Dari bab awal akan banyak revisi kata ya. Maafkan author yang masih sering typo dalam penulisan. Jangan lupa untuk terus dukung author dengan memberikan like, komentar, dan jadikan novel "Cinta Terpendam" sebagai favorite agar kalian tidak ketinggalan update episode terbarunya. Eiittsss jangan lupa kasi vote buat author ya, biar author tambah semangat.
Ini adalah kisah tentang sepasang sahabat yang diam-diam saling menyimpan rasa. Ya, mereka adalah Hutama dan Ayu. Mereka adalah sepasang sahabat yang bisa dikatakan cukup dekat, hampir seperti sepasang kekasih. Tetapi di antara mereka tidak pernah terlontar ucapan cinta, hanya dari perbuatan saja. Ikuti terus kisah Hutama dan Ayu.
ig : whyelok
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon why_elok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20
Setelah menghubungi Tama dan memberitahukan bahwa aku boleh cuti, maka Tama langsung membelikan aku tiket kereta api untuk pulang, dan nanti Tama akan menjemputku ke stasiun.
Sesuai dengan jadwal keberangkatan, aku pulang ke rumah dengan cuti selama seminggu. Setelah 9 jam perjalanan, 1 jam lagi aku akan tiba di stasiun di kotaku. Aku menghubungi Tama dan meberitahukan bahwa aku akan turun 1 jam lagi. Ternyata diluar dugaanku, Tama sudah menunggu di stasiun dan baru saja tiba.
***
Aku sudah berada di dalam mobil bersama Tama.
"Kamu udah makan?" Tama membuka obrolan setelah lama hening.
"Udah kak, tadi beli di kereta. Kakak belum makan?"
"Udah tadi nunggu kamu sama beli cilok hehe."
Tak terasa kita sudah sampai di rumahku. Aku masuk ke dalam dan mencari ibuku. Betapa terkejutnya aku ternyata di rumahku sudah banyak saudaraku yang datang dan mereka semua tampak sibuk mempersiapkan sesuatu, dan adikku yang super sibuk juga datang.
"Eh anak ibuk udah datang" Ucap ibuku sambil memelukku
"Ini mau ada acara apa buk? kok semuanya pada datang?"
"Mbak, kamu ini gimana sih, kamu yang mau dilamar sama mas Tama kok malah tanya ini ada acara apa." Ucap adekku dengan santainya.
Aku langsung menoleh kearah Tama mencoba bertanya dengan tatapan mataku. Dan Tama hanya tersenyum.
"Kak, maksudnya apa sih?"
"Kamu ini beneran gak tau apa pura-pura gak tau sih?"
"Beneran gak tau lah, kan kamu gak cerita"
"Terus ngapain aku nyuruh kamu ambil cuti dan pulang kalau bukan buat terima lamaranku."
"Tapi kamu gak ngomongin sama aku dulu."
"Ngapain aku ngomong ke kamu, aku cuma langsung ngomong ke ibuk dan minta perimbangan ke adek, karena mereka berdua setuju, ya sudah langsung aja acara lamarannya."
Hatiku rasanya berbunga-bunga, baru kali ini ada cowok yang bener-benr menghargai perasaanku dan juga keluargaku.
"Ya udah sekarang kamu istirahat, besok dandan yang cantik ya. Aku datang kesini jam 9 pagi."
"Baiklah."
Setelah Tama berpamitan ke ibuku, dia langsung pulang.
***
Malam ini aku tidur sekamar dengan adikku, karena sudah lama kita tak seakrab ini.
"Mbak, kamu bentar lagi jadi istri mas Tama, kamu mau tinggal dimana?"
"Kan masih lamaran dek, belum nikah."
"Tapi kemarin mas Tama bilang kalau 2 minggu setelah lamaran kalian langsung nikah."
"Apaaaaaa? Tama ngomong gitu dek?"
"Iya mbak."
"Duh bener-bener tuh orang senengnya bikin orang syok aja."
"Gpapa mbak, kan kalian berdua juga udah tua haha." Ledek adikku sambil cengengesan.
"Udah ah, tidur yuk, mbak ngantuk capek juga."
"Iya, apalagi besok udah jadi tunangan mas Tama haha."
***
Pagi pun datang, aku dibangunkan adikku dan langsung mandi, setelah itu aku memilih pakaian di lemariku. Ketika aku bingung memilih pakaian, tiba-tiba adikku datang membawa kebaya lengan 3/4 dengan warna navy dan dipadukan dengan rok batik modern.
"Mbak, kemari sebelum jemput mbak, mas Tama nganter baju ini dulu, katanya disuruh pakai waktu lamaran."
"Yaampun dek, Tama sampai segitunya?"
"Iya mbak, mangkanya mbak gak akan nyesel kalau udah nikah sama mas Tama. Udah cepet ganti baju mbak, bentar lagi aku bantuin dandannya."
"Baiklah-baiklah. Aku manut."
Adekku pergi meninggalkan kamar dan membiarkan aku ganti baju.
Aku memakai baju yang sudah dibelikan Tama, ternyata pas sekali dengan badanku. Aku sungguh terharu dengan perhatian Tama selama ini. Ayah, andai saja ayah masih ada di sini, pasti ayah bahagia. Ternyata Ayu sudah besar yah, sebentar lagi akan dilamar oleh orang yang benar-benar baik.
kayak mimpi dapet notif darimu😘😘
abisnya lucu
ga ditanggepin masiiiih aja ga tau diri
ga kaya di tempet lain
malah di ladenin sm pemeran cowonya jadiiii aja berantem Mulu