Pertemuan tak sengaja Justin si tuan muda arogan dengan seorang perempuan malam bernama Erika. Keduanya berakhir dengan bermalam bersama. Dari perbuatan mereka itulah Erika hamil dan Justin harus bertanggung jawab.
"Gue jijik dengan perempuan malam seperti Lo," ungkapnya.
Si tuan muda arogan itu tidak menerima kenyataan bahwa anak yang dikandung Erika adalah anaknya. Menolak habis-habisan Erika dari kehidupannya. Memperlakukan Erika bak sampah yang menjijikkan. Siksaan dan hinaan dia berikan kepada Erika.
Apakah pria arogan itu akan terus mengelak anak yang dikandung Erika adalah anaknya? Bagaimana kelanjutan kehidupan Erika si perempuan malam itu? Simak terus cerita Cinta Satu Malam Mr. Aroggant
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nikahin Dia!
Siang hari di rumah mewah bak istana itu. Dimana terlihat Erika sedang sibuk memasak di dapur. Tangannya sangat cekatan mengolah berbagai bahan dan bumbu menjadi sebuah masakan.
"Darimana kamu belajar memasak?" tanya seorang wanita yang membantunya memasak.
Ya, wanita itu adalah Oma Yen. Beruntungnya tadi pagi saat Oma Yen berteriak maling. Justin mendengar dan mendatangi Oma Yen. Dia pun menjelaskan bahwa Erika adalah temannya dan kenapa dia membawanya ke rumah.
"Dari ibu saya nyonya," jawab Erika.
"Jangan panggil saya nyonya. Panggil Oma Yen," perintahnya.
Erika pun tersenyum bisa memanggil dengan sebutan Oma Yen. Awalnya Erika takut Oma Yen akan mengusirnya saat kejadian di taman bunga tadi. Ternyata Oma Yen justru bisa dekat dan klop dengan Erika.
"Masaklah setiap hari untuk Oma," pinta Oma Yen kepada Erika.
Wanita tua itu menyukai Erika setelah banyak mengobrol. Dua wanita itu sama-sama menyukai taman bunga. Namun bedanya Erika tidak memiliki kesempatan untuk merawat taman bunga. Rumah kontrakannya saja ukurannya pas-pasan.
"Tinggallah disini supaya bisa memasak makanan untuk Oma dan juga bisa berkebun setiap hari," pinta Oma Yen lagi.
Wanita itu hanya tersenyum menanggapi permintaan Oma Yen. Menuruti permintaannya adalah mustahil. Karena dia tahu cucu laki-lakinya membencinya.
*
*
Makan siang sudah tersedia di meja makan. Berbagai hidangan makanan berat hingga makanan ringan sudah tersedia. Semua tampak menggugah selera dan semua itu hasil masakan Erika.
"Justin ayo makan siang," teriak Oma Yen memanggil cucunya.
Tiga orang itu sudah duduk di meja makan untuk siap menikmati makan siangnya. Justin terlihat lahap memakan makanan itu. Entah kenapa mulutnya terasa sangat cocok dengan makanan ini. Dan dia tidak tahu bahwa semua makanan itu hasil masakan Erika. Kalau saja dia tahu, pasti dia langsung akan memuntahkan makanannya.
"Justin, Oma yakin kalau kalian berdua ini pacaran kan?" tebak Oma Yen.
"Enggak Oma," bantah Justin cepat.
"Tidak usah berbohong. Ngaku saja. Mana mungkin kalau tidak pacaran kalian bisa ketemu saat malam hari," ucap Oma Yen.
Dia menyudahi makan siangnya. Lalu meneguk air mineral yang ada didepannya. Mulutnya sudah siap mengeluarkan kata-kata untuk pembelaan.
"Jangan banyak alasan!" sela Oma Yen lebih dulu. Padahal ngomong saja belum, eh sudah dipotong.
"Benar kan Erika, kamu pacaran sama cucu Oma ini?" kali ini dia bertanya kepada Erika.
Perempuan yang pura-pura tidak memperdulikan obrolan siang itu pun. Langsung menghentikan aktivitas makannya. Menoleh kearah Oma Yen yang mengajaknya berbicara. Dia hanya menggelengkan kepalanya, sebagai jawaban 'tidak' atas pertanyaan Oma Yen.
"Oh jadi kalian kompak mau bohongin Oma ya?" tegas Oma Yen dengan tatapan tajamnya.
Sudah tidak ada senyum ramah seperti saat Erika masak bersamanya tadi. Yang ada hanya tatapan tajam yang seolah mengintimidasi. Erika pun merasa takut, lalu menundukkan kepalanya.
"Kalian kira Oma tidak tahu apa?" Oma mulai menasehati.
"Kalau ada seorang cowok dan cewek pulang malam, lalu berduaan. Jelas saja kalian habis pacaran kan? Darimana saja kalian semalam? Habis dugem kan?" tebak Oma Yen.
Tatapan tajam Oma Yen menatap dua orang dihadapannya berganti. Kebetulan Oma Yen duduk pada satu kursi ujung meja makan.
"Meskipun Oma sudah tua. Tapi Oma tahu betul gaya pacaran anak zaman sekarang."
"Terlalu bebas dalam berhubungan!"
"Omah tidak suka!"
"Justin ..." panggil Oma Yen.
Pria itu langsung menatap Oma Yen. Menganggukkan kepalanya singkat.
"Oma minta segera nikahin Erika. Titik." tegas Oma Yen penuh penekanan.
"Tapi oma---" Justin ingin menolak tapi langsung terjeda. Karana Oma Yen meletakkan telunjuknya didepan mulut. Menandakan tidak menerima penolakan.
##
Waduh disuruh nikah nih guys! Gimana kira-kira? Nikahin aja atau gimana yak? Atau ajak Erika kabur aja kali ya?
Sebelum lanjut ke bab berikutnya minta klik love (favorit-kan), like dan komentar-nya ya kakak. Sehat dan sukses selalu. Terima kasih 😇
Tinggalkan aja Justin
biar tau rasa.
penyesalan memang terlambat.
terlalu arogan.
biarkan aja Erika diculik...
Bagusnya tinggalkan rumah itu
jadi perempuan yg baik.
cocok sama jastin...
Erika yg bodoh...