Harapan dalam berumah tangga adalah kebahagiaan,hidup damai dan tenang namun berbeda dengan kisah Nirmala Anindia yang memiliki suami yang sama sekali tak pernah melihat Keberadaannya..
Suatu hari Mala memergoki Jimmi sedang berselingkuh dengan seorang wanita cantik bernama Anita.
Jimmi Mahendara adalah suami Mala,mereke menikah karena di jodohkan dan Mala yang selalu tampil apa adanya membuat Jimmi mencari wanita lain untuk memenuhi hasratnya..
Hingga suatu hari Mala terjatuh hingga membuat Mala hampir kehilangan nyawanya,malang tak dapat di tolak anak yang ada dalam kandungan Mala pun meninggal karena Mala mengalami keguguran..
Bertahun tahun Mala terpuruk dalam dilema hingga suatu hari Mala mulai berfikir untuk membalas dendam terhadap Jimmi dengan bantuan Attala lelaki yang dengan sangat tulus mencintainya akankah Mala kembali lagi pada Jimmi ataukah Mala akan melabuhkan hatinya pada Atta laki laki yang tulus mencintainya..
Simak kisah selengkapnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Capture 20
Mala dan Atta saling tatap kemudian mereka sama sama tersenyum rasa lega pun menghinggapi hati Atta,tak sia sia perjuangannya selama ini karena pada akhirnya Atta lah sebagai pemenangnya..
"La nanti malam kita rayain hari jadi kita ya? Aku ingin mengajak mu kesuatu tempat. Aku ingin memperkenalkan kamu dengan seseorang." ucap Atta sembari tersenyum..
Mala pun menatap kearah kekasihnya itu..
"Siapa Mas?" tanya Mala sedikit penasaran..
Atta pun tak menjawab pertanyaan Mala dia hanya tersenyum..
"Nanti kamu juga akan tahu La,ya sudah ayo kita turun aku masih ada metting hari ini." ucap Atta yang terlihat begitu bersemangat hari ini..
Mala pun mengikuti apa yang di ucapkan oleh Atta.
Sesampinya di lantai bawah mereka berpisah Atta kembali keruangnnya dan juga Mala kembali keruangannya..
Ketika sedang berada di lobby Mala melihat seorang wanita cantik usia mungkin sekitar 45 tahunan sedang berjalan dan tiba-tiba saja dia terjatuh karena terpeleset lantai yang masih licin..
Mala yang melihat itu pun langsung saja menolong wanita itu dan Mala yang terjatuh hingga kakinya tergelincir..
"Ibu gak apa apa?" ucap Mala seketika ketika Mala berhasil menarik tangan wanita paruh baya itu..
Wanita cantik itu pun tersenyum..
"Aku tidak apa apa? tapi sepetinya kaki kamu tergelincir?" ucap Wanita itu..
Mala pun berusaha untuk bangun dan benar saja Mala merasakan sakit yang luar biasa di pergelangan kakinya..
"Saya gak apa apa kok Bu,ini hanya sedikit ngilu saja. Oh iya Ibu ada kerpeluan apa di kantor ini biar saya bantu?" ucap Mala dengan sangat lembut..
Wanita paruh baya itu pun tersenyum..
"Saya hanya ingin mengunjungi anak saya,oh iya kalau boleh tahu nama kamu siapa?" tanya Wanita paruh baya itu..
"Saya Nirmala Bu,biasa dipanggil Mala?" ucap Mala sembari tersenyum..
Wanita itu pun tersenyum dan menepuk pundak Mala..
"Nama yang cantik secantik hati kamu. Oh iya saya Nawang panggil saja Tante Nawang,semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi ya. Apa kamu benar gak apa apa?" tanya Ibu Nawang sedikit cemas..
Mala pun tersenyum..
"Benar Tan,saya gak apa apa kok? Ya sudah kalau gitu Tante hati hati ya saya harus kembali keruangan saya dulu." ucap Mala sembari tersenyum..
"Baiklah kalau begitu sampai bertemu lagi." ucap Ibu Nawang lirih..
Ibu Nawang pun menatap Mala yang sedang berjalan dengan kaki yang sepertinya sulit untuk di gerakan..
"Wanita yang baik,di dunia ini ternyata masih ada yang wanita yang tulus seperti kamu. Semoga saja suatu saat kita bisa bertemu lagi." ucap Ibu Nawang kemudian Ibu Nawang pun pergi menuju ruangan Atta..
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Atta yang sedang sibuk menyiapkan materi untuk metting hari ini pun terkejut ketika pintu ruangannya diketuk..
Tok....tok...tok...
"Iya masuk." ucap Atta tanpa menoleh kearah pintu..
Ibu Nawang pun masuk kemudian tersenyum..
"Aduh aduh yang selalu sibuk kerja,sampai sampai lupa segalanya." ucap Ibu Nawang sembari duduk diatas sofa..
Atta yang mendengar suara yang tak asing di telinganya pun langsung menoleh..
"Bunda? Kapan Bunda sampai kenapa gak kasih tahu Atta kan bisa Atta jemput." ucap Atta sembari mendekati sangat Bunda dan mencium punggung tangannya..
Ibu Nawang pun tersenyum..
"Kamu saja sibuk begitu,Bunda sengaja memberi kamu kejutan sayang. Gimana kabar kamu sehat kan. Putra Bunda makin ganteng aja,tapi sayang jomblo." ucap Ibu Nawang sembari tersenyum..
Atta pun tertawa..
"Bunda ini paling bisa bikin lelucon. Bunda putramu ini sekarang sudah gak jomblo lagi sekarang Atta sudah punya seseorang yang Atta cintai dan Atta sangat yakin dia adalah wanita yang tepat buat Atta." ucap Atta mencoba menjelaskan kepada sangat Bunda tentang Mala..
Ibu Nawang pun tersenyum senang setelah mendengar bahwa Atta sudah menemukan wanita yang di cintainya..
"Siapa wanita itu sayang? Apakah Bunda mengenalnya? Dan apakah dia begitu sepesial sehingga dia bisa meluluhkan hati putra Bunda." ucap Ibu Nawang sembari tersenyum..
Atta pun tersenyum..
"Dia adalah wanita yang pernah disakiti oleh seorang laki laki,status dia masih istri orang namun dia sudah mengajukan gugatan kepengadilan. Dia wanita sederhana dan dia juga wanita paling baik yang pernah aku kenal." ucap Atta mencoba menjelaskan semuanya kepada sang Bunda.
Ibu Nawang kaget mendengar bahwa kekasih putranya adalah istri orang..
"Sayang apa kamu gak salah pilih wanita? Dia itu masih sah istri orang dan kamu gak boleh merebutnya dari tangan suaminya." ucap Ibu Nawang sedikit keras..
Atta pun menjelaskan permasalahan yang ada bahwa Mala adalah wanita yang tersakiti,dia di jodohkan dan terpaksa menikah gak hanya itu Atta pun menjelaskan bahwa Mala di selingkuhi dan nyawanya hampir melayang ditangan suaminya.
Hati Ibu Nawang pun langsung merasa iba dia mengingat kembali tentang kisah masalalu putrinya yang mengalami kekerasan dalam rumah tangganya dan akhirnya puterinya meninggal karena bunuh diri..
"Jika itu yang terjadi Bunda bangga sama kamu Ta,kamu bisa menjadi penolong bagi wanita yang tertindas bahkan kamu sendiri jatuh cinta kepadanya." ucap Ibu Nawang lirih..
Atta pun menatap kearah sangat Bunda..
"Bunda Atta gak mau kisah kelam Kak Sinta terjadi pada wanita wanita di luar sana. Kak Sinta adalah wanita lemah yang tak bisa keluar dari permasalahannya sehingga memilih jalan pintas. Aku hanya ingin menolongnya itu awalnya tapi justru dia telah mencuri hatiku dengan kesederhanannya mampu membuatku tak bisa melupakannya sehingga aku memutuskan untuk menjaganya." ucap Atta kepada sang Bunda..
Ibu Nawang pun tersenyum dan kemudian menatap wajah sangat putra yang sepertinya sangat bahagia..
"Bunda sudah gak sabar ingin berkenalan dengan wanita itu. Ayolah Ta bawa dia kerumah malam ini,Bunda akan siapkan makan malam sepesial buat kita." ucap Ibu Nawang dengan antusias..
Atta pun tersenyum dan kemudian memeluk sang Bunda..
"Iya Bunda nanti malam aku akan mengajaknya kerumah,setelah Bunda bertemu dengannya pasti Bunda akan langsung jatuh hati. Dia gak hanya baik hati tapi dia juga wanita yang sopan dan juga lembut." Atta memuji Mala...
Ibu Nawang pun langsung tersenyum dan kemudian berpamitan..
"Baiklah kalau begitu Bunda akan tunggu kalian di rumah,oh iya Bunda pulang dulu ya karena Bunda harus menyiapkan segalanya untuk calon menantu Bunda." ucap Ibu Nawang sembari tersenyum..
💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫
Ketiak Ibu Nawang keluar dari ruangan Atta,dia berjalan menyusuri koridor dan tiba tiba dia kembali melihat Mala yang sedang sibuk dengan pekerjaannya sepertinya kakinya masih terasa sakit terlihat dari ekspresi di wajahnya..
Ibu Nawang pun hanya tersenyum dan kemudian pergi meninggalkan kantor milik putra kesayangannya..