NovelToon NovelToon
New Story Famale Character

New Story Famale Character

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:300.6k
Nilai: 5
Nama Author: Syche

Alisya adalah seorang gadis berhati lembut yang disukai oleh banyak orang. Dia adalah pemeran utama dalam sebuah novel yang mengisahkan tentang cinta yang berawal dari dare atau tepatnya tantangan.

Sedangkan Risa adalah gadis tertutup dan hidup dengan menyendiri. Bukan, bukan berarti dia bodoh dan miskin, tapi dia adalah seorang hackers terkenal diperkalangan Ahli IT..

Maka kenapa dia bisa masuk kedalam tubuh gadis bernama Alisya itu?

Kenzie lardfiez :"kau membuat aku tergila-gila kepadamu"ucapnya dengan seringai yang menjengkelkan

Yak!. itu bukan dialoqnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah

Alisya memasuki perkarangan rumah menimalis bercat putih berpaduan gold itu. Sebuah pancuran air dengan patung angsa kembar berbentuk love dilewati oleh Alisya. Pada akhirnya rumah keluarga ritter yang artinya ksatria pemimpin dunia harus dibilang sangat kaya.

Hari sudah gelap. Tapi Alisya pulang setelah kepulangan ayahnya tanpa menyambut kedatangan pria paruh baya tersebut sampai-sampai dia diteror oleh telpon tiada henti saat berada di apartemen Kenzie sebelumnya.

Alisya melangkah masuk setelah memarkirkan mobilnya. Jari-jari lentiknya memutar-mutar kunci mobil dengan santai tanpa memperdulikan raut para pelayan yang tengah menatapnya dengan tatapan yang Sulit diartikan.

“Alisya”

Rhena menghampiri Alisya dengan sebuah sayur bersamanya. Sepertinya wanita itu ingin memasak. Hoho.. dia akan berperan sebagai ibu yang baik saat ini. Rhena berkata “ayahmu sangat marah saat kau tidak berada dirumah. Pergilah kekamarnya dan minta maaflah, kau telah melukai hati ayahmu Li..” kemudian dia melanjutkan “dan jangan lupa untuk segera turun saat kau telah selesai membersihkan diri”

Alisya mencibir. Dia mengangguk lalu pergi melewati rhena. Ada dua pelayan yang mengikutinya untuk mengambil barang-barang yang hinggap di badannya. Seperti halnya.. kunci mobil

Pelayan membantu Alisya memincit tombol lift dan Alisya segera masuk. Menunggu sampai lantai empat nyatanya hanya sebentar sebab bunyi lift terdengar setelah beberapa detik termenung.

“Kembali. Aku ingin bersama ayahku”ucap Alisya tanpa menoleh. Kedua pelayan itu mengangguk dan kembali masuk kelift.

Alisya mengetuk pintu dengan pelan. Ada sedikit suara dari dalam yang Alisya tebak ayahnya sedang berbicara dengan obert sang kepala pelayan.

CEKLEK.

Pintu itu terbuka menampakkan wajah obert yang tersenyum dan mempersilahkan Alisya untuk masuk. Disana Ayahnya—Aljovan Ritter tengah memijit pelipisnya seakan beban dipundaknya sangat berat.

Alisya melangkah kearah jovan selaku ayah kandung Alisya asli. Saat menyadari langkah yang berbeda datang kearahnya, sontak Jovan mendongak dan mendapati putri semata wayangnya menatapnya dalam diam.

Jas dan jam Masi bertengger dibadan Jovan. Sepertinya pria itu tidak ingat untuk melepaskannya. Jovan terlihat terawat dengan wajah mirip orang barat , apalagi kulitnya yang exotist.

“Alisya kemari!”

Alisya mendekat dan disambut pelukan hangat dari pria itu. Rasa ini sangat membingungkan saat Alisya merasa kehangatan yang telah lama hilang datang tanpa aba-aba. Jovan bergumam tak jelas, satu yang didengar oleh Alisya..

“ah putriku yang patuh sudah besar dan tidak mengingat ayahnya lagi”

Jovan mengusap-usap rambut halus Alisya kemudian melerai pelukan dengan menatap dalam anaknya itu. Tidak ada raut yang timbul diwajah Alisya. Hanya datar. Jovan semakin berpikir negatif jadinya “apa kau ada masalah saat ayah pergi Alisya?”

Alisya menggeleng. Matanya melirik tangannya yang digenggam oleh Jovan. Kenapa tidak ada reaksi sama sekali?. Apa mungkin karena satu darah?. Sangat membingungkan.

Jovan yang melihat keterdiaman Alisya menghela nafas “kau selalu begini. Lebih memilih memendam dari pada mengutarakan, apa ayahmu tidak berguna lagi lili?”

Alisya berdecak sambil menarik tangannya dari genggaman Jovan “Aku tidak ada masalah”

Saat melihat tatapan aneh jovan. Alisya bertanya “kenapa?”

“sejak kapan lili memanggil dirinya sendiri aku?” heran Jovan. Setaunya putri kandungnya ini sering memanggil dirinya sendiri dengan sebutan nama ‘lili’

Alisya tampak santai tanpa gugup dia berkata “seseorang pasti dengan cepat berubah”

Jovan mendelik “jadi membangkang dengan ayah juga termasuk perubahanmu hm?”sinis Jovan.

Alisya mengangguk “maybe”

Jovan menjitak kening Alisya “hei anak nakal. Ayahmu ini Masi marah denganmu. Bukannya membujuk, kau malah membuat ayahmu semakin marah”

Alisya mengusap keningnya sambil berkata...

“emang kau ayahku?”

_°_♔︎♔︎♔︎_°_

Selesai membersihkan diri Alisya tidak turun. Sebaliknya dia kembali melakukan tugasnya yaitu menerima misi dari burung biru. Tak berselang lama ada yang mengetuk kamarnya untuk turun.

Ternyata itu Zein. Dia cosplay jadi pelayan?

“Alisya kau mendengarku?”

Alisya bangkit dan melangkah untuk membuka pintu. Terpampang lah wajah Zein yang tengah tertegun. Segera pemuda itu tersenyum sambil berkata..

“ayo makan malam. Kami sudah menunggu kedatanganmu tadi, tapi ternyata kau Masi didalam kamar?”ucap Zein menyindir. Percayalah dia hanya bercanda..

“Ayo”jawab Alisya berjalan melewati Zein.

Zein yang ditinggal segera mengekori Alisya dari belakang punggung gadis itu. Sesampainya diruang makan Zein dengan gantle menarik kursi agar Alisya duduk. Alisya hanya menikmati itu tanpa banyak bertanya.

Tapi tidak dengan tatapan iri dari Ghena yang notabenenya adalah adik kandung Zein. Gadis itu mencengkram erat Gelasnya kemudian meminumnya.

Ghena terlalu takut untuk sekedar berbicara dengan Alisya semenjak kejadian hari ‘itu’ hanya dengan melihat wajah cantik Alisya, kejadian Kenzie mencekiknya terbayang-bayang seperti bumerang, tanpa sadar jari-jarinya gemetar.

Alisya memasang wajah lurus tanpa ekspresi andalannya sehingga Ayah dan abangnya itu bisa melihat aura tak tersentuhnya. Namun sebaliknya.. ayah dan Zein malah menganggap itu sebagai ketidak mood’an.

Pyarrr!

Rhena yang sedang sibuk menaruh lauk pauk pada suaminya harus berjengit kaget saat pecahan beling kaca mengenai kakinya. Tidak hanya Rhena saja yang kaget, semua yang ada dimeja makanpun begitu.

“ghena?!”teriak Rhena syok melihat kakinya yang berdarah.

Ghena menelan ludahnya. Kemudian berdiri “maaf Ghe gak enak badan, ghe kekamar dulu”ucapnya tergesa-gesa seraya berbalik pergi dengan cepat meninggalkan suasana yang mencekam itu.

Alisya melipat kedua tangannya.

Jovan mengernyitkan alisnya tak senang “bersihkan itu, Rhena.. pergilah obati kakimu”suruh Jovan kepada pelayan dan menyuruh Rhena untuk mengobati kakinya.

Zein berdiri menghampiri ibunya “biar Zein yang obati”ucap Zein khawatir. Pemuda itu melingkarkan lengan ibunya kelehernya “ambilkan obat p3k” lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan makan.

Para pelayan yang disuruh segera membersihkan kekacauan. Sedangkan Jovan menatap Alisya dalam diam membuat Alisya juga ikut menatap Jovan dengan pandangan seolah mengatakan ‘apa?’.

“kau bertengkar dengan adikmu lagi?”tanya Jovan pada akhirnya.

Alisya mengalihkan tatapannya saat pertanyaaan itu terlontarkan. Dia memilih untuk menuangkan Anggur kedalam gelas sambil berkata “ya atau pun tidak. Kekacauan ini tidak ada hubungannya denganku”lalu menyesapnya.

Jovan mendelik “lili, kau menjadi orang yang aneh”

Alisya mendengus “jangan memanggilku lili lagi. Sudah berapa kali aku peringatkan” lalu melanjutkan “dan aneh?. Maksud ayah alien?, Aku terlahir dari genmu kalau lupa”ucap Alisya santai.

Perkataan itu mengisyaratkan bahwa Jovan adalah Alien.

Jovan terbatuk keras. Kemudian terkekeh “mendekatlah kemari”suruh Jovan.

Alisya mengangkat salah satu alisnya “apa yang kau mau?”

“dasar anak durhaka!, Aku menyuruhmu kemari ya kemari”ucap Jovan jengkel.

Alisya memilih untuk mendekat kearah tempat duduk Samping Jovan sambil bergumam “dasar tua bangka” yang masi didengar oleh telinga tajam Jovan.

Wah.. anaknya ini memang sudah sangat berubah.

Namun yang tak terduga Jovan mengelus puncak kepala Alisya Sampai sang empu terheran-heran. Sebenarnya watak asli pria tua ini gimanasih?. Alisya memandangi wajah Jovan tak berkedip seolah menilai karakternya.

Sedangkan Jovan tersenyum tipis kebapakan “Aku sudah lama tak melihatmu..”

Saat akan melanjutkan Alisya lebih dulu memotongnya “Baru 3minggu”

Memang Alisya pandai menghancurkan acara anak dan bapak. Bagus untukmu Alisya!, ayo Beri tepuk tangan sebab Alisya berhasil membuat wajah Jovan berubah gelap.

“kau anak siapa sih?”

terimakasih telah membaca^^

1
Ibuk'e Denia
dialognya kok aneh, bahasanya tak seperti di cerita cerita yang lain..maaf....
Putri Kemuning
Luar biasa
Arix Zhufa
baca 1 bab udh bingung
Dede Mila
mulai baca
hiro😼
Author lucu, saya suka👏😽 bye thor, jaga kesehatan ya.
hiro😼
Ceritanya Best thor👍😮‍💨, makasih sudah membuat cerita sebagus ini😽
hiro😼
🗿Dhlh
hiro😼
Apakah sepasang kekasih dingin sudah tidak dingin?
hiro😼
Jika memang cinta itu seindah pelangi, pasti kisah cintaku juga seindah pelangi, tapi tidak, kisah ku awalnya indah berakhir dgn tidak indah.
hiro😼
Ternyata ada yang mau main2
hiro😼
Alisa namaku, thor🗿👏
hiro😼
Sadis tapi karakter lu mirip gw🗿👏
hiro😼
Ojal saha sih
hiro😼
Nih 👏👏 tepuk tangannya, btw ngakak bener 🤣🤣
hiro😼
Ok aku melihat ojal, ojal saha sih
hiro😼
Yah, aku tau perasaanmu, justin
hiro😼
Maaf ya tapi yang di katakan nya itu benar
hiro😼
Ojol mana thor?
hiro😼
Ojal saha sih thor_-
Hestika
knp pas lg seru²nya selalu gantung cerita nya 😞
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!