NovelToon NovelToon
Suami Berondongku

Suami Berondongku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Nona Ahza

( proses revisi ) Novel ini menceritakan tentang seorang cewek yang bernama Nindy di taksir seorang cowok dan tak lain adik dari sahabatnya sendiri.

Cowok itu bernama Vano. Meski usia terpaut sangat jauh, mereka tidak peduli. Bahkan ketika keluarga Nindy menentang dengan keberanianya Vano melamar Nindy...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Ahza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

Sesampainya di apartemen, Vano segera membersihkan tubuhnya setelah memarkirkan mobilnya. Ia tersenyum-senyum sendiri di depan cermin dia atas wastafel yang berada di dalam kamar mandinya. Ia melihat wajahnya yang kini tampak berseri-seri, seperti hatinya saat ini.

"Perasaan apa ini! Kenapa bayangan wajah kamu kini selalu menggangguku, mbak Nindy..?" gumam Vano, lalu membasuh wajahnya dan berusaha menghilangkan bayangan wajah Nindy. Setelah puas mengusap wajah dengan kedua tanganya yang penuh dengan busa facial foam, kembali ia membilasnya dengan air.

Kini ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang kesayanganya yang sangat nyaman dan empuk sekali. Tempat terfavourit di apartemenya.

Tanganya mengarah ke benda pipih yang berada di sampingnya. Sejenak ia bimbang, karena ingin sekali ia menelfon Nindy dan mengucapkan selamat malam.

"Telfon? Enggak? Telfon? Enggak? Ahh.., telfon saja..!" Dengan segera ia memencet nomor telefon Nindy. Sesaat jantungnya terasa berdegup kencang sebelum Nindy mengangkat telfonya.

Tttuuuuuttttt ttuuuuutttt

"Halloooo..., iya Van, kenapa..?" Suara Nindy sangat merdu kedengaranya di seberang sana. Jantungnya kini semakin berdegup kencang setelah mendengar ucapan Nindy.

"Haa..., hallo mbak..?" sahut Vano agak gugup.

"Kamu kenapa Van? Kok suara kamu agak gugup gitu?"

"Ahh, enggak kok mbak, itu cuma perasaan mbak saja, cuma mau ngucapin selamat malam saja kok..."

"Ohh, iya Van, selamat malam juga, kamu udah di apartemen kan..?" Nindy bersikap biasa saja, karena Nindy belum merasakan apa-apa sama Vano.

"Sudah dari tadi, mbak mau nggak temenin aku ngobrol..?"

"Apa nggak salah kamu Van? Apa kamu nggak punya temen cewek?"

"Nggak punya mbak...?"

"Masa sih? Mau nggak mbak kenalin sama temen cewek mbak..?"

"Mbak ini ngomong apa sih, ngaco saja, Vano cuma ingin ngobrol sama mbak, karena Vano tau, mbak adalah sahabat mbak Ririn dari kecil, jadi ya udah terbiasa aja gitu.."

"Ohh, maaf Van...? Jangan marah dong..?"

"Enggak mbak, Vano nggak marah kok.."

Dan malam itu mereka terlibat obrolan yang asyik. Sesekali di selingi dengan canda dan tawa.

"Halloo.., halloo.., mbak.., mbak Nin..? Yaach ketiduran nich...?"

Karena tak ada sahutan, dan menebak Nindy ketiduran, akhirnya Vano menutup telfonya. Kemudian ia mulai memejamkan mata karena ngantuk juga. Sementara di kamar Nindy, kini ia telah terlelap karena sangat ngantuk sekali. Dengan posisi tangan masih memegang handphone namun sudah tidak di dekat telinga lagi. Mulutnya agak sedikit terbuka karena lelah yang sangat melanda.

***

Pagi kembali menyapa. Kehidupan di bumi akan di mulai. Sejumlah orang ada yang melakukan aktifitas olah raga di pagi itu, ada pula sebagian yang masih nyenyak di peluk mimpi dalam tidurnya.

Tidak seperti Vano, pagi itu ia bangun dengan semangat sekali. Setelah menggososk gigi dan membasuh wajahnya, ia memakai pakaian olah raga. Dengan sepatu dan topi putih, ia melakukan lari pagi.

Dengan star dari apartemen, ia mulai berlari. Tak terasa ia sampai di komplek perumahan Nindy. Sejenak ia berhenti di taman yang berada di komplek perumahan tersebut.

"Kenapa gua sampai ke sini sih..? Cukup jauh juga..?" gumam Vano yang menggaruk kepalanya karena bingung sendiri dengan apa yang telah ia lakukan.

"Nak Vano...?" sapa seseorang yang sangat ia kenal sekali. Vano menolehkan kepala dan melihat paman Hernawan melakukan joging pagi itu.

"Eh.., paman? Sedang joging juga..?"

"Iya nak Vano, walaupun usia sudah tua, namun kesehatan harus tetap di jaga, biar berstamina terus, dan tentunya awet muda.., hehe..."

"Hehehe, boleh juga itu paman, perlu di contoh..."

"Ngomong-ngomong jauh juga ya nak Vano jogingnya? Apa nggak capek..?"

"Enggak paman, masak kalah sama paman?"

Keduanya asyik ngobrol dan duduk di atas rumput yang hijau di taman itu. Dengan posisi kaki di luruskan untuk menghindari cidera.

"Nak Vano, mari mampir ke rumah dulu, kan sayang udah sampai dekat rumah paman kalau tidak mampir..?"

"terima kasih paman, tapi nggak usah saja, nggak enak pagi-pagi bertamu.."

"Kamu kan bukan orang lain, kamu sudah paman anggap seperti anak paman sendiri, ayolah jangan mengecewakan paman, sekedar ngopi saja.."

Setelah di fikir-fikir Vano menyetujuinya. Dalam benaknya, sekaligus ia ingin melihat mbak Nindy. Sambil menyelam minum air juga. Lalu berangkatlah Vano dan paman Hernawan ke rumah. Sesampainya di rumah, keduanya di sambut oleh ibu Nindy.

"Ehh, ada tamu? Mari silahkan masuk nak Vano.."

"Terima kasih bi, tapi di sini saja, lebih adem.."

"Bentar ya, bibi buatin kopi.."

"Iya bi, silahkan...?"

"Bentar nak Vano, paman mau lepas sepatu dulu.."

"Ohh, iya iya paman, silahkan.."

Kini Vano sendirian di teras depan, karena paman Hernawan masuk untuk melepas sepatunya dan bibi membuatkan kopi di dapur. Pandangan mata Vano tertuju pada tanaman bunga yang tertata dengan rapi di taman kecil di depan rumah Nindy. Dengan suara gemericik air dari kolam air mancur kecil, membuatnya semakin merdu terdengar di telinga. Dengan kagum ia berdiri dan mendekati tanaman bunga tersebut. Dari sekian banyak bunga, mawar merahlah yang menyita perhatianya. Warnanya sungguh cantik sekali.

"Itu yang menanam Nindy.." ucap bibi yang melatakan dua cangkir kopi di atas meja.

"Ohh, benarkah? Cantik banget bunganya.."

"Mari nak Vano silahkan di minum..." Ucap bibi mempersilahkan Vano.

"Iya bi, terima kasih.."

Vano pun kembali ke teras dan menyecap kopi buatan ibunya Nindy.

"Emm, kopi buatan bibi tiada tandinganya.."

"Ahhh bisa saja nak Vano ini.."

"Ngomong-ngomong, ada angin apa nak Vano tumben mampir ke sini?"

"Tadi sih awalnya joging bi, karena nggak sadar, sampai ke komplek dekat rumah bibi, kebetulan Vano ketemu sama paman juga, jadilah mampir ke sini.."

"Ohhh.., begitu? Karena udah sampai di sini, nanti kita sarapan bersama ya? Jangan menolak, hukumanya berat.."

"Hahaha, iya bik, tenang saja.." Vano masih tertawa mendengar ucapan ibunya Nindy. Sesaat Kemudian, paman Hernawan muncul dari dalam.

"Maaf nak Vano, agak lama nunggunya..?"

"Nggak papa paman.."

Di dalam rumah, suasana gaduh sekali. Pasalnya, Ari sedang gangguin Nindy yang masih tidur. Dengan iseng, ia mencabut rambut Nindy.

"Awwwww..!!! Sakit..!! Siapa sih...!!?" Jerit Nindy yang merasakan sakit di kepalanya. Karena pintu kamar tak pernah ia kunci, Ari bisa keluar masuk seenaknya sendiri.

"Hahaha..., anak cewek jam segini belum bangun..?" Ucap Ari yang membuat Nindy marah setelah membuka matanya dan sadar dengan apa yang terjadi.

************

Bersambung...

1
Sri Hayat
Apa ibu nindy akan marah twrus ya thor
Sri Hayat
yaaah lanjit aja thor
Sri Hayat
terimakasih thor..kamu sangat baik..ceritanya juga bagus...
Sri Hayat
tuh kan bener vano..ketauan deh sama mbak ririn...
Sri Hayat
Jangan lama lama di sembunyikan hubungan kamu vano...
Sri Hayat
moga aja vano jadian ya thor
ralis sa
aku suka cerita ari dengan krital
Muhammad rizki Ramadhan
bagus
Manda Ulfah
kereeeen...
Puji Nurati
nindy juga, kenapa ga bilang aja mau ngenalin samuel ke Ririn, aneh ..ud tahu vano cemburuan, tinggal jelasin, masa diem aja
inayah machmud
rasain km vanya makanya jd cewek jgn kegatelan godain suami orang. ..
vano itu cinta mati sm nindy jd gak bisa selain hati...
inayah machmud
rasain km mak lampir. ..😂😂😂
hafiz saputra
vano perlu dibawa ke psikiater itu, kalo ngga bawa ke rumah gua aja biar gua tempeleng di sini,, jadi cowok kok lebay gitu,, cemburu sih hal yg wajar tapi jangan berlebihan juga kali!!!
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA TAMAT,
SEQUEL 2 NYA DI UP THOR.......🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
MOHON MAAF JIKA KOMEN2 BNYK YG TDK PANTAS.. KRN SMUA FAKTOR TRBAWA SUASANA CERITA THE BEST DARI OTHOR, YG BUAT READER TERBAWA EMOSI MAUPUN BAHAGIA..
SEKALI LGI JGN LUPA, UP THOR SEQUELNYA..
Sulaiman Efendy
HAMIL BARENGAN NINDY & RIRIN...
SIAP2 LO VANO KNK MORNING SICKNESS, ALIAS SINDROM COUVEDE, AKU UDH MRASAKN SAAT ISTRI HAMIL ANAK KMBARKU, SEGALA MAKANN YG AKU TK SUKA & TK AKU MAKAN, LGI NGIDAM KU MAKAN, SEPERTI LELE, BELUT, IKAN GABUS ATAU RUAN, AKU MAKAN, PADAHAL AKU GK MKN 3 MAHLUK AIR TRSEBUT, KLO BUAH, SUKA MAKAN ASAM PAYAK, JAMBU BATU, PKE GARAM DOANK.. KLO BAYANGINNYA KMBANG LIUR KU..
Sulaiman Efendy
DAN UNTUNGYA VANO JUJUR, DN NINDY SLLU MNSUPPORT VANO, KRN NINDY TAU, VANO ADALH LAKI2 SETIA..
Sulaiman Efendy
UNTUNG ANGGA MAU DIAJAK KERJASAMA..
Sulaiman Efendy
WAHH OTHORNYA JAHAT NI, SI ANGGA PENGHIANAT, FAIZ SALAH BWA ORG UNTUK KERJA DIWARUNGNYA VANO, LBH LICIK SELLY DRIPADA VANYA
Sulaiman Efendy
MSH SAJA TROBSESI TU SELLY MA VANO, GATEL BANGET, KNP LO GK BALIKN KE MNTAN LO YG LO BILANG MSH CINTA DN SYANG, HINGGA LO BATAL NIKAH MA CALON SUAMI LO..
Sulaiman Efendy
KLO MAU JDI SUAMI ISTRI DUNIA AKHIRAT HINGGA KE JANNAH, YAA PERBANYAK IBADAH, ISI RUMAH DGN NILAI2 ISLAMI, TRUTAMA PRBANYAK BACA AL QUR'AN & SHOLAWAT, DN TRUTAMA BUAT KALIAN BRDUA, HRUS TAUBATAN NASUHA, KRN PRNAH BRZINAH...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!