Kak.. ih dipeluk kek adeknya!"
"Enggak!"
"Kakak nyebelin!"
"Bodo!"
Apa yang sering kali diharapkan seorang adik perempuan terhadap kakak laki-lakinya?
Rasa ingin dilindungi, disayang bahkan dimanja. Itu sangat wajar bagi seorang adik perempuan terhadap kakak laki-lakinya.
Sama halnya dengan Binar yang selalu ingin dekat dan dimanja oleh Surya. Layaknya seorang adik kakak pada umumnya.
Namun Surya justru terkesan cuek dan enggan berdekatan dengan Binar, sampai-sampai Surya memilih untuk tinggal di apartemen dengan alasan ingin belajar mandiri.
Ingin belajar mandiri atau justru ingin menjauh dari Binar?
Sampai hari dimana Binar mulai dekat dengan seorang laki-laki, Surya yang awalnya cuek justru berubah posesive.
Hingga sampai pada hari dimana Binar mengetahui sebuah rahasia besar, benang kusut pun perlahan mulai terurai.
Bahkan tanpa disadari oleh keduanya, ada sebuah rasa yang seharusnya tidak pernah ada.
Lantas bagaimana, apakah keduanya akan bersama? Atau justru sebaliknya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom alfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
"Mau kemana?" tanya Surya saat melihat Binar berjalan mendahului dan akan masuk ke kamarnya.
"Ke kamar." jawab Binar dengan wajah tidak berdosa.
"Sekarang kamu istrinya siapa?"
"Istri kakak kan?"
"Jadi gak mau tidur sama kakak?"
Blush..
Lagi pipi Binar bersemu merah, bibirnya mengulum senyum malu-malu.
"Emmm itu."
"Itu apa?" goda Surya.
"Tidurnya di kamar aku aja." jawab Binar dengan menunduk malu.
"Kamunya mau tidur dikamar kamu sendiri? terus aku?" Surya menunjuk dirinya, "Tidur dimana dong?"
"Gak tau ah! terserah kakak." Binar yang semakin kesal karena digodq Surya ahirnya memilih untuk buru-buru masuk kedalam kamar.
Surya tersenyum menyaksikan punggung istrinya yang menghilang dibalik pintu. Meraka telah kembali ke rumah dengan status yang berbeda.
Jika sebelumnya mereka adalah seorang adik dan kakak, kini keduanya telah menjadi Suami dan Istri yang sah secara agama. Surya pun berencana untuk segera mendaftarkan pernikahan mereka agar sah secara hukum.
Surya masuk kedalam kamar Binar yang memang tidak dikunci. Hal pertama yang pria itu lihat adalah Binar yang sedang tiduran diatas kasur, pria itu mengulas senyum.
"Assalamualaikum.." ucap Surya.
"Waalaikumsalam.." Binar bangun kemudian duduk di tepian ranjang. Masih dengan baju yang sama, yang digunakan saat prosesi ijab kabul, Binar hanya melepas jilbabnya. Kini terlihat rambut Binar yang panjang dan lurus. Rambut yang dulunya haram untuk dilihat, kini bahkan telah halal untuk Surya.
"Kamu capek?" tanya Surya seraya mendekat dan duduk di samping Binar.
Binar mengangguk, "Sedikit." ucapnya.
"Kalo capek, kamu cuci tangan terus cuci kaki dulu. Habis itu ganti baju dan langsung istirahat."
"Emmm..." Binar memainkan ujung jari telunjuknya.
"Apa?" tanya Surya.
"Kita gak malam pertama?" tanya Binar dengan wajah malu-malu.
"Hahahahaha.. kamu ini." Surya mengacak rambut Binar.
Pria itu berjongkok dihadapan istrinya lalu meraih kedua tangannya.
"Terimakasih ya." ucap Surya.
"Terimakasih untuk apa?"
"Terimakasih untuk semuanya. Mungkin aku terlalu tamak, aku sudah mendapatkan kasih sayang penuh dari keluarga ini, tapi aku juga masih mengharapkan cinta darimu." Surya menggenggam kedua tangan Binar.
"Aku juga mau bilang terimakasih sama kakak." ucapnya dengan tersenyum.
Surya mendongak dan menaikkan sebelah alisnya.
"Terimakasih telah mencintaiku setulus ini."
Surya tersenyum lalu berdiri, pria itu meraih kepala istrinya lalu mencium keningnya cukup lama.
"Ana Uhibbuki Fillah, Embun Binar Arunika."
"Ana uhibbuka fillah Mas." Binar menghambur ke pelukan Surya lalu menangis sesenggukan.
Surya memegang kedua lengan Binar lalu mendorongnya pelan hingga pelukan itu terurai.
"Tidak usah nangis.. iya-iya kita malam pertama, nggak usah nangis juga."
"Ish apaan sih! nyebelin..!" Binar merengut lalu mencubit pinggang Surya cukup keras hingga membuat pria itu mengaduh kesakitan.
"Ampun..ampunn Yank.. sakit ih. KDRT ini namanya." Surya memegangi pinggangnya yang masih dicubit oleh Binar.
"Biarin! bodo amat, rasain itu. Salah siapa rese."
Cup.
Tanpa aba-aba Surya mengecup singkat bibir Binar. Hal itu reflek membuat Binar melepaskan tanganya dari pinggang Surya.
"Aku mau mandi dulu." tanpa perasaan bersalah, Surya melenggang pergi meninggalkan Binar yang masih berdiri terpaku.
Perempuan itu memegangi dadanya, merasakan jantungnya yang berdetak begitu kencang. Begitupun dengan Surya, pria itu berdiri dan bersandar di balik pintu kamar mandi, melakukan hal yang sama, pria itu memegangi dadanya yang bergemuruh hebat.
Subhanallah.. Allah menanamkan rasa cinta yang semakin besar dihati keduanya.
karya nya bgs bgt sukses trs buat KK ny buat hasil karya yg lebih menarik dan semangat buat KK ny, pasti semua nya gemar cerita nya 👍👍