NovelToon NovelToon
BUKAN AKU YANG KAU CINTA

BUKAN AKU YANG KAU CINTA

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:61.3k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Sekuel Novel Cincin yang Tertinggal

Kisah seorang laki-laki yang mengejar cinta wanita berhijab namun tak pernah berbalas. Hanya karena sesuatu yang terjadi akhirnya laki-laki itu mau menikahi wanita tersebut walaupun terpaksa.
Menikah dengan orang yang sangat dicintai adalah
impiannya namun menjadi pengantin pengganti bukanlah keinginannya.
Akankah rumah tangganya langgeng?
Yuk ikuti kisah mereka yang seru, menarik dan inspiratif hanya di Bukan Aku yang Kau Cinta.

Like, komeng and subcribe Terima kasih💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 Reward buat Kasdun

"Bapak salut padamu Dun, dalam keadaan sakit hati pun kamu masih bersikap baik pada wanita itu dengan menikahinya.i" Pak Aiman menyeruput teh hangat yang tadi disajikan Bi Darsih asisten rumah tangganya.

"Bukan....bukan karena untuk wanita itu tapi lebih pada balas budi pada kakaknya yang dulu sudah menolong saya saat SMA. Saya dulu pernah terpuruk kehilangan arah sampai saya terlibat tawuran antar sekolah yang berakhir digelandang polisi. Guru tersebut membebaskan saya dari semua tuduhan yang ada sampai saya terbukti tidak bersalah." Kasdun menceritakan masa lalunya yang kelam tanpa ia tutupi. Baru kali ini Kasdun melakukannya. Entahlah mengapa ia begitu percaya pada sosok laki-laki yang ada di depannya mungkin karena kehadiran laki-laki tersebut mengingatkannya pada seorang ayah yang sangat ia rindukan keberadaannya.

"Bagaimana dengan orang tuamu?" Pak Aiman ingin mengenal Kasdun lebih dalam lagi.

"Ayah sudah meninggal saat saya masih SMA. Saat itulah saya merasa sangat kehilangan akhirnya terbawa arus kehidupan. Sedangkan ibu saya hanya seorang penjahit. Sampai sekarang ibu masih menekuni profesi itu, tanpa mengenal lelah. Saya pun berpikir keras untuk berubah. Saat itu saya sempat jadi ketua preman di pasar, saya cukup terkenal di sana. Banyak preman yang pernah mengenal saya merasa takut jika melakukan kesalahan karena saya termasuk preman yang keras dan tegas. Namun untuk rakyat kecil saya bersikap baik sehingga banyak masyarakat yang respect pada saya. Saya berhenti jadi preman setelah mengenal Bang Rozak ustad terkeren yang pernah saya temui. Ia membimbing saya untuk kembali ke jalan Allah. Akhirnya saya pun mengikuti jejaknya walaupun tidak sekeren dia."

Pak Aiman menepuk bahu Kasdun berulang-ulang.

"Ayahmu kalau masih hidup pasti bangga melihat anaknya sekarang."

"Ya hanya orang tua saya saja yang merasa bangga memiliki anak seperti saya. Orang lain tidak."

"Mengapa begitu?" Kening Pak Aiman mengkerut, heran.

"Karena banyak orang yang menilai seseorang dari kemapanannya tanpa mempedulikan kemampuannya."

Pak Aiman tersenyum.

"Dun tidak semua orang berpikiran sama denganmu. Banyak juga orang yang peduli pada kemampuan seseorang tanpa melihat titelnya. Salah satunya Pak Alhan. Beliau dosen muda yang hebat mampu mendirikan rumah singgah yang dipelopori oleh salah satu mahasiswanya. Karena ada kemampuan para mahasiswa di sana akhirnya rumah singgah pun hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan pendidikan dan pekerjaan. Silakan Dun diminum dulu tehnya nanti keburu dingin!"

Kasdun memgambil gelas lalu menegaknya sampai tandas. Sepertinya Kasdun sangat haus setelah cukup lama bercerita tentang kehidupannya. Tanpa malu ia membuka toples yang berisi kacang bawang lalu memakannya satu persatu.

"Oh iya Pak maaf sebenarnya ada keperluan apa Bapak memanggil saya ke sini?" Kasdun teringat tujuannya datang ke rumah tersebut.

"Oh iya Bapak lupa, sebentar Bapak ambil sesuatu di kamar." Pak Aiman beranjak menuju lantai dua. Menaiki anak tangga dengan santai.

Pertemuan dengan pejabat ternyata tidak seseram yang dibayangkan. Bagi Kasdun hari ini adalah hari istimewa karena sudah bisa bercengkrama dengan sosok yang berpengaruh di kotanya. Tidak sulit bagi Kasdun untuk bisa akrab dengan siapa pun. Biasanya percakapan yang ia berikan selalu disaring khawatir tidak terkontrol seperti yang sudah ia lakukan pada Pak Aiman. Namun entah mengapa ucapan yang sudah tertata rapi di hatinya bisa lolos begitu saja seolah ia berbicara dengan ayahnya.

Cukup lama Kasdun menunggu di ruang tamu. Tidak terasa kacang yang ada di dalam toples sisa setengahnya, nah lo?

"Maaf Bapak kelamaan di kamar." Pak Aiman tersenyum. Ia menyodorkan sebuah amplop berwarna putih yang berukuran besar.

"Ini buat kamu. Terimalah!"

"Apa ini, pak?"

"Ini amplop masa kamu ga tahu sih?" Pak Aiman tersenyum.

Kasdun tersenyum kikuk. Ia tidak langsung menerima amplop tersebut, hanya memandangnya saja.

"Jangan dilihatin terus, ayo diterima."

"Maaf pak. Ini maksudnya apa ya? Saya terus terang tidak mengerti."

"Ini reward buat kamu yang sudah menyelamatkan nyawa putri saya."

"Pak?" Kasdun menarik nafasnya dalam kemudian menghembuskannya perlahan. Ia tidak menduga kalau ternyata sosok yang berkharisma tersebut sama saja dengan yang lain, menilai kebaikan dengan uang.

"Maaf pak saya tidak bisa menerimanya, darah saya tidak dijual pada siapapun. Yang sudah saya lakukan kemarin murni menolong tanpa imbalan apa pun, saya ikhlas pak apalagi Keira teman saya. Keira sembuh itu suatu kebahagiaan bagi saya, ternyata doa saya terkabul. Maaf pak saya tidak bisa menerima uang tersebut."

"Siapa bilang ini uang? Kamu terima saja tapi ingat jangan dibuka sekarang!" Pak Aiman memaksa dengan menarik tangan kanan Kasdun agar menerima amplop tersebut.

"Ingat kau buka amplop ini di tanggal 14 Februari tahun depan. Begitu kau tahu isinya datanglah ke sini dengan mengikuti intruksi dalam amplop tersebut, kau paham!"

Kasdun mengangguk pelan, ia bergeming ketika amplop tersebut sudah berpindah ada di tangannya.

1
Yuningsih Nining
horeee akhirnya blu lamar meira
hadeuhh gmn nnti saat si tiara tau blu akhir nya meminang meira yng si tiara tau meira dulu perawat nya blu saat sakit, jg si tiara saat itu udah ada cembokur kan?
Yuningsih Nining
😄🤭strategimuuu uqie.... bikin yng baca satu ini ketawa
Yuningsih Nining
pp Keira bin neneng kayak nya punya nilai plus buat kasdun utk gadisnya Keira / neneng
Yuningsih Nining
keputusan kalsdun bagus, gak usah akan ada yng lebih baik dari si tira dun
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
kalau sudah bertemu dengan orang tepat hidup jadi bahagia
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
gitu dong baikan semua
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kapok kamu Riska, jadi orang kok pemaksa banget
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
nanti kamu bakal kaget lagi kalau dengar kejutan lagi Genta
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
bau bau cemburu lagi
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
nah loh Blu ketahuan kan
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Wah keren itu Tiara langsung di angkat jadi sekertaris
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kamu salah Tiara, Genta orang besar itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Ternyata si kakek sendiri yang jadi tumbal
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Akhirnya Tiara sembuh ini. Dengan adanya Genta yang hadir dalam hidupmu semoga kamu tidak menyia nyiakan orang yang perduli dengan mu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
pasti ayah Tiara ini yang pulang
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
siapa cowok yang datang lagi itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
pasti si kakek Mirja ini. tapi untuk apa melakukan cara seperti itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
ih kok serem gini bersetubuh dengan makhluk halus
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
memang kamu salah kok Nurmala, sudah tau salah masih diam saja
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
hukuman buat Tiara semasa hidupnya karena selalu menyakiti semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!