NovelToon NovelToon
BOS TAMPAN PEMILIK HATIKU

BOS TAMPAN PEMILIK HATIKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:710.9k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Zein Aditya Atmanegra seorang pemilik Perusahaan terbesar dan seorang Putera Mahkota dikeluarganya harus berhadapan dengan wanita yang sangat menyebalkan yang bernama Karren Puteri Pratama seorang Puteri dari keluarga yang sama kayanya dengan Zein.

Zein tidak menyadari kalau Karren adalah anak gendut yang selalu mengganggu dan mengikutinya dulu.

Bagaimana keseruan Zein dan Karren yang selalu tidak pernah akur ketika bertemu,akankah akhirnya mereka saling jatuh cinta?sementara keduanya saat ini sama-sama sedang menjalin hubungan dengan pasangan masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sangat Menyebalkan

👑

👑

👑

👑

👑

Karren pun masuk kedalam rumah Zein,Karren begitu takjub melihat isi rumah Zein yang serba wah padahal Karren juga merupakan anak dari orang kaya tapi tidak tahu kenapa Karren merasa sangat terpana akan rumah Zein.

"Dad,coba lihat siapa yang datang," seru Mommy Kinan.

"Kak Karren...." teriak Zia dan berlari memeluk Karren.

"Hallo cantik,pagi Om."

"Karren tumben pagi-pagi sudah kesini,ada apa?" tanya Daddy Zidan.

"Ini Om,Karren disuruh Mamah anterin kue ini," sahut Karren sembari menunjukan kantong yang dia bawa.

"Kue...buat siapa?"

"Buat...buat---"

"Ah sial kenapa sulit sekali sih nyebut nama si manusia kutub itu," batin Karren.

"Buat siapa Sayang?buat Zein?" sahut Mommy Kinan.

"Iya Tante," jawab Karren sembari menundukan kepalanya.

"Ayo sini duduk,kita sarapan bareng."

"Ga usah Tante,Karren kesini cuma ingin memberikan ini saja,Karren mau sekalian pamit aja."

"Eeeeee...kok cepat amat,sudah sini sarapan dulu Tante sudah membuatkan nasi goreng banyak kamu harus coba masakan Tante," Mommy Kinan menarik tangan Karren dan mendudukan Karren dikursi meja makan.

Mommy Kinan dengan sigap mengambilkan nasi goreng untuk Karren.

"Ini Sayang,kalau kurang ambil aja lagi ga usah sungkan-sungkan anggap saja rumah sendiri."

"Ayo dimakan Karren jangan dilihatin terus," seru Daddy Zidan.

"Iya Om."

Dengan terpaksa Karren pun melahap nasi goreng yang disuguhkan oleh Mommy Kinan walaupun ada rasa malu dan tidak enak juga.

"Nanti kamu sendiri ya yang kasih kuenya pada Zein," celetuk Mommy Kinan.

"Uhuk..uhuk..uhuk..." tiba-tiba Karren tersedak dan Mommy Kinan dengan sigap memberikan minum dan menepuk-nepuk punggung Karren.

"Astaga Sayang,pelan-pelan dong makannya."

"Maaf Tante,Tante bisa ga Karren minta tolong Tante saja yang kasihin kue ini ke Pak Zein soalnya Karren harus cepat-cepat pergi soalnya ada urusan," dusta Karren.

"Ada urusan apa?ini hari minggu lho sudah cancel aja dulu,kan kamu baru pertama kali kesini lagipula Tante ga mau ngasih kue itu kamu aja yang ngasih biar lebih afdol,ya sudah sekarang kamu lanjutkan lagi ya makannya," seru Mommy Kinan.

Karren pun hanya bisa tersenyum kikuk...

"Aduh,kayanya Mamah sama Tante Kinan sudah bekerjasama nih dasar emak-emak suka ribet deh kalau urusan dengan emak-emak," batin Karren.

Akhirnya acara sarapan pun selesai tinggal Romi dan Zein yang belum sarapan karena mereka memilih untuk jogging terlebih dahulu.

"Karren sayang,kamu mau kan nemenin Zia sebentar sampai Kakaknya Zein dan Romi pulang jogging,soalnya Tante mau ada Arisan dulu."

"Ah boleh Tante."

"Makasih ya Sayang,Om Zidan juga saat ini mau pergi golf bersama teman-teman Dokternya,dan Zia tidak mau kalau Tante ajak ke tempat arisan soalnya Zia suka rewel pengen pulang."

"Iya gapapa biar Karren yang jagain Zia sampai Pak Zein dan Pak Romi pulang."

"Ya sudah,Tante dan Om pergi dulu ya.Zia sayang jangan nyusahin Kak Karren ya," ucap Mommy Kinan sembari mengusap kepala Zia.

"Iya Mom."

Mommy Kinan dan Daddy Zidan pun pergi meninggalkan Karren dan Zia dirumah.

"Zia Sayang,sekarang apa yang mau Zia lakukan?" tanya Karren.

"Kak Karren mau nemenin Zia menggambar ga?"

"Boleh,dimana?"

Zia pun menarik tangan Karren ke ruangan keluarga,Zia memang terbiasa menggambar disana dan selama ini Romi yang selalu setia menemani Zia.

Karren pun dengan antusias ikut menggambar juga.

"Zia biasanya main sama siapa?" tanya Karren.

"Zia ga punya teman Kak,Mommy sama Daddy ga ngizinin Zia main keluar katanya diluar terlalu bahaya untuk anak kecil."

"Kasihan banget kamu,terus kalau dirumah siapa yang nemenin kamu main?"

"Semuanya suka nemenin Zia main kok Kak,tapi yang paling sering nemenin hanya Kak Romi."

"Terus kalau Kak Zein suka nemenin kamu main ga?" Karren merasa penasaran juga dengan pribadi Zein.

"Kak Zein mana ada waktu buat nemenin Zia,Kak Zein sibuk banget bahkan dirumah saja Kak Zein ga pernah berhenti bekerja," celetuk Zia dengan polosnya.

"Dasar manusia kutub,udah kaya juga ngapain sibuk banget kerja maruk banget jadi orang," batin Karren.

Disaat Karren dan Zia sedang menggambar bersama,Romi dan Zein pun akhirnya pulang dari joggingnya.

"Lo duluan kedalam Zein,gue masih mau berjemur dulu sebentar," seru Romi.

Zein yang tadinya hendak menaiki tangga mau kekamarnya melihat kalau Karren masih ada dirumahnya dan sedang menemani Zia menggambar.

"Lho ngapain lo masih disini?" ketus Zein.

"Nungguin lo," jawab Karren singkat.

"Buat apa lo nungguin gue?"

Tanpa menjawab pertanyaan Zein,Karren mengambil kantong yang berisikan kue buatan Mamahnya.

"Gue nungguin lo buat ngasihin ini," Karren menyodorkan kantong itu kedepan wajah Zein.

"Apaan nih?"

"Itu kue dari Mamah,katanya Mamah buatin kue itu spesial buat lo."

"Tapi ini bukan akal-akalan lo kan supaya lo bisa lebih dekat sama gue," seru Zein seperti biasa dengan tingkat percaya diri yang tinggi.

"Astaga,gue juga ogah banget kali nganterin kue ini kalau bukan Mamah yang minta,lagipula dari tadi gue juga mau pulang tapi Tante sama Om nitipin Zia dulu sampai lo sama Pak Romi pulang," ketus Karren dengan kesalnya.

"Alah jangan banyak alasan deh,bilang aja lo mau cari perhatian sama gue," sinis Zein.

Karren benar-benar geram mendengar ucapan Zein yang kepedean tingkat tinggi,Karren mengepalkan tangannya bahkan giginya pun sudah dirapatkan dengan gemasnya,ingin sekali saat ini Karren menjambak ataupun memukul kepala Zein supaya dia sadar dan tidak kepedean lagi.

"Terserah Bapak saja yang penting Bapak bahagia,kalau gitu gue permisi mau pulang," ketus Karren dan dengan cepat mengambil tas selempangnya.

"Kak Karren mau kemana?jangan pulang dulu Kak,Zia masih pengen main bareng sama Kak Karren," seru Zia yang langsung berdiri dan memeluk Karren.

"Sayang,Kakak harus pulang soalnya Kakak masih ada keperluan,Kakak janji lain kali Kakak bakalan ajak Karren main ya tapi sekarang Kakak harus pulang dulu," ucap Karren dengan lembutnya.

"Janji ya Kak,Kakak bakalan ajakin Zia main."

"Iya Sayang Kakak janji,ya sudah kalau begitu sekarang Kakak pulang dulu ya."

Dengan terpaksa Zia pun menganggukan kepalanya lemah,Karren pun berniat pulang baru saja ingin melangkah suara bariton itu menghentikan langkah Karren.

"Mau kemana lo?siapa yang suruh lo pulang?" pertanyaan yang menurut Karren merupakan pertanyaan konyol sekarang keluar dari mulut Zein.

Karren membalikan tubuhnya dan menatap Zein penuh dengan kekesalan.

"Tolong buatin gue jus apel," seru Zein.

"Hah.."

"Jangan bengong buatin gue jus apel,sekarang gue mau ke kamar dulu mau mandi selesai gue mandi,jus itu harus sudah jadi," ucap Zein dengan angkuhnya dan tanpa menunggu jawaban Karren,Zein langsung naik keatas menuju kamarnya.

Karren tampak melongo dengan apa yang Zein ucapkan.

"Apa dia bilang?buatin jus apel,enak aja emangnya dia pikir gue ini pembantunya apa," gerutu Karren.

Tapi entah kenapa Karren malah menuruti keinginan Zein dan pergi kedapur untuk membuatkan jus apel walaupun hati Karren merasa dongkol sama orang yang saat ini menjadi atasannya itu.

Romi pun masuk kedalam rumah dan langsung menuju dapur untuk mengambil minum.

"Astaga Karren,kamu ngapain di dapur?" tanya Romi.

"Eh Pak Romi,ini Pak aku disuruh mebuat jus apel sama Pak Zein."

"Kirain kamu sudah pulang."

Romi meneguk satu botol kecil air putih dengan sekali tegukan dan duduk dimeja makan sembari ngelihatin Karren.

"Tadinya aku mau pulang,cuma Tante Kinan minta tolong buat nemenin Zia dulu sampai kalian pulang jogging."

"Sebenarnya kamu mau ngapain kesini?"

"Aku disuruh sama Mamah buat nganterin kue buatannya karena kata Mamah tadi malam si manusia kutub itu makan banyak kue buatan Mamah."

"Iya,emang enak banget kue buatan Mamah kamu."

Tiba-tiba Zein menuruni anak tangga dengan penampilan yang sangat segar,hari ini dia memakai kaos berwarna hitam yang terlihat ketat dibadannya sehingga terlihat tubuh Zein yang berotot dengan celana selutut.

Karren hanya bisa melongo melihat penampilan Zein yang sangat berbeda dengan penampilannya saat di Kantor,kalau memakai baju seperti itu Zein terlihat semakin mempesona.

"Woi,mana jus gue." teriak Zein.

Karren pun langsung tersadar dari lamunannya.

"Ah gue malas banget muji dia,tapi memang gue akui kalau hari ini dia begitu tampan," batin Karren.

"Ya sudah,aku mandi dulu ya."

"Eh,Pak Romi mau jus juga?" seru Karren.

"Boleh deh,simpan aja di meja makan."

Romi pun melengos meninggalkan Karren dan Zein.Karren membawakan dua gelas jus apel dan meletakannya di meja makan.

"Nih,jus pesenan Bapak sekarang gue boleh pulang kan?" tanya Karren.

"Ok..besok jangan sampai telat ke Kantor karena pagi-pagi ada meeting lo harus temenin gue soalnya si Romi akan gue kirim untuk menemui klien diluar," jelas Zein.

"Baik Pak,,Zia Kak Karren pulang dulu ya kan sekarang sudah ada Kak Romi sama Kakak kamu."

"Iya Kak,makasih ya Kak."

Karren pun melangkahkan kakinya untuk meninggalkan rumah Zein,sementara Zein tampak melirik kearah Karren.

***

Keesokan harinya....

Pagi-pagi sekali Karren sudah siap-siap,dia harus berangkat pagi-pagi banget karena dia harus mendampingi Zein apalagi ini hari senin hari yang menurut orang-orang hari paling sibuk.

Tadi malam Karren sudah menyuruh Mamahnya untuk membuatkan bekal karena Karren pasti tidak akan sempat untuk sarapan dulu.

"Mah,mana bekal Karren?"

"Tuh Mamah sudah siapkan sanwich buat kamu Sayang."

Karren pun dengan cepat mengambil wadah yang berisi bekalnya itu,dan mencium tangan dan pipi Mamahnya itu.

"Mah,bilangin sama Darren dan Daddy,Karren berangkat duluan ya."

"Kamu mau bawa mobil sendiri Sayang?" tanya Mamah April.

"Tidak Mah,Karren mau naik ojeg online saja biar cepat nyampenya," teriak Karren sembari pergi meninggalkan rumahnya.

Ojeg online yang Karren pesan ternyata sudah menunggu didepan rumah Karren.

"Ini Neng helmnya."

"Oh iya..cepetan ya Pak jalannya."

"Siap Neng."

Karren pun pergi ke Kantor menggunakan ojeg online,dia ga mau memakai mobil yang pastinya akan lama karena terjebak macet kalau menggunakan ojeg kan lebih efisien bisa nyalip sana-sini.

Karren membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk sampai di Kantornya,Karren segera membuka helm dan memberikan ongkosnya.

"Maaf Neng belum ada kembaliannya karena baru keluar juga."

"Gapapa kembaliannya buat Bapak aja."

"Lho Neng ini mah kebanyakan."

"Gapapa,terima kasih ya Pak."

Karren tergesa-gesa memasuki Kantor dan cepat-cepat menuju ruangannya berharap Bos galaknya belum datang.

Sesampainya dilantai atas tampak masih sepi dan Karren menarik nafasnya lega ternyata Zein dan Romi belum sampai di Kantor.

Karren duduk dimejanya dan membuka bekal yang sudah dibuatkan oleh Mamahnya,dia merasa lapar karena menghadapi orang seperti Zein membutuhkan banyak tenaga.

Apalagi Karren dan Zein tak pernah akur selalu saja ada bahan untuk mereka berdua berseteru dan bertengkar.

Setelah dibuka,ternyata Mamah April membuatkan 4 potong sandwich buat anak kesayangannya itu.

"Ya ampun Mamah banyak banget buat bekalnya,saking takutnya kali ya gue kelaparan," gumam Karren.

Karren mulai melahap satu sandwichnya dan begitu menikmatinya karena memang sandwich buatan Mamahnya paling enak.

Ting....

Suara pintu lift terbuka dan menampilkan sosok dua pria tampan nan gagah,entah karena saking menikmatinya Karren sampai tidak menyadari kalau saat ini Zein dan Romi sudah berada didepannya.

"Karren..." panggil Romi dengan menepuk pelan bahu Karren.

"Uhuk..uhuk..uhuk..."

Karren sampai tersedak karena saking kagetnya melihat kedatangan orang yang sangat menyeramkan berada dihadapannya dan saat ini sedang menatapnya dengan tajam sembari melipat tangannya didada.

"Ya ampun Karren,maaf-maaf kamu kaget ya," seru Romi.

Karren segera mengambil air minumnya dan langsung meneguknya.

"Gapapa kok Pak,maaf Pak tadi saya sedang melamun jadi tidak tahu kalau Bapak sudah datang."

"Lagi ngapain kamu?" tanya Zein dengan memakai bahasa formal karena dalam kawasan Kantor.

"Astaga,nih orang beneran Bos bukan sih katanya otaknya pinter tapi masih aja nanya,emangnya ga lihat apa dari tadi gue lagi ngunyah roti ya berarti gue lagi makan masih aja ditanya," batin Karren.

"Maaf Pak,tadi saya belum sempat sarapan jadi mumpung masih ada waktu jadi boleh ya saya sarapan dulu," seru Karren.

"Kayanya enak nih,aku minta satu ya Ren aku juga ga sempat sarapan tadi," seru Romi.

"Boleh Pak ambil aja."

Tanpa basa-basi lagi Romi dengan semangat mengambil satu potong sandwich dari kotak bekal Karren.

"Emm...enak banget banget,ini buatan kamu Karren?"

"Bukan Pak,itu buatan Mamah saya soalnya tadi ga sempat kalau harus buat sendiri."

Zein yang melihat Romi memakan sandwich Karren dengan lahapnya,membuat Zein menelan salivanya sendiri.Sandwich yang dibawa Karren memang tampak nikmat,tapi ga mungkinlah dia minta sama Karren nanti harga dirinya jatuh dimata Karren.

"Bapak mau nyobain juga?" tanya Karren dengan hati-hati takutnya dia malah kena semburan kata-kata pedas dari Bosnya itu.

"Ayo Zein cobain,enak lho lagipula kamu juga kan belum sarapan tadi,mana sekarang kamu mau meeting lumayan lho buat ganjal perut kamu," sahut Romi.

"Kamu pakai pelet ga sandwichnya?" pertanyaan konyol itu keluar dari mulut Zein dengan lantangnya.

Karren yang mendengar pertanyaan Zein memejamkan matanya dan mengeraskan rahangnya,giginya pun sudah dirapatkan menahan rasa jengkel.

"Astaga Pak,buat apa aku kasih pelet ga dikasih pelet pun banyak laki-laki yang mendekatiku," jawab Karren dengan kesalnya.

"Masa?tapi kenapa Daniel malah selingkuh dibelakang kamu?"

Duuuuwwwwaaaaarrrr.....

Meledak sudah hati Karren mendengar ucapan pedas nan nyelekit itu keluar dari mulut Bosnya.

Sekuat tenaga Karren menahan amarahnya supaya tidak keluar, seandainya saat ini mereka tidak akan ada meeting dengan para pemegang saham,mungkin Karren akan menyumpal mulut Bosnya itu dengan sandwich.

"Ya sudah kalau Bapak tidak mau,saya simpan aja buat nanti siang," ucap Karren dengan menahan emosinya.

Karren menutup wadah itu dengan satu tangan karena tangan satunya lagi masih memegang sandwich yang baru satu gigitan.

"Kamu sungguh tidak sopan ya,katanya tadi nawarin tapi sekarang malah mau disimpan lagi."

"Ya ampun,sabar Karren sabar," batin Karren.

Romi yang melihat bakalan ada pertempuran lagi,memilih untuk pergi kedalam ruangannya dia tidak mau melihat adegan demi adegan yang akan membuat kepalanya pusing.

"Bapak,tadi kan saya sudah nawarin tapi Bapak bilang takut saya pelet jadi lebih baik simpen aja," ucap Karren dengan senyum dipaksakan menahan emosi.

"Aku mau nyoba."

"Silahkan Pak."

Lalu Karren membuka kembali tutup wadahnya dan membiarkan Zein mengambilnya,masa bodo dia mau ambil semuanya pun dia tidak peduli soalnya sekarang moodnya benar-benar sudah hancur.

Tapi tidak diduga dengan cepat Zein menarik tangan Karren yang masih memegang sandwichnya dan mengarahkannya kemulutnya sendiri.

Deg..deg..deg..

Karren tampak tidak mengedipkan matanya saat Zein melakukan itu,gila ini gila itulah pikiran Karren.Bagaimana tidak gila,Zein mau memakan sandwich bekas gigitan dirinya.

Zein tidak memperhatikan raut wajah Karren yang saat ini tampak melongo melihat Zein dengan lahapnya memakan sendwich yang berada ditangannya.

Jantung Karren berdebar dengan cepat dan tak karuan saat melihat tangan Zein yang masih memegang tangan Karren,disaat satu suap lagi Zein mengambilnya dari tangan Karren dan melahapnya langsung kemulutnya.

"Aku tidak mau mengambil dari wadah takut kamu ngasih aku racun,nah kalau yang ada ditangan kamu kan sudah kamu makan jadi aman ga mungkin ada racunnya,aku hanya cari aman," jelas Zein dan kemudian meninggalkan Karren yang masih bekerja keras mencerna ucapan Zein.

Satu detik...

Dua detik...

"Whaaat,,tadi dia bilang takut ada racunnya?astaga,benar-benar menyebalkan itu orang awas aja gue kasih racun beneran baru tahu rasa lo,untung lo Bos gue," gerutu Karren dengan kesalnya.

Pagi ini mood Karren benar-benar turun drastis gara-gara Bosnya itu sehingga nafsu makannya pun menguap entah kemana.

👑

👑

👑

👑

👑

Ayo vote yang banyak ya🙏🙏😘😘

Jangan lupa

like

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU💜💜💜

1
Patrick Khan
.mampir sini
Mira Wahyuni
Thor, adakah cerita tentang anak2 mereka 🤔 dicari2 blm dapat 😊
Mira Wahyuni
yeah...si bos emang pintar cari alasan. bilang aza modus 😂😂
Mira Wahyuni
eh ternyata mudah bawa si bos pulang. triknya karren emang mantap 😁
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Sri Ningsih
yuhuuuuuu,, aku done karya ke 6. makasiiihhhh ya thorr. novelnya bagus. terus berkarya. aku baca nya maraton ya. semoga thorr selalu sehat dan sukses 😉
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: terima kasih ya sudah mau baca karya recehku 🙏🙏amin ya Allah🤲🥰
total 1 replies
Sri Ningsih
emang thorr yg kece badai ini udh membolak balikkan hati kami pembaca🤭, kita mesti dukung. semangat berkarya. terimakasih selalu memberikan yang terbaik buat kami. semoga thorr selalu sehat dan sukses 😉
aku mau baca berurutan sesuai yg disarankan. supaya ga bingung baca novel berikutnya.
Zahfira Khairani
banyak cerita keluarga karren..bukannya lngsung bertindak..
VERALI
Menarik dan lucu
VERALI
Karren si bar bar mantull 😂🤣😂
VERALI
Mampir
Kecombrang
cie.... cie.... cie.... zein 😘
Salsha Bila Maharani
apa masih ada kelanjutannya?
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Rayyan anak Zein yang polisi ada di CINTA DOSEN GENIUS, cus kepoin🤭
total 1 replies
Fitri Kosongempat
next thor
Nazla K. R
kok udh hbis.. gk di lnjut lg kh novel ini?
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Rayyan anaknya Zein dan Karren ada di CINTA DOSEN GENIUS
total 1 replies
Nazla K. R
gk bc novelnya jd aku gk tau sp alya
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: baca Polisi Penjaga Hati, nanti tahu siapa Alya🤗🤗
total 1 replies
Nazla K. R
dag dig dug bcnya
Nazla K. R
zein blm mandi hbis plg krja
Nazla K. R
usil sih, gangguin zein krja, enakan di cium zein 😄😄
Nazla K. R
klo mau lbh dr skedar pegangan tangan sharusnya ajaklah nikah biar km bebas Daniel mau ngapain karren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!