NovelToon NovelToon
Istri Yang Terasingkan

Istri Yang Terasingkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: hafit

Kisah seorang istri yang selalu direndahkan dan dimanfaatkan oleh keluarga suami nya hanya karena dia bukan berasal dari keluarga terpandang yang kaya.....Nasibnya begitu miris bahkan selalu dibandingkan dengan istri adik suaminya sendiri yang dianggap dari keluarga terhormat oleh sang mertua.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

jebakan 21+

***

Entah sejak kapan Bella sudah melepas pakaiannya.

Kalau saja Raka tau, Bella seperti itu sudah pasti dia tidak akan masuk tadi.

"Bella, biar saya panggil kan tetangga saja dulu. saya nggak bisa menolong kamu, apalagi dengan keadaan kamu yang seperti itu." Raka hendak keluar dari kamar mandi, dia tidak mau menyentuh Bella.

Bella terlihat kesal, jelas dia tidak akan menyerah.

"Mas, kamu pikir apa sih? Kaki aku sakit banget, aku udah nggak tahan Mas. Keburu mat* aku Mas kalau kamu harus manggil tetangga dulu, apalagi belum tentu tetangga aku ada dirumah. Mereka sibuk semua Mas."Dalih Bella berharap Raka paham.

Karena Bella terus mendesak, akhirnya raka kembali mengalah, dan mengangkat tubuh Bella membawa nya keranjang.

Raka meletakkan tubuh Bella keatas kasur dengan hati-hati, apalagi Bella terus saja merintih kesakitan.

Namun, tanpa di duga, Bella menarik Raka hingga jatuh menimpa tubuhnya.

Raka menelan ludah nya saat menyadari tubuh nya sudah menempel di kulit lembut Bella.

Raka merasakan hawa panas pada tubuhnya. Ia merasa tubuhnya aneh dan seperti ada sesuatu yang mengganjal dibawah sana.

Tidak seperti biasanya dia seperti itu, seperti ada sesuatu dorongan yang mendesak nya dari dalam untuk menyentuh wanita itu.

Melihat itu Bella tidak menyia-nyiakan kesempatan.

"Aku yakin, obat nya pasti sekarang sudah mulai bereaksi." Batin Bella terus menatap Raka yang mulai terlihat gelisah.

Ia semakin mendekatkan wajahnya hingga bib*r nya mendekat, Bella bisa merasakan deru nafas Raka yang mulai tidak beraturan.

"Mas, aku mencintai kamu. Aku menginginkan kamu Mas." Bisik Bella lembut, membuat Raka hilang kendali.

"Ka-kamu ngomong apa Bella, aku sudah punya istri," Suara Raka terdengar berat, nafas nya terlihat memburu.

Raka menarik tubuh nya mencoba melawan hasrat yang sudah tidak terkendali.

"Mas, aku nggak peduli walaupun kamu sudah punya istri, aku tetap mencintai kamu dan rela melakukan apa saja asal kamu tetap di sisi aku Mas." Ucap Bella kembali berbisik lembut di telinga Raka.

Raka menatap Bella dengan mata sudah memerah.

"Kamu sudah gil4 Bella....Gil4," Suara Raka terdengar semakin berat.

"Tidak usah menahan nya lagi Mas, aku siap untuk kamu, sentuh aku Mas, aku rela." Racau Bella yang juga sudah benar-benar bergairah berharap sentuhan dari lelaki didepan nya.

Bella menarik tubuh Raka, tangan nya mengelus lembut wajah lelaki itu.

cup

Bella mencium lembut bibir Raka, lelaki itu sempat menegang, mata nya melebar. Ia ingin sekali menolak, tapi reaksi dari tubuh nya berkata lain.

"Euumph.." Dengan berani Bella menarik tengkuk Raka dan melumat lembut bibir lelaki itu.

Raka memejamkan mata nya, tubuh nya menegang, rasanya ia ingin lebih dari itu.

Tetapi sesaat kemudian." Lepas..." Tiba-tiba saja bayangan wajah Tania terlintas dimatanya, membuat Raka tersadar dan segera menarik dirinya hingga menjauh dari Bella.

"Mas, kamu kenapa?" Bella kaget melihat Raka yang tiba-tiba malah mendorong tubuhnya.

"Mas, ayolah....Tidak ada siapapun disini, nggak akan ada yang tau, aku janji nggak akan kasih tau Mbak Tania atau siapapun, ini akan menjadi rahasia kita berdua. Aku berjanji." Bella memeluk tubuh Raka mencoba membangkitkan kembali hasrat lelaki itu dengan mencoba menyentuh area sensitif Raka.

Raka memejamkan matanya sesaat mencoba mengendalikan dirinya.

Tubuh nya terasa semakin panas dan tidak terkendali.

"Lepas Bella." Raka menepis tangan Bella dengan kasar hingga wanita itu tersentak.

"Mas," Bella seolah tidak terima, mukanya memerah menahan kesal.

"Ingat satu hal Bella, aku tidak akan pernah mengkhianati istri aku, sampai kapan pun. Ingat itu." Ucap Raka tegas memperjelas.

Setelah mengatakan itu, Raka langsung bergegas keluar dari rumah wanita yang hampir saja merusak rumah tangganya.

"Kurang aj4r..." Bella mengamuk, ia melampiaskan kemarahan nya dengan melempar barang-barang apa saja yang bisa ia raih. Wajah nya merah padam, rencana nya gagal total.

"Si4l.... Ini semua gara-gara si Tania sial4n itu." Rutuk nya dengan tangan terkepal

Namun, sedetik kemudian bibirnya kembali tersenyum saat mengingat kejadian singkat tadi.

Dia yakin Raka pasti masih menyimpan rasa untuk nya.

Mengingat itu hasrat Bella semakin menjadi, dia benar-benar sudah tidak tahan.

Dia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Segera kerumah, aku sangat membutuhkan kamu." Ucap Bella begitu panggilan nya tersambung.

"Oke sayang...." Balas lelaki diseberang dengan senang hati.

Sepanjang perjalanan Raka tidak henti-hentinya mengutuk dirinya sendiri.

"Bodoh, bodoh.....Bagaimana kalau Tania sampai tau? Ya tuhan, apa yang sudah aku lakukan."Sesalnya terus saja merasa bersalah.

Setelah kejadian tadi, Raka memilih pulang kerumah, dia ingin segara menemui istrinya.

"Raka, tumben hari ini kamu pulangnya cepat?" Tanya Dinda yang saat itu sedang duduk menonton diruang tamu.

Raka tidak menjawab, dan langsung pergi ke kamar nya.

"Aneh..." Gumam Dinda merasa heran, tidak seperti biasanya Raka bersikap seperti itu padanya.

Begitu pintu terbuka, Raka melihat Tania sedang duduk didepan cermin sembari menyisir rambutnya.

Perasaan bersalah kembali muncul, Tania menoleh dan menaruh sisir keatas meja lalu menyambut suaminya.

"Mas, tumben pulang jam segini," Tanya Tania yang juga merasa heran, biasanya kalau pulang lebih cepat Raka pasti akan menelpon nya terlebih dahulu.

"Mas."

"Sayang, maafin Mas ya." Ucap Raka tiba-tiba, dan langsung memeluk Tania.

Tania merasa sedikit bingung, suami nya benar-benar terlihat aneh sekali.

Tanpa aba-aba, Raka mencium bibir Tania dengan tergesa namun tetap lembut.

"Sayang, Mas rindu. Boleh kan?" Tanya Raka meminta izin terlebih dahulu, Tania mengangguk. Walau bagaimanapun dia tidak boleh menolak keinginan suaminya.

Meski sedikit merasa heran, Tania tetap melayani suaminya dengan baik tanpa banyak bertanya.

"Makasih sayang," Raka mencium kening Tania setelah hasrat nya berhasil ia tuntaskan.

Tania mengangguk dan membalas senyum lembut suaminya.

"Maaf, sudah membuat kamu harus mandi sekali lagi sayang." Ucap Raka terkekeh, karena Ia tau saat tadi Raka pulang Tania memang terlihat baru saja habis mandi.

Tania tertawa kecil," Nggak papa Mas, aku malahan senang bisa membuat kamu senang. Dan jelas aku harus selalu menyenangkan suami aku dong, biar pelakor-pelakor diluar sana nggak bisa merebut suami aku ini." Gurau Tania mencubit hidung mancung suaminya.

Deg

Raka mendadak diam mendengar ucapan istri nya, ingatan nya kembali saat dia bersama Bella tadi.

Kalau saja tadi dia tidak bisa mengendalikan dirinya tadi, entah apa yang akan terjadi terhadap rumah tangga nya nanti kalau Tania tau.

Walau Raka juga tidak yakin, apakah Tania juga akan memaafkan dirinya kalau tau dia dan Bella sudah sempat berciuman tadi.

"Mas, kok diam sih." Tegur Tania melihat suaminya tiba-tiba diam.

"Eh, maaf sayang, Mas hanya teringat pekerjaan dipabrik tadi. Maaf ya, mas jadi kurang fokus." Ucap Raka berdalih.

"Oh ya, seperti nya setelah ini Mas harus kembali ke pabrik lagi, ada yang belum Mas selesai kan soalnya."

"Oh, yaudah Mas. Kalau gitu kamu mandi aja dulu, setelah itu baru berangkat." Tania bangkit dari tempat tidur dan bergegas kekamar mandi.

Raka termenung, dia seperti menyadari sesuatu.

"Aneh, tidak seperti biasanya aku seperti ini. Bahkan aku tidak bisa mengendalikan nafsu ku sendiri. Ada apa dengan aku sebenarnya?" Batin Raka merasa janggal.

Karena sudah harus kembali ke pabrik, Raka pun bergegas pergi ke kamar mandi menyusul istrinya.

1
Suanti
tania keluar aja dri rmh gugat cerai aja raka biar tau rasa tuh 🤭
Fitrya Alyani: siap kaka😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya tania, jangan lemahh
Fitrya Alyani: benar banget
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
telpon ojek aja bu 🤪
Fitrya Alyani: biar ada alasan ja tuu mertuanya
total 1 replies
Suanti
lain kali tania rekam pki hp semua percakapan bella. dinda. dan ibu biar raka tau ngimna kelakuan ibu terhadap tania 🤭
Fitrya Alyani: benar sekali kak, lain kali lah ya🤭🥰
total 1 replies
Suanti
gitu dong tania harus tegas jgn mau di injak2 sama mereka harus berani melawan jgn melemah 🤭
Fitrya Alyani: jangan mau di injak-injak ya kak🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebaiknya bicara baik-baik dulu ya tania. jangan langsung menuduh suamimu
Fitrya Alyani: jangan gegabah kan, ulat bulu memang bahaya😄😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
usaha yg sia-sia /Facepalm/
Fitrya Alyani: mulai menggatal sama suami orang 🤣🤣
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
cinta boleh Tania, bodoh jangan ya. ajak suami mu untuk pindah
Fitrya Alyani: terkadang cinta memang membuat orang buta😄🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
Raka kalo memang kamu sayang tania, mending kamu minggat aja dah
Fitrya Alyani: setuju....Dari pada terus menderita ya kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
kalo udah jahat mah, memang ada saja idenya
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
beri tahu suami mu tania
Fitrya Alyani: percuma, suaminya lemah kalau soal keluarga😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya jangan lemah tania. semakin kamu lemah, semakin kamu di siksa
Fitrya Alyani: jahat banget kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
mending kamu pakai uang itu untuk cari kontrakan aja
Fitrya Alyani: iya juga😄, tapi Raka nya terlalu memanjakan keluarga nya.
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
jangan lemah tania
Fitrya Alyani: mengalah terus Tania 🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya di suruh raka.
Fitrya Alyani: Raka nya lembek
total 1 replies
Fitrya Alyani
💪🥰
Fitrya Alyani
🥰💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!