NovelToon NovelToon
The Young Master'S Favorite Little Girl

The Young Master'S Favorite Little Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:187.3k
Nilai: 5
Nama Author: selenophile

Selama bertahun-tahun kehidupan gadis kecil berusia 16 tahun itu sangat buruk. Selain dikurung di sebuah loteng sempit, dia juga dijadikan bank darah oleh keluarganya. Tidak sampai di sana, Alleta juga dijebak oleh keluarganya untuk melayani lelaki tua hanya demi keuntungan perusahaan ayahnya.


Hingga pada malam itu, dia berhasil melarikan diri dari tragedi yang akan menghancurkan hidupnya dan bertemu dengan pria dingin yang mengubah kehidupannya yang suram.



Akankah Alleta bisa hidup bahagia setelah mengikuti pria itu dan lepas dari keluarganya?

Dan apa yang terjadi jika Alleta tahu kalau orang yang selalu dia anggap keluarga ternyata bukan.


Bisakah dia menemukan keluarga aslinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selenophile, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Bugh! 

Bugh!

Bogeman mentah menghantam rahang keras Axel. Tanpa melawan Axel menerima setiap pukulan yang dilayangkan oleh kakak tertuanya. 

"Kakak berhenti! Kalau kau terus seperti ini dia bisa mati." Elena memisahkan kakaknya agar tidak terus memukul adiknya. 

"His…." Axel menyeka sudut bibirnya yang berdarah. Pukulan yang dilayangkan kakaknya tidak main-main. Walaupun wajahnya babak belur tapi itu tidak membuatnya jelek malah menambah ketampanannya. 

"Bajingan ini! Apa yang kau pikirkan! Karena cemburumu kau mengatakan hal-hal yang menyakitinya. Dia masih anak-anak dan kau jatuh cinta padanya? Kau ingin dicap sebagai pedofil, hah?! Ingat kau masih memiliki tunangan dan sebelum pernikahanmu berlangsung hilangkan perasaanmu padanya, mengerti!"tegas Luke.

Mendengar perkataan kakaknya Axel tersenyum remeh. Apa menurutnya dia akan mematuhinya? Tidak ada yang berhak mengatur kehidupannya, bahkan ayahnya saja tidak berhak. Dan dia terpaksa menyetujui pertunangan itu karena permintaan terakhir ibunya sebelum wafat. 

"Aku tidak peduli mau dicap seperti apa oleh orang lain karena yang aku inginkan adalah gadis kecilku. Kakak tidak berhak mengaturku dan soal pertunangan… persetan dengan itu aku tidak akan menikahinya." Setelah mengatakan hal itu Axel langsung pergi meninggalkan kakaknya yang tak bisa berkata-kata. 

"Bajingan itu!" Luke menunjukan punggung adiknya dengan jari gemetar karena marah. 

"Kakak tenanglah, redakan amarahmu." Elena menepuk punggung kakak tertuanya. 

Sebagai kakak perempuan yang sering menghabiskan waktu dengan adiknya Elena tahu bagaimana sifat Axel. Apa pun yang dia inginkan Axel akan mendapatkan bagaimanapun caranya entah dengan cara kotor atau bersih. Dan Axel memiliki keposesifan tinggi terhadap barang berharganya tidak ada yang boleh memegangnya atau menginginkannya. 

Dia pernah membawa adiknya ke psikolog dan menjalani beberapa pengobatan. Dia kira setelah pengobatan itu adiknya akan berubah, tapi melihatnya sekarang apa yang dia lakukan ternyata sia-sia. 

"Bagaimana bisa tenang! Bajingan itu hanya bisa membuatku naik darah! Entah turun dari siapa sifatnya yang keras kepala itu."

"Kita perlu memberi tahu Ayah, jika Axel melakukan hal nekat seperti membatalkan pertunangan hubungan keluarga kita dengan mereka akan buruk,"saran Elena yang langsung disetujui oleh Luke. 

"Aku tahu."

"Kalau begitu aku akan menemui Alleta." Tanpa menunggu balasan kakaknya Elena langsung berlalu keluar. 

°°°°°

"Bunda jangan nangis aku gak papa kok ini hanya luka kecil,"ucap Alleta lembut sambil menghapus air mata di wajah ibunya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya sedang diobati oleh ibunya. 

"Luka kecil apa lihat sampai merah dan bengkak gini." Laura dengan hati-hati mengoleskan salep yang diresepkan dokter ke tangan Alleta. 

"Bunda, aku mau ikut Bunda ke rumah kakek boleh?"tanya Alleta hati-hati. 

"Boleh dong, tapi bagaimana dengan sekolahmu? Jarak dari rumah kakek kan jauh."

"Besokkan libur, aku udah lama gak ketemu kakek." 

"Oh iya, kalau gitu Bunda suruh pelayan menyiapkan kebutuhanmu." Laura segera memerintahkan pelayan yang kebetulan ada kamar Alleta untuk menyiapkan keperluan Alleta. 

"Aku juga mau ikut,"ujar Nathan tiba-tiba. 

"Oke kita akan berangkat nanti sore."

Tanpa disadari oleh mereka seseorang sedang menguping pembicaraan mereka di balik pintu yang sedikit terbuka. 

Axel mengepalkan tinjunya, kilatan cahaya dingin melintas di matanya. 

"Apa yang kau lakukan di sini?"tanya Elena seraya mengerutkan keningnya saat melihat tingkah mencurigakan adiknya. 

Bukannya menjawab Axel malah nyelonong pergi dengan aura dingin yang kuat. 

Elena mengedikkan bahunya acuh saat melihat kepergian Axel. Dengan raut bahagia Elena menjinjing beberapa hadiah untuk diberikan kepada ponakannya. 

"Baby girl lihat apa yang Bibi bawakan untukmu."

Alleta mengangkat kepalanya, memperhatikan bibinya membawa berbagai paper bag besar dan kecil. 

"Padahal aku udah bilang Bibi gak perlu bawakan hadiah untukku,"ujar Alleta merasa tak berdaya dan tak enak. 

Karena perkataan kakaknya dia sekarang sadar mereka bukan siapa-siapa. Dulu dia terlena oleh perhatian dan kasih sayang yang mereka berikan sampai membuatnya lupa. Dia takut, takut kalau suatu hari nanti dia tidak bisa membalas kebaikan mereka. 

Apa yang dikatakan kakaknya benar dia harus belajar dan belajar untuk membanggakan mereka dan tidak membuat mereka kecewa. Dia tidak bisa menyia-nyiakan kebaikan mereka. 

°°°°

Di sisi lain suasana kantor sangat mencekam. Para karyawan tidak berani bersuara barang sedikit pun karena takut menjadi sasaran amarah bosnya yang tiba-tiba datang dengan aura mematikan. 

"Proposal apa ini?! Apa kau bahkan tidak bisa mengerjakan pekerjaan mudah seperti ini, hah! Bukankah kau lulusan IT terbaik dari Universitas ternama?!"sembur Axel melempar proposal itu ke atas meja. 

"Ma-maaf Tuan, saya akan mengubahnya kembali." Dengan tangan gemetar karyawan pria itu mengambil proposal miliknya lalu berlari kabur dari ruangan bosnya. Jika lebih lama lagi di sana dipastikan dia akan pingsan. 

"Hah…." Lagi-lagi dia tidak bisa mengontrol emosinya. Axel memijat pelipisnya yang pusing, bayangan wajah ketakutan Alleta melintas di benaknya membuat dia sesak. 

Tok…Tok… Tok… 

"Masuk."

"Tuan,"sapa Sean hati-hati. 

"Ada apa?"tanyanya tanpa membuka mata. 

"Besok malam ada acara makan keluarga bersama keluarga Parker dan Tuan besar menyuruh anda untuk hadir kalau tidak…" Sean sedikit ragu-ragu untuk mengatakan pesan dari tuan besar. 

"Apa?"tanya Axel tidak sabar. 

"Kalau tidak… Tuan Besar akan menjauhkan Nona Alleta dari anda dan tidak akan membiarkan anda bertemu dengan Nona Alleta."

Brak! 

Meja kerja yang tadi baik-baik saja sekarang retak akibat pukulan kuat dari bosnya, Sean tidak bisa menahan kedua kakinya yang gemetar. 

"Tu-Tuan."

"Sialan!"

°°°°

"Cepat-cepat makanannya sudah beres semua, kan? Tidak ada yang kurang?"tanya James kepada kepala pelayan. 

"Semuanya sudah beres Tuan, anda tidak perlu khawatir,"jawab kepala pelayan itu sopan. 

"Bagus-bagus ayo kita ke depan." James berjalan keluar dengan cepat diikuti oleh kepala pelayan, dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Alleta. 

Tak lama kemudian sebuah mobil Alphard berhenti di garasi. Dan yang pertama turun adalah gadis kecil yang di tunggu-tunggunya. 

"Oh cucuku…."

"Kakek…." Alleta memeluk kakeknya sebentar lalu melepaskannya. 

"Kakek apa kabar?"

"Kakek baik, oh lihat badanmu jadi lebih kurus pasti karena tidak ada yang mengurusmu,"ujar James.

Alleta tertawa kecil padahal berat badannya masih sama. Tapi dia merasa hangat oleh perhatian dari kakeknya. 

"Ayo cepat masuk, Kakek sudah menyiapkan makanan favoritmu." James menuntun Alleta masuk ke dalam tanpa memperdulikan keempat orang dibelakang. 

"Apa Kakek buta? Kenapa Kakek tidak mengajak kita juga? Apa kita bukan bagian keluarganya?"gerutu Nathan. 

"Hahaha ayo masuk. Karena di mata kakek hanya ada Alleta, kita hanya makhluk astral." Elena merangkul pundak keponakannya, mengikuti kakak dan kakak iparnya. 

1
Jue
Menjadi kekasih itu tidak berhak untuk mengatur pasangan kita ketika dia masih di dalam batas wajar dan tidak melencong ke arah keburukan , Saat hidup berumahtangga pula haruslah bertimbang rasa , Axel terlalu mengongkong hingga menyebabkan pasangan rasa terkekang sepatutnya Axel berdiri kokoh untuk menyokong setiap langkah kaki kekasih bukannya menghalang Alleta juga kepala angin tidak mahu berbincang baik-baik dengan Axel .
Binti Rofikoh
lanjut toooor
Alice_zeailin10
akhirnya nya kak aku ga jadi mati penasaran deh ☺️💔 udah lama banget aku nunggu up nya tpi ko ga nongol, lah akhirnya sekarang nongol juga nih semangat terus untuk author terbaik ku😄💪
Erna Fkpg
ah terima kasih akhirnya up kembali terus semangat y thor dan sehat selalu biar bisa up terus❤❤❤
Ira
ka', up nya jgn lama" dong udh keburu lupa sama jln ceritanya
Ira
kpn, up Lg ka'
perasaan udh 1bln lebih gk up'lg
Sumringah Jelita
keren, semangat terus Thor!!!
T o R a 21
maka'y ular bulu jangan kepedean../Chuckle/
T o R a 21
mau bundir..bundir aja sana ular bulu dasar.../Facepalm/
T o R a 21
Uda dpt nih greget'y mantap Thor ganbathe../Good/
Erna Fkpg
nah lo singa betina ngamuk tu kak alex gara2 dr sekolah badmood gara2 dijahuin sahabat2nya gara2 kak alex
YuniReno
kak ,masih lama gk sih updete ny🤔🤔🤫😒😒
Miftahudin Ajah
semangat thoor
Erna Fkpg
terimakasih udah update kembali semangat y thor semoga bisa setiap hari up-nya
Jue
Yang satu anak kandung yang satu lagi anak selingkuhan .
Narimah Ahmad
makasih thor 👍 tetap sihat dn semangat teruss,😍
Erna Fkpg
wah udah up lagi terimakasih thor udah up kembali setelah lama gk up tetep semangat sehat selalu thor biar bisa up tiap hari💪💪💪
Ni Luh Arminiasih
lanjut up kak
Narimah Ahmad
cari masaalah 😠 tak tau apa yg kau akan kau dpt huh mampus kau 😡😡😡
Anita Anita
dimana Axel,kasian alleta disiksa😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!