Nathan Dwi herlangga atau yang biasa dipanggil Nathan adalah anak dari sepasang suami istri Ibu Dewi dan Pak Rama yang tinggal di gubuk sederhana.Semenjak Nathan lahir tidak ada tanda-tanda menunjukan kalau dirinya punya mata batin.Namun seiring berjalan nya waktu Mata batin Nathan terbuka saat ia menginjak usia 7 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman Arwah.
Nathan juga ikut merasa hancur imbas kelakuan ayahnya.Dia malu datang ke sekolah,mengurung diri di rumah.Dia melamun di taman belakang rumah.Lagi asyik melamun,dia melihat anak kecil bermain ayunan sendirian.Dia pun menghampirinya.
"kamu siapa ? Kenapa kamu sendirian di sini.Mana orang tua mu"ucap Nathan pada Arwah anak kecil itu.
"ka-kamu bisa melihat aku ya,aku dibuang oleh ibuku di hutan,waktu diturunkan dari mobil.Aku keserempet trek dan jatuh ke jurang dekat Sana"Arwah itu menunjuk ke arah tebing jurang di ujung jalan.
"mulai sekarang kamu jadi teman ku ya"ucap Arwah anak kecil itu lagi.
"Kenalin namaku Nathan,kamu bisa ikut aku kemana saja asal jangan menganggu di waktu aku sekolah"ujar Nathan.
"Siap Nathan,aku Riza sekarang jadi teman kamu"ujar Riza,teman Arwah Nathan.
...
"Nathan kamu dimana ?"Teriak Dewi yang sedang mencari-cari Nathan.
"Disini Bu.Di taman belakang"Teriak Nathan juga.
"Rupanya kamu disini.Ada Abril datang ke rumah,dia kangen sama kamu karena kamu belum mau pergi ke sekolah"ucap ibu Dewi.
Nathan pun menemui Abril dan Teman arwah nya Riza mengikuti nya dari belakang.Wajah arwah anak kecil itu penuh dengan darah,giginya juga hancur akibat kecelakaan.Tapi Nathan sama sekali tidak takut dengan nya.
"Nathan,kenapa kamu tak kunjung masuk sekolah ?"Tanya Abril sambil memeluk Nathan.
"Lusa,mungkin aku berangkat Abril"jawab Nathan.
.
Bu Neneng ikut merasakan kesedihan yang dialami Nathan dan Ibunya.Bu Neneng berusaha menguatkan Dewi,jikalau tidak ada laki-laki yang kamu percaya lagi.Maka urus hidupmu sendiri dan anakmu supaya kamu tidak larut dalam kesedihan.Itu pesan Bu Neneng kepada Dewi.Dewi pun jadi sadar dia harus bangkit walaupun tanpa suami,dia pelan-pelan akan mengurus semua sendiri.Tidak mungkin dia akan terus bersedih meratapi nasib yang tak kunjung usai.
Sekarang Dewi sudah punya segalanya.Dia pun memerintahkan Seno.Orang yang dipercaya oleh suaminya untuk mengurus sawah miliknya.Dewi mengabari Seno lewat telfon.
"Seno,bisa datang kemari.Ada yang Ingin saya bicarakan.Penting !!!"
Satu jam kemudian Seno datang dengan memakai mobil bak milik ibu Dewi.
"ada apa ibu mengundang saya kemari ?"Tanya Seno pelan.
"Begini Seno,kamu tau sendiri Rama sudah di usir dari kampung ini.Tidak ada yang mengurus sawah lagi,sementara aku harus mengurus Nathan dirumah.Jadi aku percaya kan kamu untuk mengurus semuanya"Ujar Bu Dewi secara detail.
Muka Seno langsung sumringah,tidak menyangka dia dapat rezeki nomplok begini.
"I-iya Bu siap. Percaya kan sama saya,saya yang akan mengurus semuanya"ujar Seno dengan sangat gembira.
Dewi lega karena ada yang membantu mengurus sawah-sawah nya jadi ia tidak pusing lagi.
.
Rupanya Abril sudah pulang,Nathan bermain sendiri di depan televisi.Teman arwahnya masih ada di sampingnya.
"Nathan,Besok bakal ada yang meninggal"ujar Riza teman Arwah Nathan.
"yang benar saja kamu,memangnya kamu tau siapa yang meninggal"ujar Nathan penasaran.
"itu.Laki-laki di foto itu bersama satu orang perempuan tapi bukan perempuan di foto itu"sambil menunjuk foto keluarga Nathan.
Deg.Dalam hati Nathan merasa takut,dia khawatir kalau Ayah nya akan meninggal seperti yang dibilang teman arwahnya tadi.Nathan segera menemui ibunya di dapur.
"ibu-ibu,gawat Bu"Nathan berbicara dengan nafas terengah-engah.
"kenapa Nathan ? Ada apa nak"Dewi bertanya dengan lembut.
"besok akan ada hal besar yang terjadi Bu"ujar Nathan tanpa memberitahu yang sebenarnya.
"kamu ini bicara apa Nak,sudah ayo mandi dulu,hari sudah sore"ucap ibunya.
Nathan terus kepikiran dengan omongan teman arwahnya.Bagaimana kalau kejadian,dia belum siap kehilangan Ayah,walaupun ayahnya telah menyakiti perasaan dia dan ibunya namun dalam hati kecil Nathan masih sayang pada Ayahnya.