"Kak tunggu! Aku mau bilang sesuatu sama kakak. Aku udah lama nunggu waktu itu hanya buat bilang ... kak Adrian ... aku suka sama kakak," kata seorang gadis.
"Tapi aku di sini," kata seseorang yang duduk dipojokan taman.
Gadis itu ternyata salah mengucapkan nama. Ia ingin mengutarakan perasaannya pada cowok tampan yang bernama Adrian. Tapi ia malah bilang cinta pada Adnan, kembarannya Adrian.
Mereka memang sama persis, hingga tidak ada celah untuk membedakannya. Mereka sering salah dikenali oleh para gadis yang selalu berebut untuk mencari perhatian mereka. Sikembar memang sering membuat jebakan pada para gadis.
Bagaimana kisah sikembar selanjutnya? selalu bersama jebakan cinta sikembar ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
+19
"Emm ... Camelia, bisakah aku minta nomor kakak sepupu kamu itu?" tanya Kinan dengan lemah lembut.
"Tidak bisa!" kata Ganisa yang menjawab apa yang Kinan katakan.
"Kamu!"
"Apa!"
"Dasar mak Lampir! Jangan campuri urusanku," kata Kinan sangat marah.
"Camelia ...."
"Kalau kamu mau, kamu minta sendiri aja pada orangnya. Berani gak kamu?" kata Ganisa menantang.
"Kamu nantang aku?"
"Iya, aku tantang kamu untuk minta sendiri nomor ponsel Tuan muda kembar pada orangnya langsung. Apa kamu berani?"
"Oke, kamu pikir aku penakut. Aku akan perlihatkan pada kamu, kalau aku ini adalah gadis paling populer di sekolah, akan selalu mendapatkan apa yang aku mau," kata Kinan.
Kinan kembali ketempat duduknya. Tepat saat itu, bel tanda masuk berbunyi. Semua aktifitas di luar harus terhenti dan semua siswa harus masuk kedalam kelas untuk mengikuti pembelajaran.
Saat itu, Camelia baru ingat kalau tugas pentingnya tidak ada bersama dia. Tugas itu akan di kumpulkan setelah jam istirahat. Tapi ia tidak punya banyak waktu untuk membuat ulang tugas tersebut, walaupun setelah istirahat baru dikumpulkan.
Camelia bingung mencari di dalam maupun di bawah tempat duduk. Tidak ada tugas yang sangat penting itu.
"Kamu cari apa sih, Camelia?" tanya Ganisa yang bingung melihat Camelia kebingungan.
"Aku kehilangan tugas penting yang akan kita kumpulkan hari ini," ucap Camelia dengan nada sangat sedih.
"Mungkin kamu lupa membawanya, Amel."
"Aku yakin kalau aku sudah membawanya tadi pagi."
"Ingat-ingatkan lagi Camelia. Karena jika kamu gak buat tugas itu, kamu akan dapat hukuman berat dari pak Darto yang galak itu. Ayo ingat-ingat lagi. Karena kita gak punya waktu untuk buat ulang. Tidak akan sempat," kata Ganisa.
Camelia berusaha memutar otaknya untuk mengingat semua yang telah ia lewati tadi pagi. Ia berusaha mengingat menit permenit dari rumah hingga ke sekolah.
"Aku ingat sekarang. Ganis aku sudah ingat di mana tugasku sekarang," kata Camelia sambil senyum bahagia.
"Benarkah? Di mana kamu tinggalkan tugasmu itu?"
"Aku yakin, tugasku pasti ada dalam mobil kakak kembar. Aku ingat kalau aku bawa tugas itu dari rumah, tapi saat turun dari mobil kakak kembar. Aku tidak membawanya lagi."
"Kalau begitu, kamu hubungi saja kakak kembar. Minta dia untuk mengantarkan tugas kamu saat jam istirahat nanti," kata Ganisa.
"Iya, kamu benar sekali. Aku akan telfon kak Adrian sekarang juga," kata Camelia sambil mengeluarkan ponselnya.
Untungnya, saat ini kelas Camelia sedang kosong karena tidak ada guru yang masuk. Guru yang bertugas masuk di jam pertama berhalangan sakit. Hal itu membuat Camelia bisa leluasa memainkan ponselnya di dalam kelas.
Camelia mencoba menghubungi Adrian. Tapi tidak ada jawaban dari ponsel Adrian yang Camelia hubungi. Camelia pun beralih menghubungi Adnan. Untungnya, baru pertama kali dihubungi, langsung dapat jawaban dari Adnan.
"Halo Amel," kata suara di seberang sana.
"Kak Adnan, kakak, apa tugas aku ada ketinggalan di mobil kalian, kak?"
"Tugas yang mana sih, Dek?"
"Itu lho kak, tugas Amel yang berbentuk makalah bersampul biru."
"Tunggu sebentar ya, kakak lihat dalam mobil dulu," kata Adnan.
"Ada apa sih?" tanya suara yang tidak asing lagi bagi Camelia. Yang tak lain adalah suara Adrian.
"Amel bilang, ia ketinggalan tugas di mobil kita. Apa kamu ada lihat?" tanya Adnan pada Adrian yang ada di sampingnya.
"Tugas yang berbentuk makalah yang bersampul biru itu ya?" tanya Adrian pula.
"Iya, tepat sekali. Ada kamu lihat?"
"Ada tuh dalam mobil," kata Adrian.
"Halo Amel."
"Iya kak, ada gak?" tanya Amel memastikan. padahal, ia sudah mendengar apa yang Adrian dan Adnan bicarakan barusan.
"Kata kak Adrian, ada di mobil."
"Kak, bisa tolong antarkan ke sekolah aku gak? Soalnya, aku sangat butuh itu tugas untuk dikumpulkan jam istirahat nanti," kata Camelia memelas.
"Bisa-bisa," kata Adrian yang menjawab.
"Makasih ya kak. Maafin aku udah bikin repot kakak."
"Gak papa Amel. Lagian, kakak gak ada jam pelajaran kok sekarang," kata Adrian lagi yang bicara.
"Oh, ya udah. Aku tutup dulu ya kak."
"Iya Amel," ucap Adrian lembut.
oh iya itu dia! terima kasih Kak Author! aku bisa menemukan judul dan cerita yang nanti aku buat!
mksih
Zia lebih cocok sama adrian yang lebih supel karna keliatannya zia pendiam, sedangkan adnan cocok sama cewek kaya ganisa karna punya hobi yang sama 😊