Raina adalah seorang istri yang sholikha, baik hati, dan selalu patuh terhadap suami.
Tidak hanya itu saja dia adalah sosok wanita yang lemah lembut.
Pernikahan nya dengan Nurman Hadiwinata awalnya berjalan dengan hangat dan penuh kebahagiaan walaupun sudah 5 tahun mereka belum memiliki seorang anak.
Namun kebahagiaan itu hancur saat ibu mertua Raina yang bernama Miranda datang mengusik kehidupan mereka.
Akankah Raina mampu menghadapi semua dilema kehidupan dengan ikhlas ataukah dia akan berhenti sampai disitu saja
yuk ikuti kisahnya
dan jangan lupa kasih dukungan
like
komentar
favoritkan
vote ya
dukungan kalian sangat berarti buat author
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uma shidqiyya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 20
Pagi itu setelah menjalankan sholat berjamaah Nurman dan Raina melakukan aktifitas seperti biasanya.
Nurman yang sibuk melihat berkas-berkas yang akan dia periksa sedangkan Raina sibuk di dapur menyiapkan minuman dan sarapan buat suami tercinta.
"Mas ini minumnya" kata Raina yang mendekati keberadaan Nurman.
"Kelihatannya sibuk sekali mas, apakah ada hal penting hari ini" tanya Raina
"Iya sayang aku sedang memperbaiki berkas kerjasama kita dengan luar negeri" kata Nurman.
"Apa perlu dibantu mas" tanya Raina lagi.
"Ini sudah mau selesai kok sayang.
Oh ya sayang hari ini kita akan keluar kota aku akan menunjukkan sesuatu pada kamu.
Semoga aja kamu menyukainya ya sayang" kata Nurman.
"Emang ada apa mas, aku kok jadi penasaran gini sih" kata Raina bertanya.
"Ada deh pokoknya sekarang kamu bersiap setelah itu kita sarapan dan aku tidak mau kesiangan nanti saat kita berangkat" kata Nurman beranjak dan menghampiri istrinya yg tadi sedang duduk disebelahnya.
Disematkan sebuah kecupan manis didahi sang istri.
Seperti itulah Nurman kalau sedang bersama Raina sangat hangat dan lembut.
Raina tersipu malu dengan apa yang dilakukan suaminya itu dan memang seperti itulah Raina saat diperlakukan hangat dan lembut oleh suaminya.
Meskipun mereka masih diberikan keturunan tapi Raina sangat bersyukur mendapatkan suami seperti Nurman.
Tetapi tidak dengan mertuanya yang selalu saja ingin ikut campur dalam rumah tangganya.
Begitulah kehidupan berumah tangga pasti ada aja cobaannya kalau tidak karena faktor ekonomi bisa saja karena faktor orang ketiga ataupun keluarga.
Dan Raina sangat paham itu maka dari itu dia akan berjuang untuk mendapatkan cinta dari mertuanya itu lewat setiap doa yang dia sematkan di setiap sujudnya.
Kini Nurman dan Raina sudah terlihat rapi dan mereka pun segera pergi meninggalkan hotel itu.
Nurman membawa Raina ke daerah Bandung yang lebih tepatnya adalah kesebuah Mansion yang akan dibelinya untuk sang istri.
Perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya Nurman dan Raina sudah sampai dihalaman depan Mansion yang dimaksud.
"Apa kamu menyukainya sayang?" tanya Nurman saat Raina sudah melihat sekeliling Mansion itu.
"Suka sih mas, tempatnya yang sejuk dan juga udara disini masih bersih.
Tapi apakah ini tidak terlalu berlebihan mas" kata Raina.
"Tidak ada yang berlebihan menurut aku buat kamu sayang" jawa Nurman.
"Terima kasih ya mas, aku begitu beruntung allah kirimkan suami seperti kamu" kata Raina tulus.
"Akulah yang seharusnya sangat beruntung mendapatkan kamu sayang. Apapun yang terjadi aku mau selamanya bersama kamu sayang" kata Nurman dan tanpa sadar sebutir airmata lolos dari mata elangnya itu.
Segera Nurman menghapus air mata itu agar istrinya tidak mengetahuinya.
Sedih rasanya dia saat sebentar lagi harus terpaksa menduakan istrinya.
"Andai kamu tahu sayang hancur hatiku harus terpaksa menduakan kamu. Tak sanggup rasanya aku melihat kesedihan dalam hatimu nanti. Aku tahu kamu berkata ikhlas tapi jauh dari lubuk hatimu pasti merasakan sangat hancur dan itu sangat menyiksaku sayang" batin Nurman.
Raina yang melihat saat Nurman sedikit mengusap matanya dia pun bisa merasakan kesedihan apa yang sedang dirasakan oleh suaminya itu
Raina menggenggam tangan suaminya itu untuk memberikan kekuatan pada suaminya itu.
"Mas aku tahu ini sulit buat kamu, bersabarlah sayang aku akan selalu bersama kamu menghadapi semua ini.
Aku ikhlas sayang dan pasrahkan semua pada Allah SWT.
Insya allah semua akan indah pada waktunya" kata-kata Raina tak mampu membendung air mata yang sejak tadi sudah iya tahan.
Hanya dihadapan istrinya itu dia bisa menangis seperti itu dan hanya dengan Raina lah dia bisa memperlihatkan sisi rapuh dirinya.
"Sudah mas nanti dilihat orang bagaimana, Aku nggak mau ya orang menganggap mas cengeng ataupun lemah.
Mas harus kuat dan jangan perlihatkan kelemahan mas pada siapapun ya mas.
Cukup lah hanya padaku saja ya. Ayo mas senyum dan hapus air mata itu" kata Raina lembut sambil mengusap punggung sang suami.
Nurman pun segera menghapus air matanya dan menetralkan perasaannya agar tidak larut dalam kesedihan.
Dengan sedikit terpaksa dia tersenyum untuk istrinya itu.
"Nah gitu senyum, tapi jangan dipaksa kali mas.
Yuk bisa yuk senyum tulus dan lepas" kata Raina sedikit menyemangati suaminya.
Dan itu berhasil membuat kesedihan Nurman seakan lenyap seketika.
"Kamu memang selalu bisa membuat aku tegar dan kuat sayang. Kamu lah yang mampu merubah kesedihan dan kegalauanku menjadi indah" kata Nurman dari hatinya dan dia segera menangkup wajah istrinya itu dan dia dekatkan dengan wajahnya.
Dan Raina memeluk tubuh suaminya dengan lembut.
Sungguh pemandangan yang sangat indah dan penuh dengan kehangatan juga keromantisan.
Mungkin kalau ada orang yang melihat pasti sangat iri dengan kemesraan yang tercipta diantara sepasang suami istri ini.
Beberapa saat mereka pun mengurai pelukan dan tersenyum bersama meneguk indahnya kebersamaan yang tidak ingin mereka sudahi.
"Sudah yuk sayang sekarang kamu harus segera membereskan barang-barang kamu dan aku juga mau kamu membeli barang-barang untuk mengisi mansion kita ini" kata Nurman.
"Baiklah mas, oh ya mas memangnya kapan aku akan pindah kesini" tanya Raina.
"Secepatnya sayang dan mungkin setelah pernikahanku dengan Febi" kata Nurman yang seakan tersekat tenggorokannya saat mengucapkan itu.
"Baiklah suamiku yang tampan dan sangat manis ini. Sudah sayang jangan dipikirkan ya jalani aja semuanya.
Aku yakin kamu mampu melalui semua ini.
Kita akan bersama-sama melalui semua ini ya sayang" kembali Raina menentramkan hati suaminya itu.
"Terima kasih ya sayang" kata Nurman sambil mencium kening sang istri.
Kini mereka memutuskan untuk berjalan-jalan didaerah sekitar sana hanya untuk melihat situasi dan kondisi di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
"Sayang nanti aku akan mempekerjakan seorang pembantu, sopir, tukang kebun dan para pengawal juga penjaga" kata Nurman.
"Itu sangat berlebihan sayang, jangan terlalu mencolok itu tidak baik" pinta Raina.
"Ayolah sayang, aku nggak mau terjadi sesuatu yang tidak baik nantinya sama kamu. Setujuilah sayang biar saat aku tidak bersamamu hatiku ini menjadi tenang" kata Nurman penuh harap agar Raina menyetujuinya.
Karena tidak mau membuat suaminya khawatir akhirnya Raina menerimanya tapi dengan beberapa syarat.
Dan syarat itu pun disetujui oleh Nurman.
Ditempat lain tepatnya di kota Jakarta dirumah milik Nurman dan Raina tampak Miranda mulai mengerjapkan matanya dan dia mulai bangun dari tidurnya itu.
Segera dia menelepon orang suruhannya itu dan sungguh beruntung sambungan itu bisa terhubung.
Begitu lega Miranda saat sambungan telepon itu mulai terhubung.
semangat terus updatenya kak
gdeg sm mmhnya nurmn .. bner" ichh mrtua kek gtu mit amit .. jgn smpe lh ... ckup d dunia novel aj hee