NovelToon NovelToon
AndaiKata

AndaiKata

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Slice of Life
Popularitas:206
Nilai: 5
Nama Author: Elegi223

Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Curhatan Yura

Mendengar nama Leo seketika ekpresi Gua berubah menjadi datar dan Dingin, Leo ini ada kaitannya dengan keluarga Rendra, tapi masalahnya Alvin juga merupakan keluarga Rendra, apa mereka sepupuh jauh? kalau di pikir-pikir lagi marga mereka sama. Tapi yang Gua ketahui selama Gua main kerumah Alvin tak ada gerakan mencurigakan.

"si Leo itu baru masuk aja udah bikin onar di sekolah"ucap Ghina dengan ekspresi jengkel

"kenapa tuh ghin?"sahut Yura, Alvin dan para the boys hanya menyimak apa yang akan di katakan Ghina

"ya gimana ya mentang-mentang ia orang kaya bisa semena-mena ama siswa maupun siswi, untung aja nggak sekelas ama dia"ucap Ghina, ternyata tebakan Gua benar, Leo ini ternyata bandit sejak kecil

"cih ketemu nanti awas! ku sikat biar tau siapa yang berkuasa"ucap Alvin sambil mengepalkan tinjunya lalu mengayunkan kedepan

"mulai deh... nggak usah banyak gaya deh bos, tujuan kita di sekolah bukan buat onar"celetuk Edward dengan tatapan malas, Alvin hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tatapan Gua tertuju pada Yura yang masih menatap sendu Alvin. tapi mau gimana lagi cinta nggak bisa di paksakan, Gua harap Yura bisa lepas dari perasaannya.

"terus apa lagi Ghin nggak mungkin kan cuma itu aja?"sahut Yura yang menormalkan kembali eksprsinya lalu ia menutupi kesedihannya dengan ucapannya tersebut.

Perbincangan berlanjut hingga hari menunjukan pukul 4 sore, bibit-bibit calon ibu-ibu komplek nih hahaha. Setelah perbincangan yang tidak ada habisnya itu Ghina pamit pulang begitupun Yudhis, Alvin, Edward, Max, Delvano, dan kak Kaylo. Alvin sebenanya enggan pamit, namun ia ditarik paksa oleh kak Kaylo, ia hanya bisa pasrah akan apa yang terjadi berikutnya. Max pamit juga, sebelum ia pamit ia berbisik "jaga dirimu baik-baik" yang membuat Gua cengoh dengan kelakuan Max ini, ia pergi begitu saja setelah membisikan hal itu, Delvano juga pamit ingin pulang kerumah, namun Gua melihat raut wajah pucat Delvano yang sengaja ia tutupi, namun tidak dengan pengamatan Gua yang teliti, belum sempat bertanya ia sudah pergi duluan, Edward pamit katanya ia ada masalah yang mau ia selesaikan dirumah.

Setelah mereka semua pamit tersisa Gua, Yura, kak Liam, kak Viera, dan Erin di ruangan ini, namun itu tidak berlangsung lama setelah kak Liam membuka ponselnya, raut wajahnya berubah masam, ia pamit entah mau kemana, kak Viera dan Erin berniat mau membelikan camilan dan akhirnya tersisa Gua sama Yura saja.

"na... kapan yah perasaan ini bisa lepas dari Gua..."ucap Yura dengan ekspresi sedih, Gua hanya diam menyimak apa yang ia akan katakan selanjutnya

"Gua tau kok semua kebohongan yang Alvin lakukan ke Gua, semata-mata cuma untuk lo lan"ucap Yura kembali dengan raut wajah yang menampilkan senyum, namun Gua tau senyum itu palsu

"sebenarnya Gua nggak mau persahabatan kita hancur karna hal ini, tapi gimana ya lan... Gua bingung... gua ngerasa satuhal harus merelakan... dan Gua juga harus terima keadaan"ucap Yura yang akhirnya menumpahkan air matanya yang sudah lama ia pendam, Gua dengan sigap jadi sandaran untuk ia menangis, Gua ngerti penderitaan Yura, cinta yang bertepuk sebelah tangan, sebenarnya Yura sudah pernah mengunkapkannya, pertama saat SD kelas 6 di taman polda Yura menembak Alvin di hadapan semua orang, Alvin cuma merespon "kita cuma teman tidak lebih" dan kedua pada saat di perpustakaan tepatnya setelah 2 bulan kemudian, ia juga mengatakan hal yang sama, hingga ketiga kalinya tepat saat eskul seni musk di SMP 33 saat istirahat, Yura kembali mengungkapkan isi hatinya namun Alvin masih menjawab dengan perkataan yang sama, Gua tau meski Yura ini orang yang cerita sekalipun kalau sudah ditolak sampai 3 kali, mana nggak sakit hati coba.

"dah yur lo kuat kok, nggak perlu Alvin lo bisa buktikan kalo lo itu lebih baik dari yang ia fikirkan, mending lo fokus aja dengan karir yang lo bangun, lo bilang mau jadi musisi kan? kenapa nggak mulai dari sekarang, lupakan Alvin, fokus ama impian lo"ucap Gua berusaha merubah suasana hatinya, Yura terdiam lalu mengusap air matanya, terlihat sekali matanya memerah membengkak, lalu ia berkata

"kau benar na... Gua akan buktikan kedia... dengan ngejar impian Gua dan jadi musisi legendaris yang akan mengguncang dunia"ucap Yura tersenyum cerah setelah habis mencurahkan isi hatinya

Gua tersenyum bangga, merasa Yura ini akan seperti Gua di masa depan, apapun keputusannya Gua akan mendukungnya meski dunia sekalipun menolaknya, tak lama setelah itu pintu ruang rawat Gua terbuka, terlihat Erin dan kak Viera datang

"yuhu makanan datang... eh kamu kenapa Yura!"ucap kak Viera berjoget ria namun ketika melihat Yura yang nampak habis menangis ia menjatuhkan makanan yang ia bawa lalu berlari cepat melihat kondisi Yura, ia memutar badan nya tiga ratus enam puluh derajat yang membuat Yura pusing. Erin mengambil makanan yang sempat di jatuhkan kak Viera untungnya makanan itu di bungkus dengan rapat.

"nggak papa kok kak Viera... agh Yura pusing"ucap Yura yang matanya sudah kemana-mana

Setelah itu kak Viera membawa Yura keluar untuk membicarakan hal itu secara empat mata, dan sekarang tersisa Gua dan Erin, kami terdiam selama beberapa menit, sebelum Erin membuka pembicaraan

"Yura di tolak lagi kan?"ucap Erin bertanya perihal kejadian yang beberapa minggu lalu

"iya, Gua sebenarnya merasa bersalah, niat Gua mau jodohin mereka tapi sepertinya harapan Gua sudah pupus"ucap Gua yang merasa bersalah atas apa yang telah Gua lakukan selama ini

"lo nggak salah kok lan, yang salah itu si bodoh itu sia-siain princess kita, nanti awas sajah kalo nyesal nggak akan Gua maafin"ucap Erin dengan amarah yang menggebu, meski mereka berdua ini ibarat kartun Tom and Jeri tapi sebenarnya Erin sangat menyayangi sahabatnya itu

"semoga saja Alvin sadar akan perbuatannya, tapi dia akan sulit untuk mendapatkan kembali hati Yura yang telah ia buang sekarang"ucap Gua membayangkan Alvin yang suatu saat menyesal

"heh menyesal yah... Gua rasa itu nggak akan terjadi sebelum ia sadar sendiri"ucap Erin dengan nadah meremehkan, Gua hanya tertawa mendengar perkataan Erin yang mengejek Alvin,

"oh ya lan akhir semester satu nanti akan ada perlombaan, dan salah satunya lomba ngelukis, tapi ini cuma antar sekolah aja"ucap Erin memberi tau jika akan ada perlombaan antar sekolah

"menurut lo gimana? apa mau ikut?"ucap Erin bertanya padaku perihal ikut atau tidak

"Gua mah seterah aja, tapi nggak bakal pakai identitas QieronYc"ucap Gua yang membuat Erin mengernyit bingung

"terus gimana?"ucap Erin, Gua cuma bisa tersenyum misterius lalu berkata

"tentu menyamar"

Nyahoo sampai sini dulu heheh makasih udah sejauh ini membaca cerita ku, sampai jumpa di bab selanjutnya see you MUACH

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!