NovelToon NovelToon
Istri Seksi Tuan Arnold

Istri Seksi Tuan Arnold

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Putrichou

"Menikahlah dengan ku dan berikan aku keturunan. Aku akan memberikan semua yang kamu inginkan, termasuk kesejahteraan,"

Anjani tidak menyangka di usianya dua puluh tahun, harus menghadapi tawaran gila dari pria konyol yang dia bantu. Di sisi lain ia ingin memperbaiki hidup, sedangkan di sisi lain ia tidak ingin melakukan hal bodoh itu.

Namun melihat pengorbanannya Arya, keputusan besar akhirnya ia ambil untuk mereka berdua, bersiap menikah dan memberikan Arnold keturunan. Akankah mereka berdua berubah pikiran dan menjalin hubungan tanpa aliansi apapun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putrichou, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MELEPAS RINDU

Arnold menatap kedatangan seorang wanita cantik yang berdiri dengan dress pinknya, rambut yang di gerai dan tak lupa menggendong anak kucingnya. Rambut pendek yang diikat setengah itu, membuat Anjani semakin cantik, jantungnya berdetak kencang.

"Jangan melamun. Cepat kemari!" kesal Fero membuat Anjani tertawa pelan di sana.

Arnold tidak bisa menahan senyum lepasnya saat Anjani tertawa melihat kelakuan suaminya. Gadis itu tersenyum dan melambaikan tangan kepada Arnold dengan semangat.

"Mas,"

Arnold mendekat dan langsung memeluk Anjani dengan erat. Fero memutar matanya malas dan hanya menepuk pundak putranya. Arnold menghirup aroma tubuh yang sangat ia rindukan. Sudah hampir empat hari lamanya, mereka tidak berjumpa membuat Arnold sangat merindukan istrinya.

"Aku merindukan mu, Sayang." ungkap Arnold membuat Anjani menggangguk. Gadis itu tak mengelak kalau ia juga merindu Arnold.

Arnold melirik Fero yang sudah tidak ada di dekat mereka, menatap penampilan Anjani yang sangat cantik.

"Kamu ..." Arnold tidak bisa menyembuhkan wajahnya yang terlihat seperti menahan sesuatu.

"Apa aku cocok pakai dress ini? Mama yang membelikannya," ucap Anjani memperlihatkan dress yang ia gunakan dengan gerakan memutar pelan.

Arnold akui kalau Mamanya memiliki selera busana dan sangat pandai memilih pakaian walaupun usianya tak lagi muda. "Kamu sangat cantik,"

Arnold mengajak Anjani ke dalam hotel untuk beristirahat, ia tidak mau Anjani kelelahan karena jarak tempuh yang lama. Gadis itu sesekali menyapa balik para pekerja di hotel dengan ramah sebelum akhirnya mereka berdua sampai di kamar hotel.

"Luas banget, Mas." Anjani menatap luasnya kamar hotel yang Arnold tempati untuk seorang diri, "Oh, lalu Kelvin dimana?"

"Ini namanya kamar presidential suite, Sayang." jawab Arnold dengan mengecup pucuk kepala Anjani. Walaupun tak mengerti hal itu, Anjani tampak menikmati luasnya kamar bahkan Arnold sudah menyiapkan kandang kecil untuk kucing milik Anjani.

"Kelvin beda kamar?"

Wajah senang Arnold seketika berubah muram, kenapa di saat sedang berdua Anjani teringat dengan asistennya? Anjani tersenyum geli dan langsung melompat dari ranjang, membuat Arnold sontak menangkap tubuh istrinya.

"Sayang, itu bahaya! Bagaimana kalau aku tidak bisa menangkap kamu?!" resah seorang Arnold, jantungnya seperti akan lepas.

"Maaf," Anjani mengalungkan tangannya dengan manja, "Kata Mama kita harus procu, Mas." ucap Anjani dengan malu-malu.

Arnold menaikkan alisnya tidak mengerti. Dengan posisi masih menggendong istrinya, Anjani meminta untuk di turunkan. "Procu? Istilah apa itu?"

Anjani tertawa melihat reaksi bingung suaminya, "Program cucu, Mas."

Arnold tidak bisa menyembunyikan wajah semangatnya. "Ayo kita buat sekarang,"

Arnold dengan semangatnya langsung menyambar bibir ranum istrinya, ini yang ia tunggu sejak tadi. Anjani tak menolak, ia sudah cukup lihai membalas ciuman dari Arnold. Melihat balasan istrinya, Arnold langsung menidurkan Anjani dan membuka seluruh pakaian istrinya hingga telanjang sempurna.

"Eh, tunggu!"

Arnold yang sudah terbakar nafsu pun tak menghiraukan ucapan istrinya. Pria itu langsung mencium bibir ranum istrinya dan menempelkan tubuh mereka satu sama lain. Anjani menepuk pelan bahu Arnold.

"Aku mau bernapas juga!"

Arnold menelan ludahnya dan mengusap wajah Anjani yang tertutup anak rambut. "Di atas atau di bawah sayang?"

Anjani jadi merinding, karena sering bercinta, Anjani jadi paham apa yang di maksud suaminya. Tak ada jawaban, Arnold menyunggingkan senyumannya.

"Ini akan sangat lama, tiga ronde."

"Apa?" Anjani tidak bisa melakukan apapun saat Arnold melakukan penyatuan. Anjani mengeram kecil saat Arnold terus memompa tubuhnya di atas tubuh kecil Anjani.

Sesekali Arnold membungkam bibir Anjani dan meninggalkan beberapa tanda di leher serta dadanya. Anjani memejamkan matanya dan hanya menikmati semua yang di berikan oleh suaminya.

"Ahh ... Mas!"

...****************...

Kelvin menatap canggung kepada suami-istri di hadapannya. Anjani hanya mengulas senyum dan melirik kamarnya yang sudah cukup rapi.

"Kenapa kamu pagi-pagi buta ke kamar ku, Kelvin?!" tanya Arnold kesal. Dirinya dan Anjani sedang asik memadu kasih hingga pagi, tapi Kelvin datang karena ada hal penting.

"Tuan Nathan tiba-tiba saja membuat pernyataan resmi. Lihatlah beritanya, Tuan." Dengan perasaan kesal, Arnold mengambil laptop itu dan menonton sebuah video. Anjani ikut menatap layar laptop itu dengan bingung dengan sesekali melirik Kelvin serta Arnold secara bergantian.

Selamat Malam, Saya Nathan Sakha Airlangga. CEO dari Airlangga Group, saya ingin memberikan pernyataan resmi yang menyangkut masa depan perusahaan saya. Putra tunggal saya, Hendra Putra Airlangga, resmi saya keluarkan dari daftar ahli waris perusahaan dan juga resmi mencoret namanya dari seluruh aset yang di miliki.

BLAK ....

Anjani menghela napas panjang, ia ingin mendengar kelanjutannya tapi Arnold sudah menutup laptop terlebih dahulu. Wajah pria itu mulai serius dengan mengusap dagunya.

"Siapa Nathan?" tanya Anjani membungkam Arnold. Kelvin tersenyum dan mengambil alih laptopnya lagi.

"Dia rival bisnis Papa,"

Anjani mengangguk, ia teringat dengan ucapan Ayah mertuanya dan ibu mertuanya. "Berarti dia yang sempat menghasut pemegang saham dan membuat ulah di perusahaan Papa?"

"Kamu benar, sebenarnya aku tidak tahu kenapa Nathan begitu ingin menghancurkan perusahaan ini." jawab Arnold dengan tak habis pikir. Terlebih lagi dengan kondisi menyimpang putranya yang diketahui oleh khalayak ramai.

"Hendra bisa saja berulah, Tuan."

Arnold mendelik dan mengisyaratkan pria berkacamata itu untuk diam. Ia juga tidak ingin identitas Arya terbongkar setelah ini. "Sebaiknya kamu keluar, aku dan Anjani ingin beristirahat."

"Tapi aku ingin mendengar kelanjutannya, Mas."

"No, baby." wajah Anjani menjadi masam saat Arnold menggerakkan jarinya pertanda tidak boleh.

Kelvin tersenyum cengengesan dan membungkuk, bergegas pergi setelah Arnold melirik tajam ke arahnya. Anjani memanyunkan bibirnya kesal.

"Ayo, aku lelah sekali."

"Kalau di lihat-lihat, sepertinya kamu mengenal Hendra Putra Airlangga yang di sebut tadi ya?"

Langkah Arnold yang hendak naik ke ranjang terhenti, pria itu menoleh. "Apa?"

"Apa yang kamu sembunyikan dari ku?" tanya Anjani. Ia cukup hapal dengan orang yang selalu menghindari pertanyaan yang menyudutkan, seperti Arnold sekarang. Gerakan mata pria itu sangat gelisah dan seperti menyembunyikan sesuatu.

"Aku tidak menyembunyikan ..."

"Bohong!" sela Anjani dengan sudut mata yang sudah berkaca-kaca. "Kemarin tentang Tiara, lalu Nathan, dan sekarang Hendra."

Arnold bergegas mendekati istrinya yang akan menangis. "Maaf, jangan menangis sayang."

"Ayo katakan kepada ku, yang aku tahu kalau sudah menjadi suami-istri harus saling terbuka satu sama lain, tapi kenapa kita tidak?" desak Anjani dengan mengguncang lengan kekar Arnold.

Arnold mengelus kepala Anjani dengan pelan, ia tahu apa yang di maksud oleh istrinya. Anjani memikirkan tentang hubungannya dengan Tiara yang dulu, hingga hubungan mereka berdua menjadi retak.

Arnold menarik napas panjang, "Nathan memang rival Papa sedari muda, alasan Nathan mencabut seluruh aset yang mengatasnamakan Hendra, karena putranya menyimpang."

Anjani membulatkan matanya. Penyimpangan bukan sebuah penyakit maupun gangguan mental, melainkan orientasi seksual alami dari seksualitas manusia. Walaupun tak menular ataupun gangguan jiwa, penyimpangan juga tidak bisa di tindak pidana.

"Lalu?" rasa penasaran Anjani semakin besar.

"Nathan memiliki putra adopsi, dia yang mengambil alih aset Hendra. Dan tentang Tiara, aku ..." Arnold memejamkan matanya sebentar, "itu sebuah trauma lama yang belum bisa aku ceritakan."

Anjani terdiam lama, gadis itu melepaskan pelukan Arnold dan menatap suaminya yang juga menatapnya. "Apakah kamu serius?"

Anjani hanya takut bila ia di bohongi, Arnold mengangguk dan tersenyum tipis. Namun, Anjani mengetahui sesuatu, tangan Arnold bergetar saat memeluknya. Apakah separah itu traumanya dengan Tiara?

"Aku hanya bisa mengatakan ini, kalau aku bukan seorang putra tunggal."

DEG ....

Itu artinya Arnold masih memiliki saudara? batin Anjani berkecamuk.

"Apa maksudmu?"

Jantung Anjani tidak tenang, kalau Arnold bukan seorang putra tunggal, seharusnya Fero dan Jasmine memberitahu dirinya kan? Arnold berpaling dan menatap keluar jendela. Tangan Anjani mulai bergetar karena takut kalau apa yang ia pikirkan adalah benar.

"Apakah ini semua ada hubungannya dengan Tiara?"

Tak ada jawaban, punggung pria itu hanya diam membelakangi-nya. Anjani terduduk lepas di sisi ranjang dan tak tahu harus melakukan apa.

"Jadi, semua ini ada sangkut-pautnya dengan rumah sakit jiwa?"

"Benar."

1
partini
pesikopet dia mah ,najani the next korban berikutnya OMG moga aja ga methong
partini
tekdung
partini
dua puluh tahun masih SMA Thor sehhh
partini: ok ,, soalnya jarang sih Thor di tempat ku lulus SMA umur 20th kebanyakan 18 dan 19 th
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!