Kisah cinta seorang wanita yang berlumuran dosa yang dipertemukan dengan lelaki sholeh
Thara dijodohkan dengan Ayaz lantaran tidak tahan dengan sikap anaknya yang liar dan diluar kendali. Surya yang merupakan ayah dari Thara memilih Ayaz, yang merupakan murid teladannya dulu. Dia yakin bersama Ayaz, Thara akan berubah menjadi wanita baik-baik. Mengingat reputasi Ayaz yang gemilang dan juga ke shalehannya.
Namun keluarga Ayaz tidak setuju anaknya dinikahkan dengan wanita liar seperti Thara. Ibunya takut hal itu akan membuat malu nama baik keluarga. Namun karena Surya banyak berjasa pada Ayaz. Membuat pria itu mau tidak mau menyetujui perjodohan itu.
Lalu bagaimana rumah tangga mereka, mengingat sifat mereka yang sangat jauh bertentangan.
Apakah Ayaz mampu mendidik istrinya? membuat Thara jatuh cinta atau malah menyerah karena tidak tahan dengan wanita itu.
"Tidak ada yang menginginkan pernikahan ini! untuk apa ditanggapi dengan serius. Urus, urusanmu sendiri. Jangan ikut campur dengan urusanku!!"
"Memang kita tidak menginginkan pernikahan ini, tapi ketahuilah bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehendak ALLAH. Kau adalah amanah dari ayahmu untukku, Thara. Dan tanggung jawabku begitu besar terhadapmu."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aff18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
WARNIG!!
TERDAPAT UMPATAN KASAR YANG TIDAK BAIK UNTUK DITIRU.
****
"Mau ngapain lagi?!" Thara berucap ketus.
"Aku mau ngomong sama kamu untuk yang terakhir kalinya. Pliss, ikut aku ketempat biasa ya."
"Enggak. Aku nggak mau Ayaz salah paham sama aku. Mending kamu pulang sana!" Thara meneruskan langkahnya, namun Viky segera mencegahnya. Viky bahkan menarik pelan tangannya.
"Pliss, Thara... ini yang terakhir kalinya. Kita bicara sebentar aja, setelah itu semuanya selesai." Viky kembali memohon padanya. Namun Thara nggak terusik sama sekali. Dia paham betul orang seperti Viky. Dia hanya akan memelas saat ada maunya. Dan sedang merencanakan sesuatu.
"Aku bukan cewek bego' ya Vik! kamu pikir aku nggak tau kalo ini cuma akal-akalan kamu aja. Aku nggak mau! mending kamu pergi sana. Jangan ganggu kehidupan aku lagi."
Sialan! nih cewek udah mulai susah dibujuk pake cara halus rupanya.
"Dasar jalang gak tau diri! emang seberapa hebat laki lo di ranjang, sampe lo tiba-tiba aja berpaling ke dia. Munafik, sok suci!!"
Thara menatap geram, saat Viky kembali memperlihatkan sifat aslinya.
"Ya jelas dia lebih hebat lah. Emangnya kamu! baru masuk lima menit aja udah keluar. Sok jagoan, tapi aslinya loyo. Cih, najis aku disentuh sama kamu lagi."
"Anjir lu ya! lo nggak tau siapa gue, hah!! sini lo... " Viky menarik tangan Thara untuk masuk kedalam mobilnya. Tentu hal itu membuat Thara memberontak dari cekalan tangannya. Herannya tak ada satu orangpun yang melihatnya disana. Hingga Viky dengan mudah membawa Thara bersamanya.
"Sialan!! lepasin tangan aku Vik. Kamu mau apa?!" Thara berteriak sembari memberontak. Namun hal itu percuma karena tenaganya kalah jauh.
"Biar gue buktiin sama lo, kalo gue jauh lebih hebat dari pada laki lo itu!" Viky segera melajukan mobilnya. Sementara Thara terus berusaha membuka pintu mobilnya. Thara bahkan nekat melompat dari mobil itu jika saja Viky tidak menguncinya.
"Dasar setan! udah nggak waras ya, kamu. Turunin aku sekarang juga. Aku nggak mau berurusan sama kamu lagi!!"
"Turun aja kalo bisa. Aku mah gak peduli, kamu mau mati juga."
"Anjing, sialan! iblis kamu ya Vik. Aku nyesel banget pernah kenal sama cowok kayak kamu. Sumpah perlakuan kamu ini bikin aku tambah jijik, tau gak!" Thara terus saja memakinya. Namun Viky tidak begitu memperdulikannya. Biarlah Thara mengeluarkan semua makian untuknya, setelah sampai barulah Viky akan membalasnya.
"Terus aja keluarin kata-kata kotor. Percuma tobat, kalo mulut masih aja ngomong kayak gitu. Emang dasar munafik!"
Astaghfirullah...
Ya Allah... Thara takut. Apa yang mau Viky lakuin sama Thara. Gimana kalo dia perkosa Thara terus Thara dibunuh kayak diberita-berita.
"Vik, kamu jangan gila! masih banyak cewek lain diluar sana. Lepasin aku sekarang juga, pliss... " Thara mulai memelas. Air matanya jatuh membasahi pipi. Dia benar-benar takut akan sisi iblis dari Viky yang kini kembali terlihat.
Mengingat setiap kalj Viky marah, tidak luput dari perlakuan kasarnya. Thara takut Viky akan menyiksanya dan memperlakukan dirinya layaknya hewan.
Melihat Thara yang mulai ketakutan membuat Viky benar-benar puas. Dia semakin menyeringai jahat saat memikirkan rencana licik yang sudah dia siapkan.
"Lo pikir gue ngelakuin ini karena gue nggak mau kehilangan lo, gitu?! cih, jangan mimpi. Lo itu nggak ada artinya sama sekali buat gue. Lo cuma sampah! lo cuma pelacurnya gue. Nggak lebih."
Thara tidak begitu peduli dengan cacian Viky padanya. Yang dia khawatirkan bagaimana nasibnya setelah ini. Dia tidak ingin Ayaz kembali kecewa padanya.
Saat perjalanan mereka sudah cukup jauh. Tiba-tiba saja sebuah mobil hitam menyalip mereka dan membuat Viky tiba-tiba berhenti.
Terdengar suara decitan mobil yang cukup keras.
"Anjing! siapa yang udah berani nyalip mobil gue."
Thara mengangkat wajahnya. Matanya berbinar saat melihat Ayaz yang keluar dari mobil itu. Diiringi oleh Edy dibelakangnya.
"Ayaz...?"
Saat Viky keluar dari mobilnya. Ayaz langsung saja memberikan pukulan telak diwajahnya. Ayaz menarik baju Viky hingga nyaris terangkat tubuhnya. Lalu menghadiahkan kembali pria itu dengan hantaman keras di wajahnya. Dalam sekejab, wajahnya Viky sudah babak belur dibuatnya.
Thara sedikit terkejut melihat adanya aura yang aneh dari Ayaz. Wajahnya nampak datar namun pria itu tidak hentinya menyiksa Viky dengan tangannya sendiri. Tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
"Sialan!!" Viky masih sempat memaki saat tubuhnya sudah berlumuran darah di tanah.
Ayaz segera membuka mobil Viky untuk membawa Thara bersamanya.
Thara yang melihat itu segera menyambut uluran tangan itu. Dan ikut bersama suaminya masuk kedalam mobilnya.
Viky sendiri merasa kesal karena tidak berhasil membawa Thara bersamanya. Dia merasa tidak rela, Thara lolos begitu saja. Hingga rencana licik kembali melintas di otaknya.
"Sory ya Thara. Aksi pelarian kita nggak berhasil. Keburu ketauan ama laki lo. Tapi mungkin lain kali, bisa," ucapnya dengan suara yang cukup keras.
"Maksud kamu apa sih!!" Thara menyela ucapannya dengan kesal.
Thara menatap kearah suaminya. Kini ekspresi Ayaz tak terbaca. Wajahnya masih datar. Dan tidak mengeluarkan sepatah katapun. Ayaz hanya menyuruhnya masuk kemudian pergi meninggalkan Viky sendirian disana.
Thara merasa tidak nyaman dengan keterdiaman Ayaz. Apakah pria ini marah padanya? apa dia percaya dengan ucapan Viky barusan?
Segala macam pikiran buruk melintas dikepalanya. Thara benar-benar gelisah dengan sikap Ayaz yang seperti ini. Didalam mobil begitu hening. Bahkan Edy yang ada dibelakang tidak berani mengeluarkan suara sedikitpun. Aura disana terasa begitu mengerikan.
Sampai akhirnya tibalah mereka dirumah. Ayaz masih saja bungkam. Dia langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Ayaz bahkan melewati Gina begitu saja.
Sikapnya yang seperti ini membuat Gina dan Fatma menatap Thara dengan penuh cemooh.
"Apa lagi yang kamu lakuin sama Ayaz?"
Thara terkesikap. "Nggak ada kok, Ma. Ini cuma salah paham."
"Dari kemarin salah paham terus. Jangan keasikan kamu nipu suami, ya Thara. Nanti kena azab baru tau kamu!" Gina menunjuk ke wajah Thara dengan geramnya.
"Udah Ma. jangan marah-marah terus. Nanti darah Mama naik lagi." Fatma mencoba menenangkan Gina.
"Ini beneran salah paham, Ma. Demi Allah... "
"Halah, nggak usah bawa-bawa nama Allah. Nanti kualat kamu."
"Astagfirullah... "
"Kamu juga kenapa sih, Thara. Nggak bisa apa sehari aja gak buat masalah. Kasian Mama kalo darahnya naik dia bisa drop. Apa susahnya sih nurut sama suami. Jangan membangkang terus."
Ucapan Fatma cukup membuat bara api didalam diri Thara kembali berkobar. Hingga dia menatap wanita ini dengan geram.
"Seorang pembangkang jauh lebih baik, daripada seorang penjilat. Pembangkang memiliki prinsip pemberani dalam mengambil resiko. Sementara seorang penjilat, hanya bisa mencari tempat aman dari ketiak seseorang," Tukas Thara sebelum akhirnya menyusul Ayaz ke kamarnya. Tanpa peduli dengan aura permusuhan dari kedua orang itu.
****
Ayok bantu author dengan like dan Vote nya
thara menag banyak juga, masah bersenang2, sex bebas, hura2, poyah2, dan akhiratnya dapat lelaki yang mencintanya, dan menerima dia apa adanya, bahkan berjuang untuknua
atas lelaki sejati,
fatma miris, berjuang mendapatkan hati lelaki pujaanya tapi miris pujaannya malah nikah dengan wanita lain, dan dia dihujat karena mencinta suami orang, dan miris sekali hidupnya author hukum dia dengan diperkosa dan diperlakukan sangat hina dan kasar
satu kesalahan besar fatma bukan mencintai suami orang tapi fatma mencinta suami pemeran utama wanita karena dasarnya author dan readernya wanita jadi mereka ngehalu diposisi pemeran utama wanita jadi pelakor mereka laknat habis tapi pebinor mereka jaga
*saat fatma melakukan kesalahan mereka beramai menhujat, melaknat dan memaki fatma
tapi
*saat viky melakukan kesalahan meraka diam, tidak mempermasalahkan itu
inilah sikap egois wanita yang dibawa reader dalam berkomentar
*mereka akan melaknat wanita yang menyukai suami alias pelakor
*tapi memaklumi dan terkesan baper dengan lelaki lain yang menyukai mereka, jadi semua kelakuan lelaki itu mereka maklumi bahkan mbenarkan
aku tunggu ucapan thara "maafkan karena tidak sempurna dan Terima kasih suamiku karena ikhlas menerima aku apa adanya" ucapan ini simple tapi sangat banyak maknanya
*membuat suami merasa dihargai dan dianggap
*membuat thara merasa bersukur dan berterima kasih
*membuat thara naik derajatnya karena peka terhadap perasaan suami
*membuat thara naik derajat karena sadar akan kesalahannya
tapi sayang sekali thara tidak pernah mengucapkan kalimat itu