NovelToon NovelToon
Target Di Balik Gerobak Penyamaran Sang Komandan

Target Di Balik Gerobak Penyamaran Sang Komandan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Dokter / Identitas Tersembunyi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Nikahi aku, Abang Tukang Bakso!"
​Demi menyelamatkan warisan Rumah Sakit dari ibu tiri yang kejam, Dokter Airine Rubyjane nekat menikahi Nata, pria penjual bakso di depan RS-nya. Airine pikir Nata hanyalah rakyat jelata yang mudah ia kendalikan.
​Namun, ia salah besar. Di balik celemek berminyak itu, suaminya adalah Arnold Dexter, Komandan Intelijen legendaris yang sedang dalam misi penyamaran mematikan.
​Satu per satu musuh Airine tumbang secara misterius. Saat cinta mulai tumbuh, Airine menyadari bahwa pria yang ia anggap "miskin" itu adalah predator paling berbahaya di negara ini yang sedang mengincar rahasia gelap kakeknya.
​"Aku bukan sekadar tukang bakso, Istriku. Aku adalah alasan musuhmu takut pada malam hari."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Penyusupan di Malam Buta

​"Nata? Kenapa kamu berdiri di sana? Kamu belum tidur?"

​Suara serak Airine yang baru terbangun dari tidur singkatnya memecah konsentrasi Nata. Ia sedang berdiri mematung di balik gorden balkon yang tertutup rapat, tangannya sudah menggenggam erat gagang pisau lipat taktis di balik saku celananya. Matanya yang setajam elang masih terpaku pada pergerakan bayangan di semak-semak taman bawah.

​Nata berbalik perlahan, memaksakan sebuah senyuman tenang di wajahnya yang kaku. "Hanya memeriksa kunci jendela, Sayang. Anginnya agak kencang malam ini, aku tidak mau kamu masuk angin."

​Airine duduk bersandar di kepala tempat tidur, menyibakkan rambutnya yang sedikit berantakan. "Kemarilah. Tidur di sampingku. Jangan membuatku merasa seperti sedang diawasi oleh pengawal setiap detik."

​Nata melangkah mendekat, duduk di tepi ranjang. Ia meraih tangan Airine, meremasnya lembut. "Maafkan aku. Kebiasaan lama sulit hilang. Aku hanya ingin memastikan tidak ada tikus yang masuk ke rumah sebesar ini."

​"Kamu bicara seolah-olah rumah ini adalah zona perang," gumam Airine, suaranya mengecil. "Nata... sejak kita bertemu di depan gerobak bakso itu, hidupku terasa seperti film aksi. Kadang aku merindukan bau kuah kaldu baksomu daripada bau ketegangan seperti ini."

​Nata terkekeh rendah, mengusap pipi Airine dengan ibu jarinya. "Setelah semua ini selesai, aku berjanji akan membuatkanmu bakso paling enak di dunia. Tanpa ada interupsi dari penjahat mana pun. Tapi untuk malam ini, bisakah kamu menutup matamu dan percaya padaku?"

​Airine menatap mata Nata dalam-dalam, mencari kejujuran di sana. "Aku percaya padamu lebih dari aku percaya pada diriku sendiri sekarang. Tapi Nata, jangan sembunyikan apa pun dariku lagi. Jika ada bahaya, katakan padaku."

​"Tidurlah, Airine," bisik Nata, mencium keningnya.

​Begitu napas Airine kembali teratur dan ia tampak terlelap, Nata segera berdiri. Senyumnya menghilang. Ia menyentuh jam tangannya, mengaktifkan mode komunikasi senyap.

​"Lapor. Tiga penyusup terdeteksi di sektor barat taman. Mereka menggunakan peredam suara dan pakaian taktis hitam. Jangan gunakan senjata api kecuali terdesak. Aku ingin mereka hidup-hidup untuk informasi," perintah Arnold dengan suara yang nyaris tak terdengar.

​"Diterima, Komandan. Tim Shadow Guard sedang mengepung posisi mereka. Haruskah kami masuk ke area utama?"

​"Tetap di luar. Aku yang akan menangani siapa pun yang mencoba naik ke lantai dua," sahut Nata dingin.

​Nata melangkah keluar kamar tanpa suara, menutup pintu dengan sangat hati-hati. Di koridor yang gelap, ia bergerak seperti bayangan—cepat, tak terdengar, dan mematikan. Ia tidak menuju tangga utama, melainkan balkon belakang yang terhubung dengan pipa pembuangan.

​Benar saja, salah satu penyusup sedang mencoba memanjat balkon kamar tamu. Pria itu baru saja berhasil mengaitkan kakinya di pagar balkon saat sebuah tangan besar mencengkeram kerah bajunya dan menariknya masuk dengan kekuatan yang luar biasa.

​BUK!

​Nata menghantamkan lututnya ke perut penyusup itu sebelum ia sempat mengeluarkan suara. Dengan satu gerakan cepat, Nata mengunci leher pria itu dari belakang.

​"Siapa yang mengirimmu? Tuan Shen atau sisa-sisa anak buah Reo?" desis Nata tepat di telinga pria yang mulai kehabisan napas itu.

​Pria itu meronta, mencoba meraih pisau di pinggangnya, namun Nata lebih cepat. Ia mematahkan pergelangan tangan pria itu dalam satu sentakan dingin. KREK.

​"Argh—" Teriakannya tertahan karena tangan Nata yang lain membekap mulutnya.

​"Jangan berisik. Istriku sedang tidur," ucap Nata dengan nada yang sangat santai namun mengerikan. "Jika kamu bicara sekarang, aku mungkin hanya akan menyerahkanmu pada polisi. Jika tidak, aku akan memastikan kamu tidak akan pernah bisa berjalan lagi seumur hidupmu."

​Pria itu gemetar hebat. Di bawah cahaya bulan yang redup, ia bisa melihat mata Nata yang berkilat haus darah—mata seorang Komandan yang sudah terbiasa dengan kematian. "T-Tuan Shen... dia ingin video itu... dia bilang Edward Jane punya rahasia..."

​"Video itu sudah aman bersamaku," potong Nata. "Apa rencana selanjutnya?"

​"P-penyergapan di laboratorium besok pagi... mereka akan meledakkan semuanya jika formula itu tidak diserahkan..."

​Nata mengertakkan gigi. Ia menghantamkan tengkuk pria itu ke lantai hingga pingsan seketika. Ia lalu menekan jam tangannya lagi. "Tim Alpha, bersihkan sampah di balkon belakang. Target pingsan. Bawa ke ruang interogasi bawah tanah. Dan siapkan tim penjinak bom untuk laboratorium pusat besok jam lima pagi."

​Nata kembali ke kamar, memastikan pakaiannya rapi dan tidak ada noda darah. Ia menarik napas panjang, mencoba menetralkan adrenalinnya sebelum masuk. Saat ia membuka pintu, ia melihat Airine masih tertidur pulas, memeluk bantal di sisi tempat tidur yang seharusnya ditempati Nata.

​Nata naik ke tempat tidur, berbaring di samping Airine. Wanita itu secara naluriah bergerak mendekat, menyandarkan kepalanya di dada Nata.

​"Nata... kamu dari mana?" gumam Airine setengah sadar. "Badanmu... dingin sekali."

​Nata memeluknya erat, mencium puncak kepalanya. "Hanya dari dapur, mengambil air minum. Tidurlah lagi, Sayang. Besok akan jadi hari yang sangat panjang."

​Airine bergumam tidak jelas dan kembali terlelap. Nata menatap langit-langit kamar dengan mata yang tetap terjaga. Ia teringat kata-kata penyusup tadi. Edward Jane punya rahasia.

​Ia membelai rambut Airine dengan lembut. Rahasia itu akan tetap terkubur bersamaku, Airine. Aku tidak akan membiarkan dosa kakekmu menghancurkan dunia yang baru saja kita bangun ini. Besok, Tuan Shen akan menyadari bahwa dia tidak sedang berhadapan dengan seorang apoteker, tapi dengan naga yang sedang melindungi hartanya yang paling berharga.

​Malam itu, di kediaman mewah yang tampak tenang dari luar, sebuah perang intelijen sedang berkecamuk di bawah bayang-bayang. Dan di tengah-tengahnya, seorang Komandan yang menyamar sebagai tukang bakso bersumpah bahwa matahari esok tidak akan pernah melihat musuhnya tetap berdiri.

...****************...

1
Abinaya Albab
beneran ini perang terakhir? duhhhh capek gk sih mereka baru mau bernafas lega ada lagi
Abinaya Albab: blm lagi bikin bakso urat ya Thor 😂🤭
total 2 replies
Abinaya Albab
baru ini aku baca novel yg tegangnya tak beesudahan... lanjut
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
kakek jahat ga
aditya rian
sekalian updatenya banyak dong soalnya jadi penasaran banget
aditya rian
keren arnold
aditya rian
jangan marah dong... di awal jug udh bilang
hidagede1
ke inget nya sama jendral andika🤭
Ariska Kamisa: eehh??? 🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
yah... thor.. ayo sih update nya yang banyak sekalian... aku ga sabaran
aditya rian: Airine mulai jeniusnya nih
total 2 replies
umie chaby_ba
ampe airine bingung manggilnya dua nama padahal satu orang 🤭🤭🫣
umie chaby_ba
waduh... judulnya aja bikin takutt... apakah... airine tidak terima dibohongi?
umie chaby_ba
hayoloh . ga bisa ngelak lagi nol
umie chaby_ba
Arnold udah demen banget nih
umie chaby_ba
bisa aja anjayy
umie chaby_ba
hayoloh....
umie chaby_ba
udah nge spill Mulu padahal Nata de Coco... tak mungkin Abang bakso seberani itu.. mikir dong airine...
Ariska Kamisa: aaa.. kaka niu bisa aja ceplosannya jadi mata de coco🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
tuan Shen musuh sapa sih lu🫣
umie chaby_ba
udah komandan... cucu jenderal pula....👍
umie chaby_ba
secara komandan cuyyy....
umie chaby_ba
Arnold Dexter 😍
umie chaby_ba
tuan Shen ini.. jangan jangan orang terdekat 🫣
Ariska Kamisa: lanjut ikutin terus yaa biar tahu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!