Diana Aginanda yang kehilangan ingatan saat usia 4 tahun dan diasuh di tengah kemiskinan oleh orang yang telah menculiknya.
Di saat usianya akan menginjak 17 tahun, Diana mengalami banyak permasalahan yang menimpa hidupnya sampai dia bertemu dengan kakak, sahabat, dan cinta sejatinya.
Hari-hari biasa di tengah kemiskinan yang dilalui diana akan berubah saat dia telah menemukan kembali ingatannya yang hilang menjadi hari hari penuh tantangan dan mengancam nyawanya, namun Diana tidak sendiri.
Diana akan mengungkap dalang di balik semua permasalahan dan percobaan pembunuhan yang menimpanya dan seorang teman pertamanya selama ini, namun siapa sangka bahwa tersangka itu adalah orang terdekatnya!?
Cover by : Pinterest.
Note: semoga cerita ini menghibur walau banyak ngasalnya, semoga mata kalian tetap sehat melihat tebaran typo yang amazing, dan semoga kalian tetap bertahan dengan segala ketidakberdayaan author menampung keluhan dan emosi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiki Kp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ketahuan dan kebenaran
Ramainya suasana asrama pada minggu pagi ini, karna setiap penghuni akan pergi kencan dan berkunjung ketempat keluarganya,hal seperti itu sudah biasa dilakukan setiap minggu oleh murid asrama.
"din!gue keluar dulu ya!"pamit nadia sambil memakai ransel kecil nya
"sukses kencannya ya"balas diana
Setelah nadia pergi diana bersiap siap untuk segera ke koridor belakang halaman sekolah untuk menjawab pertanyaan dari surat yang dikirim grisan
"hai grisan"sapa diana
Grisan terkejut melihat diana datang dengan kaos merah dan celana jeans panjang berwarna putih yang dikenakan diana dengan rambut sanggul nya yang rapi "eh...ha...hai na"balas grisan gelagapan
"udah lama?"
"be...belom kok,gue baru sampai juga"
"hmmmm"
"mau keluar dulu?"
"kemana?"
"hmm ke cafe?"
"gak deh,disini aja"
"ja...jadi gimana?"
"gue gak bisa berikan cinta gue untuk lo san,gue gak bisa jadi pacar lo"grisan tersenyum sedih mendengar jawaban diana"bukan karna gue benci sama lo,tapi hati gur udah diambil sama orang lain,dan gue cuman nganggap lo teman,gak lebih san"
"siapa laki laki itu?"
"suatu saat juga lo akan tau"
"fairel?"
seketika wajah diana memerah mendengar nama itu
"jadi benar fairel ya,gak pa pa kok na,gue juga ngerti dan gue juga gak bisa paksain perasaan lo ke gue, makasih ya udah bersedia datang kesini dan menjelaskannya pada gue"
"gue harap lo gak benci dan kecewa sama gue san,dan gue harap lo bisa berubah,bisa bertindak sesuai keinginan lo sendiri tanpa dikekang,gak ngelampiasin ke muakan lo pada orang terdekat lo,tetap jadi grisan yang teladan yang benar benar itu adalah keinginan lo,atau jadi grisan yang nakal dan gak jelas sesuai emosi yang lo rasakan,lo gak usah berusaha jadi yang terbaik karna merasa terancam sama papa lo,gue yakin pak azra ngelakuin itu demi lo,nyuruh lo bersikap baik dan menghukum lo jika bersalah itu demi kebaikan dan masa depan lo"
"gue tau kok na,gue hanya gak suka diperintah,gue ingin lakuin hal hal itu berdasarkan keinginan gue sendiri tanpa paksaan dari orang lain,sekali lagi makasih atas perkataan lo yang bisa menyadarkan gue"
"gue yang seharusnya berterima kasih sama lo san, makasih atas segalanya,makasih atas rasa suka lo ke gue,dan maaf"
"kok minta maaf na?"
"hahahah gak apa apa kok,gue hanya mau minta maaf aja,dan maaf juga ya karna gak bisa nerima cinta lo"
"gak apa apa kok na,gue harap lo cepat jadian ya sama fairel"
"mak...maks....maksud lo apa sih"ujar diana gelagapan
"hahahah iya iya,ya udah gue balik dulu ya,makasih atas waktunya"
diana mengangguk sambil tersenyum,setelah melihat grisan menjauh diana segera naik ke lantai atas untuk bertemu dengan kepala sekolah dan kakaknya yang telah menunggunya dari tadi
"kerja bagus dek"puji kakak diana yang sudah duduk di depan kepala sekolah
"terima kasih diana"ujar pak azra
Diana tersenyum malu dan segera duduk disamping kakaknya
"perjanjian bapak dan diana untuk bisa membuat grisan sadar dari kebenciannya karna tindakan bapak yang suka mengaturnya walaupun demi kebaikan grisan sendiri sudah selesai kan?"tanya lio pada pak azra
pak azra senyum mendengar pertanyaan lio"iya lio,dan terimakasih diana kamu tidak hanya menyadarkan grisan saja tapi saya liat kamu juga mampu membuat grisan menjadi lebih baik,dan terlebih kamu bisa menaklukkan hati anak saya yang keras itu hanya dalam 2 kali pertemuan saja"puji kepala sekolah
"gak kok pak, grisan itu hanya butuh kebebasan dan pengakuan dari bapak,bapak terlalu menuntut dia dari kecil walau dengan cara yang tidak langsung, bapak selalu membanding bandingkan grisan dan anak teman bapak,bapak terlalu suka memuji orang lain sampai bapak lupa dengan anak bapak sendiri,sehingga membuat kepribadian grisan menjadi seperti itu,menjadi seperti yang bapak ingin diluar,namun dihatinya amat tersimpan rasa benci pada orang orang yang bapak puji dan benci pada bapak yang tak pernah serius memperhatikannya"
Kepala sekolah menunduk mendengar penjelasan diana "saya sadar akan perbuatan saya,saya pikir dengan cara seperti itu grisan akan lebih termotivasi untuk menjadi yang lebih baik lagi"
"cara bapak tidak sepenuhnya salah,namun tetap banyak kekurangannya karna bapak tidak pernah melihat dan memuji usaha grisan"ujar lio angkat bicara
"saya tidak memuji hasil usahanya itu agar dia berjuang untuk melakukan yang lebih baik lagi"
Tiba tiba pintu ruangan kepala sekolah terbuka dan grisan berdiri disamping pintu itu dengan tatapan kosong
"jadi itu maksud maaf lo tadi na?"
Mereka terkejut melihat kehadiran grisan dengan tatapan kosong ke arah mereka
"eh grisan,kenapa lo ada disini?"tanya diana gelagapan
"gue tadi mau ngasih tiket nonton yang udah gue beli tadi karna berharap lo bakal nerima perasaan gue,namun lo menolaknya saat dijalan gue ingat gue gak bisa pergi sendiri aja dibioskop jadi gue mau beri tiket ini agar lo bisa pergi sama orang yang lo suka itu,namun saat kembali gue melihat lo naik ke lantai atas keruang kepala sekolah, tanpa sadar gue ngikutin lo dari belakang,namun siapa sangka kalian membuat perjanjian dan ngerencanain hal itu tanpa sepengetahuin gue"
"maaf nak,papa kira dengan ini kamu bisa berubah,jujur awalnya papa senang kamu terus berjuang dan bersikap baik pada semua orang, namun saat melihat tindakanmu di ruang komite dulu papa terkejut dan menanyakan hal itu pada lio,papa gak sadar bahwa apa yang papa lakuin selama ini justru membuat kamu menjadi membenci semua orang termasuk papa,papa gak tau saat itu harus berbuat apa agar kamu bisa menjadi dirimu sendiri lagi,sampai akhirnya papa ketemu sama diana dan membuat perjanjian pada diana agar bisa menolong kamu berubah,awalnya papa gak yakin, sampai saat papa melihat pertemuan awal kamu dengan diana di koridor belakang itu,kamu menunjukkan sikap aslimu ke diana yang baru kamu temui,jadi saat papa memutuskan untuk membuat perjanjian agar diana bisa merubah kamu,sebab melihat dari hidup diana yang banyak kesusahan kamu bisa mengerti dan jadi lebih baik lagi"jelas pak azra
"papa bisa kan bilang langsung ke gue,papa bisa kan melihat hasil perjuangan gue dan gak harus membandingkan dan memuji orang orang itu dihadapan gue!"seru grisan pada pak azra
"udah san!!lo gak harus marah ke bokap lo! orang tua itu punya caranya sendiri dalam mendik anak anaknya!!dan dengan itu lo juga harus bisa mikir sebelum bertindak!!"bentak lio
seketika grisan terdiam dengan ucapan lio dan melirik ke arah diana
"jadi apa yang lo bilang saat itu hanya sandiwara na?"
"gak!tanpa sadar kata kata itu keluar dari mulut gue san,awalnya gue gak tau harus ngelakuin apa demi bisa ngerubah sikap lo,lalu melihat tindakan lo saat itu membuat gue marah sampai gue berani mengatakan itu pada lo,dan melihat perlakuan dan sikap lo setelah itu,gue sadar lo sedikit berbeda lo menjadi diri lo sendiri lo ngelakuin hal hal yang lo suka atas keinginan lo sendiri, bukan karna terkekang lagi,maaf san gue telah manfaatin lo"
"ini"ujar grisan menyodorkan tiket nonton tadi
"eh?"diana heran
"ambil aja,sebagai permintaan maaf dan terimakasih dari gue"beri grisan malu malu
"lo...lo gak marah?"tanya diana heran
"ambil aja sebelum gue berubah pikiran!"seru grisan
"eh...i...iya makasih"
Grisan berjalan ke arah papanya dan mengambil semua uang tunai dan salah satu kartu kredit kepala sekolah dengan limit terbanyak "ini gue pakai dulu pa,sebagai pengganti ucapan maaf papa"ujar grisan sambil meneruskan langkahnya keluar ruangan
"oh iya tadi gue ngeliat ada moncong senapan di gedung hotel Elisabeth saat menzoom foto ganteng gue barusan di belakang tangga,mungkin cuma riasan aja dihotel atau gimana,ya udah bye"pamit grisan
Lio,diana dan kepala sekolah mematung mendengar ucapan grisan tadi
"Grisan!!"seru kepala sekolah
Grisan terkejut sebelum selesai membuka pintu
"a...apa sih pa?"
"coba liat foto yang kamu bilang tadi!"
"untuk apa?papa kan udah tiap hari melihat kegantengan anak papa sendiri"canda grisan
kepala sekolah melotot ke arah grisan sehingga membuat grisan langsung menyerahkan fotonya tadi, dengan seksama mereka melihat foto itu,setelah menyadari tujuan senapan itu lio segera berlari ke asrama putih diikuti oleh kepala sekolah dan diana,grisan yang keheran melihat aksi mereka segera menghambil hp nya yang ada diatas meja dan mengikuti mereka
"sya!!!"sorak lio sambil mendobrak pintu yang membuat Alisya yang sedang memakai baju itu terkejut
"a...apa sih lio!!!"bentak alisya sambil segera kembali ke kamar mandinya
"eh??"heran lio dengan ekspresi wajah memerahnya
Diana,kepala sekolah,dan grisan tiba didepan kamar asrama alisya dengan napas ngos ngosan
"ada apa kemari dan menghancurkan pintu kamar gue?!"tanya alisya sambil melirik dengan tatapan tajam ke arah lio
"lo habis ngapain sya?"tanya diana cemas
"habis mandi"jawab alisya singkat
"syukurlah kamu gak kenapa kenapa"lepas kepala sekolah
"eh...emang gue kenapa sih?"tanya alisya heran
"lo mau ditembak sya"ujar diana
"eh ditembak?!dimana senapannya?!!!"cemas alisya
Grisan yang tidak tau apa apa hanya diam dan duduk mendengarkan saja diruangan itu
"pak"panggi alisya ke pak azra
"saya juga tidak tau sya,kenapa mereka mengetahui keberadaan kamu yang sudah saya dan keluarga mu sembunyikan selama ini,apakah ada yang tau siapa kamu sebenarnya disekolah ini?"tanya pak azra
Mendengar pertanyaan pak azra,Alisya langsung kaget karna yang tau tentang siapa dirinya sebenarnya hanyalah Diana dan Nadia yang baru ditemuinya
"bukan nadia sya"ujar diana
"kok....??"tanya alisya heran
"lo percaya aja sama gue,orang itu bukan nadia"jelas diana
Alisya memberitahukan tentang diana dan nadia ,dan direktur Andil kepada kepala sekolah,namun kepala sekolah percaya pada nadia karna tidak mungkin dia yang membocorkan dan melakukan semua itu dan mereka pun percaya pada pernyataan andil dulu
saar sadar Lio segera berdiri dan mengambil teropong untuk melihat posisi sniper itu,untung saja sniper itu sudah tidak ada lagi dan mereka termenung selama beberapa menit
"ada apa sih?"tanya grisan angkat suara karna dari tadi bingung dan tidak paham
"bukan urusan anak kecil kayak lo"jawab lio
"apa sih?!"seru grisan
Grisan membacot dari tadi sehingga membuat kepala sekolah mengatakan semua hal yang terjadi pada diana dan alisya kepada grisan
"what???!!!!!!!"kejut grisan
Mereka semua melirik ke arah grisan dengan tatapan marah karna menganggu mereka berpikir dalam tentang dalang semua ini
"alisya!!"sorak nadia dengan napas ngos ngosan
"untunglah"lega nadia
Mereka terkejut melihat kehadiran Nadia yang tiba tiba
"kenapa nad?"tanya diana
"tadi orang orang gue ngeliat ada sniper pembunuh bayaran di gedung atas hotel Elisabeth dengan arah monocng senapannya ke arah kamar asrama lo dan orang orang gue segera bertindak meringkus sniper itu namun sayang dia berhasil kabur"jelas nadia dengan napas masih ngos ngosan
"wah jendral keluarga wildan cepat bertindak juga ya"puji Lio dengan tatapan meledek
"wah sang pangeran langsung terbang ya saat tau putrinya sedang dalam bahaya"balas ledek nadia
"pangeran? putri?"tanya diana heran
"jadi lo ga...."sebelum menyelesaikan penjelasan nya lio segera menutup mulut nadia
"kenapa?"tanya diana heran
Nadia melirik ke arah lio dan tertawa saat melihat ekspresi lio seakan berkata padanya 'awas lu kalo sampai bocorin ini gue bakar hidup hidup lu!!'jadi nadia memutuskan menghentikan penjelasannya
Diana yang masih heran teralihkan saat grisan berkata "dari pada tegang kini mending kita makan yuk!!gue yang traktir!!!"
Semua melotot ke arah grisan namun lio segera berdiri dan mendukung ajakan grisan
"sanggup lo bayar kami ke restoran sushu yang paling mahal?"tanya nadia
"jangan remehkan gue wahai nyonya wildan,hari ini gue kaya raya"pamer grisan sambil memperlihatkan kartu kredit yang dirampas dari kepsek tadi
"ya udah yuk!"ajak grisan
Diana dan Alisya Masih terdiam seakan mereka tidak selera untuk makan,karna sibuk membayangkan apa yang akan terjadi pada mereka selanjutnya nanti
"kalian tenaga aja gue udah suruh orang orang gue mengingai sniper di areas sekitar kalian dengan satelit perusahaan gue kok,dan gur juga udah mempersiapkan beberapa orang orang kuat disekitar kita jadi gak masalah kok"jelas nadia
"kok lo ngelakuinnya sampai sejauh ini?"tanya grisan heran
Nadia hanya menjawab dengan tersenyum pertanyaan grisan
"kalian pergi saja, bapak ke markas dulu untuk menyelidiki dan akan menambah penempatan orang orang disekitar kalian"pamit kepala sekolah sambil keluar dari kamar asrama alisya
"hahhh untung teman sekamar gue pulang ke rumahnya"lega alisya
"ya udah yuk!"ajak nadia
mereka semua keluar dari ruangan dan lio segera melaporkan kerusakan pintu pada penasehat asrama dengan melibatkan nama kepala sekolah agar meraka tidak bertanya penyebab kerusakan pintu dans segera memperbaikinya
Mereka segera masuk ke mobil grisan dan menuju restoran sushi
Hehehehe