Genre: Komedi Fantasy
Sinopsis:
Akibahara Yousuke seorang pemuda pemalas yang tidak sengaja menemukan sebuah aplikasi mencurigakan di ponselnya, ketika dia mencobanya ia menemukan dirinya telah berada di dunia lain dan di saat yang sama ia telah mengaktifkan sebuah sistem yang akan terus memberikannya misi gila yang tidak bisa dia hindari, kegagalan memberikannya hukuman dan tidak mencoba adalah kematian, itulah aturannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20 : Meninggalkan Mariana
Dengan banyak urusan yang harus dia lewati, Yousuke akhirnya bisa merasakan pemandian air panas yang disajikan penginapan milik Anastasia, dia yang hendak membasuh punggungnya dikejutkan dengan kemunculan Emilia yang mendekat ke arahnya, dia masih mengikat tubuhnya dengan handuk jadi seharusnya baik-baik saja.
Meski begitu tetap saja itu terlihat agak erotis karena sumbernya adalah Emilia.
Yousuke berfikir kemungkinan dia salah membaca penanda di depan pintu.
"Emilia mungkin kau salah masuk, cobalah pergi ke pemandian yang sebelah."
Emilia menggelengkan kepalanya dan menegaskan.
"Aku sama sekali tidak salah, aku datang kemari untuk membasuh punggungmu Yousuke."
"Mungkinkah kau sengaja melakukannya agar membuatku senang kemudian menghabisiku."
"Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu, pokoknya diam dan biarkan aku membasuh punggungmu."
Yousuke tampak ragu walau begitu dia tidak bisa menolaknya lagi, wajah Emilia terlihat memerah namun ia malah melakukannya, bagi Yousuke gadis itu sulit dimengerti.
"Ini hadiah untukmu yang sudah bekerja keras selama ini, jadi jangan bilang ke lainnya nanti."
"Baiklah."
Yousuke memilih menurut saja saat tubuhnya benar-benar dibersihkan oleh Emilia, semenjak dia mengenal Emilia, dia bukan seorang gadis nakal jadi Yousuke tidak perlu khawatir bahwa dirinya akan dijebak atau sebagainya.
"Kita sudah mendapatkan rekan baru dan membantu kota ini juga, apa yang akan kita lakukan lagi?"
"Soal itu?"
Yousuke juga sejujurnya tidak tahu apa yang akan dia lakukan, dia hanya mengerjakan misi sederhana yang diberikan sistem setiap harinya namun dia memiliki gambaran satu hal tentang keadaan yang terjadi di dunia ini.
"Sepertinya aku harus membantu Layla mengembangkan kota miliknya sampai berubah menjadi kerajaan, dengan begitu akan ada satu kerajaan yang benar-benar memperdulikan rakyatnya dan dengan itu ke depannya akan mulai bermunculan kerajaan yang sama hingga dunia ini terselamatkan."
"Itu artinya kamu akan menentang pahlawan secara langsung, selain kerajaan yang disetujui mereka tidak boleh ada kerajaan yang lain."
"Karena itulah satu-satunya cara untuk mengembalikan dunia ini ke arah seharusnya, awalnya semua ras bertarung bersama untuk mengalahkan raja iblis dan sekarang setelah raja iblis dikalahkan orang yang terkuat malah mengambil kekuasaan di tangan mereka, hal itu tidak bisa dibiarkan lebih lama lagi atau hal seperti yang terjadi pada kota ini akan terjadi pada yang lainnya bahkan lebih buruk dari itu akan banyak orang yang akan mati."
Emilia kehilangan kata-katanya.
"Yousuke kamu jadi lebih pintar dari yang aku ingat."
"Selama ini aku hanya pura-pura bodoh namun sebenarnya aku ini jenius."
Emilia menghembuskan nafas panjang dengan tingkah Yousuke yang kekanak-kanakan.
"Aku sudah selesai di sini, pastikan tidak terlalu lama berendam."
"Kamu tidak menemaniku berendam?"
"Bisa-bisa aku hamil nanti, sampai nanti."
Jelas sekali Yousuke sama sekali tidak dipercaya di sini, dia hanya merendamkan dirinya di pinggiran kolam selagi menatap bulan yang bersinar di atas kepalanya.
Dia perlu melatih banyak hal mulai sekarang untuk tetap hidup, pastinya karena ancaman yang sesungguhnya akan mulai berdatangan padanya mulai sekarang.
Menyelamatkan dunia bukan sebuah hal yang mudah dilakukan akan tetapi hal itu juga bukan berarti mustahil.
Beberapa hari berikutnya kelompok Yousuke izin berpamitan pada Anastasia dan juga para pegawainya.
"Jika kalian kebetulan kemari, jangan sungkan untuk mampir.. aku pasti akan memberikan kalian diskon seperti sebelumnya."
"Kalau begitu aku sangat menantikannya."
"Anastasia jaga dirimu."
"Aku sudah besar jadi jangan terlalu khawatir, aku juga bisa menggunakan nama pemilik kota untuk mengintimidasi siapapun yang berani menyinggungku hehe."
Yousuke bisa melihat senyum mengerikan dari wajah Anastasia, dia akan jadi loli dengan perlindungan tingkat dewa yang tidak mungkin bisa diculik siapapun.
Yousuke merasa lega sebelum akhirnya melihat Anastasia kembali yang melambaikan tangan demi mengantar kepergian mereka semua.
"Aku penasaran makanan seperti apa yang disajikan di kota tanpa nama?"
"Kudengar ada makanan spesial yang dibuat dari serangga."
"Bukannya itu tampak menarik July."
"Tidak, tidak sama sekali, aku tidak bisa membayangkan."
"Kita harus mencobanya bersama nanti."
"Tidak mau."
Emilia tersenyum ragu, Yousuke menatap ponselnya dan melihat tulisan yang ada di sana.
"Bukannya kini kau yang tampak bersinar sekarang Yousuke."
"Apa maksudmu?"
Yousuke awalnya tidak mengerti apa yang dituliskan sistemnya namun setelah dia berbalik dia baru menyadari bahwa seluruh kota telah mengantarnya pergi dengan lambaian tangan.
"Datang lagi, jaga diri kalian!"
"Aku akan menjamu kalian dengan banyak makanan! Jika kita bertemu lagi."
"Mereka terlalu berlebihan, padahal aku hanya sedikit membantu," gumam Yousuke dalam hati namun tidak bisa menyembunyikan senyuman di wajahnya hingga yang lainnya juga tersenyum padanya.