Jangan lewatkan juga "DITAKDIRKAN MENCINTAIMU" dan "NGUMBARA CINTA"
Mengandung adegan dewasa 21+ jadi bijaklah dalam membaca.
Seorang dokter cantik bernama Ziya Almahiyra yang harus membayar hutang ayahnya dengan menjadi pembantu dirumah Aditya Dewa Bagaskoro tanpa gaji sedikitpun selama satu tahun.
Lalu bagaimana dengan cita citanya yang ingin mendirikan klinik sendiri,untuk menolong sesama, meringankan rasa sakit yang diderita pasien?
Ayahnya yang bangkrut karna hutang menggunung.Membuat sang ayah mengidap sakit jantung.Sang kakak bernama Nabila Sahara yang selalu pergi ke klub bersama teman temannya seperti tidak mau tau akan keadaan yang menimpa keluarga, adalah persoalan rumit bagaikan benang kusut yang tak mampu Ziya uraikan.
Aditya Dewa Bagaskoro menikahi Ziya. Kebahagiaan pun menghampiri keduanya. Namun apa jadinya jika ternyata ibunya tidak menyetujui pernikahan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh nak Nabila"
Nabila diam saja tak menjawab apapun.
"Waalaikum salam warohmatullahi wabarokatuh, salam kok nggak dijawab seh kak? Siapa yang ..." Ziya membelalakkan matanya saat melihat dengan jelas siapa mereka.
"Bapak dan ibu Joko silahkan masuk pak, bu." Ziya mempersilahkan.
Keduanya bukan duduk tapi langsung menekuk lutut mereka di hadapan Nabila.
"Apa yang kalian inginkan" Suara nya kembali dingin.
"Tolong maafkan kami nak, saya mohon bentulah kami menyembuhkan anak kami."
Dengan menangis bu Joko memohon. Mereka adalah mantan calon mertua Nabila empat tahun lalu sebelum ibu Nabila meninggal.
"Saya sudah memaafkan kalian, tapi saya tidak mau membantu kalian dalam urusan itu."
"Tapi, Rian hanya mengingat kamu nak, tolonglah sampai dia sembuh dan mengingat kita."
flashback
Nabila dan Rian adalah rekan kerja ditempat yang sama. Di perusahaan milik Steven. Nabila dan Steven satu universitas saat di Columbia sudah akrab sebagai teman, tapi lama kelamaan Steven merasa nyaman dengan Nabila. Lalu Steven menyatakan perasaannya.
Memang sebenarnya Steven sudah sering ganti pacar sebelum dengan Nabila. Awalnya Nabila menolak Steven, namun karena kegigihannya Nabila pun menerima. Hanya berlangsung empat bulan saja, sebab datanglah orang ketiga yang mengaku hamil anak Steven. Akhirnya ibu Steven memaksanya untuk bertanggung jawab.
Disaat itulah Rian masuk sebagai pelipur lara Nabila. Setelah dekat hampir setahun, Rian baru mengutarakan perasaannya. Timbullah keberanian untuk melamar Nabila. Hingga diputuskan hari pernikahan empat tahun lalu.
Satu hari sebelum pernikahan, disaat yang sama ayah Ardi bangkrut dan kena kasus penipuan, hingga Ardi dituduh korupsi dana untuk pembangunan yayasan, entah siapa dalang gosipnya.
Kontraktor yang dipercayai membawa kabur sebagian uangnya. Infaq dari masyarakat juga di korupsi oleh beberapa orang. Tapi Ardi yang jadi kambing hitam.
Ketika gosip terbesar luas dan memanas, keluarga Rian datang dan membatalkan pernikahan, karna tidak mau nama keluarganya ikut tercoreng (alasan macam apa itu) Rian saat itu nampak diam saja menuruti semua kemauan orang tuanya. Bahkan saat Nabila bersujud memohon Rian hanya diam, Rian bahkan menikah dengan orang lain, disaat Nabila depresi berat meratapi nasibnya.
Akhirnya timbullah keinginan untuk begadang di klub untuk melepas kesedihan. Tapi Nabila malah makin merasa terpuruk, hingga tak sadar menyakiti orang yang disayanginya.
Ziya yang bijak, memilih kuliah di luar kota dengan bantuan beasiswa karna keuangan ayahnya tidak stabil, jarang pulang untuk menghemat biaya. Kadang Ziya juga kerja sambilan.
Ibunya Nabila juga sama, mulai foya foya dan suka pamer hingga banyak hutang kesana kemari, karna tak tahan cibiran orang. Dan saat memamerkan mobil barunya, ada saja yang iri dan membuat strategi untuk mencelakai istri Ardi. Terjadilah kecelakaan itu, membuat Nabila makin dingin dan sulit untuk sekedar tersenyum.
Rian yang menikah dengan pilihan orang tuanya tidak bahagia, sebab istri pilihan orang tuanya memiliki pria lain. Perselingkuhan itupun diketahui oleh Rian setelah tiga tahun menikah. Pertengkaran sering mewarnai rumah tangga Rian, hingga perceraian terjadi.
Rian mulai mendekati Nabila kembali. Namun hati Nabila sudah tertutup rapat. Sampailah kecelakaan menimpa Rian dua bulan lalu, mengakibatkan Rian amesia dan hanya mengingat Nabila sebagai kekasih.
Sekarang.
"Aku mohon nak, satu kali ini saja" memohon.
"Tidak, aku sudah memiliki suami, buat apa aku bertemu dengan mantan" Cihh menyesal rasanya Nabila pernah kenal keluarga itu.
"Bantuin gitu aja apa susahnya seh, kamu juga masih cintakan sama anakku, kami juga sanggup kalau kau butuh bayaran." mulai kesal dengan Nabila.
"Kalau minta maaf tidak iklas mending kalian pergi dari sini, bukankah kalian menghina ku waktu itu, mengatai ku perempuan jalang, nyatanya mantu mu itulah jalangnya, lihatlah Tuhan maha adil, telah membalas sakit hati kami."
"Kalau tidak mau bantu ya sudah, tidak usah menceramahi kami, memang benerkan kamu selalu pergi ke klub, apalagi kalau bukan untuk menjual diri" berdiri dengan bersungut-sungut.
"Silahkan anda berdua keluar dari sini." Ziya yang semula hormat pun berubah.
"Baik, kami pergi ayo pak, ngapain kita meminta sama orang yang tidak punya hati."
Nabila menekan dadanya, sedang Ziya menenangkan kakaknya dengan pelukan.
Datanglah Rafa dan Steven dari luar, ya mereka berdua tadi memang keluar rumah sekedar cari udara segar.
"Apa yang terjadi sayang?" mendekat dan menggantikan posisi Ziya.
"Ada orang gila kemari kak!" Ziya terlihat kesal. Rafa tau banget Ziya tidak pernah mengatai orang lain bila tidak kelewatan.
"Siapa!"
"Pak Joko dan suaminya"
"Kurang ajar banget mereka masih kesini"
Rafa mengepalkan tangannya. Sedang Steven berencana membuat perhitungan.
🍒🍒🍒
Aditya kini nampak senyum senyum di kursi belakang, kejadian tadi pagi sangat menyenangkan baginya. Kini mereka sudah perjalanan pulang sebelum pelayat datang mereka tadi sudah pamitan.
"Lu baik baik aja kan Dit!" Diki melirik dari kaca spion.
"Menurut luh"
"Ya kali aja, kesambet setan senyum senyum nggak jelas"
"Pasti lagi ngebayangin Ziya" Winda yang dari tadi menyimak keduanya diapun nimbrung.
"Eh, tapi yang namanya Rafa ganteng juga ya, kayaknya lu punya saingan Dit, mana dia juga kaya lagi"
Aditya nampak mengerutkan keningnya.
"Iya, ternyata Rafa adalah anak Soraya dan Tuan William pemilik perusahaan yang terkenal ituh."
"Darimana kamu tau."
"Bi Narsih, aku yang nanya nanya tadi"
"Emang ada hubungan apa Rafa dengan Ziya?" Aditya to the point.
"Ngapain lu nanya nanya cemburu ya" Winda walaupun tahu dia hanya menggoda Aditya.
Ziya nyaman nyaman saja disentuh cowok itu padahal tidak dengan orang lain, apa hubungan mereka sebenarnya.
"Tidak!" Karna gengsi.
"Hemmh karna nggak cemburu jadi ya.. males cerita ah!"
Winda menoleh pada Aditya, tapi Aditya pura pura cuek, padahal sebenarnya dia sangat penasaran. Lalu dia menulis pesan untuk asistennya Rizal, agar mencari tau info mengenai Rafa.
Diapun bersandar di bangku belakang, ingat saat tadi disuapi Ziya.
"Tuan, kenapa bisa sakit?"
"Mungkin telat makan saja!" Asal jawab karna bingung nyari alasan.
"Apakah tuan memiliki penyakit maghh"
Hanya mengangguk.
"Dihabiskan tuan makannya" Sambil menyuapi lagi."Abis ini minum obat"
"Terima kasih Ziya"
"Ini sudah kewajiban saya tuan, untuk berbuat baik pada tamunya."
Lalu keduanya saling lempar senyum.
"Tuan, aku ingin sampaikan sesuatu" Memecah keheningan, sambil merapikan alat makan, yang usai.
"Ya, katakanlah"
Ziya keluar kamar dan dalam hitungan detik kembali lagi. Membawa buntelan radak besar.
"Apa ini?" karna Ziya menyodorkan buntelan itu padanya.
"Ini cicilan hutang ayah, maaf kami baru bisa bayar setengahnya."
"Padahal aku tidak berharap kau membayarnya, agar kau tetap di rumahku.
"Tapi..!" Aditya menggantung.
"Terimalah tuan, agar beban ayah kami sedikit ringan, dan soal pembayaran sisanya akan kami susulkan kalau sudah ada!"
"Baiklah, tapi kau harus masih dirumahku!" Aditya langsung memberi keputusan. Ziya berubah muram.
"Karna ini sudah dicicil separuh maka kamu bisa dirumahku hanya selama enam bulan saja!"
Aku berharap selama enam bulan ini, aku bisa menaklukkan hatimu.
**Bersambung...
Terima kasih ya sudah baca cerita receh aku**.
ending yang membanggongkan