NovelToon NovelToon
Perindu Senja

Perindu Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:53.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ata~Tenareten

Mencintai bukan berarti sepenuhnya memiliki karena takdir tak pernah kita tahu rencana yang Kuasa. Memiliki bukan berarti sepenuh mencintai karena cinta tulus setia hanya untuk seseorang saja.

Simak Kisah "Perindu Senja."
By : Farit Rittan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ata~Tenareten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jawaban Yang Masih Tertunda

Petikan Gitar darinya yang mengisi suasana malam sungguh membuat mereka yang mendengarkannya merasa nyaman. Apa lagi dalam perjalan mereka ke tempat nongkrongan yang melewati beberapa rumah ia selalu memainkan Gitarnya tanpa ada suara sedikitpun sehingga orang-orang terlelap dalam tidur mereka oleh karena indahnya lantunan dari suara Gitar yang ia mainkan.

Mey dan Indri yang telah mendahuluinya pun mulai menunggunya sebab mereka sangat terhibur olehnya, sebaliknya Faelo dan Festo tidak mau menunggu mereka dan buru-buru bergegas ke tempat nongkrongan.

Sesampainya mereka disana, Metallo langsung menuju ke rumahnya untuk menyimpan kembali buku tugasnya sedangkan keempat temannya yang lain menunggunya di tempat nongkrongan, sebab mereka tahu bahwa Ibu Elena telah tidur dan mereka tidak ingin membuat keributan yang menggangu Ibunya.

Melihat ketidak adaan Metallo, Faelo pun mulai mencari kesempatan untuk mendekati Indri.

"Ah... Malam terasa sangat indah jikalau kita ke taman menanti bintang malam yang jatuh. Berharap akan sebuah kepastian yang tak sia-sia," gumannya pelan sembari menunjuk ke arah taman yang berada tidak jauh dari tempat nongkrongan mereka.

Taman itu tidak terlalu besar dan di dalamnya hanya terdapat sebuah tempat duduk yang terbuat dari batu yang sengaja Metallo letakan di tengah-tengahnya agar orang-orang yang ingin menghabiskan waktu mereka disitu dapat merasakan kenyamanan duduk diatasnya, sebab di malam hari rumput-rumput yang berada disitu dipenuhi oleh embun. Bunga-bunga yang menghiasi taman itu pula sangat indah mekar bagaikan cinta yang tumbuh di musim semi.

Kenyamanan kini mulai muncul dalam benak ketika melihat indahnya taman itu. Indri meletakan seluruh buku tugasnya di atas tempat nongkrongan itu dan perlahan mulai menuju ke taman, tanpa mengajak siapapun. Kedua tangannya di katupkan di depan dadanya dan berjalan perlahan sembari merasakan hembusan angin malam yang sangat sejuk menembus naluri.

Mey kelihatannya sangat senang ketika melihat Indiri yang begitu nyaman menikmati indahnya nuansa malam. Dia ingin menghampirinya dan juga ingin merasakan indahnya malam, hanya saja Faelo menghalanginya karena bagi Faelo ini saat yang tepat untuk mendekatinya.

"Biar aku saja yang menemaninya," ucapnya sembari menarik tangan Mey.

Mey hanya tertunduk diam sebab dia mengetahui betul apa yang sedang Faelo rasakan, hingga dia membiarkannya meghampiri Indri. Dilain sisi Mey juga ingin menghabiskan malam bersama Metallo hanya saja Metallo terlalu lama yang membuatnya merasa sedikit kecewa.

'Lama sekali dia...' Mey mengarahkan pandangannya pada pintu masuk rumahnya dan berharap sesegera mungkin Metallo muncul, tatapi dilain sisi dia juga memikirkan keadaan Festo yang hanya sendirian memainkan Gitar tanpa ditemani siapa-siapa.

'Bagaimana dengan dia? Apakah Metallo akan menghabiskan malam bersama aku tanpa memikirkannya,' benaknya dipenuhi tanya dan berharap Festo dapat memahami segalanya.

"Indri akankah ada lagi malam seperti ini?" Faelo muncul di belakangnya sembari memetik beberapa bunga dan meniupkan daun dari bunga itu agar gugur.

"Mungkin..." jawabnya tersipu malu ketika menatap senyuman lebar dari Faelo.

Faelo menyadari tindakan Indri yang seakan-akan tidak mau dengan kehadirannya, dia kemudian menundukan kepala sesaat sebelum menghela nafas panjang dan dan menatapi Indri dengan hangat, "Yuk... Duduk disitu," ajaknya dengan nada yang sangat lembut.

"Aku tidak mau, jiakalau engkau ingin menemani aku, maka jalan bersamaku mengelilingi taman ini."

'Ini merupakan kesempatanku untuk mendekati Indri,' dia menggelengkan kepalanya pelan, 'Indri... Aku akan terus mencoba walau sakit terus mengusik hatiku... Aku akan terus mencoba walau seribu rintangan menghalangi langkah ini...' tatapan penuh maknanya tertuju pada Indri berjalan di depannya.

Faelo merasa sedikit senang karena Indri mau ditemani olehnya, walau dia sendiri tidak mau menghabiskan malam bersama dengannya berjalan mengelilingi taman itu.

Kedua tangan Indri terlentang di atas bunga-bunga yang mengisi ruas jalan di taman, perlahan dikatupkan di depan dadanya. Di genggamannya ada setangkai bunga melati yang baru mekar, perlahan-lahan dia tarik aroma harumnya bunga itu melalui hidungnya yang membawa kedahagaan dalam jiwa.

'Bintang malam, dengarkanlah aku. Berikanlah sebuah kepastian yang membuatku senda... Bintang malam sampaikanlah rasa ini pada dia yang tak mengerti tentang apa yang kian lama terpendam ini,' benak Indri sembari tersenyum tipis sembari menggelengkan kepalanya pelan, tatapannya tertuju pada indahnya langit biru, "Apa mungkin aku tak pantas."

"Kuhalalkan dirimu Indri," Faelo meraih tangan Indri dan membalikkan badannya kepada dia sebelum memegan lembut kedua pipi indri, tatapan penuh maknanya membuat dia tertunduk malu terhadap Faelo.

"Lihat aku..." dia kemudian memegang dagu dari gadis itu, "Indir... Berhentilah berlari dariku. Berapa jauh engkau melangkah tetap aku menghadangnya. Indri... Cintaku ini tulus, rasa ini tak pernah berpaling walau engkau tak pernah menghiraukan aku. Indri... Jujur aku katakan padamu... Pada langit, pada Bumi dan pada indahnya malam ini, aku mencintaimu setulus jiwa dan ragaku."

Indri mengerutkan dahinya, kini dia tak dapat berkata-kata seakan mulut terkunci kuat, tatapan matanya berbinar-binar kepada Faelo, 'Tuhan cobaan apa lagi ini, bagaimana mungkin aku menerimanya sedangkan....' dia menutupkan matanya sesaat. sedikit demi sedikit raut wajah Metallo terlintas di kepalanya, 'Kenapa bukan kamu, melainkan dia yang aku tak cintai.'

"Ah... Sudahlah," dia kemudian menarik tangan Indri lagi agar tubuhnya merapat kepadanya. Tatapannya tertuju menatapi Indri dengan dihiasi senyum hangatnya yang lebar, "Maafkanlah aku yang telah memaksamu membuat sebuah keputusan antara aku dengan dia."

"Faelo aku tak bisa membuat pilihan," dia kemudian menundukkan kepalanya, "Jujur aku katakan kepadamu, aku tulus mencintai saudaramu. Jadi tolong jauhilah aku, karena aku akan terus berjuang walau tak pernah dipandang, apalagi jalan hidup kita masih panjang."

Indri sadar bahwa dirinya masih terlalu mudah untuk menetukan sebuah pilihan oleh karena itu dia tidak akan memutuskan siapa yang terbaik diantara Faelo dan Metallo.

"Ya, aku mengerti dengan apa yang ada di dalam benakmu, tapi Indri... Aku tidak ingin melihat engkau tersakiti hanya karena mengharapkan sesuatu yang tak pasti," Faelo mengatakan yang sejujur-jujurnya kepada Indri, sebab dia tahu bahwa Metallo menganggap Indri hanyalah sebatas teman biasa dan tidak lebih dari itu.

"Tidak mungkin, aku adalah wanita yang kuat."

Ia kemudian mengangkat kepalanya dan menatapi Faelo dengan senyuman yang penuh makna, "Percayalah aku tidak mungkin tersakiti."

Faelo diam sesaat, kedua alis matanya terangkat menatapinya dengan tatapan yang sedikit sinis, 'Gadis ini benar-benar keras kepala,' dia kemudian menggelengkan kepalanya pelan, "Sudahlah, tidak usah dibahas lagi."

Faelo ingin bahwa malam yang indah ini, menjadi sebuah sejarah tentang dia dan Indri, tetapi melihat Indri yang tetap tidak mau mendengarkannya, dia mulai mengalihkan pembicaraannya dan tidak mau membahas apa yang dirasakannya kepada Indri, sebab dia tahu bahwa apa yang akan dia ungkapkan akan menjadi sia-sia.

1
Reaz
semagat Thor.../Ok//Good/
mampir juga ya.../Coffee//Coffee/
Abu Yub
luar biasa
Abu Yub
Aku kasih bintang masuk ngak dedek
Abu Yub
Aku mampir dedek/Rose//Rose/
Abu Yub
sedih
Abu Yub
dapat melihat
Abu Yub
Tumben
Abu Yub
indah namun aneh
Larina
Turut prihatin dengan keadaan listrik di wilayah Metallo, ternyata cukup payah
Larina
mereka sama-sama menarik nya
Larina
pH no,, dia salah sangka
KIA Qirana
Wah, kalian jadi lebih sakit kan, terjatuh, dan tertimpa 🤔🤔
Adinda
Kasihan Mey, jiwanya jadi murung
ALONE ⭕
Astaga, itu para ibu-ibu rombengan banget mulutnya
Zelyn ⭕
Hey Metallo sabarlah sedikit
Nina ♋
Apa aku seindah senja 🤔🤔🤔
Dhina ♑
Sungguh miris keadaan Mey.
Dikelilingi kebencian
Jazz ♋
Dia siapa
Jazz ♋
Pukulan kamu sungguh dahsyat Mey
Jazz ♋
Karena tidak ada cara lain untuk menyadar........

Thor, itu maksudnya bagaimana ya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!