NovelToon NovelToon
CAHAYA YANG HILANG (PTSD)

CAHAYA YANG HILANG (PTSD)

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:131k
Nilai: 4.9
Nama Author: Simple Hayati

Ini kisah kejiwaan seseorang yang diakibatkan oleh trauma masa lalu, bercerita tentang seorang gadis yang tidak bisa melepaskan kenangan masa lalu yang telah merenggut kehormatannya. Dia habiskan bertahun-tahun hanya untuk bertemu dengan pria yang ternyata tidak pernah mengingatnya sama sekali.

Akankah dia menemukan kebahagiaan yang telah hilang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Simple Hayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PTSD -20

Selamat membaca semoga terhibur.

Ditunggu like, vote, dan komennya.

Jangan ragu untuk memberi krisan agar karya amatirku ini bisa lebih baik ke depannya 😍😍😍🙏🙏🙏

🖤🖤🖤🖤

Melinda tertidur di sofa ruang tamu. Dia sedang menunggu suaminya pulang tetapi kantuk tak dapat ditahannya bahkan dia tidak mendengar ketika penjaga membukakan pintu pagar rumahnya, atau ketika mobil Ray terparkir di depan rumah, hingga suara ketukan di pintu membangunkannya.

Tok tok tok …

Itu pasti Mas Ray, pikir Mel. Dia segera bangkit dari baringnya sambil mengerjap-ngerjapkan matanya, merapikan rambut sebentar sambil mengumpulkan kesadarannya lalu berjalan menuju pintu, membuka kunci dan memutar gerendel.

“Mas kok pulangnya malam sekali?” sapanya. Dia mengulurkan tangan menyalami Ray yang baru masuk.

Ray tidak berkomentar. Setelah menerima salam dari Mel dia segera berlalu menuju kamarnya. Melinda menguntitnya dari belakang.

“Mas…” rajuk Mel, “Mas masih marah ya?”

Tidak ada jawaban.

Ray masuk ke dalam kamarnya, melepas pakaian lalu berjalan menuju kamar mandi. Mel hanya mampu berdiri terpaku menatapnya.

Ada apa gerangan dengan Mas Ray, pikirnya. Dia pasti masih marah gara-gara kejadian semalam. Ahh… aku harus bagaimana? Ini pertama kalinya dia marah sampai sebegitunya.

Mel mengambil pakaian tidur untuk suaminya. Dia duduk di tepi tempat tidur menunggu Ray keluar dari kamar mandi.

“Mas,” dengan segera berdiri ketika pintu kamar mandi terbuka, “Ini bajunya.”

Ray menerimanya dengan diam.

“Mas sudah makan? Aku siapin ya.”

“Aku ngantuk, mau tidur,” jawab Ray datar. Dia segera naik ke tempat tidur, membaringkan tubuhnya, lalu memejamkan mata memberi isyarat bahwa dia tidak ingin diganggu oleh istrinya.

Mel kembali hanya mampu berdiri terpaku. Hatinya sedih. Ternyata Ray bisa semarah ini padanya.

Karena tidak ingin mengganggu, akhirnya Mel ikut naik ke tempat tidur. Berbaring di samping suaminya yang tidur membelakanginya. Tiba-tiba saja matanya basah.

“Maafkan aku Mas,” bisiknya perlahan. Memeluk dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung Ray.

Ray pasti mendengarnya, tapi dia tidak peduli. Dia masih marah pada Mel. Tapi selain karena marah, dia juga sedang mengenang kejadian tadi bersama Ayya.

Ternyata selain cantik dia juga asyik diajak ngobrol, pikir Ray. Dia teringat obrolannya dengan Ayya, yang dia kenal sebagai Mira. Tertawa lepas seakan tidak ada beban di dunia ini yang harus dirisaukannya. Sejenak dia melupakan Mel wanita yang dicintainya dan Bintang anak yang dikasihinya.

Hidup ini sungguh aneh, sekejap saja semuanya bisa berubah.

🖤

Derrrtt… derrrttt…

Gawai Ray bergetar.

Aduh… ini masih pagi sekali! Siapa sih yang menelepon jam segini? Gerutu Ray dalam hati. Diliriknya jam dinding. Masih jam 5 pagi. Diabaikannya panggilan masuk itu.

Tapi gawainya kembali bergetar. Akhirnya dengan mata yang masih berat Ray meraih gawainya dan menerima panggilan itu.

“Halo!” sapanya agak ketus.

Melinda yang tidur di sampingnya terbangun oleh suara Ray. Dia menatap suaminya yang sedang menerima telepon.

“Selamat pagi pak, maaf mengganggu pagi-pagi,” suara Dety, sekertarisnya terdengar di seberang sana.

“Ada apa? apa gak bisa nanti siang di kantor?!” suara Ray agak ngegas karena merasa terganggu.

“Maaf pak, apa bapak sudah lihat chat WA saya?. Kemarin sekitar pukul 2 siang Komisaris Hans datang ke kantor ingin bertemu bapak tapi Bapak tidak kembali lagi setelah makan siang. Saya sudah mencoba menghubungi Bapak tapi nomor Bapak tidak aktif,” jelas Dety panjang lebar, membuat kantuk Ray seketika saja sirna. Dia terlonjak bangun dari baringnya, duduk dengan matanya langsung membulat.

Memang seharian kemarin gawainya dia off-kan dan baru dinyalakan beberapa menit yang lalu setelah dia buang air kecil.

Melinda yang melihat ekspresi terkejut suaminya ikut kaget. Segera dia bangkit dari tidurnya, duduk di samping Ray dan memperhatikannya.

“Benarkah?! Ada apa rupanya?” tanya Ray.

“Saya kurang tahu Pak, tapi kata pak Hans beliau akan datang lagi pagi ini sekitar jam 8,” jawab Dety.

“Oke, oke aku siap-siap sekarang!” klik Ray menutup teleponnya.

Segera dia membuka gawainya dan mengaktifkan data selulernya.

Ya ampuuun…. puluhan notifikasi chat di WA-nya langsung muncul, ada dari Dety, dari Melinda, dan dari beberapa orang rekan kerjanya, ada juga chat obrolan di grup yang diikutinya.

Segera Ray membuka chat yang dikirim oleh Dety, ada sekitar sepuluh pesan, dibacanya satu-satu.

[Selamat siang pak, ada Pak Hans berkunjung] – 14.10

[Bapak ada dimana, pak Hans ada di ruang Bapak] – 14.14

[Pak, Bapak dimana? Pak Hans ingin bertemu] – 14.22

[Pak, Bapak akan kembali ke kantor gak?] – 14.30

[Pak Hans memanggil beberapa orang dari bagian keuangan. Sekarang sedang berbincang di ruangan Bapak.] – 14.31

[P] – 14.31

[P] – 14.33

[P] – 14.35

[Pak kok gak aktif sih HP-nya] – 14.42

[Kata pak Hans, besok beliau akan kembali lagi pagi-pagi. Sepertinya beliau agak kesal] – 15.01

Ray bergegas turun dari tempat tidur. Dia akan pergi pagi-pagi ke kantor.

“Ada apa Mas?” tanya Mel.

“Pak Hans mau datang ke kantor pagi ini,” jawab Ray singkat sambil berlalu menuju kamar mandi.

Meskipun jawabannya singkat tapi itu mampu membuat hati Mel senang karena Ray mau menjawab pertanyaannya.

Melihat suaminya yang tergesa-gesa Melinda pun ikut bangun. Dia segera menyiapkan baju kerja untuknya, kemudian pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.

Alasan apa yang bisa aku katakan nanti pada Pak Hans, pikir Ray. Tidak mungkin kan aku bilang pergi ke pantai untuk menenangkan pikiran karena sedang ada masalah rumah tangga. Sungguh tidak profesional.

Otak Ray berputar mencari alasan yang sangat logis untuk disampaikan nanti pada Pak Hans sang komisaris.

Setelah berpakaian rapi Ray segera turun menuju ruang makan.

“Sarapan dulu Mas,” ucap Mel.

“Aku sarapan di kantor. Buru-buru!” jawab Ray. Dia meraih gelas berisi susu yang telah disiapkan untuknya oleh Mel. Setelah menghabiskannya dia berlalu menuju mobilnya.

“Maas…” Melinda mengikutinya dari belakang, “Hati-hati bawa mobilnya.”

Ray mengangguk, “Iya,” jawabnya singkat.

Mel meraih tangan suaminya menciumnya sambil tersenyum, “Hati-hati ya Mas,” ucapnya lembut.

Ray kembali menganggukkan kepalanya.

Bagaimanapun, dia mencintai Mel dengan sepenuh hatinya. Dia tidak bisa berlama-lama marah padanya.

Melinda menarik nafas dalam, matanya mengiringi kepergian suaminya. Hatinya penuh penyesalan. Baru pertama kali ini dia merasakan kemarahan Ray. Dia sadar itu memang karena salahnya.

Mas Ray pasti bete. Kemarin malam aku jahat banget sama suamiku. Membiarkannya tidak menuntaskan hasratnya. Itu pasti gak enak banget. Aku benar-benar istri yang jahat. Maafkan aku Mas, aku gak akan mengulangi lagi. Aku janji.

🖤

Ray duduk di belakang kemudi dengan otak yang masih berputar mencari alasan.

Deerrrt…derrrt…

Gawainya berdering.

Ray meliriknya sekilas. Terpampang nama Mira di sana.

Diabaikannya.  Ini bukan saat yang tepat untuk menerima teleponnya.

Deerrrt…derrrt…

Kembali gawainya berdering.

Ting! Notifikasi WA.

Ray kembali melirik gawainya. Chat WA dari Mira.

Kembali dia mengabaikannya.

Maaf Mira aku lagi ada urusan kerjaan, gumamnya. Nanti siang aku telepon ya, dia bicara sendiri seolah-olah Mira ada bersamanya.

Sementara di sana, Ayya sedang duduk di atas tempat tidur sambil memandangi gawainya. Ada semburat kesal di wajahnya ketika Ray tidak mengangkat teleponnya dan tidak me-read chat WA-nya.

Mas Ray kamu lagi apa? aku kangen, bisiknya.

🖤🖤🖤🖤

Boleh aku bertanya?

Rasa mana yang sebenarnya menguasai hatiku?

Cinta yang syahdu atau dendam membara?

🖤🖤🖤🖤

 

 

 

1
🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳Faᷟtᷢan 🄷a Anaza ࿐
ratu ACC akun ini
it's me oca -off
apa kbar onel
⍣⃝ꉣꉣ𝑞𝑢𝑒𝑒N
cerita yg bagus
UNI NANNI
aku kasih rating dulu kak, nanti baru baca pelan-pelan.
🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳Simple Hayati
great one
🐝⃞⃟𝕾𝕳𝕸𝖗𝕼𝖎𝖚𝖖𝖎𝖚🦐⚔️⃠
semangat thor
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚐𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚜𝚎𝚖𝚙𝚞𝚛𝚗𝚊 𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚎𝚔𝚞𝚛𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚗𝚊
𝚝𝚞 𝚕𝚊𝚑 𝚢𝚐 𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚊𝚢𝚢𝚊

𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚢𝚊
it's me oca -off
uda bca awal ampe akhir sedih bget ceritanya
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kok... Ray bisa lupa sih ma Ayya saat kejadian itu
it's me oca -off
untung masi ada bisnis
it's me oca -off
ayya yg kuat ya
it's me oca -off
uda bca dari awal ampe akhir sedih bget ceritanya😶
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
hadeh, jd begini cerita nya, klu sudah begini solusi nya tetep org terdekat, sesuatu yg terpendam harus di ungkap kan agar ada kelegaan, lepas beban dan mulai hidup baru..tp masih menjadi teka-teki kelanjutan, nony tunggu kelanjutan nya nexs thor
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸: hehehe...Oce bos👌👮
total 2 replies
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
ooohhh...jd inti nya kenangan masa lalu yg menghantui itu lah penyebab nya satu, sebenar nya solusi nya adalah keluarga atau org terdekat, tp ini masih awal..blm nony mengerti kejelasan selanjut nya, nexs Kren thor lanjut
🐝⃞⃟𝕾𝕳Mhd Fauzy🐧²⁴
kopii☕
it's me oca -off
setiap kehidupan puya masalah tersemdiri tergatung kita nya yg menanggapi dan memecahkan solusinya
it's me oca -off
ehm onel
🧸 ⃝Pᵛᵐelia🌈ᴀᷟιиɑ͜͡✦
Like and like😍
it's me oca -off
onel zeyenk🥰
🧸 ⃝Pᵛᵐelia🌈ᴀᷟιиɑ͜͡✦
Semangat 💫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!