Cerita ini berawal dari seorang gadis cantik bernama Tari yang sedang melakukan KKN disebuah desa terpencil dipinggir laut. Ia bertemu dengan seorang pemuda yang sedang terjebak di desa itu karena mengalami amnesia.
Mereka pun akhirnya menjalin sebuah hubungan karena merasa saling menyukai, bahkan hubungan mereka sudah melampaui batas sampai Tari bisa hamil anak dari pemuda itu.
Tapi saat pemuda itu ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya, ia ditemukan oleh keluarganya yang ternyata adalah pemilik kerajaan bisnis di kota J.
Dan lebih mengejutkan lagi ternyata ia sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah, ia terpaksa meminta kakaknya yang sekaligus pewaris utama perusahaan keluarganya untuk menikahi Tari yang saat ini mengandung anaknya.
Bagaimana kelanjutan ceritanya??? ikuti terus yah novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enni Chaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memberitahu Mama Elisa
Satu Bulan Kemudian
Rumah Sakit Singapura
"Delia?" Ucap Zayn saat ia baru membuka mata disebuah rumah sakit terkenal di Singapura.
Yah, Zayn baru saja pingsan sore tadi saat berusaha memulihkan kembali memori lamanya.
Sudah seminggu ini Delia berada disingapura, ia menyusul Zayn kesana karena ingin memastikan sendiri keadaannya. Dan dialah yang menemani Zayn saat ini dirumah sakit.
"Zayn, kamu sudah sadar?" tanya Delia.
"Iya sayang, emang aku kenapa?" Ucapan Zayn yang tiba-tiba menyebutnya sayang mengagetkan Delia.
"Zayn, kamu sudah ingat siapa aku?" Tanya Delia masih dengan wajah yang terlihat bingung.
"Iya, aku ingat kamu calon istriku," jawab Zayn yakin.
Delia langsung menghambur kedekat Zayn dan memeluknya, ia terisak dalam dekapan Zayn.
"Syukurlah sayang, kamu akhirnya mengenaliku lagi," ucap Delia yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku sangat merindukanmu yang dulu Zayn," tambahnya lagi dengan air mata yang sudah bercucuran.
"Aku juga merindukanmu sayang," balas Zayn.
Setelah puas melepas rindu dalam pelukan yang lama, Delia perlahan melepas pelukannya dan mengusap sisa air mata dipipi putihnya.
"Aku akan menemui dokter dulu sayang, kamu enggak apa-apa kan aku tinggal sendiri?" Tanya Delia yang dijawab dengan anggukan kecil Zayn.
"Iya sayang."
Delia pun melangkah keluar kamar dengan perasaan terharu bahagia, setelah penantiannya berbulan-bulan akhirnya Zayn yang sangat dicintainya dan juga mencintainya kembali lagi. Ia memang yang selama ini punya keyakinan penuh bahwa Zayn masih hidup dan suatu saat mereka akan bertemu lagi. Ternyata benar kesabarannya membuahkan hasil saat ia melihat Zayn dicafe sebulan yang lalu.
"Terima kasih Tuhan, terima kasih, Zaynku sudah kembali." Gumam Delia sambil melangkah keruangan dokter.
"Silahkan duduk Nona Delia," ucap dokter yang menangani Zayn.
"Dok, Zayn sudah mengingatku." Saking bahagianya ia bahkan lupa menyapa dokter dihadapannya seperti biasanya.
"Duduklah dulu Nona."
"Iya dok, makasih."
"Saat pemeriksaan terakhir, dia memang sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan tapi saya belum berani bicara sama tuan Faresta karena saat tuan Zayn bisa kembali mengingat kejadian masa lalu, ia juga akan melupakan kejadian tiga bulan sebelumnya termasuk kecelakaan yang ia alami. Tapi lagi-lagi ini jadi masalah karena itu hanya bersifat sementara karena saat otaknya benar-benar pulih semua memorinya akan kembali. Dan yang aku takutkan kalau ada hal-hal penting yang sudah terjadi pada tuan Zayn selama tiga bulan belakangan maka itu akan berdampak pada kehidupan ia selanjutnya " Kata dokter itu menjelaskan.
Kebahagiaan Delia seketika menghilang, raut wajahnya langsung berubah. Ia teringat dengan gadis yang kemarin ditemuinya dipantai dan bagaimana Zayn memperlakukannya.
Ia memang belum mengetahui kalau Zafran sudah menikah dengan gadis itu karena ia sudah lama tidak berkunjung ke mansion Faresta dan Zafran sudah mengingatkan semua penghuni mansion tersebut agar tidak memberi tahu siapapun dulu tentang Tari sebelum mereka mengadakan resepsi pernikahan.
"Apa ada masalah Nona Delia?" Pertanyaan dokter itu mengagetkan Delia.
"Eh... tidak ada apa-apa dok." jawab Delia kelabakan.
"Sebentar aku akan kekamar tuan Zayn untuk memeriksanya kembali, setelah itu ia sudah bisa kembali ke kota J," ucap dokter tersebut sambil mengulas senyum.
"Baikkah dok, terima kasih atas bantuannya selama ini," ucap Delia menjabat tangan dokter tersebut kemudian pamit kembali ke kamar Zayn.
Ia sudah bertekad untuk tidak memikirkan hal-hal yang bisa membuat hubungannya dengan Zayn tidak seperti dulu. Zayn sekarang sudah kembali dan Zayn yang ini adalah Zayn yang dulu sangat mencintainya.
***
Mansion Faresta
"Apa nak? Tari hamil? Tanya mama Elisa seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Zafran.
Saat itu mereka bertiga sedang sarapan bersama dimeja makan.
Zafran dan Tari memang sudah sepakat untuk memberi tahu mama Elisa tentang kehamilannya. Karena semakin lama kehamilan itu juga akan semakin sulit ditutupi.
Tidak terasa pernikahan mereka sudah berjalan sebulan dan selama itu belum ada perkembangan apapun yang terjadi pada hubungan mereka selain Zafran yang sudah mulai terlihat sering sarapan dirumah menemani Tari. Zafran masih tidur disofa dan Tari tidur sendiri diranjang mengingat ia sedang hamil, Zafran lebih bersifat mengalah.
"Iya ma, Tari hamil," ucap Tari pelan menjawab rasa penasaran mama Elisa.
"Mama bahagia sekali sayang, akhirnya mama akan jadi oma juga." Mama Elisa berdiri dari kursinya dan langsung memeluk Tari yang berada disamping Zafran.
"Zafran, anak kecil mama akan menjadi seorang ayah juga tidak lama lagi." Mama Elisa beralih merangkul Zafran.
Ada rasa bersalah dihati Zafran karena sudah membohongi mamanya tapi memang benar itu adalah cucu pertama keluarga Faresta meskipun bukan dari benih Zafran.
"Zafran, kita harus segera mengadakan resepsi pernikahan dan memberitahu berita bahagia ini pada orang-orang diluar sana," ucap mama Elisa yang sudah kembali duduk dikursinya.
Ia terlihat sangat bahagia hari itu seolah melupakan sesaat kesedihannya karena sudah kehilangan papa Zaky. Zafran yang diajak bicara hanya diam saja. Ia melihat sekilas kearah Tari kemudian kembali menatap kedepan.
"Kalau kamu sibuk, mama yang akan mengurus semuanya. Kamu tenang saja nak, mama sudah bisa menerima pelan-pelan kepergian papa. Apalagi sebentar lagi akan ada penghuni baru di keluarga Faresta, ia akan menjadi pengganti papa." Ucapan mama Elisa membuat Zafran menghela nafas berat.
"Terserah mama saja," jawab Zafran pasrah.
"Iya sayang, muda-mudahan Zayn sudah pulang sebelum diadakan resepsi, biar kita bisa kumpul semua," lanjut mama Elisa.
"Tidak ada kebahagiaan yang paling membahagiakan bagi orangtua selain saat ia berkumpul dengan anak-anaknya." Mama Elisa menyunggingkan senyum terindah dibibirnya.
"Aku sudah selesai, aku akan berangkat kekantor sekarang," ucap Zayn setelah meneguk susu putih yang dibikinkan Tari untuknya.
"Iya sayang hati-hati yah," balas mama Elisa.
"Aku mau mengantar mas Zafran keluar dulu, Ma." Mama Elisa hanya mengangguk sambil terus mengulas senyum menanggapi ucapan Tari.
Ia pun menyusul langkah Zafran dibelakang.
"Mas, kenapa mas tidak menolak permintaan mama tadi?" tanya Tari setelah mereka berada diluar rumah. Ia sebenarnya hanya ingin mengetes Zafran dan mendengar langsung dari mulutnya.
"Biarkan saja mama melakukan apa yang bisa membuat ia bahagia," jawab Zafran.
"Apa cuma ingin membuat mama bahagia atau memang mas sudah siap memperkenalkanku pada publik diluar sana?" Tanya Tari lagi.
"Apa kamu belum ingin diperkenalkan?" Bukannya menjawab pertanyaan Tari, Zafran malah bertanya balik.
"Aku akan merasa senang kalau mas sudah mau mengakuiku pada publik sebagai istri," balas Tari menyunggingkan senyum.
"Kalau begitu ikuti saja apa yang akan dilakukan oleh mama," balasnya.
"Aku pergi sekarang," ucap Zafran sambil memberikan tangannya pada Tari.
Ia sudah terbiasa dengan kebiasaan Tari selama sebulan ini yang selalu mencium tangannya sebelum berangkat kekantor tapi ia belum pernah sama sekali membalas dengan mengecup kening Tari selain saat ia telah mengucapkan ijab qabul sebulan lalu.
Tari terus berdiri ditempatnya sampai mobil Zafran sudah tidak terlihat lagi dipelupuk matanya, ia baru melangkah masuk kedalam rumah.
❤️ Hi readers maaf yah mommy baru datang, tungguin terus part-part selanjutnya. Mommy usahakan up tiap hari untuk readers kesayangan🤗🤗🤗
💚 Ada getaran yang tak kumengerti saat sekelebat bayang hadir dalam fikiranku. Ada rasa yang selalu ingin muncul kepermukaan meski sudah terhalang oleh rasa yang lain, ada apa? Apa yang sebenarnya sudah terjadi padaku...# Zayn💚