Buat para readers, sebelum memberi komentar jelek, sebaiknya baca hingga akhir Bab supaya tahu cerita yang sebenarnya.
Season 1
Arzio Roland, Seorang pria berusia 38 tahun terpaksa menikahi seorang gadis ingusan berusia 18 tahun, Mayra. Pernikahan itu terpaksa ia lakukan hanya untuk mengubah imej dirinya yang sering disebut perjaka tua menjadi pria beristri.
Beda halnya dengan Mayra, ia terpaksa menyetujui pernikahan ini demi adiknya, Rio yang masih berusia 3 tahun. Ia ingin adiknya mendapatkan pendidikan yang bagus sama seperti perjanjian yang dilontarkan oleh Tuan Arzio Roland kepadanya.
Season 2
Arash Ibrahim yang mendadak menjadi suaminya Zaira Roland, anak gadis Arzio Roland dan Nyonya Humayra, ditinggalkan oleh calon suaminya dihari pernikahan mereka.
Arash sudah lima kali menikah namun masih perjaka di usianya yang sudah 38 tahun. Akan kah Arash dan Zaira bisa bersatu untuk selamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Tuan Zio
Tuan Zio terus melangkah, menaiki anak tangga dengan langkah cepat. Otaknya terasa mendidih, hatinya bergemuruh, darahnya serasa mengalir dengan sangat cepat dan tubuhnya terasa panas dingin.
Tatapan nya tajam menusuk kearah kamarnya. Pikirannya terus memikirkan hal-hal yang tak senonoh kepada kedua insan yang sedang berada diruangan itu.
Setibanya disana, Tuan Zio mencoba mendengarkan suara-suara dari dalam sana. Ia menempelkan telinganya ke daun pintu mencoba menemukan suara-suara aneh, paling tidak suara desahan dari istri kecilnya.
Ternyata tidak ada. Dia yang masih dikuasai oleh emosinya, segera mendorong pintu itu dengan sangat keras. Kedua insan yang sedang berada dikamar nya, sontak menoleh ke arahnya.
Ia menyaksikan kamarnya sangat berantakan, pecahan kaca terlihat masih menghambur disana. Mata Tuan Zio menatap tajam kearah istri kecilnya yang sedang duduk di tepi tempat tidur dengan wajah ketakutan dan mata sembab. Wanita itu menyelimuti dirinya disaat hari masih terasa panas.
Dan lelaki itupun duduk bersebelahan dengan istrinya sambil tersenyum manis. Tuan Zio tidak bisa menahan amarahnya dan segera menghampiri mereka.
Aditya mengira Tuan Zio mengetahui cerita yang sebenarnya. Ia berdiri dan memberikan senyuman terbaiknya untuk majikannya itu namun ternyata ia salah. Tuan Zio memukuli Aditya tanpa ampun hingga wajahnya yang sudah membiru akibat pukulan Tuan Alexander, sekarang ia harus terima pula dari Tuan Arzio.
"Mengapa anda memukul saya, Tuan!" teriak Aditya sambil menahan sakit
"Mangapa kau bilang? Sudah berani berselingkuh dengan istri ku dan kau masih bertanya mengapa?!" sahutnya dengan suara menggelegar
"Aku hanya menyelamatkan..." belum habis Aditya berkata Tuan Zio kembali melayangkan tamparan nya.
Aditya tidak terima dan iapun membalas pukulan lelaki itu. Ia tidak peduli walaupun ia akan dipecat sekalipun. Perkelahian semakin sengit. Baik Aditya maupun Tuan Zio sama-sama mengalami luka lebam diwajah mereka hingga Mayra berlari kearah Tuan Zio dan memeluknya.
"Tuan, hentikan! Aku mohon..." Mayra menengadah, menatap mata Tuan Zio yang berapi-api sambil menangis lirih.
Tuan Zio membalas tatapan Mayra, entah kenapa hatinya luluh ditambah ia melihat diwajah istrinya terdapat luka lebam di kening dan sudut bibirnya.
Sedangkan Aditya mengusap cairan merah kental disudut bibirnya sambil menatap Tuan Zio dengan tatapan kebencian.
"Sekarang kau keluar dari sini! Mulai detik ini kau ku pecat! Menjauhlah dari kehidupan kami dan jangan pernah memperlihatkan batang hidung mu lagi!" teriak Tuan Zio
"Semoga anda memiliki CCTV dikamar ini, supaya anda tidak salah ambil keputusan yang akan anda sesali seumur hidup anda, Tuan Arzio Roland!!!" jawab Aditya dengan lantang.
Aditya pergi dan meninggalkan pasangan suami istri itu. Tinggal Mayra dan Tuan Zio yang berada didalam kamar tersebut.
"Kau tega, Mayra! Kau bermain serong dibelakang ku dengan Aditya! pantas saja aku selalu mencurigai hubungan kalian berdua, ternyata ini?! Jangan-jangan... Anak itu bukan anakku tapi anak Aditya?! Jawab Mayra!!!" teriak lelaki itu dengan wajah penuh amarah
"Anak? Saya tidak mengerti dengan perkataan anda, Tuan. Tapi demi Tuhan saya dan Aditya tidak melakukan apa-apa! Aditya menolong saya disaat Tuan Alexander ingin menodai saya. Dan saya pun terkejut, ternyata dengan mudahnya anda memberikan saya kepada Tuan Alexander seakan saya seorang jalang!!! " teriak Mayra dengan suara lantang
Zio terkejut, Mayra tidak pernah bersikap seperti itu kepadanya. Wanita itu selalu menurut apapun perintahnya, namun sekarang dia sudah berani melawannya.
Mayra sangat kesal dan kecewa dengan sikap suaminya itu. Ia pergi dari kamar itu dan kembali ke kamarnya. Sesampainya disana, Mayra segera melepaskan pakaian pembawa sial itu dan melemparnya. Ia kembali memakai pakaiannya, pakaian yang dianggap culun oleh seorang Zio.
Mayra membersihkan make up yang masih menempel di wajahnya sambil terisak. Ketika ia mengusap luka di keningnya akibat benturan pintu yang didorong oleh Tuan Alexander dengan sangat keras, entah mengapa luka itu terasa sangat perih.
Sekarang terlihat lah wajah polos Mayra dengan luka lebam yang begitu jelas di wajahnya. Mayra menangis dipojokkan kamarnya sambil memeluk lututnya.
Kata-kata Tuan Alexander terus mengiang-ngiang di telinganya. Ia tidak menyangka suaminya rela membagi dirinya kepada lelaki lain.
Sementara itu,
Setelah kepergian Mayra, Tuan Zio duduk di tepi tempat tidur sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Ia bingung, perkataan siapa yang akan dia percayai. Alexander, sahabatnya sendiri atau Mayra dan Aditya?
Setelah bergelut dengan pikirannya, akhirnya ia memutuskan melihat CCTV dan ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Zio memeriksa hasil rekaman sejak tadi pagi di rumahnya, tepatnya di area ruang utama dan kamarnya.
Zio mulai memperhatikan rekaman itu,
Setelah kepergiannya, seorang wanita datang dan ternyata wanita itu adalah MUA yang ia sewa untuk mengajari Mayra menggunakan make up dengan benar. Setelah Mayra dan wanita itu menaiki tangga menuju kamarnya, tak berapa lama sebuah mobil terparkir di halaman depan.
Alexander keluar dari mobilnya dan duduk diruang utama sambil memperhatikan keadaan sekitar. Alexander memang sering ke rumahnya, para keamanan disana pun sudah kenal jadi dengan mudah ia masuk tanpa dicurigai.
Tak berselang lama, MUA itu menuruni anak tangga. Wanita itupun sempat memberikan senyuman kepada Alexander dan iapun membalas senyuman itu. Setelah kepergian si MUA, Alexander bergegas menaiki tangga dan menuju kamarnya.
Tuan Zio memfokuskan kamera CCTV dikamar nya dan kejadiannya persis seperti yang dikatakan oleh Mayra. Zio mengepalkan tangannya, rahangnya yang tegas terlihat mengeras disaat ia melihat istri kecilnya diperlakukan seperti binatang oleh Alexander.
"Awas kau Alexander! akan ku balas perlakuan mu terhadap istriku!" ucapnya sambil menampar meja yang ada di depannya.
Beruntung Aditya menolong Mayra saat itu. Alexander dan Aditya berkelahi dalam ruangannya hingga akhirnya Alexander kalah walaupun wajah Aditya tidak lepas dari pukulan lelaki itu.
Mata Zio tertuju pada istrinya yang duduk dipojokkan tempat tidurnya. Betapa sakit hati Zio melihat itu. Disaat istrinya butuh pertolongan, dia tidak ada disana.
Usai perkelahian itu Aditya berusaha menenangkan Mayra yang ketakutan hingga kedatangannya yang membuat keadaan semakin rumit.
"Bodohnya aku! Dengan mudahnya aku ditipu oleh Alexander. Seharusnya aku tahu kalau lelaki itu terobsesi dengan istri kecilku."
Tuan Zio bergegas menuju kamar Mayra, disana ia melihat mayra mengemasi pakaian lusuhnya kedalam tas. Wajah istrinya pun terlihat memucat dan luka memar itu terlihat jelas di sudut bibirnya yang indah.
Tuan Zio memasuki kamar itu dan duduk disamping Mayra. Mayra membalikkan badannya kemudian memeluk lututnya sambil terisak.
"Mayra, apa yang dikatakan oleh Alexander itu adalah bohong. Aku memang selalu berbagi wanitaku dengannya tapi bukan dirimu, Mayra. Kau adalah istri ku, aku akan menjaga mu sampai kapanpun..." kata Zio sambil menatap punggung Mayra yang bergetar karena isak tangisnya.