh pusaran angin, pohon pohon tumbang, tanah dan area sekitarnya menjadi porak poranda.
"Sangat kuat pusaran ini, aku hampir saja terisap masuk kedalamnya," bisik Xiohuan.
Xiohuan mengarahkan 10 buah belati bayangannya kearah pusaran angin yang ada didepannya namun tak membuahkan hasil.
"Ha...ha...ha...cuma itu sajakah kemampuanmu anak muda? kalau begitu aku akan segera membunuhmu," ucap kepala perampok.
"Badai gurun kembar," teriak kepala perampok.
Pusaran angin yang terus menghancurkan apapun yang ada disekitarnya terbelah menjadi dua bagian.
"Aku harus menjauh dari tempat ini untuk menghindari keluarga bangsawan dari dampak pusaran angin,"batinnya Xiohuan.
Xiohuan melesat meninggalkan tempat itu.
Kepala perampok yang melihat anak muda itu pergi segera menyusulnya.
"Mau lari kemana kau anak muda, kau telah membunuh anak buah ku , aku inginkan nyawamu sebagai gantinya," ucap kepala perampok sambil mengarahkan pedang nya ke arah Xiohuan.
"Badai gurun kembar," teriak kepala perampok.
Kembali 2 pusaran angin terbentuk, pusaran itu menghancurkan apapun yang ada di sekitarnya, Xiohuan berloncatan kesana kemari untuk menghindari serangan pusaran angin yang makin lama semakin cepat.
"Aku akan mencoba ilmu pamungkas belati langit kembar," batinnya.
"Penyatuan belati langit kembar," teriak Xiohuan.
Belati kembar yang bercahaya biru digenggaman nya perlahan terbang mengudara, menempel menjadi satu membentuk satu benda yang hampir menyerupai tombak yang bercahaya biru terang.
Xiohuan mengarahkan benda yang menyerupai tombak itu ke arah kepala perampok. Tombak itu melesat cepat, kepala perampok yang melihat itu segera menutup arah serangan benda yang menyerupai tombak itu dengan kedua pusaran angin miliknya.
Benda yang menyerupai tombak itu menembus 2 pusaran angin dan "Arckh..,"pekik suara kepala perampok yang tertembus ujung benda yang menyerupai tombak, Tubuhnya ambruk ketanah dan tak bergerak lagi.
Xiohuan berjalan mengambil cincin penyimpanan kepala perampok dan mengambil benda yang menyerupai tombak miliknya.
Xiohuan mengeluarkan semua isi di dalam cincin penyimpanan kepala perampok.
Ternyata di cincin ini tersimpan peti peti yang berisikan koin emas, perak ,perunggu dan berbagai macam batu permata serta perhiasan yang mahal harganya, aku akan menyimpannya semua untuk bekalku dalam membangun sekteku kelak.
Belati ini sangat luar biasa, bila di gabungkan akan membentuk sebuah tombak yang maha dasyat. "Aku akan memberimu nama tombak pembunuh naga," ucap Xiohuan.
Xiohuan melesat menuju ketempat saudagar ditawan, sisa sisa perampok yang melihat kedatangan Xiohuan lari tunggang langgang mencari tempat yang aman.
"Trimakasih tuan muda telah menyelamatkan kami sekeluarga," ucap saudagar sambil menangkupkan kedua tangan.
"Sudah aman paman, para perampok yang tadi, sudah saya musnahkan semua," ucap Xiohuan.
"Kalau boleh saya tau siapakah nama tuan muda? kalau nama saya sendiri Liu Fung, istri saya namanya Yun cing, putra saya yang itu bernama Liu Wang dan putri saya bernama Lin Ying," ucap saudagar Liu Fung memperkenalkan keluarganya.
"Nama saya Xiohuan paman, saya rencananya mau ke kota es abadi dan tolong paman, jangan memanggil saya tuan muda, ucap Xiohuan merendah.
"Kebetulan sekali Xio er paman bertempat tinggal di kota es abadi, paman ingin kau mampir ke rumah paman untuk sekedar meminum secangkir teh di sana," ucap saudagar Liu Fung.
"Xiohuan merasa tak enak hati untuk menolak keinginan saudagar Liu Fung, "Baik paman, aku akan mampir ke rumah paman" ucap Xiohuan.
Saudagar dan sisa sisa pengawalnya membereskan semua barang barang mereka.
Xiohuan duduk didalam kereta bersama saudagar Liu Fung dan keluarganya.
Saudagar Liu Fung memperhatikan putri semata wayangnya yang memandangi Xiohuan dengan penuh arti. "Putriku lagi terpesona dengan pemuda ini," ucap saudagar Liu Fung dalam hati.
Iring iringan kereta saudagar Liu Fung akhirnya berjalan ke arah kota Es abadi.
mc tolol
authol tolol
pembaca tolol
isi nopel tolol
semua jadi serba tolol