NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elvy Anggreny

Kesalahan di masa remajanya membuat Dewi harus menerima konsekuensi dari semua itu. Memiliki dua orang anak tanpa suami membuat Dewi menjadi bahan pembicaraan di kampungnya. Hingga suatu hari dia menerima lamaran dari saudara ayahnya yang memiliki seorang anak laki laki. Bertahun-tahun berumah tangga Dewi dan Randi belum memiliki anak. Segala cara mereka melakukan, pengobatan tradisional sampai ke dokter kandungan yang terbaik di kota mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Dewi mulai lelah menghadapi tuntutan suami dan keluarga suaminya yang menginginkan keturunan. Hingga semua keluarga besarnya berprasangka buruk pada Dewi, mereka mengatakan kalau Dewi itu mandul karena minum obat ketika belum bersuami.

Suami Dewi juga mulai terpengaruh dengan pembicaraan orang orang. Pertengkaran menjadi hal biasa. Setiap kali ada pertemuan keluarga, mereka selalu mengatakan agar Randi menikah lagi. Agar bisa memiliki anak.


Bagaimana kisah selanjut

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Kak... Mau pesan apa? Pilih aja kak, Yan sama Arumi mau pesan apa ? Tanya Jack

"Samain sama pesenan mama aja om " Jawab Yan dan Arumi pun mengangguk.

"Ya udah , sayang kamu pesen apa ?" Tanya Jack pada Reni.

"Saya juga ikut sama pesenan kamu sayang "

"Oh ya udah.. kak Dewi aja deh yang pesen. samain semua nya aja "

Dewi memilih makanan yang dia suka untuk mereka berlima. Reni hanya bisa menahan diri untuk tidak memprotes karena dia tidak ingin kedua orang tua Jack melihat dia yang tidak suka dengan kakak iparnya.

Dewi tersenyum pada Jack, di sini dia harus berterima kasih kepada calon suami adik iparnya ini karena Dewi merasa di istimewa kan.

Lagi lagi Randi kepanasan melihat bagaimana Jack menatap Dewi yang tersenyum padanya.

"Ini baru awalnya saja Randi, saya akan terus bersikap bodoh di hadapan kalian semua, Jack adalah senjata paling ampuh kayaknya" Batin Dewi, dia tertawa dalam hati.

"Bu... Arumi mau ke toilet.. anterin ya " Kata Arumi beberapa saat kemudian setelah selesai makan.

"Ya udah, yuk ibu antar " Dewi segera mengantar kan Arumi ke toilet. Tak lama kemudian Jack juga ke toilet.

Randi tidak bisa lagi menahan diri, dia segera menyusul Dewi ke belakang. Randi diam diam melihat bagaimana Jack memperhatikan Dewi yang sedang berdiri di depan toilet. Jack tidak mendekati Dewi karena Jack tau, Dewi tidak akan suka. Dia hanya memperhatikan Dewi.

"Kenapa Jack bersikap seperti itu pada Dewi?" Randi membatin

"Apa saya benar benar suka sama wanita ini ?" Jack bergumul dengan hatinya sendiri.

Ketika Jack berbalik, dia melihat Randi juga sedang menatapnya.

"Kakak mau ke sana juga? nggak bisa kak, Arumi lama sekali, saya aja lama nungguin " kata Jack yang melihat Randi terus menatapnya dengan tatapan tajam

Jack sudah tau tentang Randi dan Mariam, Jack tidak sengaja mendengarkan pembicaraan Reni ketika sedang menerima panggilan telepon dari Rani.

Berawal dari salah paham pada Dewi ketika di hotel, hingga beberapa bulan berikutnya dia mendengar pembicaraan itu.

"Iya kak, saya pasti ikut acara lamaran kak Randi. Mariam emang cocok jadi istri kak Randi"

Pertemuan mereka di hotel saat ingin membicarakan tentang gedung yang akan di gunakan untuk resepsi pernikahan, di sana Jack sempat bertanya apakah Dewi baik baik saja. Dan Jack bisa melihat kalau Dewi memang tidak seperti wanita yang akan kehilangan suami. Dia terlihat tenang saja.

Hingga Jack berani mengatakan suka pada Dewi.. Jack tahu Dewi tak akan menerima pernyataan rasa sukanya. Namun Jack juga hanya ingin Dewi tau tentang perasaannya yang tiba-tiba muncul padanya.

Setelah selesai makan mereka semua segera menuju ke kota tempat tujuan mereka.

"Kak Randi..Di sini ada tempat wisata yang menarik kak, kakak bisa ajak kak Dewi jalan jalan. Yan sama Arumi kalau mau kesana nanti sama saya saja" Jack bicara pada Randi, Jack bisa melihat Randi seperti mencurigai dirinya.

"Oh ya....hum boleh, kamu mau sayang ?" Tanya Randi

"Boleh kak ".

"Ajak kak Rani sama Mariam juga, apalagi kak Johan nggak bisa ikut. Kak Rani pasti bosen sendri " Reni menimpali pembicaraan mereka.

"Oh iyaa.. Kak Johan kenapa nggak ikut kak ?" Tanya Jack.

"Lagi ada kerjaan di tempat kerjanya " Jawab Randi. Sedikit hilang rasa penasarannya pada Jack. Karena Jack bersikap seperti biasa saja.

Akhirnya mereka sampai juga, rumah yang sangat besar. Rumah dua lantai, tidak terlalu besar tapi memiliki beberapa kamar.

*

Sementara itu, Johan yang mereka bicarakan saat ini sedang berbagi keringat dengan seorang wanita di sebuah kamar kos dan kamar yang mereka tempati adalah kos kosan tempat Amalia.

"Ahhh.....terusssss sayangg.... ini enak sekali, lebih cepat lagiii ..." terdengar erangan seorang wanita setelah beberapa menit bergumul.

"Kamu suka sayang...? Hum...? Ahh..Kamu jugaa nik..maat.. sekaliiii sayang.." Sahut Johan terputus putus

"Suka sayang....kam..kamuuu ....hebatttt...."

"Ohhh...Sayang....saya ma...mau keluar sayang "

"Sa....saya...juga mau keluar sama sama sayanggggg... "

"Ahhhhh....ohhhhh........." Lolongan panjang dua orang dalam kamar itu terdengar sampai keluar

"Kenapa mereka nggak nyalain musik aja sih, Ihhh sampai kedengeran keluar kan " Kata Amalia pada salah satu penghuni kos ini juga yang kebetulan melewati kamar sepasang kekasih yang sedang memadu kasih.

"Hahaha... Mereka emang sengaja kayaknya kak Amel "

"Ihhh gila ya "

"Celine mau pamerin pacar barunya tu kak " Ujar penghuni kos yang sedang jalan bersama Amelia

"Pacar? Bukannya itu suami Celine?" Tanya Amelia

"Iya kak Amel.. Suami baru Celine maksud saya "

Sementara dalam kamar, Deru nafas yang memburu menandakan bahwa mereka telah selesai dengan aktivitas panas mereka.

"Celine.. kamu hebat" Johan memuji kehebatan Celine Dion atas ranjang.

"Kamu suka sayang?" tanya Celine

"Pokoknya kamu hebat, bikin candu...." jawab Johan

"Bagusan saya atau istri kamu yang kayak gentong itu sayang?"

"Ah nggak usah ngomongin dia, ntar nafsu saya ilang. Saya mau habiskan waktu sama kamu sayang. Mumpung mereka lagi keluar kota "

"Kenapa kamu nggak ikut sayang? Apalagi bareng keluarga Pak Ardiansyah. Pasti semua serba gratis deh" Kata Celine lagi

"Malas aja, sama kamu disini jauhhhh lebih nikmat "

"Makasih sayang..."

Johan tersenyum lalu memeluk wanita itu......

Dewi masih duduk terus di teras samping rumah orang tua Jack, dia baru saja bicara dengan calon ibu mertua Reni.

Dewi juga masih bingung dengan calon mertua Reni yang tiba-tiba saja bertanya tentang sifat dan sikap Reni.

"Ya nggak mungkinlah saya jelekin Reni, lagian nggak ada untungnya juga kan ?" Dewi mengirimkan pesan pada Amalia

"Hahaha... terus kamu pasti bilang kalau Reni tu anaknya sangat baik, Jack beruntung memiliki istri seperti Reni, Ya kan beb? Balasan pesan dari Amalia

"Lah kok kamu tau Say ?"

"Karena di mata kamu tu beb, kita nggak kekurangan apapun. jahat sekalipun tetap baik di matamu".

"Hum.... terserah mereka menilai calon menantu mereka sendiri Mel "

"Ya beb..ok deh, bye bye. Lagi ada tamu mau belanja "

"Ok......."

Beberapa menit kemudian mereka semua berkumpul di ruang tengah.

Dewi bisa melihat bagaimana Randi yang menjaga jarak dari istri keduanya. Dewi ingin tertawa melihat ekspresi wajah Mariam yang tidak enak di lihat sama sekali.

"Kok nomer nya nggak aktif sih dari awal ke sini ?" Batin Rani menahan kekesalannya karena sejak awal mereka berangkat ke kota ini, ponsel Johan tidak aktif sama sekali.

"Ren... coba telpon papanya Naomi, Kenapa saya telpon kok nomernya nggak aktif terus"

Memanggil .......

Reni menunjukkan layar ponselnya kepada Rani " Kak... Ini udah pukul sembilan malam, mungkin kak Johan udah tidur" Ujar Reni.

"Ya mungkin aja, ya udah kakak ke dalam dulu. Naomi mau tidur kayaknya"

"Kakak sama Naomi udah makan?" Tanya Reni.

"Udah bareng camer kamu ,sama kakak iparmu yang nggak produktif itu " Jawab Rani.

"Hustt.. Kak, please jangan di sini ya ngomongnya" Kata Reni sedikit berbisik.

"Oh.. Kakak lupa dek "

Sementara di kamar lain, Randi sedang membujuk Mariam yang lagi marah kepada Randi karena di abaikan oleh suaminya.

"Terus kakak nggak tidur di sini ?" Tanya Mariam

"Nggak bisa sayang, nggak enak sama Orang tua Jack "

"Alasan aja kak"

"Kakak ke kamar Dewi dulu ya, nggak bisa lama-lama di sini" Randi berlalu tanpa menunggu jawaban Mariam.

Kekesalan Mariam semakin menjadi-jadi karena Randi lebih memilih tidur di kamar Dewi. Sedangkan dia tadi berusaha membujuk calon ibu mertua Reni agar di berikan kamar terpisah karena tidak bisa tidur kalau tidur berdempetan.

Randi memasuki kamar yang ditempati Dewi..

"Loh sayang.. Yan sama Arumi tidur di sini ya? "

"Eh.. Iya kak, Arumi nggak mau tidur sama Kak Rani dan Naomi. Yan juga nggak bisa tidur sama Jack "

"Terus saya tidur di mana sayang?" Tanya Randi.

"Hum.. Kakak coba minta kamar lain aja ya, di sini nggak bisa kak " Sahut Dewi

"Gitu ya? Ya udah...kakak ke sana dulu ya. kakak juga langsung tidur sayang"

"Ya kak.."

Randi keluar dari kamar yang ditempati Dewi, lalu dengan penuh semangat Randi menuju kamar yang ditempati Mariam. Tanpa Randi sadari, Jack dan ibunya tidak sengaja melihat Randi yang masuk kedalam kamar Mariam.

"Nak... Itu kamar yang di tempati adik si Dewi itu kan. Tadi ibu suruh tidur di situ karena katanya dia nggak bisa tidur kalau di tempat tidurnya ada orang lain"

"Ya ibu yang tau itu kamar siapa yang tempati, Kan ibu pemilik rumah ini " Jawab Jack cuek

"Ihh kamu ini, Itu pintunya di kunci nak...."

"Udah mendingan ibu tidur aja, ibu kan ngajak mereka ke sini mau mengenal mereka lebih dekat kan ?"

"Iya Nak..."

"Besok aja ya ibu tanya mereka sendiri " Terang Jack ingin berlalu dari hadapan ibunya.

"Ehh Ren... Reni.. ke sini sebentar" Ibu Jack memanggil Reni yang kebetulan lewat di depan mereka.

"Iya Bu, kenapa?" Tanya Reni, Reni tersenyum melihat Jack di sini. Dia sebenarnya sedang mencari Jack, karena pesan yang dikirim ke Jack sejak satu jam yang lalu belum di baca sama sekali. Reni ingin mengajak Jack tidur bersamanya di kamarnya.

"Iya Bu...."

"Kenapa Kakak kamu malah masuk ke kamar Mariam adik iparnya..…....?"

Sebuah senyuman kecil timbul di bibir Jack yang sedang menatap wajah pucat dari calon istrinya.

.

.

.

.

Bersambung.......

Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers 😘 😘, Semoga suka dengan ceritanya.

1
Aliya Awina
pasti Jack yg lewat
Aliya Awina
betul2 keluarga Firaun
Aliya Awina
takut ketahuan konon tpi gak bisa klu gak deket dasar laki laki munafik kau rendi
Aliya Awina
keturunan konon macam saja kau org kaya
sudahlah miskin belagu pulak tuh
Aliya Awina
gimana ceritanya dorang bilang klau si Dewi mandul sudah jelas2 Dewi sudah perna melahirkan 2 kali malah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!