Ayana Gadis Remaja yang Cantik, selalu Ceria dan sangat Cerdas berusia 16 Tahun baru lulus SMA, bercita-cita menjadi Seorang Dokter.
Ayandra Gunawan adalah Seorang CEO di Perusahaan Anawa Grup berusia 28 Tahun yang sangat Tampan, Mapan, Angkuh, Dingin dan sedikit Arogan
Sampai suatu hari, Ayandra dan Ayana mereka terpaksa harus Menikah Karena sebuah Kesalahan.
Sebelum Pernikahan terjadi, Ayana harus menandatangani surat Perjanjian Kontrak Pernikahan yang di berikan oleh Ayandra.
Ayandra maupun Ayana tidak menginginkan Pernikahan ini, karena Ayandra sudah mempunyai Kekasih sementara Ayana masih ingin melanjutkan Pendidikannya untuk menjadi Seorang Dokter.
Akankah Pernikahan mereka tetap BERTAHAN, setelah Ayana memutuskan untuk pergi jauh dari kehidupan Ayandra, dan Ayandra memutuskan untuk bertunangan dengan Kekasihnya yang sempat tertunda...
Ataukah Ayana akan mendapatkan Cinta yang lain dan memutuskan untuk memiliki hubungan yang baru, dan Ayandra malah akan semakin Mencintai tunangannya.
Jika ingin mengetahui jawabannya, ayo BACA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 19
Sesampainya di mansion, Ayana langsung masuk dan berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya, Reyhan yang baru saja mengambil minum di dapur dan berniat kembali ke kamarnya, melihat Ayana berlari sambil menghapus air matanya seketika itu juga Reyhan mengikuti Ayana, dan mengetuk pintu kamar Ayana.
"Baby, gue masuk ya." pinta Reyhan sambil mengetuk pintu Ayana
"Beb, loe kenapa? gue masuk ya." pinta Reyhan lagi karena tidak mendapat sahutan dari Ayana
"Beb, Baby, boleh ya." kata Reyhan yang masih setia menunggu jawaban dari Ayana sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Ayana
"Masuklah Rey." kata Ayana mempersilahkan Reyhan masuk dengan suara paraunya karena sedang menangis
"Baby loe kenapa?" tanya Reyhan menghampiri Ayana karena melihat Ayana sedang menangis sesegukkan
"Rey, Dia jahat hiks..hiks.., Dia nyakitin gue Rey hiks..hiks.." kata Ayana dengan tangisnya
"Siapa Beb, siapa yang loe makasud?" tanya Reyhan reflek memeluk Ayana untuk menenangkannya
"Kakak loe Rey, Kakak loe hiks..hiks.." kata Ayana menangis sesegukkan
"Kak Ayan?" tanya Reyhan memastikan
"Iya Rey, Kakak loe nyakitin gue, salah gue apa sih Rey? gue juga nggak menginginkan pernikahan ini, hiks..hiks.." kata Ayana yang masih menangis dipelukan Reyhan
"Rey, kenapa sih gue harus ngalamin ini semua!? kenapa Kak Ayan Jahat ke gue?" sambung Ayana
"kak Ayan ngelakuin apa ke loe Bab?" tanya Reyhan hatinya terenyuh saat melihat air mata gadis yang ia sukai selama ini
Ayana dengan polosnya menceritakan semua yang ia lihat di kantor Ayandra tadi, dan ia juga menceritakan tentang sikap Andini kepadanya dan juga sikap Ayandra yang tidak membelanya. Tanpa mereka sadari ada sesosok Pria yang melihat dan mendengarkan percakapan mereka, Reyhan sengaja tidak menutup pintu kamar Ayana agar tidak terjadi fitnah jika ada yang melihat mereka berdua di dalam kamar.
flasback on
"Sayang kamu mau kemana? jangan bilang kalau kamu mau menyusul gadis kecil itu." kata Andini saat melihat Ayandra berjalan menuju pintu ruang kerjanya dengan terburu-buru
"Kalau iya kenapa?" tanya Ayandra dengan tatapan dingin, entah kenapa hati Ayandra tidak tenang saat melihat Ayana keluar dari ruangannya, ia ingin segera menyusul Ayana dan menyuruh Aldi asistennya agar segera menyiapkan mobil, kebetulan Aldi masih berada di lantai bawah berbincang bersama Ayana
Ayandra segera menyusul Ayana kebetulan taxi yang di tumpangi Ayana masih terlihat oleh Aldi, jadi mereka dapat mengikuti tujuan Ayana, ternyata Ayana memang pulang ke mansion Ayandra merasa tenang, Dia khawatir jika Ayana melakukan hal yang dapat merugikan Dirinya sendiri, Ayandra mengikuti Ayana sampai di depan kamar milik Ayana.
flasback off
Ayandra yang mendengar perkataan Ayana, langsung meninggalkan kamar menuruni anak tangga menuju ruang kerjanya, Ayandra menyesali tindakan dan sikapnya tadi, apalagi Ayana harus melihat adegan panasnya bersama Andini. 'gadis kecilku melihat semua yang Aku lakukan bersama Andini, apa yang akan Dia pikirkan tentangku!? mungkin Dia tidak akan lagi mau bertemu denganku, aaagh s**l.' umpat Ayandra sambil mengacak-acak rambutnya.
- - - - -
Malam harinya...
Mereka semua sudah berada di meja makan untuk makan malam, tidak seperti seminggu yang lalu Ayana sekarang terlihat ikut makan bersama keluarga Gunawan, Ayandra yang melihat Ayana yang seperti tidak terjadi apa-spa siang tadi menjadi heran, apalagi Ayana tersenyum manis padanya dan juga menyapanya tidak seperti biasanya.
Ayana duduk di samping Suaminya dan melayani Ayandra mengambilkan nasi dan juga lauknya sama seperti biasa yang sering Ayana lakukan sebelum pertemuan mereka di Mall, Ayana selalu tersenyum manis jika Ayandra menatapnya dengan heran.
"Kamu kenapa? sakit ya?" bisik Ayandra ketelinga Istrinya agar tidak seorangpun yang bisa mendengarnya
"Iya." bisik Ayana balik
"Sakit apa? tanya Ayandra dengan raut wajah yang khawatir tapi masih dengan berbisik
"Sakit disini, hehe." canda Ayana sambil menunjuk letak hatinya berada
"haha, Saya bercanda kok, udah ah yuk Kita makan." sambung Ayana sambil memakan makanannya
Ayandra yang mendengar perkataan Ayana, merasa sangat bersalah entah kenapa saat Ayana menunjuk hatinya yang sedang sakit ia merasa kalau hatinya lah yang sedang tersakiti, karena sudah membuat Istri kecilnya merasakan sakit yang di sebabkan olehnya. Ayandra selalu memperhatikan sikap Istri kecilnya yang terlihat sangat santai padahal Ayana melihat semua apa yang telah ia lakukan bersama Andini tadi.
"Kok, ngelihatin Ayana terus sih? Ayana cantik ya." goda Ayana tersenyum dengan suara pelan
"Percaya Diri sekali Kamu." kata Ayandra tersenyum
"Yaa abis, Kakak ngeliatin Ayana terus sih, jadinya Ayana nggak malu." canda Ayana cengengesan
"Dasar gadis bodoh, yang ada juga kalau diliatin terus jadi malu, kok Kamu malah nggak malu?" tanya Ayandra heran
"Yee, karena itu udah biasa di ucapin, hehe, canda Ayana tersenyum
"Dasar gadis aneh." kata Ayandra menggelengkan kepala tanpa sadar Dia menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman
"Biar Ayana gadis kecil yang aneh, tapi suatu saat nanti Kakak akan rinduin gadis kecil ini." kata Ayana polos dengan senyuman di wajahnya yang terlihat sangat imut
'Degg' mendengar perkataan terakhir Ayana membuat perasaan Ayandra gelisah dan menghentikan aktivitas makannya, 'kenapa gadis kecil ini mengingatkan akan perpisahan Kami nanti, bukannya itu masih setahun lagi! dan kenapa perasaan ini tidak ingin berpisah dengannya, apa yang sedang terjadi padaku? mungkin ini hanya sekedar rasa bersalahku, karena kejadian tadi siang.' gumam Ayandra dalam hati
"Pa , Ma, Ayana sudah kenyang, Ayana pamit duluan ya, Kak, Ayana langsung ke kamar." pamit Ayana
"Kenapa tidak bersantai sebentar Sayang?" tanya mama Dewi, karena memang kebiasaan mereka sehabis makan mereka meluangkan waktu untuk bersantai dan mengobrol sebentar di ruang keluarga sebelum mereka beristirahat dan Ayana pun sudah tahu hal itu
"Emm, ada yang harus Ayana kerjakan Ma, maaf ya karena tidak bisa menemani Mama." kata Ayana tidak enak karena menolak ajakan Mama mertuanya
"Oh ya, tidak apa-apa Sayang."
"Ayana duluan ya." pamit Ayana beranjak dari duduknya
"Reyhan juga udah selesai makan." kata Reyhan beranjak dari duduknya.
"Baby tunggu." panggil Reyhan sambil berjalan mendekati Ayana
"Reyhan apa-apan Kamu memanggil Kaka Iparmu dengan sebutan itu." bentak papa Gunawan marah saat mendengar Anak bungsunya memanggil Kakak Iparnya dengan sebutan Baby
"Maaf Pa, Reyhan tidak bermaksud seperti yang Papa pikirkan, Papa jangan salah paham dulu, memang mereka berempat selalu memanggilku dengan sebutan itu, karena di antara Kami berlima Ayanalah yang paling kecil." jelas Ayana menenangkan Papa mertuanya yang sedang marah
Reyhan memanggil Ayana hanya ingin mengajaknya untuk keluar sebentar ke rumah Puput, kebetulan Kesya dan Rolan sedang berada di sana, dan Ayana menyetujui ajakan Reyhan karena memang ia butuh hiburan untuk menghilangkan sakit di hatinya, dan Ayana membutuhkan keempat sahabatnya itu untuk di ajak lucu-lucuan, tapi sebelum pergi Ayana mengingatkan Reyhan agar ia tutup mulut untuk kejadian tadi siang, Ayana tidak mau membuat sahabat-sahabatnya sedih akan nasib yang dialami Ayana, terutama Kakaknya Kesya jangan sampai tahu.