slow update !!!
Kisah tentang seorang laki-laki bernama David Fernandez dan seorang wanita bernama Renata Azaria Saputra.
David Fernandez adalah seorang pengusaha muda dan merupakan anak dari pemilik salah satu maskapai penerbangan terbesar di Asia.
Renata Azaria Saputra adalah seorang putri dari seorang pengusaha sukses asal Surabaya. ia juga merupakan seorang aktris tanah air yang terkenal. sudah banyak sekali sinetron maupun film yang ia bintangi.
siapa sangka ternyata kedua orang tua mereka merupakan sahabat karib dan sudah menjodohkan keduanya semenjak mereka masih bayi.
apakah laki-laki dingin seperti David bisa jatuh cinta pada wanita cerewet seperti Renata ??
apakah keduanya bisa menerima perjodohan itu ??
ikuti kisah keduanya dan lihatlah bagaimana kelakuan konyol mereka..
follow my Instagram @a.ayumie20
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ambarayu96, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apartemen Rena
“Mama? Kenapa mama memintamu ke mari?” tanya
Rena sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya. Bukannya menjawab justru
David bangkit dari duduknya dan berjalan menelusuri tempat tinggal milik wanita
itu.
David berjalan menyisir seluruh sudut yang ada
di ruangan tersebut. Saat ia berjalan melihat-lihat foto yang terpajang rapi di
samping televisi, pandangannya tertuju pada sebuah foto di mana Rena yang
tengah berlari menggunakan bikini berwarna kuning mustard sedang tersenyum
manis ke arah kamera.
Tanpa Ia sadari sebuah lengkungan terbit di
kedua sudut bibirnya. Karena tak mau tertangkap basah oleh sang pemilik foto,
ia pun kembali berjalan dan kini langkahnya menuju ke arah ruang makan yang
menjadi satu dengan dapur.
Rena yang melihatnya dibuat jengkel, bagaimana
tidak jengkel? Sejak tadi ia bertanya namun David malah tidak menghiraukan
perkataannya.
“Mau ke mana Dia? Kenapa kepo banget sama apartemenku?”
gumam Rena saat ia melihat tamu yang tak diundang itu berjalan menuju ke arah dapurnya.
Ting
“Astaga! Jangan sampai dia melihatnya. Bisa
mampus nanti jika ia mengadu pada mama” ucap Rena dalam hati saat ia teringat
dengan sesuatu yang ia letakkan di dapurnya.
Dengan perlahan ia mengikuti langkah David
yang terkesan seperti seorang detektif yang tengah menyisir tempat kejadian
sebuah perkara.
Hati Rena semakin tak tenang saat David mulai
membuka laci demi laci yang ada di dapurnya itu.
Deg
Deg
Deg
Jantung Rena semakin berdetak kencang tatkala
tangan David sudah mulai meletakkan tangan kanannya di sebuah laci di mana
sejak tadi ia memandangi laci itu.
Karena ia tak mau David membuka laci itu,
dengan cepat ia menghampiri David dan sedikit mendorongnya lalu berdiri di
depan laci itu, menatap tajam ke arahnya.
“Sebenarnya apa sih maumu ke sini?” ucap Rena sedikit
kesal karena kedatangan David siang itu.
Mendengar pertanyaan Rena membuat David
sedikit memundurkan tubuhnya dan bersandar di meja bar dapur itu sambil melipat
kedua tangannya di depan dadanya.
“mauku?” tanya David sambil menatap tajam ke
arah Rena.
Sedangkan Rena hanya mengerutkan dahinya.
“Ya, iyalah. Kalau bukan kamu siapa lagi?”
ucap Rena sinis. Pasalnya sejak tadi ia menanyakan alasan kedatangan Laki-laki
itu kesini, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban darinya.
“Mamamu menyuruhku untuk melihat keadaanmu. Sudah
seminggu kau tak pulang ke rumah. Ia sangat menghawatirkanmu” ucap David santai, memberitahu kepada Rena tentang mamanya yang tengah menghawatirkannya itu.
Mendengar ucapannya, membuat Rena merasa tidak
senang. Ia tidak mengira kalau mamanya akan menyuruh orang asing untuk ikut
campur dalam urusan pribadinya.
“Sekarang kau sudah tahu kan, jika keadaanku
baik-baik saja. Lebih baik kamu pergi deh, aku mau istirahat.” Ucap Rena terkesan mengusir sambil
mengibaskan tangannya ke arah David.
David merasa kesal karena tingkah Rena yang
terkesan tidak sopan itu, berusaha menahannya. Ia masih diam di tempatnya, menahan
emosinya.
Sedangkan Rena, terlihat wajahnya yang masam
karena lagi-lagi ucapannya tidak di hiraukan oleh David.
“Kenapa masih di sini, pergi sana! Aku mau
tidur.” Ucap Rena meninggi sambil menghela nafas kasarnya lalu ia beranjak dari
tempatnya, melangkahkan kakinya pergi meninggalkan tempat itu.
David yang sudah tidak bisa menahan emosinya
lagi, ia dengan cepat meraih pergelangan tangan kiri Rena menggunakan tangan
kanannya. Sambil mencengkeram kuat tangan itu, ia menariknya dan menghempaskan
tubuh Rena ke pinggir meja tempatnya bersandar tadi.
“Aw,” ringis Rena saat merasakan kuatnya
cengkeraman tangan David. David yang mendengar rintihan dari Rena seakan tidak memedulikannya.
“Bisa enggak, kalau bicara sopan sedikit? Hah?”
ucap David dengan penuh penekanan.
Namun bukan Rena namanya jika langsung merasa
terintimidasi oleh David, justru ia semakin kesal karena kelakuan laki-laki itu
yang menurutnya sudah kurang ajar padanya.
“Bisa lepas, enggak?” bentak Rena sambil berusaha
melepaskan cengkeraman tangan David yang terasa sakit di pergelangannya itu.
David yang tak menghiraukan bentakan Rena itu
malah semakin mendekat, mengimpit tubuh Rena hingga membuat Rena sedikit merasa
gugup. Tak lupa pandangan matanya yang tajam menatap kedua bola mata cokelat
milik Rena.
“Kau tahu? Aku paling tidak suka ada orang
yang membentakku. Apalagi itu seorang wanita” ucap David sambil menatap tajam
Rena. Sedangkan Rena, ia masih berusaha melepaskan genggaman tangan David yang
terasa sangat kuat di pergelangan tangannya itu.
“Lepas.” Dengan sekuat tenaga, Rena
menghempaskan tangan David hingga membuat cengkeraman yang ada di tangannya itu
terlepas.
Ia pun langsung memegangi bekas genggaman
tangan David yang memerah di pergelangan tangan kanannya itu.
“Berhenti mencampuri urusanku. Lebih baik kamu
keluar dari apartemenku. Sebelum aku menelepon security” ucap Rena kesal sambil
melangkahkan kakinya pergi meninggalkan laki-laki itu. Namun belum sempat ia
berjalan lebih jauh, ia tiba-tiba menghentikan langkahnya, saat mendengar
perkataan dari mulut David yang semakin membuatnya membenci laki-laki itu.
“Apapun yang akan terjadi, pernikahan ini akan
tetap berjalan”
..... TBC .....