Semenjak kematian kedua orang tuanya. Sri yang memiliki nama lengkap Sri Wahyuni harus rmengorbankan untuk tidak bersekolah dan berjualan jamu untuk membiayai kehidupan sehari harinya bersama Cipto adik kandungnya.
Kehidupanya yang terbilang miskin dan kekurangan. Membuat tekadnya semakin kuat untuk meneruskan perjuangan almarhum ibunya berjualan jamu keliling.
David adalah seorang lelaki yang terlahir dari sebuah keluarga kaya raya. Namun kekayaaan yang melimpah tak seindah ekspektasinya.
David harus menelan pahitnya kehidupan ketika kedua orang tuanya resmi bercerai dan meninggalkanya bersama Sang Kakek yang selau menyayangi dan merawatnya hingga dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AMANDA
Tiga hari kemudian. Toko atau kedai yang di bangun Sri dan dan David kini telah selesai. Beberapa orang suruhan David kini terlihat sibuk menata tata letak etalase sesuai dengan apa yang perintahkan Sri pada mereka.
Berbeda dengan Cipto. Sri menugaskan Adiknya untuk mencari bahan dasar untuk meracik jamu seperti jahe, kunyit dan yang lainya di pasar.
Cup
David menarik pinggang Sri dan kemudian mencium pipinya.
"Mas David ..." ucap Sri yang merasa malu karena beberapa orang suruhan David terlihat tertawa melihatnya.
"Maaf, sayang. Aku hanya terbawa suasana. Sudah selesai?" tanya David.
"Sudah sayang, orang orangmu sangat cepat dalam bekerja." puji Sri.
"Sayang, Kakek Adolf tadi menelponku. Dan beliau berkata padaku, bahwa beliau ingin sekali bertemu denganmu." jelas David.
"Apa itu artinya kita akan berangkat ke Inggris?" tanya Sri dengan ragu.
"Iya, sayang. Kita akan berangkat 3 jam lagi dari sekarang." ucap David yang membuat Sri kaget.
"Tapi aku belum berkemas sama sekali." jawabnya.
"Kau tidak perlu repot repot sayang. Kau cukup mandi dan ganti bajumu. Masalah pakaian, kita akan beli disana."
Sri mengangguk mengiyakan ajakan dari kekasihnya yang ingin mempertemukan Sri atmojo dengan Kakeknya.
Rong ... Rong ...
Suara bising dari sebuah knalpot Racing Yankmaha Meonk terdengar masuk ke halaman rumah Sri.
"Itu pasti Cipto yang baru kembali dari pasar." ucap Sri yang merasa tidak asing dengan bisingnya knalpot motor adiknya.
"Iya, kau benar sekali sayang. Siapa lagi kalau bukan bocah tengil itu." David bergumam malas dengan Cipto yang terlihat sedikit petakilan menurutnya.
"Mba ... mba Sri. Yu hu, Tolong bantu aku, mba." Seru cipto dari halaman rumahnya.
Sri melangkah menghampiri berniat membantu Cipto. Namun David langsung menahan tanganya sambil menggelengkan kepala.
"Sayang ... apa kau tidak dengar? Cipto membutuhkan bantuanku." ucap Sri.
"Tidak, kau tidak boleh lelah! biar ku suruh orang orangku untuk membantu Cipto." tegas David yabg tak mau Sri mengeyel apalagi membantahnya.
"Bukanya aku memanggil mba Sri, kenapa kalian yang datang?" tanya Cipto pada kedua bawahan David.
"Bos David memerintahkan kami agar membantu anda Tuan Cipto, dan tidak memperbolehkan nona muda untuk membantu anda, karena Tuan David tak ingin Nona kelelahan apalagi sampai pingsan." jelas kedua bawahan David.
Cipto Atmojo hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, pada calon Kakak ipar yang selalu posesif pada Kakaknya.
Kedua bawahan David masing masing terlihat memikul karung belanjaan Cipto di pundaknya.
"Taruh dimana ini Tuan?" tanya bawahan David pada Cipto.
"Simpan di gudang saja," jawabnya.
Cipto melangkah masuk ke dalam rumah dan tak sengaja mendapati David yang selalu tampil mesra pada Kakaknya dengan hobi yang baru yaitu memeluk Sri dari belakang.
"Ehem ... ehem ... Aku batuk." ucap Cipto yang berharap David menghentikan aksi pamer kemesraanya.
"Kau batuk? cepat pergi berobat sebelum kau menulari kami berdua dengan batukmu." ketus David.
Di sisi lain Cipto merasakan hal senang di dalam hatinya. Kini ada David yang selalu peduli dan menjaga Kakaknya sepenuh hati. Namun di sisi lain juga, Cipto merasakan malas dengan sifat David yang selalu mengacuhkan keberadaanya.
"Kesini kau, cepat!" titah David.
Dengan malas Cipto melangkah sambil melingking baju tangan panjangnya, seolah siap menantang lawan yang berada di hadapanya.
"Ambil ini! dan pergilah sesuka hatimu Cipto." titah David yang tak mau di ganggu waktu kebersamaanya bersama Sri.
"Apa ini bang? jangan harap abang bisa menyuapku dengan ini!" Cipto membolak balikan black card unlimited yang di berikan David padanya.
"Itu kartu kredit tanpa batas! Dengan kartu itu kau bisa belanja sesuka hatimu." jelas david.
"Yang benar, Bang?" Cipto yang baru tahu dari fungsi Black card tersebut. Kini terlihat senang sambil berjingkrak di depan Sri dan David.
"Bilang apa, bocah?" ucap David dengan nada berwibawa.
"Terima kasih, banget buat Bang David yang punya kawasan Inggris, Jos gandos pokoknya." Cipto mencium tangan Punggung tangan David dan Sri dan bergegas capcus menuju motornya.
"Sayang ... Kau terlalu memanjakan Cipto. Aku tak mau Cipto kelak menjadi seorang pemboros di dalam hidupnya." keluh sri.
David memegang kedua pundak kekasihnya dan kemudian mencium kening Sri.
"Sayang dengarkan aku! Ketika aku kecil dulu, aku selalu ingin di manjakan oleh orang yang paling menyayangiku, tapi ..."ucap David yang tak mau membuka luka lamanya di hadapan Sri.
"Tapi apa, Mas?" tanya Sri.
"Ini adalah luka lamaku di masa lalu, dan aku tak ingin berbagi kesedihan denganmu, karena yang aku inginkan sekarang hanyalah berbagi kebahagiaan denganmu yang paling aku cintai." ucap David dan Sri pun mengangguk tak bisa memaksa.
David memeluk Sri dengan erat. Seolah tak ingin lagi kehilangan orang yang sangat di sayanginya.
INGGRIS.
Terlihat seorang wanita cantik dengan body anggun dan gemulai sedang membicarakan rencana kedatangan David.
"Darimana kau tahu bahwa David akan datang kembali dengan waktu yang cepat?" tanya Amanda.
Amanda adalah gadis simpanan David yang di gadang gadang akan menjadi menantu di keluarga Morata kelak.
"Tapi Nona juga harus waspada." ucap pembantu keluarga David yang menjadi informant Amanda.
"Apa maksudmu dengan menyuruhku agar waspada?" tanya Amanda penasaran.
Salah satu pembantu David yang bernama Erika. Kini membisiskan informasi seputar gadis indonesia yang berdarah jawa yang kini sedang dekat dengan David di telinga Amanda.
"Yang benar saja!" bentak Amanda hingga membuat Erika terkejut dan mengusap dadanya.
"Nona ... pelan pelan ngapa! untung saja saya tidak mengidap jantung." ucap Erika sambil menghela nafasnya.
"Maaf, Erika. Aku hanya terbawa suasana. Terima kasih untuk informasinya. Sekarang kau bisa kembali bekerja." titah Amanda.
"Tapi nona, jangan lupa transferanya." ucap Erika yang tak pernah lupa dengan uang seseranya.
"Iya, ya. Nanti aku mentrasfer ke dalam rekening. Dasar bawel!" ketus Amanda.
yaelah Thor kok nanggung sehhh....
up dunk.
Rahwana
rohani
Dan terakhir Dorna(sampe salah baca aku Thor bacanya dorra, karena begadang Ampe jam 1 mlm bacanya, mo dlanjutin besok kok sayang😁😁)
motor mionk...🤣🤣🤣🤣
aimakjang, bacanya aja dah bikin pipiku sakit gak bisa brnti ketawa..🤣🤣🤣
penggal aja bg David si rohhalus tu...