NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:259.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara yang sebelumnya mengejarnya karena tak terima diputuskan malah berbalik pergi setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Status yang Sah

Ryu masih terdiam. Ia tahu pasti, jika neneknya sudah memutuskan sesuatu, maka tidak akan bisa diganggu gugat.

Ryu akhirnya menatap wanita yang telah menjaga, merawat dan membesarkannya itu.

"Nek, pernikahan tidak dijalani sehari atau dua hari saja. Tapi seumur hidup," katanya tenang meski jelas merasa tertekan.

"Dan yang menjalani rumah tangga ini bukan hanya aku, Nek. Tapi juga Seroja." Ia menarik napas pelan sebelum melanjutkan. "Bukankah sebaiknya kita bicarakan juga dengan dia?"

Ryu tidak tahu bagaimana pendapat Seroja. Bahkan ia tidak bisa menebak apa yang akan dikatakan atau dilakukan gadis itu nanti.

Yang pasti, ia tidak mau mengambil keputusan apa pun dengan tergesa-gesa atau karena tertekan, apalagi keputusan itu soal pernikahan.

Nyonya Hanifah mengerutkan dahinya yang keriput. Memandang cucunya yang terlihat lebih tenang.

"Baik," ucapnya akhirnya. "Nanti kita bicarakan dengan Seroja. Tapi ingat, jangan coba memengaruhi keputusan Seroja, apalagi menekan dan mengancamnya. Nenek tidak akan tinggal diam."

Wanita itu bicara tanpa meninggikan suara, tapi jelas dan tegas. Dan Ryu adalah pria berprinsip, menurun dari sifat perempuan itu. Dia tidak pernah melanggar apa yang sudah disepakati, kecuali ada perubahan yang tidak terduga atau keadaan yang benar-benar memaksanya.

 

Sementara itu, di dalam kamar Ryu, Seroja akhirnya terbangun. Ia merasa kasur tempatnya berbaring lembut dan nyaman.

"Kok beda dari biasanya," gumamnya dalam hati.

Perlahan kelopak mata gadis itu terbuka. Matanya berkedip beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.

Ini bukan langit-langit kamarnya. Ia beranjak duduk, menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan bercat putih itu. Ruangan itu luas dan bergaya modern. Lemari, meja rias, meja nakas, lampu tidur, dan pintu di sudut ruangan, semua itu terasa asing.

"Di mana ini?" gumamnya lirih.

Lalu satu persatu ingatannya mulai kembali. Naik mobil bersama Ryu dan Jordi, makan siang di restoran, bertemu Evan, dan--

"Astaga...aku ketiduran di mobil."

Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ini adalah kebiasaannya. Tertidur saat naik mobil. Tapi biasanya ia terbangun sendiri saat hampir tiba di tempat tujuan. Tapi kali ini?

"Selelap apa aku tidur, hingga tak tahu kalau aku sudah dipindahkan di kasur?"

Perlahan Seroja turun dari ranjang. Ia berjalan menuju meja hias. Peralatan make-up dan skincare tertata rapi di atasnya.

"Peralatan rias siapa ini? Ini sebenarnya kamar siapa?"

Seroja menghela napas panjang. Ia bahkan tidak tahu apa-apa tentang Ryu. Ia hanya tahu dari Bu Dhe, Ryu tinggal berdua bersama neneknya.

Tak mau menerka-nerka, ia akhirnya meraih sisir dan merapikan rambutnya. Setelah itu ia melangkah keluar dari kamar. Namun ia tertegun setelah menutup pintu di belakangnya.

"Aku harus ke mana ini?"

Ia bingung hendak melangkah ke mana, karena ini benar-benar pertama kalinya ia berada di rumah itu.

Hingga--

"Nyonya sudah bangun?"

Seroja sedikit tersentak. Ia tak mendengar suara langkah kaki, tapi tiba-tiba ada suara seorang perempuan. Refleks ia menoleh.

Seorang wanita memakai baju putih yang dipadu rompi hitam dan celana panjang hitam berdiri tak jauh darinya dengan senyuman ramah.

"Maaf, ini di rumah siapa ya?" tanya Seroja sopan. Lalu ia menunjuk ke arah kamar yang baru saja ia tempati. "Dan ini... kamar siapa?"

"Ini kamar Nyonya dan Tuan Ryu," jawab wanita yang mungkin usianya kepala tiga itu, masih dengan senyum yang sama.

"Tadi Nyonya tidur saat sampai di rumah," lanjutnya karena melihat wajah bingung Seroja. "Jadi digendong Tuan Ryu ke kamar."

"Oh, begitu," sahut Seroja. Pipinya sedikit merona membayangkan ia digendong Ryu.

"Saya..." Seroja sedikit ragu. "Saya panggil Ibu ini apa, ya?"

"Panggil saja Bibi Muji."

"Oh, Bi Muji," gumam Seroja. "Em... Bi, Nenek Hanifah di mana ya?"

"Ada di ruang tengah bersama tuan," sahut Bi Muji. "Mari saya antar," ucapnya sambil memberi isyarat tangan.

"Terima kasih, Bi," ucap Seroja, mengikuti langkah wanita paruh baya itu menuju tangga.

Namun saat melihat tangga, ia teringat kaki Ryu yang terkilir.

"Dia menggendong aku menaiki anak tangga sebanyak ini?" gumamnya dalam hati.

Meski setelah ia urut tadi kaki Ryu berangsur membaik, tapi tetap saja, Ryu tak seharusnya menggendongnya sejauh itu.

BI Muji terus melangkah menuruni anak tangga diikuti Seroja. Seroja melihat sekelilingnya. Langit-langit rumah itu tinggi. Lampu kristal dengan rangka rose gold itu dihiasi potongan kristal bening, menggantung di tengah ruangan.

Gorden berwarna coklat gold menjuntai panjang. Dan lantai marmer berwarna cream tampak mengilap diterpa cahaya sore yang masuk dari jendela kaca.

Beberapa guci, dan lukisan menambah kesan elegan rumah yang ruangannya luas itu.

"Seberapa kaya Ryu dan keluarganya?" pikir Seroja.

Mereka akhirnya memasuki ruang tengah. Di sana, Ryu dan Nyonya Hanifah masih duduk berhadapan.

"Seroja," panggil Nyonya Hanifah dengan senyum lebar. Ia melambaikan tangannya. "Ke sini, Nak."

"Iya, Nek," sahut Seroja patuh. Ia sempat melirik Ryu yang menyesap tehnya dengan gerakan tenang.

"Duduk sini," ucap Nyonya Hanifah sambil menepuk kursi di sisinya.

Seroja menyalami dan mengecup punggung tangan wanita tua itu sebelum akhirnya duduk di sebelahnya.

Ryu akhirnya menatapnya. Gadis itu duduk dengan punggung tegak dan tangan terlipat rapi di atas pangkuan.

"Kamu tambah cantik," puji Nyonya Hanifah. "Pasti jadi kembang desa ya?"

Seroja hanya tersenyum tipis sambil menunduk.

"Seroja, Nenek sudah mendengar dari Ryu dan Jordi. Nenek ikut berduka cita," ucap Nyonya Hanifah tulus.

Wanita itu menggenggam tangan Seroja hangat. "Dan maaf, Nenek meminta Ryu menjemputmu dalam situasi berduka."

"Nggak apa-apa, Nek," sahut Seroja. "Tidak ada yang tahu kapan akan dipanggil-Nya."

"Gadis baik," puji Nyonya Hanifah seraya mengusap rambut panjang Seroja.

Ryu berdehem, lalu berkata, "Seroja, aku ingin membicarakan tentang pernikahan kita."

Seroja menoleh menatap Ryu. Entah mengapa, melihat ekspresi pemuda itu membuat ia dihinggapi firasat tak enak.

"Katakan saja," ucapnya akhirnya.

"Pernikahan kita terjadi saat kita masih kecil. Bahkan aku tidak mengingatnya," ucap Ryu dengan suara rendah tapi jelas. "Meski begitu, status kamu tetap istri sahku." Ryu berhenti sejenak. "Namun..."

Ryu tidak langsung melanjutkan kalimatnya.

Tanpa sadar, tangan Seroja di atas pangkuan saling memilin.

 

...🔸🔸🔸...

...“Tak semua pernikahan dimulai dari cinta. Ada yang dimulai dari takdir… lalu perlahan mengajarkan hati cara menerima.”...

...“Mereka adalah suami istri yang sah. Namun hati mereka masih berdiri di tempat yang berbeda.”...

...“Kadang yang membuat hati takut bukan penolakan… melainkan kata ‘namun’ setelah sebuah pengakuan.”...

..."Nana 17 Oktober "...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Anonim
Ibunya Clara kerasukan setan dari mana ini. Menampar Seroja, marah dengan bicara teriak-teriak seakan benar apa yang diteriakkan.

Setan telah menguasai Ibunya Clara. Seroja yang masih dengan tenang menghadapi - dengan suara lembut mencoba bicara.

Ibunya Clara tetap menuduh Seroja merebut Ryu dari Clara.

Semakin emosi, menuduh Seroja pelakor, perusak hubungan orang. Semakin menjadi - teriak-teriak mempermalukan Seroja.
Anonim
Ayah dan Ibu Clara dua manusia tidak tahu diri. Minta Ryu mencabut tututannya terhadap Clara.

Mereka berdua tidak paham dengan bahasa manusia. Tidak paham dengan apa yang dikatakan Ryu.

Ryu menderita lahir dan batin seperti itu, mereka masih saja merengek minta dikasihani Ryu.

Mereka orang-orang egois yang hanya mementingkan nasib putrinya. Tidak peduli dengan penderitaan orang lain.

Waduuuuuh....Seroja ditampar Ibunya Clara. Dituduh merebut Ryu dari anaknya.
Anonim
Memang begitu kalau menyembuhkan orang tidak mematok harga. Ilmu dari turun temurun keluarga kan pemberian Allah dengan cuma-cuma. Mereka yang mendapatkan ilmu itu benar-benar orang terpilih. Apa yang dikatakan Seroja memang nyatanya ada seperti itu.

Seroja bisa jadi ngidam nih - pingin seblak. Siapa tahu bibit Ryu yang waktu itu tertanam di rahim Seroja tumbuh subur menjadi calon bayi.
Anonim
Dengan dukungan Seroja sebagai istri yang sangat peduli pada kesembuhan suaminya, semoga Ryu bisa berjalan kembali. Pijitan Seroja juga bisa menyembuhkan kejantanan Ryu.
Anonim
Seroja sudah berdiskusi dengan beberapa dokter ahli bedah saraf dan tulang belakang, baik dari dalam maupun luar negeri. Ryu dioperasi oleh Profesor Ilham di sini.

Disela-sela pembicaraan serius, mereka berdua bisa saling menggoda, tertawa bersama.

Saatnya Seroja memijat Ryu, supaya peredaran darahnya lancar.

Ryu merasakan pijitan Seroja ada rasa sensasi samar. Walau sedikit.

Bagi Seroja sebagai seorang dokter, perubahan sekecil apapun tetap berarti.
Anonim
Seroja sudah berdiskusi dengan beberapa dokter bedah saraf.

Mereka menduga masih ada jaringan parut yang menekan saraf tulang belakang Ryu.

Kalau dugaan mereka benar, Ryu akan menjalani operasi revisi. Operasi besar.

Seroja menerangkan, kalau operasi nanti dilakukan. Resiko pasca operasi. Lama penyembuhannya.

Peluangnya lebih baik dibanding tidak operasi.

Mendengar semua penjelasan dari Seroja, kalau ujungnya bisa berjalan - Ryu mau mencoba.

Ryu ingin suatu hari nanti bisa berjalan sambil menggandeng tangan istrinya lagi.
irala
trmksih juga kk nana🥰
semangaat berkarya teruss y kk nana💪💪
boleh minta bonchapny kk🤩
꧁꒰✨N̊ån̊å K̊i̊år̊å✨ ꒱꧂: Sama-sama, Kak🤗🙏🙏
total 1 replies
Anonim
Akhirnya Evan bisa bertemu dengan Ryu, duduk bersama.

Ini mah pembicaraan tingkat tinggi dua laki-laki sejati. Saling bicara. Saling bertanya. Saling menjawab. Tak ada nada permusuhan.

Evan semakin sadar siapa dirinya. Siapa Ryu bagi Seroja.

Seroja berusaha terus mencari solusi untuk kesembuhan Ryu.

Semoga usaha Seroja membawa hasil baik untuk kesembuhan suaminya.
Anonim
Evan masih penasaran dengan Ryu yang dipilih Seroja sebagai suaminya. Bukan dia yang dipilih.

Mendengar percakapan Ryu dengan Jordi, kini Ervan merasa kalah dengan lapang dada.

Evan baru tahu tanpa disengaja kalau Ryu adalah CEO Kai Zander Group.
Anonim
Seroja akan mempraktekkan keahliannya pada Ryu, teknik pijat tertentu yang diturunkan dari keluarganya.

Semoga alat reproduksi Ryu bisa sembuh dengan ketelatenan Seroja dalam memijit titik-titik simpul syarafnya nanti.

Evan mengakui merasa dirinya masokis banget, didepan adiknya. Alvaro juga tidak jauh berbeda dengan kakaknya waktu itu.

Sadar saja kalau Seroja bukan jodohnya kamu, Evan. Ryu dan Seroja sudah berjodoh sejak kecil. Bahkan sejak Seroja masih dalam kandungan. Ryu memiliki banyak kelebihan, Evan belum tahu saja.
Anonim
Sembarangan dokter PPDS mengatain Ryu pasien tersesat 😄. Akhirnya malu sendiri setelah mengetahui si pasien tersesat itu siapa.

Melihat dan mendengar interaksi sepasang suami istri di depan matanya - Evan mundur teratur. Lebih baik begitu.

Boro-boro memberi celah sedikit. Mana ada Seroja memikirkan Evan. Ngga Ada.
Anonim
Evan belum menyerah, masih berharap ada kesempatan untuk memiliki wanita yang sudah menarik hatinya.

Mendengar penjelasan dari Seroja, seorang Ibu hamil yang bayinya sungsang, tampak sedikit lega.

Seroja dokter yang bisa membikin pasiennya merasa tenang dari rasa khawatir ketika mengetahui bayi dalam kandungan dinyatakan sungsang.

Suami pasien juga tidak begitu tegang lagi.

Ibu mertua pasien juga bisa bernapas lega mengetahui menantunya tidak harus operasi sekarang.
Anonim
Evan sudah berada di rumah sakit tempat Seroja menjalani pendidikan klinis.

Langkahnya menuju ruang rawat suami Seroja.

Langkahnya terhenti ketika dilihatnya seorang pria dengan kursi roda baru saja keluar dari ruang rawat VVIP.

Evan yang baru kali ini melihat Ryu - sudah bisa menilai Ryu bukan pria biasa.

Evan melihat Seroja berjalan mendekati suaminya. Dilihatnya Seroja tersenyum lepas. Senyum yang belum pernah dia lihat.

Seroja sudah berbahagia bersama suaminya dalam kondisi apapun. Evan sudah melihat sendiri interaksi suami istri itu. Jadi jangan coba menjadi pebinor wkwkwk.
Puji Hastuti
terimakasih kk,udah menghibur kami dg karya² yg bagus,jangan bosan ya kk
꧁꒰✨N̊ån̊å K̊i̊år̊å✨ ꒱꧂: Sama-sama, Kak🤗🙏🙏
total 1 replies
Muzaata Alenmiyu
terimakasih juga othor,, sukses, sehat selalu dan tetap semangaattt 💪💪💪 ditunggu up nya novel baru si suami mafia yaa 🤭🙏🏼
꧁꒰✨N̊ån̊å K̊i̊år̊å✨ ꒱꧂: Aamiin. Semoga KK sekeluarga juga diberkahi kesehatan dan kesuksesan.🙏
total 2 replies
Anitha
Terimakasih kembali kak Nana....
semoga Sukses dan sehat selalu..

Happy ending Ryuh dan Seroja
lanjut di lapak sebelah
꧁꒰✨N̊ån̊å K̊i̊år̊å✨ ꒱꧂: Aamiin. 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
Sri Wahyuni
belum rela berpisah dengan Seroja dan Ryu.....
lanjut kak othor sampe mereka punya anak
Fadillah Ahmad: Tenang Kak... Aku yakin kok, nanti pasti ada Sequel-nya Kok... 😁😁😁 Tapi nggk tau kapannya Ksk 😁😁😁 Karena, Novel ini Novel yang sangat Sukses... Jadi pastilah akan ada Seqiel-nya Kak 😂😂😂
total 1 replies
Sugiharti Rusli
thor ini karya baru kah, berarti ada dua judul yah yang baru, tapi belum ada di display
꧁꒰✨N̊ån̊å K̊i̊år̊å✨ ꒱꧂: Ya, Kak. Dua judul, tapi satunya di akun dengan nama pena Dhanaa724
total 1 replies
Siti Jumiati
otw kak🙏
Siti Jumiati
Terima kasih atas karya nya kak nana tetap semangat untuk membuat karya baru lagi, sehat dan sukses selalu🤲🤲🤲
꧁꒰✨N̊ån̊å K̊i̊år̊å✨ ꒱꧂: Aamiin. Makasih Kak 🤗🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!