NovelToon NovelToon
Kesalahanku Menyakitimu

Kesalahanku Menyakitimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Divty Hardyfani

Namaku Aliqa Mardika, setelah lulus SMA orangtuaku menjodohkan ku dengan putra dari sahabatnya, yang bernama Davin Aryasatya dia berprofesi sebagai seorang Dokter Spesialis di Rumah Sakit Swasta.

Dengan berat hati aku menerima perjodohan ini, dengan harapan seiring kita bersama cinta akan hadir dengan sendirinya.

Ternyata aku memasuki hubungan yang salah, pria yang di jodohkan dengan ku telah memiliki hubungan dengan wanita lain.

Akan kah pernikahan ini berjalan dengan semestinya?

Ini adalah novel pertama ku, mohon maaf jika mengalami kesalahan dalam penulisan, mohon koreksinya.

Ditunggu like, komen & vote nya ya reader.. terimakasih 🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Divty Hardyfani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menginginkan Keduanya

POV : Davin Aryasatya

Selesai sarapan aku berpamitan kepada Papa dan Aliqa untuk berangkat bekerja. Padahal pada kenyataannya aku mengunjungi Mila, aku harus memastikan dia baik-baik saja karena sedang mengandung anak ku.

Sebenarnya aku ingin berlama-lama berada di rumah Mila, namun Mila masih tak menyukai bau tubuhku, sungguh ngidam yang menurut ku aneh, ketika sedang hamil wanita lain ingin di manja oleh suaminya tapi tidak dengan Mila. Akhirnya Mila mengusirku dengan cara halus, Mila menyuruh ku untuk membeli susu untuk ibu hamil.

Setelah menemukan barang yang ku beli, aku hendak menuju kasir, namun pandangan ku teralihkan oleh sesosok wanita cantik yang sedang mendorong trolly memasuki supermarket.

Ku ikuti wanita itu menyusuri lorong rak belanja. Entah apa yang mendorongku sehingga aku mengikuti Aliqa. Ketika aku sedang mengikutinya tiba-tiba Aliqa menghentikan langkahnya. Apakah dia tau aku mengikutinya? Aku menyembunyikan tubuh ku di balik rak.

Aliqa melangkahkan kakinya kembali, mendekati seseorang yang sekarang ku ketahui orang itu bernama Bima karena Aliqa menyebutkan namanya.

Aku sedikit mengintip ke arah mereka berdua,terlihat mata laki-laki itu berbinar ketika Aliqa mendekatinya. Mata itu menjadi muram ketika mengingat pernikahan Aliqa.

Aku membenci sorot mata itu, aku melihat cinta di matanya untuk istri ku, aku tak suka melihat sesorang menyimpan perasaan kepada Aliqa yang kini telah menjadi istriku. Aku pernah berkata seharunya Aliqa bisa menikah dengan laki-laki yang lebih baik, namun kini aku merasa tak rela.

Sosok laki-laki yang bernama Bima itu membondong Aliqa dengan beberapa pertanyaan. "Apa kau bahagia?" pertanyaan itu sungguh menohok ke dalam hati ku. Aku segera keluar dari persembunyiaan ku, memberi tahu pria itu "Bahwa kami bahagia."

Aku merasa taku Aliqa akan mengatakan bahwa hubungan kami tak baik-baik saja meski sebetulnya itu tak mungkin dia katakan. Karena Aliqa itu bukan sosok wanita yang suka mencari-cari perhatian orang lain.

Aku menawari Aliqa untuk pulang bersama, namun karena dia menolak sehingga aku sedikit memaksanya.

Bodoh! sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah, bagaimana bisa aku memberikan harapan baru kepada Aliqa untuk memperbaiki semuanya.

Sebenarnya perasaan apa yang kini aku miliki untuk Aliqa, tak mungkin jika aku mencintai wanita itu, aku sudah memiliki Mila terlebih aku akan menjadi seorang ayah. Rasanya tak siap jika aku harus kehilangan Aliqa. Sikapnya yang selalu saja baik meski terus ku sakiti dan Papa yang sangat menyayanginya mungkin alasan itu yang membuat ku menginginkan nya.

Aku mengantarkan Aliqa menuju kediaman Papa dan kembali menuju Rumah Sakit tempat ku bekerja.

Aku hendak berjalan menuju ruangan ku, namun entah kenapa kaki ku bergerak ke arah lain. Aku menemui teman ku dr. Rian, Sp.OG tiba-tiba aku ingin meminta pil pencegah kehamilan.

"Sudah tua kok, sudah seharusnya mempunyai seorang anak. Ini masih saja ingin terlihat seperti bujangan," ucap dokter di hadapan ku.

"Istri ku masih terlalu muda, takut belum bisa jagain anak."

"Oke, nih pil nya, jangan sampai terlewat untuk mengkonsumsinya ya."

"Baiklah, terimakasih."

Akupun keluar dari ruangan dokter Rian. Apakah langkah ku untuk memperbaiki hubungan dengan Aliqa adalah benar? Atau kah aku harus mengakhiri salah satu dari hubungan ini? Aku akan menjadi ayah dari anak yang sedang di kandung oleh Mila dan Aku merasa tidak rela jika hubungan ku berakhir dengan wanita sebaik Aliqa.

***

Di halaman belakang kediaman Papa, kami sedang melakukan barbequean, terlihat Papa begitu senang bersenda gurau bersama Aliqa dengan menghadap alat pemanggang. Papa memanggang sosis berukuran besar dan langsung melahapnya.

"Hati-hati Pah masih panas, nanti lidah Papa melepuh," ucap Aliqa penuh perhatian.

"Sangat wangi, sehingga Papa sudah tak sabar ingin memakannya, hah...hahh..hahh," ucap Papa dengan makanan penuh di dalam mulut dan Papa meniup-niup makanan yang berada dalam mulutnya.

"Tuh kan, Al bilang hati-hati panas Pah. Ini minum dulu Pah," ucap Aliqa seraya menyodorkan segelas air.

Papa menenggak air dalam gelas hingga tandas, aku hanya duduk di atas kursi dan memperhatikan aktifitas mereka. Kehadiran Aliqa menghangatkan kembali rumah ini.

"Mas!" Suara Aliqa nyaring dan terdengar begitu dekat.

Kepala ku mendongak, aku terperanjat kaget hingga terpelanting kebelakang, "Astaga sejak kapan kau berada di hadapan ku! Jantungku rasanya seperti akan copot."

Papa hanya terkekeh melihat kelakukan ku

"Ngelamunin apa Mas? Mantan kekasih mu lagi?" tanya Aliqa menyelidik

Bahkan hari ini aku benar-benar tidak mengingat Mila sedikit pun, aku tak membuka ponsel ku sama sekali dan tak mengabarinya. Tidak seperti biasanya, biasanya isi kepala ku di penuhi dengan Mila.

"Aku terlalu fokus melihat aktifitas mu bersama Papa, sehingga aku tak menyadari kau sudah ada di hadapan ku. Apakah kau tidak ingin membantu ku?" Aku mengulurkan tangan ku kearah Aliqa, karena posisku sekarang masih terduduk di atas rumput.

"Sini biar aku bantu!" ucap Aliqa seraya mengulurkan tangannya ke arah ku, ketika aku hendak menggapai tangannya secepat kilat Aliqa menariknya kembali. "Eeiittsss...bangun saja sendiri!" ucapnya dan berlari ke arah Papa.

"Aliqaa! Tak sopan mengerjai yang lebih tua," teriak ku dan berlari mengejar Aliqa.

Aliqa bersembunyi di balik punggung Papa, aku berusaha untuk menangkapnya, "Akhirnya aku mendapatkan mu." Aliqa terhenyak dalam pelukan ku, mata kita saling beradu pandang.

"Ehem..ehem.." Suara deheman Papa membuat ku salah tingkah dan mengurai kembali pelukan ku. "Kalau mau pelukan nanti saja, jangan disini. Kan Papa jadi ngiri gak kebagian di peluk."

"Papa sini Al peluk." Aliqa memeluk Papa seakan Papa adalah Ayahnya sendiri. "Mas sini ikutan peluk Papa." Aku pun menghampiri Papa dan memeluknya erat.

"Papa sayang kalian, berbahagialah nak," ucap Papa seraya mengelus lengan kami berdua.

"Davin dan Aliqa pun sayang papa, iya kan sayang?" ucap ku dan meminta dukungan dari Aliqa. Kata sayang yang ku tujukan untuk Aliqa malam ini keluar begitu saja dari dalam mulutku.

"Iya Mas."

"Papa harap hubungan kalian selalu berada dalam kebaikan dan di jauhkan dari keburukan, semoga tak ada seorang pun yang dapat memisahkan kalian."

"Aamiin, terimakasih Pah. Semoga Aliqa bisa menjadi istri yang baik untuk Mas Davin," ucap Aliqa terdengar tulus.

"Apa kau akan membenciku jika mengetahui aku telah menikahi Mila dan melakukan poligami tanpa sepengetahuan mu? Rasanya aku belum siap jika kau mengetahui semuanya, aku mulai merasa nyaman berada di dekatmu. Ketika kau telah lelah untuk menawari ku masakan buatan mu karena aku terlalu sering menolak aku cukup merasa kehilangan. Rasanya terlalu cepat jika semua ini disebut dengan cinta," batin ku.

1
Oktavia Ratuliu
haaa balikan??? Ogaaaaahhh
Oktavia Ratuliu
satu kata untuk Davin sukurin
Yulia Rongkang
iya Thor aliga ama Bima aja setujuu
Yulia Rongkang
cerai aja laa aliqa
Yulia Rongkang
sayang banget kok cepet kali udah kumpul harusnya jangan dl Thor jual mahal dl laaa jangan sampe nyesel
Buncit
Kayanya authour lagi lupa sama novel yg ini ya makanya uda setahun gak update bab
Buncit
Pokoknya biarkan saja davin sama mila dan agila sama Bima. Di dunia nyata aja mana ada istri yg mau balik sama suami yg kaya davin 😂😂😂 ya kan Thour
Buncit
Agila sama Bima aja thour🙏🏻🙏🏻
Memyr 67
hiih, cowok bego. mengikuti istri egois, tersiksa sendiri.
Rena Agustina
kalau aku sih daripada dimadu mending nyelamatin hatiku agar tak terlalu sakit
Rena Agustina
dengar sendiri kan Al ..makanya buka mata Lo dan hati Lo lebar lebar jgn oon
Rena Agustina
makanya punya otak di pake ngapain lu yg berjuang bertahan sedangkan suami lu lebih cinta madu lu oon bangeett
Rena Agustina
si Mila pintar dan si aliqa bodoh
Rena Agustina
makan tuh otak tololl mu Aqila.
Lany Lan
kak ini ceritanya berhenti ya dilanjut dong kak ceritanya bagus
Sartika Bertha
mila2 kasih kamu😒😒
Mariatul Qibtiah
Bima aja
Ani Nurlia
ini cerita udh lama ga up apa ada lanjutan nya ga sih
Woro Kenthir
sayangnya author terus menghilang tanpa menyelesaikan 😭😭😭
Yani mulyani
aku mau bima aja sama aliqa.....jngn balikan lg ah sama davin....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!