NovelToon NovelToon
Aku Menolak Menjadi Pemeran Figuran

Aku Menolak Menjadi Pemeran Figuran

Status: tamat
Genre:Time Travel / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Tamat
Popularitas:264.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: @hartati_tati

Naya wanita cantik yang berumur 27 tahun mendapati dirinya terbangun didunia novel sebagai pemeran tambah yang berakhir tragis. Naya merasuk kedalam tubuh Reka remaja cantik yang berusia 18 tahun. Reka memiliki keluarga yang sangat amat menyayanginya, mereka rela melakukan apapun demi kebahagiaan Reka. Meskipun memiki keluarga yang sangat amat mencintainya sayangnya kisah percintaan Reka tidak berjalan dengan baik. Tunangannya Gazef lebih memilih pemeran utama wanita dan meninggalkan Reka. Reka yang merupakan pemeran tambahan akhirnya menjadi batu pijak untuk kebehagian Gazef dan Rosa, Reka harus mati demi kebahagiaan pemeran utama dalam novel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @hartati_tati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Dengan langkah yang berat, Reka memasuki kamarnya dengan wajah yang merah padam dan tatapan yang penuh kemarahan. Dia melemparkan tasnya dengan kasar ke sudut kamar, membuat bunyi keras saat tas tersebut menghantam dinding.

“Bodoh! Sialan!” teriak Reka, suaranya terdengar penuh dengan amarah dan frustrasi. Dia merasa seakan-akan semua beban yang dia rasakan dalam beberapa hari terakhir ini meledak pada saat ini.

Reka memandang ke langit-langit kamarnya, matanya memancarkan ketidakpuasan yang mendalam. Dia merasa seperti menjadi boneka yang dikendalikan oleh tangan tak kasat mata, dan itu membuatnya frustasi.

"Kenapa aku harus terjebak dalam cerita yang tidak aku buat sendiri?!" lanjutnya dengan nada yang semakin tinggi. "Aku capek! Aku capek menjadi tokoh figuran dalam cerita orang lain!"

Dengan tatapan penuh kemarahan, Reka berdiri di tengah kamarnya sambil mengumpat kasar kepada X.

"Kau pikir kau bisa bermain-main denganku seperti ini? Kau pikir aku akan diam saja saat kau mengendalikan hidupku?" desis Reka dengan nada penuh amarah.

Sambil terus mengumpat, Reka berpikir keras bagaimana caranya agar dia bisa mengubah alur cerita dan menghindari nasib buruk yang menunggunya. Dia merenungkan setiap kemungkinan, mencoba memutar otak untuk menemukan jalan keluar dari situasi yang rumit ini.

"Harus ada cara lain, aku tidak bisa terjebak dalam lingkaran setan ini selamanya," pikirnya sambil terus berusaha memecahkan teka-teki yang mengganggu pikirannya.

Dengan napas yang terengah-engah, Reka duduk di atas tempat tidurnya, mencoba menenangkan dirinya dari gelombang emosi yang memenuhi hatinya. Dia merasa seperti terjebak dalam labirin tanpa jalan keluar, dipaksa untuk mengikuti alur cerita yang ditetapkan oleh X.

“Ada harus ada cara... Cara untuk keluar dari cerita ini,” gumam Reka, suaranya hampir tersendat oleh ketegangan yang membebani pikirannya.

Dia memejamkan matanya sejenak, mencoba merenungkan setiap detail cerita dan mencari celah kebebasan di antara plot yang telah ditentukan. Dia tahu bahwa harus ada cara untuk mengubah nasibnya, untuk menemukan jalan menuju kehidupan yang sesungguhnya, di luar kendali X.

Dengan langkah mantap, Reka bangkit dari duduknya dan berjalan menuju meja belajarnya dengan buku catatan di tangan. Dia membuka bukunya dengan hati-hati, membiarkan jari-jarinya menyentuh halaman-halaman yang penuh dengan potensi perubahan.

“Poin penting pertama, pertunangan,” gumam Reka sambil menulis dengan cepat. “Jika pertunangan tidak diputuskan, cerita akan terus berputar dalam lingkaran yang sama.”

“Tapi, jika aku memutuskan pertunangan, maka cerita akan kembali ke titik awal...”

“Poin kedua, kejadian di luar cerita,” lanjut Reka, matanya menyapu setiap kata yang tercetak di halaman buku catatannya. “Jika ada sesuatu yang

buruk terjadi kepada tokoh utama di luar cerita, seperti kematian, cerita akan kembali ke titik awal.”

Dengan mata yang terfokus pada catatan di hadapannya, Reka menggertakkan pena di atas meja dengan frustrasi yang terasa begitu nyata.

"Arghh... bagaimana cara mengubah alurnya," desis Reka dengan frustrasi yang menggelegak di dalam suaranya. Dia merasa seperti terjebak dalam labirin yang tidak ada ujungnya, tanpa petunjuk yang pasti untuk menemukan jalan keluar.

Reka menghela napas lelah, rambutnya yang terurai berserakan di sekeliling wajahnya yang penuh dengan ekspresi kekecewaan. Kepalanya mendongak, memandang langit-langit kamarnya yang terasa semakin menyempit dengan beban pikiran yang terus menghantui.

"Kenapa ceritaku berbeda," gumam Reka dengan suara yang penuh pertanyaan. "Dimana-mana, ketika orang masuk ke dalam cerita novel dan tahu bahwa peran mereka sebagai Figuran akan berakhir tragis, mereka bisa mengubah alur cerita dan menemukan kebahagiaan bersama pria tampan. Mengapa aku berbeda? Mengapa aku terus kembali ke awal cerita, hanya menjadi tunangan yang terobsesi dengan pemeran utama?"

Rasa frustasi dan kekecewaan terdengar jelas dalam suara Reka.

Dengan langkah yang berat, Reka bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kamar mandi. Dia membiarkan air mengisi bak mandi dan merenung sejenak sebelum memutuskan untuk merendam dirinya di dalamnya, berharap bisa meredakan rasa frustrasinya yang terus menghantui.

Reka membiarkan air hangat memeluk tubuhnya, membiarkan pikirannya merenung di dalam kedamaian yang dibawa oleh aliran air.

Setelah setengah jam berendam, Reka akhirnya selesai dan keluar dari kamar mandi. Dia berdiri di depan meja riasnya, mengeringkan rambutnya dengan hair dryer, ketika tiba-tiba pintu kamarnya dibuka dengan keras.

"Yahooo, adik bantetku yang tersayang! Bagaimana kabarmu hari ini? Kakakmu yang sangat tampan ini merindukanmu," kata Arsan sambil masuk ke dalam kamar dengan antusias.

Reka, yang masih merasa kesal, melemparkan hair dryer yang digunakannya ke arah Arsan yang berdiri di depan pintu. Untungnya, Arsan sempat menghindar.

"Bantetku tersayang, kenapa?" tanya Arsan, sedikit terkejut.

Reka menatap Arsan dengan tatapan datar saat dia masuk ke dalam kamarnya.

"Tidak apa-apa," kata Reka, mencoba menenangkan dirinya sendiri. "Kak, bagaimana cara mengubah alur cerita?" tanyanya tiba-tiba.

"Hah? Mengubah alur cerita? Maksudnya?" Arsan memandang Reka dengan heran.

"Lupakan saja, anggap saja Kakak tidak mendengar apapun," kata Reka cepat.

"Apa kamu lagi masalah dengan Gazef lagi, sayang?" tanya Arsan dengan nada prihatin.

Reka menggelengkan kepala. "Ya begitulah. Kakak bisa keluar nggak? Aku mau sendiri," pintanya.

Arsan terdiam sejenak sebelum mengangguk dan keluar dari kamar Reka. Dia menutup pintu dengan lembut, namun setelah itu, senyumnya menghilang. Wajahnya terlihat serius dengan tatapan mata yang tajam.

Arsan turun ke lantai bawah dan masuk ke ruang kerja Gred. Gred menatap tajam Arsan saat ia langsung duduk di sofa.

"Enaknya Gazef diberi pelajaran apa ya, kak?" tanya Arsan.

Gred terdiam, melepaskan kacamata yang dipakainya. "Apa lagi yang dia lakukan?" tanyanya.

"Aku tidak tahu. Reka tidak mengatakan apa-apa. Saat aku masuk ke dalam kamarnya, Reka terlihat sangat kesal. Reka bahkan melemparkan hair dryer yang sedang dia gunakan ke arahku," jelas Arsan.

"Bagaimana jika dilenyapkan saja?" usul Gred dengan serius.

"Itu tidak akan menyelesaikan masalah. Reka hanya akan semakin frustasi," kata Arsan mendengus kesal.

"Tapi kita harus menemukan cara agar Gazef tidak lagi menjadi masalah bagi Reka," sahut Gred.

"Mungkin kita bisa mencoba cara lain," saran Arsan.

"Ya sudah batalkan saja pertunanganya, reka bisa mendapatkan yang lebih baik dari pria sampah itu," Kata Gred dengan nada dingin.

Arsan mengangguk setuju. "Benar juga. Gazef memang tidak pantas bagi Reka."

"Tapi bagaimana caranya untuk membatalkan pertunangan itu tanpa menimbulkan konflik lebih lanjut?" tanya Arsan.

"Mungkin kita bisa mendiskusikan ide ini dengan Arsad," saran Arsan. "Dia mungkin punya gagasan yang bagus tentang bagaimana cara terbaik untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya.

⚠️Tolong berikan Like dan Komentar sebagi bentuk dukungan ya!! Agar author semangat untuk menulis, tidak susah kok tinggal tekan 👍🏻 dan 💬 nextss saja sudah cukup. TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA DAN MENINGGALKAN KOMENTAR DAN LIKE⚠️

⚠️Untuk yang bingung dengan ceritanya, semoga bab ini bisa memperjelas alur ceritanya ya, jika masih bingung baca judul novelnya ya, 'Aku Menolak Menjadi Pemeran Figuran', jika masih tetap bingung silahkan tinggalkan komentar saran agar author bisa memperbaiki tulisan agar para pembaca bisa mengerti alur cerita yang author buat. Alurnya mirip drakor Extraordinary You⚠️

1
Musa Johnathan
ceritanya bgus
Verawati Khaira
oh rupanya kalau Reka melakukan hal yang lari dari alurnya maka si penulisnya akan menarik ulang lagi ka masa sebelumnya gitu
Verawati Khaira
aku jadi bingung dengan alurnya. di bab sebelumnya Rosa sudah diberi pelajaran dengan merusak wajahnya jadi ini kok ?
Syawaliyatul Fitri: kn ceritanya balik lgi ke awal
total 1 replies
echa purin
/Good/
Jade Meamoure
bingung aq ma ceritamu Thor d bab sebelumnya Gasef dah patah tulang trus Rosa dah hancur muka, apa Reka hanya berhalusinasi ya entahlah
Desi deshiny
kenapa berhanti thor...padahal aku suka karya mu ..karya mu unik gk umum..🤭
Desi deshiny
kakak" nya Reka kan punya kuasa .ketika mereka tau kalo adik nya dlm bahaya .kenaoa gk lsg bunuh Rossa atau membayar balik dgn harga tinggi kepada mafia yg akan mencelakai Reka....terlalu santai
Desi deshiny
kan reka udah minta di batalin pertunangan nya...jadi gk perlu di siksa lg..gk tega juga liat rosa muka nya hancur krn air keras..sementara ayah nya orang miskin..dan gazef kenapa mesti di pukulin..kasian kalo sampe cacat.....padahal memaafkam akan lebih tenang ke hati...ya mau gimana lg cerita ini udah di tulis...terserah kak author aja deh..🫶
Quen: bedah lah ka,kalau ga diginiin si reka yang bakalan mati sesuai alurnya,dan apa yang mereka dapetin sekarang pantes ko ,selama ini si reka asli yang di sakitin eh sekali di bales malah di sebut Kasian lupa kah si reka yang korban dan bakalan di bunuh sama tuh pasangan selingkuh,ya jadi gapapa kalau buat mereka luka dikit untung ga langsung di bunuh tuh dua pasangan menjijikan
total 1 replies
Sripuan
Luar biasa
Marvina
Mirip alur cerita drakor Extraordinary you, pemeran pembantu berusaha mengubah alur cerita komik
Figuran
byee, gw GK suka konflik /Smile/
Figuran
gw mulai ifil?
Risma Tantina
Terlalu membingungkan
Uun Kurniasih
terlalu sadis Thor...
Aisarah Silma
Luar biasa
my+ng
/Good//Good//Good/
anyelin stephania
kok gak lanjut. padahal lagi seru seru nya /Sob//Sob/
kr_ka
heh reka, lo gimana sihhhhhhh, kok tiba" jd lemah gini, greget gua sama lo rekaaaa/Angry/
Yura-Chan!
pede gilak😤
Yura-Chan!
bener kok.. kamu sangat benar...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!