NovelToon NovelToon
Asmara Di Usia 17 Tahun

Asmara Di Usia 17 Tahun

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Cerita cinta di masa-masa SMA, masa yang kata orang-orang adalah masa yang paling indah.

Benarkah? Giselle akan membuktikannya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ADU17 BAB 20 - Cubit Aku Lagi Dong

Gala mengambil sapu lidi di gudang, lalu melangkah ke halaman sekolah yang terlihat kotor, karena dedaunan dan sampah yang berserakan.

"Padahal ada tempat sampah, kenapa buangnya pada sembarangan sih? Sepertinya aku harus buat peraturan baru," gumam Gala pada dirinya sendiri.

Halaman tersebut dekat lapangan, di mana Giselle dan teman-temannya tengah praktek olahraga. Gala melirik ke arah kiri, sejurus dengan Giselle yang tengah menatapnya.

Gadis itu terlihat mengernyit, seolah bertanya, kenapa? Melihat itu Gala jadi malu sendiri, karena seumur-umur baru kali ini dia dihukum. Apalagi statusnya yang dikenal sebagai ketua OSIS, dan pria paling populer di sekolah. Lelaki itu hanya menjawab dengan cengiran kuda.

Gala mulai menyapu halaman, mengumpulkan dari satu sisi ke sisi yang lain. Peluh mengucur deras, kulitnya terasa terbakar, karena hari ini matahari cukup terik.

Namun, seolah tak ingin usai dia menyapu dengan perlahan karena masih ada Giselle di lapangan, jam olahraga masih berlangsung. Lelaki itu sesekali menoleh, lalu mengulum senyum tipis dengan pipi merona, pun dengan Giselle yang membalas senyuman Gala.

Hah, mereka berdua seperti sedang mendefinisikan dunia milik berdua, hingga tak memperdulikan tatapan mata yang lain, seluruh teman Giselle hanya menatap sambil geleng-geleng kepala, sekaligus terkekeh merasa lucu.

Hingga jam olahraga telah selesai, Giselle kembali masuk ke dalam kelasnya, sementara Gala beralih membersihkan taman kecil dekat halaman sekolah yang luas itu, pekerjaannya hampir saja usai.

Namun, terhalang saat Arumi tiba-tiba memanggil namanya, "Gala." Sedari tadi Arumi memperhatikan Gala yang menyapu halaman dan mencuri-curi pandang dengan Giselle.

Hal itu membuat hatinya kembali panas, dadanya bergemuruh hebat, tak terima Gala terus-terusan dekat dengan gadis urakan itu. Dia ingin Gala seperti dulu, setia berada di sampingnya, meskipun memang dia yang memulainya lebih dulu.

Hingga akhirnya Arumi sudah tak tahan lagi, dia menatap Gala dalam saat lelaki itu menoleh dan membalas tatapannya. "Aku suka sama kamu, dari awal aku ketemu sampe sekarang cuma kamu yang aku suka. Aku mau kamu jadi pacar aku." tutur Arumi tiba-tiba, mengungkapkan semua isi hatinya.

Dia ingin Gala bukan hanya sekedar teman, tetapi lebih dari itu, dia mau Gala membalas perasaannya, seperti dia yang menyukai Gala sejak pandangan pertama. Dia ingin Gala menjadi pacarnya.

Terkejut, Gala melebarkan bola matanya dengan mulut yang sedikit menganga, tidak menyangka Arumi akan melakukan hal ini, dan entah kenapa dia justru tidak menyukai gadis itu mengungkapkan cinta padanya. Hatinya menolak keras pernyataan cinta Arumi.

Bahkan dia dan Giselle saja tidak pernah membahas hal ini hingga jauh, tak ada kata cinta di antara mereka berdua, dan Gala nyaman dengan hal itu. Dia dan Giselle menganggap bahwa cinta di usia mereka yang sekarang hanyalah omong kosong.

"Maaf aku tidak bisa," tolak Gala dengan bicaranya yang terdengar lancar, tidak ada keraguan sedikitpun di sana, karena dia memang tidak menyukai hal ini.

Mendengar itu, dada Arumi terasa sesak. "Kamu tidak mau mencobanya?" tanya Arumi sekali lagi dengan bibirnya yang bergetar serta mata yang sudah berkaca-kaca.

Dan secepat itu pula Gala menggelengkan kepala, yakin pada keputusannya. Menolak Arumi adalah pilihan terbaik dan sesuai dengan isi hatinya.

Tanpa diduga Arumi langsung memeluk tubuh Gala erat, dia menangis sesenggukan dengan menelusupkan wajahnya di dada lelaki itu. Sejenak Gala mematung karena keterkejutannya.

Hingga Giselle melihat semuanya, dia yang ingin memberikan Gala sebotol air mineral justru disuguhkan dengan pemandangan yang begitu mengejutkan.

Dia menggenggam erat botol tersebut, merasa kesal dengan Gala, bisa-bisanya lelaki itu memeluk Arumi di sekolah, bahkan selama ini Gala tidak pernah melakukan itu padanya.

"Gala jahat!" gerutunya sambil menghentak tanah, dia memutar tubuhnya untuk berlalu dari sana, kemudian melempar air mineral yang masih utuh itu ke tempat sampah dengan sembarangan, menguapkan kekesalan.

Brak!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Siang itu bunyi bel yang begitu nyaring sudah memenuhi gedung SMAN 1, semua guru langsung menghentikan pelajaran, karena aktivitas belajar mengajar telah selesai, dan hal itu adalah hal yang paling dinantikan.

Setelah guru yang mengajar mengucapkan salam.

Para siswa langsung berebut ingin keluar dulu-duluan, bahkan ada yang lari begitu berhasil melewati pintu kelas dengan melambaikan tangan. Dan tertawa keras, meledek teman-teman yang masih tertinggal di belakang. Padahal apa untungnya, mereka sama-sama akan keluar, dan tidak mungkin akan dikunci di dalam kelas.

Seperti sebuah sendal jepit, Giselle dan Lili kompak melewati lorong-lorong kelas berdua, hingga saat mereka sampai di dekat tangga, tangan Giselle langsung ditarik oleh Gala.

Lelaki itu sudah menunggu Giselle di sana.

Melihat siapa yang telah menarik tangannya, dengan cepat Giselle menepis tangan Gala, bibirnya mencebik tanda masih kesal dengan lelaki itu.

Dia terus berjalan sedikit menghentak lantai, dan Gala dengan setia mengekorinya, Lili yang melihat itu mundur dengan teratur hingga tak disadari oleh Giselle.

"Laki bini kayaknya lagi berantem," gumam gadis itu.

Sama halnya dengan sahabatnya itu, Lili pun mendapat sebuah tarikan dari Anjas. Lelaki itu mengulum senyum, lalu mengajak Lili untuk pulang bersama menggunakan sepeda motornya.

"Nggak usah ganggu mereka," ucap Anjas seraya memasangkan helm di kepala gadis itu. Dan Lili menerimanya dengan senang hati, semua perlakuan Anjas kepadanya.

Di sisi lain, Gala masih mengikuti Giselle yang terus-menerus mengucilkan dirinya. Gala bicara pun tidak didengar, hingga lelaki itu menyadari satu hal, Giselle tengah marah padanya, pasti gara-gara melihat Arumi memeluknya.

Karena dia sempat melihat Giselle saat gadis itu melemparkan botol hingga menimbulkan suara keras, pada saat itu Gala langsung melepaskan pelukan Arumi.

Kini mereka berada di halte, Gala sengaja meninggalkan motornya dan memilih mengikuti Giselle untuk naik bus. Saat ada bus jurusan rumah Giselle, Gala langsung menarik gadis itu, hingga Giselle tertinggal.

Kejadian itu terus berulang sampai Giselle kehabisan kesabaran. Dan akhirnya membentak Gala, "Gala ih! Ngeselin banget sih, ngapain kamu ikutin aku? Kenapa nggak pulang bareng Arumi aja?"

Mendengar bentakan itu, bukannya marah Gala justru tergelak, hingga semua orang melihat ke arahnya. Tapi Gala tak peduli, wajah kesal Giselle lebih menggemaskan dari pada dia meladeni tatapan orang-orang.

"Cemburu yah?" Gala menusuk pipi Giselle, tanpa diduga wajah gadis itu langsung berubah memerah, bak kepiting rebus.

"Cemburu apaan sih? Kamu nggak jelas," sangkal Giselle dengan wajahnya yang gelagapan, seperti maling yang tertangkap basah.

"Itu buktinya, pipi kamu merah," ledek Gala kembali menusuk pipi Giselle, dan gadis itu langsung menutup wajahnya, merasa malu.

Gala kembali tergelak kencang, sementara Giselle langsung memukuli tubuh lelaki itu bertubi-tubi, demi menutupi rasa malunya, hingga berakhir mereka yang saling meledek, dan kembali tergelak bersama.

"Cubit aku lagi dong," pinta Gala menggoda.

"Ihhh... Gala!!!"

1
Gabriella
Aku udh baca lagi, tetep aja senyum" dan ketawa sendiri🤣 berasa kayak jadi remaja lagi. Pokoknya gak bosan kalo baca Novel ini🩵🩵🩵🩵🩵🩵
Nur Rma
keren banget karyanya.... semangat trus berkarya
tudehun
/Good/
retno❤️
Bagus banget ceritanya Kak... karya2mu sudah banyak yg kubaca Kak... mantap, keren semua. The best pokoknya Kak Lunoxs ini... ditunggu karya barunya ya Kak... semangat trs berkarya dan sukses selalu 🙏🏻🤗🥰
Siti Nina
Oke ceritanya 👍👍👍
Netty Netty
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Netty Netty
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Netty Netty
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Euis Aidah
Luar biasa
Sunarmi Narmi
Cpt amat TAMAT nya Thor....di genap sampai 100 Bab lah...♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sunarmi Narmi
Robby dn Usman jodohin aja dgn putri Thor
Sunarmi Narmi
Berasa nonton Drakor dn Dracin....terhura
Sunarmi Narmi
Emang kenapa...biarin kyak bocil dn bar bar...ada kalanya kita jg bisa bersifat dewasa...semua ada tmpatnya...bener kan thor...aku yg sdh pny cucu jg msih pecicilan tpi jg ada tmpatnya
Sunarmi Narmi
Sayangggg.....Sayannnnnngggggh....Saaaaaayyyyyyyyyaaaaaaannnnnnnggggggg
Sunarmi Narmi
Ya kan bener Lily klo otak Giesel itu isinya cuma ada Gala dn Gala..
jgan salahin Gisel dong...tpi klo otak kecil macam gisel.isinya ya itu..macam aku..dulu pacaran lulus lnsung tujuan awal pgen nikah...asal.kmu tau ..otak kita ngak mampu mikir masa dpn..tpi berjln nya wkt bisa kok....aku tetap berkarir dn akhirnya jodogku pcr SMA ku 🤣🤣🤣🤣..tpi klo gisel entahlah....ikut author saja
Sunarmi Narmi
Pinter jg matematikamu Chell...baru beberapa menit blm ada sejam harga dah naik tu helm dri 250 jdi 290 cerdas devinisi anak seklh /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sunarmi Narmi
Berasa muda lgi seperti jdi Gisel...skrng aku dah punya cucu satu..masa SMA Thun 90 an....pacar sekolah jdi suami...novel ini bner" ku suka ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sunarmi Narmi
Gemesssssss bangetttt..pasti seru pasangan beda frekuensi..yg satu bnyak minusnya yg satu k keturunan kecebong premium....pasti anak" nya jdi lucu " 😍😍😍😍😍😍😍
Sunarmi Narmi
Aku saja yg baca merasa kehilangan Sosok Gisel yg rada rada 🤣🤣🤣🤣
Sunarmi Narmi
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!