Queen Fredella Huang adalah anak tunggal dari Mike dan Rara,dia di besarkan dengan sejuta kasih sayang,pembawa kedamaian antara papa dan kakeknya.
Gadis cantik dan pintar,darah Mike yang mengalir di tubuhnya membuatnya sangat cantik di tambah lagi darah kesederhanaan dari Rara membuat gadis ini sangat sempurna.
Cantik,pintar dan sederhana,kebanggaan dari keluarga Huang,dia mempunyai cita-cita menjadi dokter,berbanding terbalik dengan keinginan kakeknya yang menginginkan dia menjadi penerus kerjaan bisnis keluarganya.
Bagaimana kisah tentang Queen?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penawaran perdamaian
Queen sudah sampai diapartment,mengambil baju kemudian masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya,Fahri mendengus kesal karena lagi-lagi Queen meninggalkannya di parkiran dan pergi terlebih dulu.
Fahri menempelkan cardnya dan masuk perlahan,matanya mengedar kesegala arah,perlahan dia membuka pintu kamar dan tak mendapati Queen di sana,sempat Fahri berfikir Queen belum masuk ke apartement tapi pikirannya berubah saat mendengar gemericik air di kamar mandi yang menadakan Queen sedang berada di dalam sana.
Fahri membuka jas serta dasinya,menggulung lengan kemejanya sampai batas siku kemudian membuka jendela balkon dan duduk disana sambil memainkan ponselnya.
Ada banyak pesan serta email dari Reno,Fahri mendengus kesal,malam ini sepertinya dia harus lembur melihat banyaknya email yang di kirim Reno padanya.
Reno juga mengirim sebuah chat yang menanyakan kapan dia kembali ke Jakarta karena memang sebenarnya urusan di Bali sudah selesai walaupun memakan biaya fantastis tapi semua bisa teratasi,ada semacam rasa tidak tega atau tepatnya tidak ingin meninggalkan Bali secepat itu atau lebih tepatnya lagi dia takut meninggalkan Queen sendiri di Bali.
Queen keluar dari kamar mandi,melihat kearah balkon dan melihat Fahri duduk termenung sendirian di sana.
"Kenapa lagi dia,dasar pria aneh jam segini melamun di balkon,kesambet tar dikira sulapan"gumam Queen.
Fahri menoleh dan mendapati Queen duduk di meja riasnya,melangkah masuk dan berdiri disamping Queen.
"Kenapa kau berdiri disitu,merusak moodku saja"kesal Queen.
"Apa sehari saja kau tidak bisa berdamai denganku?"heran Fahri.
"Dalam mimpimu"balas Queen.
"Bukankah besok kau libur tiga hari karena senen tanggal merah?"tanya Fahri.
"Emang kenapa kalau aku libur".
"Kita berdamai dan sebagai balasannya aku ajak ketempat yang pasti kau suka"tawar Fahri.
Terlihat Queen sedikit berfikir sambil terus menyisir rambut panjangnya.
"Tergantung apakah tempat itu bisa memuaskanku"jawab Queen.
"Tentu saja,kau meragukan seleraku".
"Buktikan saja dulu"ucap Queen dan langsung melenggang ke kasur,menyibak selimut dan menutupi tubuhnya.
Fahri masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya dan setelah itu duduk di sofa,tangannya mulai menari di atas keyboard laptopnya,banyak sekali pekerjaan yang di kirim Reno untuknya.
Tak terasa waktu terus berjalan dan Fahri sudah mulai lelah,menutup laptopnya dan berjalan ke ranjang,pelan Fahri merebahkan tubuhnya kemudian dengan hati-hati menarik Queen kedalam pelukannya.
Sejak kemarin dia tidur memeluk Queen membuatnya serasa ingin selalu melakukannya,memeluk Queen memberikan ketenangan untuknya,entah rasa nyaman seperti apa dia juga bingung karena baru kali ini dia mengalaminya.
Queen tidak berontak karena dia tertidur pulas bahkan Queen juga memeluk Fahri seperti anak koala,membenamkan wajahnya di dada bidang Fahri seolah memberinya kehangatan,tak butuh waktu lama Fahripun sudah tertidur lelap.
***
Pagi harinya Fahri terbangun terlebih dulu,karena tidak mau membuat mood Queen berantakan lagi Fahri melepas pelukannya dan bangun terlebih dahulu.
Queen menggeliat,mengerjapkan matanya perlahan kemudian duduk.
"Tumben si mesum udah bangun duluan"gumam Queen.
Fahri masuk mendapai Queen masih duduk di kasur.
"Apa kau tak akan cepat mandi?"tanya Fahri.
"Emang kenapa,hari ini sabtu aku libur gak ada kuliah"jawab Queen sambil memainkan ponselnya.
"Apakah kau lupa dengan penawaranku semalam?"
"Penawaran?"otak Queen mulai loading mengingat apa yang dia lupakan.
"Kita akan berdamai dan aku bawa kau kesuatu tempat yang pasti kau suka"jelas Fahri.
"Ohh itu,oke aku mandi dulu,dan kita lihat apakah itu bisa memuaskanku"jawab Queen.
Queen berjalan menuju kamar mandi,setengah jam lamanya dia berada di dalam dan keluar dengan pakaian santainya,celana jeans sobek-sobek,tank top kuning dan jangan lupakan sneaker andalannya.
Fahri menatap sekilas Queen kemudian mendengus kesal.
"Apa kau akan pergi dengan tanktopmu itu?".
"Ada masalah,ini fashion apa kau sangat kolot".
"Setidaknya pakailah jaket".
"Hello tuan ini Indonesia,aku bisa mati kepanasan kalau pakai jaket"jawab Queen kesal.
Fahri masuk kedalam kamar mandi dan mengganti bajunya dengan pakaian santai,setelah selesai diapun keluar,Queen menatap Fahri seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat.
Jangan ragukan pesona sang tuan muda itu,Fahri memakai kaos polos berwana grey di padukan dengan celana jeans biru serta sepatu hitam membuatnya terlihat sangat tampan.
"Apa kau sekarang mulai mengagumiku?"tanya Fahri yang melihat Queen menatapnya tak berkedip.
"Kau terlalu percaya diri tuan"jawab Queen.
Bohong jika Queen tidak mengagumi Fahri,bahkan dia sering melirik pria itu saat sedang tidur,tak bisa di pungkiri perpaduan Devan dan Farah membuat wajah Fahri sangat tampan,walaupun dia lebih banyak mengambil gen Devan,terlihat dari wajahnya yang cenderung ke arah bule.
Tak lama kemudian merekapun sudah berada di dalam mobil,Queen sangat penasaran mau dibawa kemana dia sampai Fahri menjanjikan itu sebagai upaya perdamaian mereka.
Queen jenuh karena dari tadi belum juga sampai ketempat tujuan,sudah satu jam lamanya mobil itu membawanya tapi belum ada tanda-tanda sampai juga.
"Apa kau akan menculikku?"tanya Queen tiba-tiba yang membuat Fahri tertawa.
"Bersihkan isi otakmu nona,untuk apa aku menculikmu sedangkan kau setiap hari bersamaku".
"Kenapa kita lama sekali dan dimana ini terasa sangat menyeramkan"ucap Queen yang menyadari jalan yang mereka lalui sangat asing dan dia tidak pernah lewat jalan itu.
"Diam dan duduk manis saja,sebentar lagi kau akan tau"jawab Fahri yang membuat Queen terdiam sesaat.
Queen tertidur karena memang perjalanan sangat lama,mereka berada di sebelah selatan Bali.Fahri membangunkan Queen saat mereka sudah sampai,Queen mengerjap kan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk kemudian membuka matanya lebar.
"Dimana kita?"tanya Queen.
Fahri hanya tersenyum dan menarik tangan Queen,mata Queen terbelalak tak percaya apa yang dia lihat,menepuk pipinya pelan mencoba menyadarkan dirinya kalau itu bukan mimpi dan sayangnya memang benar itu bukan mimpi,pipinya terasa sakit oleh tamparannya sendiri.
"Apa kau menyukai penawaranku"tanya Fahri yang tak mendapat jawaban karena Queen sudah berjalan meninggalkannya.
Ya,disanalah Fahri membawa Queen,di sebuah resort dengan private beach.
Queen berlarian,Fahri menghampirinya dan mengajak Queen makan dulu karena memang mereka belum sempat sarapan tadi.
"Ini dimana kenapa indah sekali?"tanya Queen antusias.
"Karma kandara,apakah ini memuaskanmu?".
Bohong jika Queen tidak merasa puas karena begitu dia sampai sudah sangat mengagumi pantai itu,begitu bersih dan indah seakan pantai itu hanya miliknya karena Fahri membawanya ke Privat beach.
Sebelum memberikan penawaran tentu saja Fahri sudah mencari tau apa kelemahan Queen,dan itu dengan mudah dia dapat dengan bantuan Mike,Fahri memberitahu Mike kalau Queen marah padanya dan dia ingin Queen memaafkannya tapi tidak tau apa benda kesukaan Queen yang bisa meluluhkan hatinya,dan dia mendapat jawaban dari Mike adalah pantai.
"Jadi gimana,apa ini memuaskanmu dan kita berdamai?"Fahri mengulangi pertanyaannya.
"Aku pikir-pikir dulu"ucap Queen yang berhasil membuat Fahri geram dan dia sangat menyukai tampang marah pria itu.
♡♡♡
To be continue....