Wasiat dari sang Ayah membuat Jia harus menikah dengan Pria Tua pemilik grup perusahaan Mi. Jia yang masih berusia 23 Tahun terpaksa menikahi Pria yang usianya sudah 46 Tahun.
Mencintai Pria yang memiliki masa lalu buruk terhadap wanita bukanlah hal yang mudah. Bahkan, hati Japhar sendiri tak bisa menerima cinta dan kasih sayang dari siapapun.
.
Cobaan Di dalam rumah tangga selalu tak bisa ia hindari. Bahkan cibiran-cibiran dari temannya pun selalu ia terima, Mampukah pernikahan ini bertahan?
Penasaran? Lanjut Baca Dong! Ikuti Kisah Perjuangan Cinta Jia Li!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AppleTwisT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19 - Aku Ingin Mencintaimu
Jia menyandar kan dirinya ke kursi yang sedang ia duduki. Sedikit menjernihkan pikirannya sejenak, karna sedari tadi pikirannya amat kacau.
''Bagaimana dia tahu kalau aku sudah menikah? hah? bahkan keluarga besar ku juga tidak pernah tau.'' Kata Jia dalam hati dan menatap surat undangan itu berkali-kali.
''Bagaimana Nona Jia?'' Tanya Ze sembari mendekat ke mejanya.
Jia bangkit dan menatap ke arah luar jendela ruangan. Akhirnya dia memutuskan untuk memberi tahu publik soal pernikahan nya, dan Juga suaminya Japhar.
''Baiklah, Kali ini aku yakin. Aku sudah bertekad untuk memberi tahu publik soal pernikahan ku dan Japhar.'' Gumam Jia
''Semoga, dia tak menyesal atas pilihan nya.'' Batin Ze
Jia memutuskan itu semua karna ia ingin mempertanggung jawabkan statusnya sebagai istri orang. Apapun keadaan suaminya, Dia akan mencintainya dan tetap setia.
.
.
.
.
.
Malam itu, Japhar pulang agak larut malam. karna harus lembur di kantor. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 barulah Japhar tiba dirumah. Bi Lyna sedari tadi sudah tertidur di kamarnya. Sedangkan Jia masih setia menunggu Japhar di ruang utama walaupun matanya sedikit mengantuk, tetapi ada hal yang harus dibicarakan nya dengan Japhar.
Japhar mendapati istrinya yang tengah menunggunya di ruang tamu.
''Kau sudah pulang...'' Ucap Jia yang sedikit terkejut melihat kehadirannya. Dia terjaga dari lamunannya. Dilihatnya Japhar dengan pakaian lusuh dan wajah yang tampak kelelahan.
Japhar hanya mengangguk, dan berlalu pergi. Ketika hendak berlalu, Jia menghadangnya.
''Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan.''
''Ada apa? Apa ada masalah?'' Kata Japhar dengan bingung sambil menatap wajah Jia keheranan.
''Engga.. Um soal itu...''
Japhar mengajak Jia ke kamarnya dan kini mereka sudah duduk berdampingan di ranjang Japhar. Jia menyuguhkan secangkir teh jahe untuk memulihkan stamina Japhar yang tampak kelelahan seusai pulang kerja.
''Kau kelihatan kecapean, Ada apa?''
''Engga, cuma sedikit cape. biasanya ga lembur.'' Ucap Japhar sambil menyeruput secangkir teh jahe yang telah disiapkan Jia.
''Mau bicara apa tadi?'' Tanya Japhar.
''Emm, Anu... Teman ku mengundang ku ke pesta pernikahan nya. Aku ingin kau menemaniku kesana, lusa.'' Jawab Jia dengan gugup.
Japhar menghela nafas panjang lalu berkata pelan. ''Yaudah, Pergi sendiri saja sana. Aku sibuk, lagian kan...''
Sebelum melanjutkan perkataannya, Jia segera menepis semua perkataan Japhar.
''Maksudku, Aku ingin memberitahu publik soal hubungan kita... Baru saja seminggu kita menikah, rasanya aku selalu hidup sembunyi-sembunyi.''
Japhar dikejutkan oleh perkataan Jia itu. dan menjawab cepat. ''Apa kau tidak malu memiliki suami sepertiku? Bisa-bisa karir mu menurun karna gosip yang beredar antara kita berdua.''
Jia mengulurkan tangannya, dan memeluk Japhar dari samping. Pelukannya begitu erat.
''Kenapa tiba-tiba?'' Batin Japhar terkejut.
Deg-Deg
Jantung keduanya berdebar kencang seolah dunia hanya milik mereka malam itu. Namun keduanya tak berani saling tatap, Jia masih saja tak kunjung melepaskan pelukannya.
''Kita ini sudah menikah, tak perlu tahu berapa umurmu atau fisikmu... Yang penting cinta dan setia. Aku tidak pernah merasakan arti cinta, tapi semenjak kehadiran mu, Aku selalu belajar untuk mencintai suamiku.'' Kata Jia sembari mendekap kan wajahnya ke dada kekar milik Japhar.
Kata-kata itu terdengar begitu tulus dan meyakinkan Japhar. Dia mencoba agar Jia tak pernah mencintai Pria Tua sepertinya.
''Cinta dan cinta... Omong kosong macam apa itu, kau ingat kan? ini hanya pernikahan bisnis.'' Ucap Japhar seraya menepis tangan Jia dan bangkit dari duduknya.
''Kumohon... Aku serius dengan kata-kata ku, kali ini jangan keras kan hatimu. Kita sudah menikah, dan sebentar lagi akan menjadi keluarga... Aku tidak pernah memiliki keluarga utuh sebelumnya. Tapi semenjak kehadiran mu... Semuanya berbeda. Aku ingin mencintaimu dengan seluruh kehidupan ku. Aku tidak akan pernah menyesal.'' Begitu kata-kata itu terucap dari mulut Jia, matanya mulai berkaca dan air mata perlahan jatuh dari pipinya. dia membalikkan badannya membelakangi Japhar.
Japhar menoleh ke arahnya, dan mendekat lalu merangkul Jia dari arah belakang. Jia membalas rangkulan itu dengan erat. Dan Kini mereka mulai mencoba mencintai satu sama lain.
- - -
''Tidurlah dikamar ku malam ini, Aku tidak akan menyentuh mu.'' Ucap Japhar seraya melepaskan pelukannya.
Jia pun terlelap di ranjang milik Japhar dalam keadaan terisak dengan mata yang membengkak.
Japhar mencoba menenangkan dirinya di balkon kamar. Sambil menatap langit malam gelap gulita dihiasi bintang.
''Bagaimana ini...''
.
.
.
.
.
Bersambung -
masa GK bisa nyelidiki apa yg terjd pada jia
revisi mulu
jangan" mereka bukan sodara kandung..
haduh jiwa ghibah ku berteriak Thor