NovelToon NovelToon
PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Di kehidupan pertamanya, Valerie Vespera mati sebagai pecundang. Sebagai putri kandung konglomerat Elrod yang tertukar sejak bayi, dia malah dibuang ke gudang pengap demi menjaga perasaan si anak angkat palsu yang manipulatif. Tiga tahun dia habiskan mengemis kasih sayang, hingga akhirnya mati dikhianati.
Kini, takdir memutar kembali jarum jam. Valerie terbangun di hari penjemputannya di usia 18 tahun. Namun, Valerie yang naif telah mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: SKANDAL DI GALA DINNER

Bab 29: Skandal Di Gala Dinner

Ballroom Hotel Grand Hyatt malam itu disesaki oleh para elit Jakarta. Lampu kristal yang megah menggantung di langit-langit, memantulkan cahaya ke atas permukaan lantai marmer yang berkilau. Aroma parfum mahal bercampur dengan denting gelas kristal, menciptakan suasana yang seharusnya penuh kemewahan. Namun bagi Gilbert Elrod, ruangan ini adalah panggung sandiwara.

Gilbert berdiri di dekat pintu masuk, mengenakan setelan jas tuxedo hitam yang tampak sedikit longgar di bahunya. Di sampingnya, Victoria tampak anggun dengan gaun berpayet, meski matanya terus menyapu ruangan, mencari sosok-sosok investor kaya yang bisa didekati. Alethea sendiri berdiri dengan wajah yang dipoles sempurna, tersenyum ke arah kamera wartawan bisnis yang meliput acara tersebut.

"Kita hanya perlu mengumumkan pertunangan ini secara resmi," bisik Gilbert pada Victoria, suaranya berusaha terdengar stabil di balik kepanikan finansial yang menghimpitnya. "Begitu nama Elrod dikaitkan dengan Arwana Group, pasar akan kembali tenang. Saham kita akan naik kembali."

Victoria mengangguk, mencoba menyembunyikan getaran di tangannya. "Bramasta sudah datang?"

"Sudah di dalam," jawab Gilbert.

Mereka pun berjalan menuju podium. Gilbert naik ke atas panggung dengan langkah yang dipaksakan tegak. Ia mengambil mikrofon, mencoba memberikan pidato pembuka yang manis tentang "sinergi dua keluarga besar". Namun, sebelum Gilbert bisa menyelesaikan kalimat pembukanya tentang masa depan Elrod Corp yang cerah, pintu ballroom terbuka lebar.

Bramasta masuk. Pria itu tidak datang sendirian; ia dikawal oleh dua pengacara senior dari firma hukum ternama. Langkahnya tegas, membelah kerumunan tamu yang perlahan mulai terdiam. Keheningan aneh menyelimuti ruangan.

Gilbert tersenyum lebar, mengira Bramasta datang untuk memberikan dukungan. "Ah, Bramasta! Senang sekali Anda bergabung. Mari, sampaikan beberapa kata untuk para tamu kita tentang rencana—"

"Saya tidak datang untuk menyampaikan rencana," potong Bramasta dengan suara yang tidak terlalu keras, namun cukup untuk membuat setiap orang di ruangan itu berhenti bernapas. Bramasta langsung naik ke podium, mengabaikan Gilbert yang mematung dengan mikrofon di tangan.

Bramasta mengambil mikrofon dari tangan Gilbert dengan gerakan yang sangat sopan namun mematikan.

"Malam ini," suara Bramasta menggema melalui sistem audio ruangan, "Arwana Group secara resmi menarik diri dari segala bentuk kerja sama dengan Elrod Corp. Tidak akan ada pertunangan, tidak ada aliansi, dan tidak ada investasi."

Bisikan-bisikan riuh mulai meledak seperti petir di dalam ballroom. Gilbert terhuyung sedikit, wajahnya berubah pucat pasi. "Bramasta... apa yang kamu lakukan? Ini bukan seperti yang kita bicarakan!"

"Justru karena saya sudah bicara, maka saya mengambil keputusan ini," jawab Bramasta dingin, menatap mata Gilbert yang kini dipenuhi ketakutan. "Setelah melakukan audit internal, kami menemukan bahwa kesehatan finansial Elrod Corp berada di titik yang sangat berbahaya. Berita tentang gagal bayar vendor dan manipulasi laporan keuangan sudah menjadi rahasia umum di tingkat otoritas. Saya tidak akan membiarkan nama baik Arwana terseret dalam kehancuran dinasti yang busuk."

Deg.

Satu kalimat itu cukup untuk menghancurkan segalanya. Wartawan bisnis yang tadinya meliput acara charity kini langsung mengalihkan semua perhatian ke Gilbert. Kamera-kamera mulai berkedip liar, mengabadikan wajah Gilbert yang hancur.

Alethea, yang berdiri di pinggir panggung, menatap sekeliling dengan mata membelalak. Ia bisa melihat teman-temannya—para sosialita yang selama ini ia pameri—kini berbisik-bisik sambil menatapnya dengan tatapan merendahkan. Reputasi mereka, yang selama ini dibangun di atas kebohongan, runtuh dalam waktu kurang dari lima menit.

Di kejauhan, dari balik pilar besar, Valerie berdiri dengan segelas air mineral di tangannya. Ia menyaksikan semuanya dengan wajah sedatar es. Ia tidak perlu berteriak, ia tidak perlu memaki. Ia hanya perlu menonton bagaimana pion-pion yang ia atur mulai menumbangkan raja.

"Ini fitnah!" teriak Victoria histeris, suaranya memecah keheningan. "Siapa yang membayar kamu untuk mengatakan ini, Bramasta?!"

Bramasta bahkan tidak melirik Victoria. Ia turun dari panggung tanpa menoleh lagi, membiarkan Gilbert berdiri sendirian di bawah sorotan lampu yang kini terasa panas dan menghakimi.

Keamanan hotel mulai mencoba menenangkan suasana, namun kerumunan sudah tidak bisa dikendalikan. Para investor yang tadi berniat mendengarkan pidato, kini sibuk menelepon sekuritas mereka, memberikan instruksi untuk menjual saham Elrod Corp secepat mungkin saat bursa dibuka besok pagi.

Valerie menoleh ke samping, tepat saat Julian muncul dari kerumunan.

"Nona," bisik Julian, suaranya tenang namun penuh kemenangan. "Saham Elrod Corp di bursa after-hours sudah turun 15% hanya dalam sepuluh menit ini. Besok pagi, saat pasar buka, mereka tidak akan punya tempat untuk lari."

Valerie tersenyum tipis. "Bagus. Biarkan mereka merasakan bagaimana rasanya dipermalukan di depan orang-orang yang selama ini mereka anggap rendah."

Malam itu, Elrod Corp bukan lagi sebuah perusahaan raksasa yang disegani. Mereka telah menjadi bangkai yang sedang dikerumuni lalat. Dan bagi Valerie, ini hanyalah hidangan pembuka dari kehancuran yang jauh lebih besar yang sudah ia siapkan.

Bersambung........

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Kustri
byk bgt kata draf🤔
masijacoke021205: Halo Kak, mohon maaf ya atas ketidaknyamanannya terkait banyaknya pengulangan kata di bab sebelumnya. Itu murni kesalahan teknis saat proses upload. Bab-nya sudah saya perbaiki dan rapikan sekarang. Terima kasih banyak sudah teliti dan memberikan masukan, Kak. Selamat membaca!
total 1 replies
Kustri
pdhal butuh bertahun" mempelajari bisnis, apalg ttg bursa
Kustri
diulang apa yaa
pas val ke dapur ketemu mbok darmi🤔
Kustri
dibalikin aja didpn tamu undangan... masa anak kandung tak diakui tidur di gudang tak diberi fasilitas, apa gk malu tuh ortu🤭
Kustri
belilah ponsel yg memadai val
Kustri
qu gk mudeng ttg saham, tp penasaran sm val
Kustri
owh.... iya ya... kan val sdh ngalami ini yaa🤭jd tinggal eksekusi👍
Kustri
knp baru kepikiran melaksanakan poin" itu stlh dijemput
gk pd saat di panti🤔
aaaah.... mgkin kendala dr ponsel pintar ya💪
Moreno
draf dref draf dref 😑
Moreno
gimana caranya uang tunai tiba2 masuk menjadi saldo digital
masijacoke021205: Sudah diperbaiki ya, Kak! Terima kasih banyak bantuannya.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!