NovelToon NovelToon
SECOND CHANCE

SECOND CHANCE

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:50.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Mereka dijodohkan oleh sang Kakek sejak kecil dan direstui oleh kedua orang tua. Setelah dewasa, mereka tidak setuju dijodohkan dan melarikan diri sebelum pertunangan dilangsungkan, karena sudah punya kekasih.

Hanya berbekal sisa tabungan semasa kuliah dan sedikit keberanian, mereka lari dari rumah, meninggalkan proses pertunangan demi sang kekasih. Namun sangat menyakitkan, saat tahu kekasih mereka telah berpaling..

》Mungkinkah mereka terus berlari atau kembali pada keputusan orang tua?
》Mungkinkah ada kesempatan kedua untuk melanjutkan proses perjodohan sang kakek?

Ikuti kisahnya di Novel "SECOND CHANCE"

Selamat membaca.
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Ke Moro.

...~•Happy Reading•~...

Papa Maya tidak meneruskan langkahnya masuk ke ruang keuangan untuk berbicara dengan Maya, karena mendengar Maya sedang berbicara dengan pegawai keuangan dan juga Kabag gudang yang baru.

Hatinya sangat terharu mendengar apa yang dikatakan putrinya tentang pabrik yang telah jadi sumber nafkah bagi banyak orang.

Walaupun terharu, hatinya juga tersenyum mengingat putrinya yang suka bicara sesukanya, bisa berkata-kata dengan kalimat serius yang menyemangati dan menginspirasi. Papa Maya meneruskan langkah ke ruang kerjanya.

~*

Setelah terjadi ketegangan seminggu terakhir berakhir, suasana pabrik mulai tenang dan semua karyawan mulai beraktivitas seperti biasa lagi. Hal itu membuat Papa Maya menarik nafas lega dan mulai berpikir untuk kemajuan pabrik.

Menjelang pulang kantor, Maya menemui Papanya untuk mengajak pulang bersama-sama. Sekarang dia tidak perlu menghindari Papanya lagi, karena karyawan pabrik sudah mengetahui siapa dirinya.

"Papa masih kerja, karena masih ada pengepakan dan pengiriman untuk nanti malam. Kau pulang dulu, nanti Papa minta Karim yang antar pulang." Ucap Papa Maya yang masih sibuk di balik meja kerja.

"Ooh, iya, Pa. Kalau begitu, sekalian Putri mau minta ijin diantar sama Pak Karim ke Moro besok, ya. Biar mobilnya dibawa pulang Pak Karim." Maya ingat dengan rencananya, setelah sibuk di pabrik dua minggu bersama Riska dan temannya mengaudit.

"Ke Moro? Ada apa di Moro?" Tanya Papa Maya heran dengan permintaan Maya yang tiba-tiba.

"Maya mau ke tempat kost untuk ambil barang dan juga bayar kost, sekalian pamit sama yang punya kost, Pa." Maya menjelaskan rencananya, agar Papanya tidak perlu khawatir. Dia tidak berencana untuk kabur.

"Mungkin yang punya kost mau sewahkan kamarnya untuk orang lain. Tapi kalau Putri belum keluarin barang dan juga pamit, mereka jadi serba salah." Maya menjelaskan lagi, agar Papanya bisa mengerti.

"Mengapa ngga tunggu lusa saja, supaya Papa dan Mama bisa antar, sekalian kita jalan-jalan ke Moro?" Papa Maya ingin mengantar sekalian melihat tempat kost dan berterima kasih kepada pemilik kost.

"Iiiihhh... Begitu saja, pake diantar. Papa bisa kuat angkat barang Putri dari lantai dua? Ngga usah, Pa. Putri dan Pak Karim aja. Lusa jalan-jalan ke tempat wisata saja. Jalan-jalan ko' di tol, doang." Maya dengan cepat mencegah Papanya mengantar, karena dia punya rencana lain, selain ambil barang-barangnya di tempat kost.

"Yaa, sudah, kalau begitu. Bilang Karim sekalian dibawa mobilnya, atau tinggalkan mobil di rumah. Nanti besok Karim ke rumah untuk pergi ke Moro denganmu." Papa Maya mengalah, melihat Maya ngotot tidak mau diantar.

...~•••~...

Ke esokan hari ; Pagi-pagi Karim sudah datang ke rumah orang tua Maya dan menyiapkan mobil. Maya yang sudah rapi dan menunggu kedatangan Karim, segera pamit, saat Mamanya mengatakan Karim sudah datang.

"Kau rapi dan cantik sekali pagi ini. Hanya mau ambil barang di kost, tapi rambutmu digerai?" Papanya iseng bertanya saat Maya pamit dan melihat dia tidak menguncir rambut seperti biasanya.

"Baru selesai keramas, Pa. Ini ada karet." Maya mengangkat tangannya yang ada karet gelang.

"Ngga senang banget liat anaknya tampil cantik dikit. Ya udah, nanti Putri pake masker atau tutup muka biar keliatan mata doang."  Protes Maya sambil berjalan cepat meninggalkan kedua orang tuanya.

"Papa ini, biarkan saja dia. Mau digerai, atau dikuncir, sama saja. Dia tetap cantik." Mama Maya protes sambil memukul pundak suaminya.

"Tadi bukan karena rambutnya saja, tapi dia terlihat berbeda. Apa karena belakangan ini sering lihat dia ke pabrik dengan tampilan formal, jadi tadi dia terlihat lain?" Papa Maya masih penasaran dengan tampilan putrinya.

"Biarkan saja, Pa. Hari-hari sudah kerja di pabrik, biar dia bersenang-senang." Ucap Mama Maya lagi, karena memaklumi putrinya.

~*

Menjelang siang, Maya tiba di Moro. Karim memarkirkan mobilnya di jalan raya, lalu mengikuti Maya masuk gang ke tempat kost.

Sebelum naik tangga, Maya mengetuk pintu pemilik kost untuk berpamitan. "Selamat siang, Bu. Maaf, mengganggu." Sapa Maya ramah, saat melihat ibu kost keluar dari rumah.

"Eeh, Maya. Selamat siang. Kau sudah datang rupanya. Ngga papa." Ucap ibu kost senang dan ramah, tapi heran melihat Maya datang dengan pria yang lebih tua darinya.

"Begini, Bu. Saya datang untuk bayar tunggakan uang kost yang sudah lewat waktu seminggu lebih, sekalian mau pamit." Ucap Maya sambil menyerahkan amplop berisi uang kost yang sudah disediakan dari rumah.

"Ooh, Maya tidak kost lagi? Kalau begitu tidak usah dibayar. Biarkan saja, buat Maya." Ucap ibu kost yang terkejut mengetahui Maya sudah tidak melanjutkan kost lagi.

"Ngga papa, Bu. Terima kasih. Sekarang Maya sudah bekerja, tapi tidak bekerja di sini. Jadi sekarang baru sempat datang ambil barang yang masih ada di atas." Ucap Maya sambil mendesak ibu kost menerima amplop yang diberikan.

"Terima kasih, ya. Semoga sukses." Ibu kost menerima amplop. Maya mengaminkan harapan ibu kost, lalu mengajak Karim naik ke kamar kostnya.

Setelah semua sudah dibawa Karim ke mobil, Maya pamit kepada bapak dan ibu kost yang sudah menunggunya di bawah, lalu menyerahkan kunci kamar kost. Dia salim kepada dua orang tua yang disayang dan dihormatinya. Ibu kost menepuk pelan pundaknya sambil berpesan untuk berhati-hati.

"Pak Karim, kita ke bengkel dulu, ya. Saya mau pamit dengan teman juga." Ucap Maya, setelah berada dalam mobil.

"Siap, Nona." Jawab Karim, tapi hatinya bertanya-tanya, siapa teman di bengkel. 'Seorang montir atau pegawai administrasi di bengkel?'

"Masuk ke bengkel saja, Pak Karim. Itu ada tempat kosong, dari pada di pinggir jalan." Ucap Maya, saat melihat ada tempat kosong di bengkel kerja Philemon.

"Siap, Nona." Karim melakukan yang diminta Maya tanpa bertanya.

Saat melihat ada mobil yang belok masuk ke bengkel, montir yang pernah memarkirkan mobil mantan Philemon keluar dan mengarahkan mobil yang dikendarai Karim.

Maya segera turun, lalu menyapa. "Selamat siang, Mas. Maaf mengganggu. Kami tidak perbaiki mobil, hanya mau bertemu dengan Mas Philemon sebentar saja." Maya langsung mengatakan tujuannya, agar mereka tidak mengganggu jika ada mobil atau motor yang mau masuk ke bengkel.

"Mas Philemon? Ooh Mba' yang waktu itu, ya." Dia jadi teringat dengan peristiwa yang pernah terjadi dengan Philemon dan mantannya.

"Iyaa. Saya ada perlu sebentar saja." Ucap Maya lagi, khawatir mengganggu.

"Begini, Mba'. Mas Philemon sudah ngga kerja di sini lagi. Sudah seminggu ini tidak di sini." Ucap karyawan bengkel, membuat jantung Maya langsung berdegup tidak teratur.

"Ooh, apa saya bisa minta nomor telponnya?" Maya berusaha tenang menutupi rasa malunya, karena minta nomor telpon Philemon yang dia bilang sebagai tunangannya pada saat itu.

"Maaf, Mba'. Kami di sini tidak punya nomor telponnya. Mas Philemon tidak punya ponsel. Jika mau telpon atau terima telpon, dia pakai telpon bengkel." Karyawan bengkel menjelaskan membuat harapan terakhir Maya untuk bertemu Philemon pupus seketika.

...~•••~...

...~●○♡○●~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁Erti💋🅹🆄🅽👻ᴸᴷ
kasihannnn kurang gercep kau kamaya kan jadi gak bisa hub sama lemon

apa lemon nanti pria yang dijodohkan sama kamaya
Endang Sulistia
keren
Endang Sulistia
somplak banget si maya🤣🤣🤣
Endang Sulistia
ada aja komentarmaya yg asbun...pantesan si papa kawatir..
Endang Sulistia
si Maya Nyamber aja..🤣🤣
Endang Sulistia
keren si kaya..👍🤪🤪
Endang Sulistia
tadi anus..ini lemon..🤣🤣
Endang Sulistia
🤦🤣🤣🤣🤣
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Ok, ini awal2 bahasanya udah asyik ya. Jgn dibikin kaku Lg WoKeeeeeeH... Akoh Padamuuuu... 😅
melting_harmony
Luar biasa
❥␠⃝ ͭ🍁Katrin💋🅹🆄🅽👻ᴸᴷ: Waaaah... Makasih 👍❤️
Makasih dukungannya K♡ ..🙏😍🤗
total 1 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau orang lagi murung terus gak ngomong, yang berada dekat dengan dia bakal penuh tanda tanya pastinya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Siapa yang tak haru melihat pemadangan seperti itu, anak yang sudah besar dan mampu bekerja dengan baik
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Maya sungguh sangat teliti ya, dia memang anak yang sangat bisa di andalkan jika seperti ini
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ya, lagian lebih baik tak terlalu menunjukkan kekurangan kalau masih mampu. Biar gak terlalu di anggab lain
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Orang pada ricuh Maya sibuk dengan urusannya sendiri adem ayem, namanya juga masih baru hehe
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Hehe gak semua orang mampu bersikap seperti tak terjadi apa - apa walau hati ber api - api
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Orang kalau liat gak Selo kadang - kadang ya, bikin lawan mereka jadi gak enakin sendiri
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Heem, lebih enak identitas belum terbongkar jadi gak akan ada yang manfaat aja tau yang mana tulus yang mana enggak
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Pasti kalau orang yang udah biasa gak merem di rumah itu adalah larangan yang sungguh berat, tentunya untuk di patuhi
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Liat bunga yang mekar terawat, harum indah bikin suasana tenang banget terus susah berpaling ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!