Kayla terpaksa menjadi pengantin pengganti akibat ulah dari Kakaknya Silvira yang melarikan diri dari pernikahannya sendiri.
Lantas bagaimakah Kayla menjalani perannya sebagai istri dari Adrian, Pria egois juga angkuh dan bagaimana jugakah Kayla menjalani perannya menjadi ibu sambung dari Miya putri Adrian yang amat menyebalkan serta berlaga layaknya sudah dewasa padahal Miya sendiri masih bocah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 19
Kayla memutuskan ke rumah orang tuanya demi menghilangkan kebosanan sekalian menuntaskan hasrat kerinduannya.
Kayla pergi bersama Miya setelah Miya pulang dari sekolah dan menitipkan pesan pada Bi Ina bahwa andaikan mereka pulangnya telat dan Adrian tidak menemukan mereka di rumah saat pulang kerja tidak akan khawatir.
Saat sampai di kediaman orang tuanya, tanpa basa basi, Kayla menggendong Miya yang tertidur memasuki rumah yang beberapa hari ini tidak pernah dia injakkan kakinya.
Kayla membawa Miya kekamarnya dahulu sebelum dia menikah. Kemudian meletakkan Miya dengan perlahan di atas tempat tidurnya.
'Tidak ada yang berubah, kamarku tersayang masih sama.' Batin Kayla.
Setelah itu Kayla keluar kamar menuju ruang tengah. Keningnya mengerut serta tangannya mengepal menahan amarah melihat keberadan Silvira kini berada di hadapannya asik menonton televisi.
"Ck, kalau mau masuk rumah kasih salam Key. Apa susahnya sih ngucapin Assalamualaikum?" Tegur Silvira tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.
Dengan kasar Kayla menghempaskan dirinya duduk di sebelah Silvira.
"Waalaikumsalam!!" Jawab Kayla dengan suara meningkat seraya menatap Silvira dengan kebencian.
"Gimana perasaannya adekku tersayang setelah statusmu berubah jadi nyonya Adrian Pradipta? Kamu pasti senangkan?" Tebak Silvira,
"Adrian kan ganteng dan kaya." Tambahnya sambil meraih kacang dihadapannya, mengupas dan memakannya.
Kayla mendengus serta memijit pangkal hidungnya. "Kakak kok setega itu pada Key? Gara-gara Kakar kabur, Key harus jadi pengantin pengganti tau."
"Gimana ya Key, yang tertulis jadi jodohku di Lauh Mahfudz bukan nama Adrian. Jadi kenapa Kakak harus menikah dengan Adrian?" Enteng Silvira tidak merasa bersalah atas perbuatannya pada Adrian dan juga Kayla.
"Kalau Adrian bukan jodohnya Kak Silvira kenapa lamarannya di terima. Dan sekarang kenapa Kakak masih berani dirumah ini, memangnya Papa gak marah sama Kakak?"
"Soal kenapa lamaran Adrian aku terima itu karena kemarin aku hilaf, lagian si Adrian kurang genteng sihh! Kalau Papa, hmm.... marah, kenapa Papa harus memarahiku?"
"Karena Kakak sudah kabur dari pernikahanlah! Memangnya Papa percaya dengan alasanmu itu Kak, Huhh.. 'mantan aku bakal bunuh diri dek kalau Kakak sampai nikah,' alasan apa itu! Aku yakin cuma akal-akalan doang."
"Pintar juga kau dek, iya itu memang cuma akal-akalan, makanya aku tidak mengatakan hal itu pada Papa. Aku bilangnya pada Papa, kalau kau dan Adrian saling mencintai makanya aku kabur." Cengir Silvira tanpa dosa.
Kayla mengambil kacang sekalian tempatnya dari depan Silvira kasar. Meluapkan kejengkelannya dengan makan kacang.
"Kau selalu begitu Kak, selalu menjandikanku tumbal ulahmu. Kalau kau bukan Kakakku, sudah kucakar dan kujambak! Kalau perlu aku cincang kasar sekalian" Ungkap Kayla mengeram menahan amarahnya.
"Nah sebab aku Kakakmulah makanya aku berbuat demikian. Karena aku tahu adikku yang tersayang ini gak bakalan menyakitiku."
"Kak Silvi keterlaluan!!" Bentak Kayla sambil melempar kulit kacang pada Silvira
Melihat Kayla nampak berbinar air mata seakan mau menangis, Silvira pun menyerah dan meminta maaf.
"Maaf Kay. Maafkan kehilafan Kakak ya.. Kakak janji bakal beliin kamu lima potong pakaian dari butik Kinara. Pliss maafin Kakak ya.. "
Kayla hanya mendesah berat tanpa menjawab. Beginilah tabiat Kakaknya Silvira, suka seenaknya dan terlalu menyepelekan berbagai hal. Suka berulah dan berbuat salah. Satu-satunya yang patut dibanggakan hanyalah sikapnya yang enggak sungkan meminta maaf walaupun kadang bukanlah dia yang salah. Tapi ingat ya, meminta maafnya kebanyakan memang karena dirinya memang salah.
"Mama.. " Ucap Miya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Jangan ngambek lagi dek. . urusin tuhh anak kamu yang sudah bangun." Beritahu Silvira.
•••
TO BE CONTINUED
25-02-2020
Jangan lupa tekan like dan tinggalkan jejak komentar.
Mohon dukungan vote-nya juga ya.. 😊😊