NovelToon NovelToon
Ranum

Ranum

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Balas Dendam / Mafia
Popularitas:359.7k
Nilai: 5
Nama Author: khebeleteee

Sebuah perjalanan hidup anggota keluarga black economy.

Ranum Anatoly anak ketiga dari keluarga Loshad. Ranum adalah pria yang selalu fokus dalam setiap misinya. Dia tidak pernah melibatkan orang banyak untuk membantu misinya.

Misi pertama yang diberikan untuk Ranum saat usianya 18 tahun adalah bertemu dengan pembeli senjata terbesar di Australia yaitu Master Wu.

Tapi dari pertemuan itu, Ranum melihat banyak sekali kejanggalan yang merujuk pada hilangnya truk keluarga Loshad yang berhasil dicuri oleh orang tak dikenal disekitar Cowwabie.

Setelah berhasil menemukan fakta tentang truk keluarga Loshad yang hilang, Ranum segera menyerang Krowned Towers milik Master Wu. Setelah penyerangan Krowned Towers, Ranum menghilang bertahun - tahun.

Kemanakah Ranum menghilang? Apakah dia tewas saat penyerangan?

Ikuti terus novel Ranum untuk mengetahui perjalanan hidup Ranum Anatoly yang semakin penuh rintangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khebeleteee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AUSTRALIAN SECRET INTELLIGENCE SERVICE

Ranum tiba di bar Irlandia yang dulu biasa dia kunjungi bersama Alexa. Alexa memarkirkan mobilnya tepat disebelah mobil Ranum, lalu mengikuti Ranum masuk ke bar Irlandia itu. Ranum dan Alexa duduk di kursi bar counter seperti biasa.

“Selamat datang Ranum.” Anthony menyambut hangat kedatangan Ranum. “Sudah lama sekali aku tidak melihatmu.” Lanjut Anthony.

“Iya, maafkan aku tuan Anthony. Banyak sekali urusan yang harus aku selesaikan.” Ranum tersenyum.

“Alexa sangat sering kesini dan selalu bertanya tentangmu.” Anthony sambil melirik Alexa.

“Iya ternyata selama ini dia pulang ke Indonesia tuan.” Alexa yang menjawab.

Ranum mengangguk tersenyum.

“Aku mau bourbon tuan.” Ranum berbicara ke Anthony.

“Untukmu apapun ada Ranum.” Anthony tersenyum, tangannya sangat cepat mengambil sebotol whiskey Mizunara dan dua buah gelas, lalu menaruhnya di depan Ranum. “Silahkan di nikmati, aku akan menyiapkan pesanan kalian yang lainnya.” Lanjut Anthony beranjak menuju dapur.

Ranum membuka botol whiskey tersebut, lalu menuang whiskey itu ke gelas.

“Kenapa kamu tidak mengurus perusahaanmu?” Ranum bertanya ke Miranda sambil membakar rokoknya.

“Maaf Ranum, bukan aku tidak menghargai usahamu untuk mengembalikan tanah keluargaku.” Alexa menunduk. “Surat itu tiba satu hari setelah semua orang bilang bahwa kamu menghilang, aku tidak bisa menerimanya begitu saja. Kamu sudah banyak berkorban hingga kamu hilang, setelah seminggu berlalu akhirnya semua keluargamu berasumsi bahwa kamu tewas. Jadi aku meminta tolong Calum untuk memberikan perusahaan itu ke warga tempatku tinggal dulu.” Lanjut Alexa.

“Kenapa kamu membuat keputusan seperti itu?” Ranum meminum whiskey yang ada di gelasnya.

“Aku ingin mencarimu, aku tidak percaya bahwa kamu tewas. Aku juga menebus motormu di kantor polisi. Dan bagiku motor itu sebagai pertanda bahwa kamu masih ada.”

“Kamu selama ini mencariku?” Ranum menatap Alexa.

Alexa mengangguk.

“Kenapa?”

“Karena aku percaya kamu masih ada.”

“Bagaimana jika pada saat itu aku benar – benar tewas?” Ranum menatap wajah Alexa.

“Setidaknya aku sudah berusaha untuk mencarimu.” Alexa tersenyum.

“Aku benar – benar tidak mengerti jalan pikirmu.” Ranum menghisap rokoknya. “Bagaimana keadaan keluargaku?” Lanjut Ranum bertanya.

“Terakhir kali aku disana, hanya ada satu orang baru datang, mungkin untuk menggantikan James. Setelah itu aku tidak tahu lagi.”

“Terakhir kali bagaimana maksudmu?” Ranum bertanya bingung.

“Setelah keluargamu bersepakat bahwa pencarianmu dihentikan dan kamu dinyatakan tewas. Aku pergi dari pacuan kuda.”

“Hah? Kenapa kamu pergi?” Ranum bingung. “Jangan bilang untuk mencariku.” Lanjut Ranum.

Alexa mengangguk. “Untuk mencarimu, dan aku tidak enak untuk tinggal lebih lama disana. Aku hanya orang asing di tempatmu.” Alexa menunduk.

Ranum mengangkat kepala Alexa. “Mulai sekarang, kamu asisten pribadiku. Apapun pekerjaanmu saat ini, tinggalkan.” Ranum menatap Alexa. “Dan ingat, kamu bukan orang asing. Bertahun – tahun kamu mencariku disaat yang lain menyerah, dan hanya kamu yang peduli tentangku.” Lanjut Ranum.

“Semua keluargamu juga peduli padamu.”

Ranum mengangguk. “Satu minggu.” Ranum menjawab datar.

Salah satu pelayan datang membawa pesanan Ranum dan Alexa. “Silahkan di nikmati tuan Ranum.” Pelayan itu tersenyum ke Ranum. “Silahkan di nikmati nona Alexa.” Lanjut pelayan itu tersenyum ke Alexa.

“Terima kasih.” Alexa tersenyum.

Ranum hanya mengangguk.

“Sekarang kamu tinggal dimana?” Ranum berbicara ke Alexa, tangan Ranum meraih kentang goreng yang ada di depannya.

“Aku menyewa apartmen di Springvale.” Alexa menjawab. “Nanti jika kamu berkenan, kamu bisa mampir kesana.” Lanjut Alexa.

Ranum menggeleng. “Aku harus ke Singapura.”

“Tidak bisakah kamu menundanya? Di tubuhmu masih banyak perban dan bekas luka baru. Kamu tidak bisa memaksakan tubuhmu lebih jauh lagi untuk saat ini.”

“Ini hanya luka ringan. Sebentar lagi pasti sembuh.”

“Apa Miranda mau kamu melakukan ini Ranum?”

Ranum yang sedang memegang burger seketika terhenti.

“Apa Miranda akan membiarkan suaminya selalu berada dalam bahaya dan menantang maut?” Alexa kembali bertanya. “Aku rasa Miranda akan selalu melarangmu untuk melakukan hal – hal seperti ini. Aku yakin dia tidak akan suka kalau kamu melakukan hal – hal nekat. Miranda akan sangat sedih jika sesuatu yang buruk juga menimpa suaminya.” Lanjut Alexa.

Ranum terdiam.

Dari pintu masuk bar, tiba – tiba datang belasan anggota ASIS menodongkan senjata ke arah Ranum.

“Tuan Mark Kelly tunjukkan tangan anda!” Salah seorang anggota ASIS berseru ke arah Ranum.

“Sial, bagaimana mereka bisa menemukanmu?” Alexa dengan wajah memucat.

“Kamu saja sangat mudah menemukanku, apalagi badan intelijen negara seperti mereka.” Ranum tersenyum ke Alexa. “Jangan beritahu siapapun. Biarkan mereka menangkapku.” Lanjut Ranum sambil menaruh tangannya di belakang kepala.

“Tapi kamu akan di masukkan ke dalam penjara.”

Ranum hanya tersenyum ke arah Alexa.

Salah seorang anggota ASIS mendekat ke Ranum secara perlahan, memborgol tangan Ranum. Intel itu menarik tangan Ranum sangat kuat, membuat Ranum terjatuh dari kursinya.

“Baiklah.” Ranum tersenyum dengan posisi tergeletak di lantai.

Ranum mengayunkan kaki kanannya, dia menghantam kaki intel itu. Hingga membuat intel itu terjatuh juga ke lantai. Ranum dengan sangat cepat menyilangkan borgol yang ada di tangannya ke leher intel tersebut. Ranum menarik borgol itu sekuat tenaganya.

Membuat anggota ASIS yang lainnya berseru ke arah Ranum untuk melepaskan intel itu dan mengangkat tangannya. Ranum menghiraukan semua seruan anggota ASIS dan kepolisian, Ranum tetap menarik borgolnya sekuat tenaga. Wajah intel itu membiru, tangan intel itu yang tadinya berusaha melepas ikatan Ranum, kini sudah tidak bergerak. Intel itu mati seketika.

“Maafkan aku. Bukan aku yang membuat kesalahan.” Ranum mengangkat tangannya yang terborgol.

Seluruh pengunjung bar itu membeku melihat aksi Ranum, tidak ada yang berani bergerak maupun berbicara. Alexa menutup wajahnya, sedangkan para karyawan di bar itu ternganga melihat aksi Ranum, termasuk Anthony.

Dua polisi perlahan mendekat ke tempat Ranum berdiri, senjata mereka membidik kepala. Satu meter sudah jarak antara polisi dan Ranum. Ranum dengan cepat melingkarkan tangannya di tangan salah satu polisi, merebut UMP9 yang ada di tangan polisi itu. Tidak berpikir panjang Ranum langsung membantai semua personel kepolisian dan ASIS yang ada di depannya. Semua personel itu berhasil di ratakan oleh Ranum dengan sangat mudah.

“Maafkan aku tuan Anthony.” Ranum berbicara ke Anthony.

“Alexa, tolong ambil barang – barangku di saku.” Ranum berbicara ke Alexa dengan tangan yangtetap memegang UMP9. “Biarkan pistol dan kartu identitasnya.” Lanjut Ranum.

Alexa mengambil kunci mobil, kunci rumah dan sejumlah uang.

“Terima kasih, selama aku pergi tolong jaga mobil dan rumah itu dengan baik.” Ranum tersenyum ke Alexa.

“Kamu mau kemana?” Alexa bertanya bingung.

“Liburan.” Ranum berjalan meninggalkan bar itu.

Didepan bar itu sudah ada puluhan personel gabungan yang sedang membidik ke arah pintu bar. Ranum keluar sendirian dari bar itu sambil mengangkat tangannya yang masih memegang UMP9.

“Maafkan aku, tapi teman – teman kalian tidak bisa ikut bersama kita mulai saat ini. Pun aku tidak mau kalian menangkapku dengan sangat mudah” Ranum berseru, tersenyum.

Salah seorang polisi menarik Ranum masuk ke dalam mobil tahanan. Kali ini Ranum sama sekali tidak melakukan perlawanan apapun, karena Ranum tidak ingin merepotkan para karyawan di bar itu untuk membereskan kerusakan yang telah disebabkannya.

1
Yanti
anak sultan emang beda
Callista Ayu
huhh bapak nya si chen sok tau skg liat nihhh anak mu aja sampai mau lempar aja badan nya keranum tp ranum gk mw tuhh
yanneBee
bgini ni orng kaya beneran...bukan orang yg pura2 kaya🤭
mami bilqis
lebih sedih bab ini dari miranda
sari
si gampang namanya
Reni acenk
another sad scene
Callista Ayu
sombong sekaapak nya chen pasty si bapak nya itu yg ngebuat chen kerja di rumah bordirr . blm tau aja kau tun siapa ranum olivia saja geram
emma
cerita sebagus ini gk trending lho
Yanti
aku setuju dengan Alexa,tiap nyawa berharga, betapa kehilangannya keluarga yg ditinggalkan...Ranum cepat atau lambat harus berhenti membunuh orang
Angel
sedih
Angel
keren ni authornya, risetnya bagus bisa detail samapai ke nama nama tokohnya
febriano
SIAPA YG NAROH BAWANG!
Callista Ayu
huhhh kehilangan wanita yg sangat mencintai ranum untuk kedua kali nyaa knpa ranum kau tidaj mencoba membuka hati mungkn dengan kematian mmwanita yg menyayangikamu bisa merasakan cinta kmu sebelum dia meninggal . alexa dr awal sgt mencintai kamu menunggu kamu bwrtahan dn melindungi kamu sampai kamu menikah dg miranda pun dy masih mencintai kamuu
yanneBee
dan terjadi lagi....satu persatu orang yg mencintai ranum hrus meninggal,smg ranum segera berhenti
Callista Ayu
chen begitu tulus ke ranum tp semua wanita tuluss ke ranum amalagi si himari
Callista Ayu
sllu himari yg ngebantu ranum dg tantangan misi yg tersulitt
Callista Ayu
ini pasty ad adegan berantem nya yaa krna kepemilikan keluarga nya ranum udah di ambil org lain lagi . semoga misi ranum kali ini dipermudah juga yaa jgn temukan ranum dg wanita lg ya terllu byk wanita bingungg thorr
Callista Ayu
gk kerenn dong yaa di panggil paman ranum . daddy ranum aj hha
Callista Ayu
sepeduli itukan ranum ke chen . chen sangat menyukai ranum kan knpa gk menikh aja deh mereka beedua
Callista Ayu
mudah sekali tantangan ranum kali ini . knpa dy gk mw membabtu lyana yaa .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!